Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Sufism as a Therapy in the Modern Life Hoerul Umam; Iyad Suryadi
International Journal of Nusantara Islam Vol 7, No 1 (2019): International Journal of Nusantara Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijni.v7i1.4883

Abstract

Sufism or Taṣawwuf is an ancient fruit of Islamic civilization, but experienced revitalization in this modern era. His presence was increasingly meaningful when he was able to become an "oasis in the desert" for modern people who are experiencing a spiritual crisis. In the form of a particular tarekat (ṭarīqah) or a modified form, Sufism has become a medicine for modernization with all its adverse effects. Sufism with spiritual teachings and noble character increasingly plays an important role. He who was once accused of the cause of Islamic decline, and negatively addressed by some Islamic experts, is now increasingly gaining a place in modern society. It is a solution that is anticipated for the problems of contemporary society. By using a literature study, this article was written to contribute to the phenomenon. Its findings, in addition to using scientific and technological instruments, modern life should also be accompanied by mental, spiritual instruments and morality, which are explained in Sufism.
IMPLEMENTASI METODE DAKWAH PADA PROGRAM AYO MENGAJI DI TV HARMONI.COM/RADIO LITA FM CIMAHI Iyad Suryadi; Neng Yupi Amalia
LANTERA: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1, No 1 (2022): Lantera: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Islam Nusantara, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.492 KB) | DOI: 10.30999/lantera.v1i1.2496

Abstract

Penelitian ini bertujuan: Pertama, mengidentifikasi metode komunikasi dakwah yang dilaksanakan pada program ayo mengaji di TV Harmoni.Com/Radio Lita Fm. Kedua, mengidentifikasi bagaimana implementasi metode komunikasi dakwah yang dilaksanakan pada program ayo mengaji di TV Harmoni.Com/Radio Lita Fm. Ketiga, Mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasi metode komunikasi dakwah yang pada program ayo mengaji di TV Harmoni.Com/Radio Lita Fm. Jenis penelitian yang di gunakan yaitu kualitatif dengan metode secara deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian, Pertama, metode dakwah yang digunakan dalam Ayo Mengaji Di TV Harmoni.Com/Radio Lita Fm Cimindi Bandung yaitu metode dakwah Bil´lisan dan Metode Dakwah Mujadalah Billati Hiya Ahsan. Kedua, Proses Implementasi metode dakwah dalam Program Ayo Mengaji di TV Harmoni.Com/Radio Lita Fm da´i/penyiar menjelaskan materi secara langsung dengan baik serta membuka tanya jawab dan diskusi interaktif baik secara langsung lewat kolom komentar di Facebook, Instagram, Youtube, Web maupun secara tidak langsung seperti di Group WhatsApp. Ketiga, Faktor pendukung dan penghambat implementasi metode dakwah dalam Program Ayo Mengaji secara terperinci didukung dengan fasilitas radio yang mumpuni baik dari segi peran dan fungsinya yang memiliki daya langsung, daya tembus dan daya tarik yang sangat baik dalam proses melaksanakan syiar dakwah. Adapun hambatannya, dalam proses menyampaikan dakwah da´i/Penyiar mengalami komunikasi yang kurang terjalin dengan baik (Kurang efektif) baik dari segi waktu yang relatif singkat, internet yang kadang putus baik karena mati lampu atau wifi yang mengalami gangguan, begitu pun dengan audiens yang mengalami keterbatasan internet sehingga berpengaruh terhadap tingkat pemahaman materi yang diterima oleh mad´u-nya.Keywords: 
Sufism as a Therapy in the Modern Life Hoerul Umam; Iyad Suryadi
International Journal of Nusantara Islam Vol 7, No 1 (2019): International Journal of Nusantara Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijni.v7i1.4883

