Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS PERAN PELATIHAN DAN WORKSHOP BERBASIS POAC DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU SDN 036 UJUNGBERUNG KOTA BANDUNG Nurul Juliana; Helmawati Helmawati; Nevi Nasyanawati; Ai Siti Hajar Awaliyah; Fadlullah Fadlullah
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Juli
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v4i2.4344

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut guru memiliki kompetensi yang tinggi dalam aspek pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Untuk menjawab tantangan tersebut, pelatihan dan workshop menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kompetensi guru secara berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran pelatihan dan workshop berbasis POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) dalam meningkatkan kompetensi guru di SDN 036 Ujungberung, Kota Bandung. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dan mengacu pada teori pelatihan dari Glickman et al. serta teori manajemen POAC oleh G.R. Terry. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelatihan dan workshop yang dirancang dan dilaksanakan berdasarkan prinsip POAC mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi guru. Dalam tahap perencanaan, program disusun sesuai kebutuhan guru; pada tahap pengorganisasian, pelibatan narasumber dan struktur kegiatan terkoordinasi dengan baik; pelaksanaan kegiatan berlangsung interaktif dan kontekstual; serta pengendalian dilakukan melalui evaluasi berkelanjutan. Temuan ini memperkuat bahwa pelatihan dan workshop yang dikelola secara sistematis mampu meningkatkan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran, mengelola kelas, serta memperkuat interaksi sosial dan etika profesi. Dengan demikian, implementasi pelatihan berbasis POAC dapat menjadi model pengembangan profesionalisme guru yang efektif di sekolah dasar.
Adaptive Leadership Bagi Kepala RA dalam Menghadapi Disrupsi Pendidikan Digital untuk Penguatan Karakter Anak Usia Dini di Jakarta Timur Ifa Fachriyah; Elly Nurlaeli; Helmawati Helmawati
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i6.2880

Abstract

Era disrupsi digital membawa tantangan kompleks bagi Raudhatul Athfal (RA) berupa risiko degradasi karakter anak usia dini dan munculnya technostress pada pendidik. Kondisi ini menuntut kapasitas kepemimpinan yang adaptif dari Kepala RA. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan adaptif (adaptive leadership) bagi para Kepala RA di Kecamatan Cakung dalam mengawal program penguatan karakter anak di era digital. Mitra sasaran kegiatan ini adalah 35 Kepala RA se-Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, dengan pusat pelaksanaan di RA Al-Madinah Cakung pada 9 Juni 2026. Metode pelaksanaan intervensi menggunakan pendekatan andragogi yang meliputi tahap persiapan (analisis situasi), tahap pelaksanaan (pre-test, pemaparan materi instruksional, workshop rencana aksi), dan tahap evaluasi kuantitatif-kualitatif. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kapasitas kepemimpinan adaptif peserta yang sangat signifikan secara statistik ($\text{p-value} = 0,000$). Nilai rata-rata kumulatif peserta melonjak dari 20,06 pada saat pre-test menjadi 34,26 pada saat post-test, dengan capaian efektivitas indeks N-Gain Score sebesar 0,71 (Kategori Tinggi). Analisis per dimensi menunjukkan aspek mempertahankan fokus strategis moral keislaman meraih skor tertinggi, sementara kemampuan mengelola stres organisasi akibat transisi teknologi menjadi titik kritis yang masih memerlukan pendampingan berkelanjutan. Luaran kegiatan ini menghasilkan draf dokumen rencana aksi (action plan) taktis sekolah yang siap diimplementasikan demi mewujudkan generasi emas yang melek teknologi dan berakhlak mulia.
INTEGRASI ILMU AGAMA DAN SAINS DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH ISLAM TERPADU: STUDI PERSEPSI SISWA DAN PANDANGAN GURU Asdianur Hadi; Muh. Irfan Ali; Helmawati Helmawati; Iyad Suryadi
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11994

