p-Index From 2021 - 2026
6.673
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL ILMU SOSIAL Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Jurnal The Messenger Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies PRofesi Humas MetaCommunication; Journal Of Communication Studies IKRA-ITH Humaniora : Jurnal Sosial dan Humaniora IKRA-ITH ABDIMAS Jurnal Common AL MUNIR : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Perspektif Komunikasi; Jurnal Ilmu Komunikasi dan Komunikasi Bisnis Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Al Kalam : Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Manajemen Jurnal Jurnalisa : Jurnal Jurusan Jurnalistik Altasia : Jurnal Pariwisata Indonesia Coverage: Journal of Strategic Communication Unri Conference Series: Community Engagement Nivedana : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Madiun Spoor : Jurnal Pengabdian Masyarakat El-Qish: Journal of Islamic Economics Aptekmas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Abdimas Dosma Journal of Digital Marketing and Communication Jurnal Abdimas Perbanas Scriptura: Jurnal Ilmiah Komunikasi Jurnal Humaniora dan Ilmu Pendidikan Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara Journal of Multidisciplinary Science IEFBR: Islamic Economics, Finance, and Banking Review Switch: Jurnal Sains dan Teknologi Informasi Momentum Matrix: International Journal of Communication, Tourism, and Social Economic Trends KOPEMAS Jurnal Abdimas Dosma Journal of Islamic Economics and Business Ethics Jurnal empower : jurnal pengembangan masyarakat Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : profesi humas

Implementasi strategi komunikasi “Bandung Juara” sebagai bagian dari city branding Kota Bandung Rosnandar Romli; Nada Arina Romli
PRofesi Humas Vol 4, No 2 (2020): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.252 KB) | DOI: 10.24198/prh.v4i2.23547

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk membahas implementasi strategi komunikasi program “Bandung Juara” yang merupakan bagian dari city branding Kota Bandung serta hambatan-hambatan yang dialami oleh pemerintah kota Bandung sebagai pelaksana dalam mewujudkan program “Bandung Juara”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian berupa studi kasus. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan key informan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam semi struktur (in-depth), observasi, dan studi kepustakaan. Adapun teknik analisis data yang dilakukan secara induktif yang disusun secara deskriptif. Adapun teori yang digunakan dalam menganalisis fenomena dalam penelitian ini adalah teori konstruksi sosial atas realitas dari Berger dan Luckman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi “Bandung Juara” sebagai bagian dari city branding Kota Bandung diinternalisasi oleh pemerintah Kota Bandung serta masyarakat Kota Bandung melalui berbagai program seperti menggalakan bersepeda, musrenbang, mempermudah izin usaha, relawan kebersihan dan penataan taman kota. Namun demikian, terdapat pula berbagai hambatan dalam internalisasi program “Bandung Juara” ini antara lain: (1) rendahnya sense of belonging stakeholders kota, (2) keterbatasan waktu dan SDM yang dimiliki Pemkot Bandung, (3) strategi sosialisasi Pemkot Bandung yang tidak bisa menjadikan Program “Bandung Juara” ini sebagai alat rekayasa sosial (social engineering), (4) Munculnya sudut pandang negatif dari para stakeholder kota terhadap Pemkot Bandung sebagai pencetus Program “Bandung Juara”, (5) dominasi staf Pemkot Bandung, (6) kebiasaan buruk warga Kota Bandung. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi strategi komunikasi oleh Pemkot Bandung dalam mewujudkan Program “Bandung Juara” sudah dilakukan, tetapi semua itu tidak menjamin proses internalisasi stakeholder kota akan sukses terbentuk.