Abstract

Sufism or Taṣawwuf is an ancient fruit of Islamic civilization, but experienced revitalization in this modern era. His presence was increasingly meaningful when he was able to become an "oasis in the desert" for modern people who are experiencing a spiritual crisis. In the form of a particular tarekat (ṭarīqah) or a modified form, Sufism has become a medicine for modernization with all its adverse effects. Sufism with spiritual teachings and noble character increasingly plays an important role. He who was once accused of the cause of Islamic decline, and negatively addressed by some Islamic experts, is now increasingly gaining a place in modern society. It is a solution that is anticipated for the problems of contemporary society. By using a literature study, this article was written to contribute to the phenomenon. Its findings, in addition to using scientific and technological instruments, modern life should also be accompanied by mental, spiritual instruments and morality, which are explained in Sufism.
IMPLEMENTASI METODE DAKWAH PADA PROGRAM AYO MENGAJI DI TV HARMONI.COM/RADIO LITA FM CIMAHI Suryadi, Iyad; Amalia, Neng Yupi
LANTERA: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 1 (2022): Desember
Publisher : Universitas Islam Nusantara, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/lantera.v1i1.2496

Abstract

Penelitian ini bertujuan: Pertama, mengidentifikasi metode komunikasi dakwah yang dilaksanakan pada program ayo mengaji di TV Harmoni.Com/Radio Lita Fm. Kedua, mengidentifikasi bagaimana implementasi metode komunikasi dakwah yang dilaksanakan pada program ayo mengaji di TV Harmoni.Com/Radio Lita Fm. Ketiga, Mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasi metode komunikasi dakwah yang pada program ayo mengaji di TV Harmoni.Com/Radio Lita Fm. Jenis penelitian yang di gunakan yaitu kualitatif dengan metode secara deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian, Pertama, metode dakwah yang digunakan dalam Ayo Mengaji Di TV Harmoni.Com/Radio Lita Fm Cimindi Bandung yaitu metode dakwah Bil´lisan dan Metode Dakwah Mujadalah Billati Hiya Ahsan. Kedua, Proses Implementasi metode dakwah dalam Program Ayo Mengaji di TV Harmoni.Com/Radio Lita Fm da´i/penyiar menjelaskan materi secara langsung dengan baik serta membuka tanya jawab dan diskusi interaktif baik secara langsung lewat kolom komentar di Facebook, Instagram, Youtube, Web maupun secara tidak langsung seperti di Group WhatsApp. Ketiga, Faktor pendukung dan penghambat implementasi metode dakwah dalam Program Ayo Mengaji secara terperinci didukung dengan fasilitas radio yang mumpuni baik dari segi peran dan fungsinya yang memiliki daya langsung, daya tembus dan daya tarik yang sangat baik dalam proses melaksanakan syiar dakwah. Adapun hambatannya, dalam proses menyampaikan dakwah da´i/Penyiar mengalami komunikasi yang kurang terjalin dengan baik (Kurang efektif) baik dari segi waktu yang relatif singkat, internet yang kadang putus baik karena mati lampu atau wifi yang mengalami gangguan, begitu pun dengan audiens yang mengalami keterbatasan internet sehingga berpengaruh terhadap tingkat pemahaman materi yang diterima oleh mad´u-nya.Keywords: 
Konsep Pemikiran Al-Farabi dan Relevansinya dengan Pendidikan Agama Islam: (Studi Kasus di SMKN 3 Kota Bekasi) Gawi Yulianti; Nurhayatin; Iyad Suryadi; Helmawati
Indonesian Journal of Islamic Education Studies (INJURIES) Vol. 2 No. 3 (2024): Indonesian Journal of Islamic Education Studies (INJURIES)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/injuries.v2i3.127

Abstract

According to Al-Farabi education is a means of acquiring a series of values, knowledge and skills. According to Al-Farabi, Islamic education must emphasize the formation of morals and reason. The use of reason to acquire knowledge must be accompanied by the development of good morals or character. The purpose of this writing is to find out the background of Al-Farabi's biography, life and thoughts regarding Al-Farabi's education with Islamic education in this modern era and how it is relevant to the concept of Islamic religious education (PAI) at SMAN 3 Bekasi City. The method used is descriptive qualitative method. Researchers collected data sources through text literature, both books, journals, and articles and interviews, observations related to this discussion. The research results show that Al-Farabi was a Muslim philosopher and scientist who mastered various fields of science and language. According to Al-Farabi, educational thinking is to prioritize the formation of morals. According to Al-Farabi, knowledge is clean, and can only be obtained by people who have a clean heart and good morals. In the educational process, according to Al-Farabi, a student must pay attention to every difference in the potential of the student. There is relevance to the religious education implemented at SMAN 3 Bekasi City in the form of moral education and the formation of good morals through religious spiritual habits. Keywords: Al-Farabi; Moral Thinking; Islamic Religious Education
Pemikiran dan Inovasi Pendidikan Islam Menurut Al-Qabisi: (Studi kasus di SDIT Addzimat DAI Indonesia Bandung) Nanang Kosim Rohmana; Suhud; Iyad Suryadi; Helmawati
Indonesian Journal of Islamic Education Studies (INJURIES) Vol. 2 No. 3 (2024): Indonesian Journal of Islamic Education Studies (INJURIES)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/injuries.v2i3.126