Abstract

The integration of religious knowledge and science is an important issue in contemporary Islamic education due to the persistent separation between religious subjects and general sciences in learning practices. This study aims to describe students’ perceptions and teachers’ views on the integration of religious knowledge and science in learning at an Integrated Islamic School. This research employed a simple descriptive quantitative-qualitative approach. Data were collected through a closed-ended Google Form questionnaire for students and written Google Form interviews with a science teacher, an Islamic education teacher, and a homeroom teacher. The questionnaire data were analyzed using mean scores and tendency categories, while the written interview data were analyzed thematically. The findings indicate that students’ perceptions of the integration of religious knowledge and science were in the very good category. Students perceived learning not merely as the acquisition of scientific knowledge, but also as a process connected to Islamic values, the greatness of Allah, and everyday life. Teachers’ views show that integration is understood as an effort to connect learning materials with Qur’anic verses, hadith, Islamic values, awareness of Allah’s creation, and students’ character formation. The main challenges in implementing integration include limited time, references, teachers’ understanding, and the continued separation between religious and general subjects. This study confirms that integrating religious knowledge and science has the potential to strengthen meaningful learning, spiritual awareness, and students’ character. ABSTRAK Integrasi ilmu agama dan sains merupakan isu penting dalam pendidikan Islam kontemporer karena masih kuatnya pemisahan antara pelajaran agama dan pelajaran umum dalam praktik pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa dan pandangan guru terhadap integrasi ilmu agama dan sains dalam pembelajaran di Sekolah Islam Terpadu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif-kualitatif sederhana. Data dikumpulkan melalui angket tertutup berbasis Google Form kepada siswa dan wawancara tertulis berbasis Google Form kepada guru IPA, guru PAI, dan wali kelas. Data angket dianalisis menggunakan skor rata-rata dan kategori kecenderungan, sedangkan data wawancara tertulis dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap integrasi ilmu agama dan sains berada pada kategori sangat baik. Siswa merasakan bahwa pembelajaran tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghubungkannya dengan nilai Islam, kebesaran Allah, dan kehidupan sehari-hari. Pandangan guru menunjukkan bahwa integrasi dipahami sebagai upaya menghubungkan materi pelajaran dengan ayat Al-Qur’an, hadis, nilai keislaman, kesadaran terhadap ciptaan Allah, dan pembentukan karakter siswa. Kendala utama dalam pelaksanaan integrasi meliputi keterbatasan waktu, referensi, pemahaman guru, dan masih adanya pemisahan antara pelajaran agama dan pelajaran umum. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi ilmu agama dan sains berpotensi memperkuat makna pembelajaran, kesadaran spiritual, dan karakter siswa.
MANAJEMEN PROGRAM ADIWIYATA DALAM MEMBENTUK BUDAYA SEKOLAH PEDULI LINGKUNGAN Esih Rusmiati; Helmawati Helmawati
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11580

Abstract

The increasing complexity of environmental problems requires education to play a strategic role in fostering students’ ecological awareness through sustainable programs. The Adiwiyata Program, as a national policy in Indonesia, aims to develop environmentally responsible and cultured schools; however, its implementation often reveals a gap between administrative achievements and actual behavioral change. This study aims to analyze the management of the Adiwiyata Program based on the planning, organizing, actuating, and controlling (POAC) cycle in fostering an environmentally conscious school culture. A qualitative approach with a case study design was employed in two elementary schools in Bandung. Data were collected through observations, in-depth interviews, and document analysis, and analyzed using an interactive model. The findings indicate that program effectiveness is not determined by the intensity of activities but by the integration quality of managerial functions. In the planning dimension, administrative orientation tends to dominate over contextual strategies. Organizing shows indications of pseudo-participation, while implementation risks becoming routine activities without meaningful value internalization. In the controlling stage, evaluation practices tend to reinforce administrative compliance rather than cultural transformation. This study concludes that the effectiveness of the Adiwiyata Program depends on shifting from compliance-based management to culture-based management, emphasizing sustainable ecological awareness. ABSTRAK Permasalahan lingkungan hidup yang semakin kompleks menuntut peran strategis pendidikan dalam membentuk kesadaran ekologis peserta didik melalui program yang berkelanjutan. Program Adiwiyata sebagai kebijakan nasional bertujuan mewujudkan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan, namun implementasinya masih menghadapi kesenjangan antara capaian administratif dan perubahan perilaku nyata. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam manajemen Program Adiwiyata berbasis siklus planning, organizing, actuating, dan controlling dalam membentuk budaya sekolah peduli lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada dua sekolah dasar di Kota Bandung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan program tidak ditentukan oleh intensitas kegiatan, tetapi oleh kualitas integrasi fungsi manajemen. Pada dimensi perencanaan ditemukan kecenderungan dominasi administratif dibandingkan pendekatan kontekstual. Pengorganisasian masih menunjukkan gejala partisipasi semu, sementara pelaksanaan berpotensi terjebak dalam rutinitas tanpa internalisasi nilai. Pada tahap pengawasan, evaluasi cenderung menghasilkan kepatuhan administratif dibandingkan transformasi budaya. Simpulan penelitian menegaskan bahwa efektivitas Program Adiwiyata hanya dapat dicapai melalui pergeseran dari compliance-based management menuju culture-based management yang berorientasi pada pembentukan kesadaran ekologis secara berkelanjutan.    
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJRAN INTERACTIVE FLAT PANEL (IFP) PADA PEMBELAJARAN PAI: STUDI MULTISITUS PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR Dani Muhammad Jalil; Helmawati Helmawati
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12824