Abstract

This study aims to make relevant the ideas of Al-Qabisi's thoughts about his concern for children's education, especially at SDIT Ad-Dzimat DAI Indonesia Rancaekek Bandung, West Java. Al-Qabisi himself is one of the classical Muslim figures who has a great influence on changes in education and learning, especially in the field of Islam. In particular, Al-Qabisi discusses education and learning for children, with an orientation towards educational institutions. His thoughts or views are more directed towards the concept of children's education, educational information, objectives, assessment practices, praise, fines, methods, learning models and teaching techniques as well as discussions about philosophy in Islamic education. This study is a qualitative study. Data collection was carried out using in-depth research methods, documentation, namely through scientific writing such as books, journals, encyclopedias and others which are used as document analysis to help complete the results of the study. While the results of this study found two parts of the curriculum brought by al-Qabisi, namely the ijbari curriculum and the ikhtiyari curriculum. Religious education and noble morals are very important to ensure prosperity in society and the country. Keywords: Al-Qabisi; Educational Thought; Islamic Education
IMPLEMENTASI METODE DAKWAH PADA PROGRAM AYO MENGAJI DI TV HARMONI.COM/RADIO LITA FM CIMAHI Suryadi, Iyad; Amalia, Neng Yupi
LANTERA: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 1 (2022): Desember
Publisher : Universitas Islam Nusantara, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/lantera.v1i1.2496

Abstract

Penelitian ini bertujuan: Pertama, mengidentifikasi metode komunikasi dakwah yang dilaksanakan pada program ayo mengaji di TV Harmoni.Com/Radio Lita Fm. Kedua, mengidentifikasi bagaimana implementasi metode komunikasi dakwah yang dilaksanakan pada program ayo mengaji di TV Harmoni.Com/Radio Lita Fm. Ketiga, Mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasi metode komunikasi dakwah yang pada program ayo mengaji di TV Harmoni.Com/Radio Lita Fm. Jenis penelitian yang di gunakan yaitu kualitatif dengan metode secara deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian, Pertama, metode dakwah yang digunakan dalam Ayo Mengaji Di TV Harmoni.Com/Radio Lita Fm Cimindi Bandung yaitu metode dakwah Bil´lisan dan Metode Dakwah Mujadalah Billati Hiya Ahsan. Kedua, Proses Implementasi metode dakwah dalam Program Ayo Mengaji di TV Harmoni.Com/Radio Lita Fm da´i/penyiar menjelaskan materi secara langsung dengan baik serta membuka tanya jawab dan diskusi interaktif baik secara langsung lewat kolom komentar di Facebook, Instagram, Youtube, Web maupun secara tidak langsung seperti di Group WhatsApp. Ketiga, Faktor pendukung dan penghambat implementasi metode dakwah dalam Program Ayo Mengaji secara terperinci didukung dengan fasilitas radio yang mumpuni baik dari segi peran dan fungsinya yang memiliki daya langsung, daya tembus dan daya tarik yang sangat baik dalam proses melaksanakan syiar dakwah. Adapun hambatannya, dalam proses menyampaikan dakwah da´i/Penyiar mengalami komunikasi yang kurang terjalin dengan baik (Kurang efektif) baik dari segi waktu yang relatif singkat, internet yang kadang putus baik karena mati lampu atau wifi yang mengalami gangguan, begitu pun dengan audiens yang mengalami keterbatasan internet sehingga berpengaruh terhadap tingkat pemahaman materi yang diterima oleh mad´u-nya.Keywords: 
Relevansi Pemikiran Ibnu Sina Terhadap Pendidikan Agama Islam di Yayasan Faidhul Ulum Attadziriyah Karawang Agus Fudholi; Lina Zakiah; helmawati, Helmawati; Iyad Suryadi
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v13i2.3366