Abstract

This study was motivated by the importance of utilizing educational technology to improve learning quality and student motivation, particularly in Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam/PAI) at elementary schools, where conventional teaching methods still frequently dominate classroom practices. The presence of the Interactive Flat Panel (IFP) has emerged as a digital innovation with the potential to create more interactive, engaging, and participatory learning environments. This study aimed to analyze the implementation of IFP as a learning medium in enhancing students’ learning motivation in PAI subjects at SDN 227 Margahayu Utara and SDN 202 Suryalaya, Bandung City. The study employed a qualitative approach using a multisite case study design. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving principals, PAI teachers, and students, then analyzed using an interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that IFP implementation positively affected students’ attention, participation, enthusiasm, and engagement in PAI learning. Its effectiveness was determined by lesson planning quality, teachers’ ability to utilize interactive features, and school managerial support. The main obstacles included limited teacher competence, technical problems, and insufficient digital learning materials. This study concludes that IFP does not automatically increase learning motivation, but works through improving the quality of interaction among teachers, students, and learning materials. Therefore, teacher capacity building and institutional support are essential prerequisites for successful implementation of educational technology in schools. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemanfaatan teknologi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses belajar dan motivasi siswa, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar yang masih sering didominasi metode konvensional. Kehadiran Interactive Flat Panel (IFP) menjadi salah satu inovasi digital yang berpotensi menciptakan pembelajaran lebih interaktif, menarik, dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi media pembelajaran IFP dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SDN 227 Margahayu Utara dan SDN 202 Suryalaya Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multisitus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru PAI, serta siswa, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi IFP memberikan dampak positif terhadap peningkatan perhatian, partisipasi, antusiasme, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran PAI. Efektivitas penggunaan IFP ditentukan oleh kualitas perencanaan pembelajaran, kemampuan guru memanfaatkan fitur interaktif, serta dukungan manajerial sekolah. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan kompetensi guru, gangguan teknis perangkat, dan belum optimalnya bahan ajar digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa IFP tidak secara otomatis meningkatkan motivasi belajar, tetapi bekerja melalui peningkatan kualitas interaksi pembelajaran antara guru, siswa, dan materi. Oleh karena itu, penguatan kompetensi guru dan dukungan kelembagaan menjadi syarat utama keberhasilan implementasi teknologi pembelajaran di sekolah.    
Analisis Perkembangan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Penggunaan Media Edukognitif Blocks (Studi Deskriptif Kualitatif pada TK Atraktif Bunda Tami Kabupaten Tasikmalaya) Ruhana Afifi; Mulatsih Sri Utami; Endang Komara; Nandang Koswara; Helmawati Helmawati
Wahana Pendidikan Vol 12, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v12i2.19443

Abstract

Observasi awal di TK Atraktif Bunda Tami, Kabupaten Tasikmalaya, menunjukkan adanya hambatan kognitif pada sebagian anak yang membutuhkan stimulus tambahan. Media pembelajaran yang digunakan masih terbatas pada puzzle berpola tetap yang kurang menstimulasi imajinasi dan eksplorasi. Penggunaan media pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan merupakan strategi efektif untuk menstimulasi perkembangan kognitif anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan kognitif anak usia 5–6 tahun melalui media Edukognitif Blocks, menggambarkan bentuk aktivitas pembelajaran, respon dan keterlibatan anak, serta tantangan yang dihadapi guru. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik triangulasi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 10 anak dan 2 guru. Tahapan analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Edukognitif Blocks efektif menstimulasi kemampuan memecahkan masalah, berpikir logis, dan berpikir simbolis anak. Aktivitas belajar yang dilakukan meliputi membangun, mengelompokkan, menghitung, bermain peran, dan berdiskusi. Anak menunjukkan antusiasme, keterlibatan aktif, kerja sama, eksplorasi kognitif, serta peningkatan sikap dan refleksi. Tantangan yang dihadapi guru meliputi perbedaan kemampuan anak, kurangnya fokus, keterbatasan media, pengaturan waktu, dan evaluasi perkembangan kognitif yang bersifat subjektif.