Abstract

Pendidikan Islam di Indonesia menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan pengetahuan agama dan pengetahuan umum di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi. Ibnu Sina menawarkan konsep pendidikan yang menekankan keseimbangan antara aspek intelektual dan moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi relevansi pemikiran Ibnu Sina dalam pendidikan Islam dan penerapannya di Yayasan Faidhul Ulum Attadziriyah Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen kurikulum. Teknik triangulasi digunakan untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pengetahuan agama dan pengetahuan umum telah diterapkan melalui metode pembelajaran yang holistik dan inovatif. Penggunaan teknologi meningkatkan keterlibatan siswa, sementara pendidikan karakter berdasarkan pemikiran Ibnu Sina membantu siswa mengembangkan nilai-nilai moral dan pemikiran kritis. Pemikiran Ibnu Sina memiliki relevansi yang tinggi dalam pendidikan agama Islam modern. Integrasi antara pengetahuan dan inovasi pembelajaran dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk siswa yang memiliki pengetahuan dan karakter yang baik.
Abdurrahman Wahid's Thoughts on Human Rights Based Humanistic Education in Indonesia Iskandar Sulaemani; Iyad Suryadi; Helmawati
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v13i2.16952

Abstract

This study aimed to analyze K.H. Abdurrahman Wahid's thoughts on human rights-based education within the framework of Islamic humanism and to identify obstacles to its implementation in the context of national education. Using a qualitative literature review approach, data were obtained through a review of Gus Dur's works and related academic literature. The results indicate that Gus Dur's thoughts emphasize the importance of inclusive, democratic education based on respect for diversity. Three main findings were identified: a lack of understanding of human rights values among teachers, conventional teaching methods that minimize student participation, and a social environment that does not support the spirit of inclusion. Additionally, inclusive learning strategies and educational environments have been shown to play a significant role in increasing students' awareness of human rights values. Gus Dur stated that education is a means of humanising humans, not merely a tool for reproducing knowledge. Therefore, human rights-based education must be realized systematically through curriculum reform, teacher training, and collaboration between schools and the community. This study contributes to the development of an educational model that is responsive to social justice and diversity in Indonesia. Keywords: Abdurrahman Wahid, Human Rights, Humanistic Education. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengenai pendidikan berbasis hak asasi manusia dalam kerangka humanisme Islam, serta mengidentifikasi hambatan dalam implementasinya dalam konteks pendidikan nasional. Pendekatan tinjauan literatur kualitatif digunakan, dengan data diperoleh melalui analisis karya-karya Gus Dur dan literatur akademik terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Gus Dur menekankan pentingnya pendidikan inklusif dan demokratis yang didasarkan pada penghormatan terhadap keragaman. Tiga temuan utama diidentifikasi: kurangnya pemahaman nilai-nilai hak asasi manusia di kalangan guru, metode pengajaran konvensional yang meminimalkan partisipasi siswa, dan lingkungan sosial yang tidak mendukung semangat inklusi. Selain itu, strategi pembelajaran inklusif dan lingkungan pendidikan telah terbukti memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap nilai-nilai hak asasi manusia. Gus Dur menyatakan bahwa pendidikan adalah sarana untuk menghumanisasi manusia, bukan sekadar alat untuk mereproduksi pengetahuan. Oleh karena itu, pendidikan berbasis hak asasi manusia harus diwujudkan secara sistematis melalui reformasi kurikulum, pelatihan guru, dan kolaborasi antara sekolah dan masyarakat. Studi ini berkontribusi pada pengembangan model pendidikan yang responsif terhadap keadilan sosial dan keragaman di Indonesia. Kata kunci: Abdurrahman Wahid, Hak Asasi Manusia, Pendidikan Humanis.
Pemikiran Islam tentang Teknologi Modern: Tinjauan Etika terhadap Penggunaan AI dalam Kehidupan Manusia Zainuri, Rahma Dilla; Suryadi, Iyad; Helmawati, Helmawati
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.2209

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Meskipun menawarkan efisiensi dan kemudahan, penggunaan AI juga menimbulkan tantangan etis, khususnya dalam konteks keadilan, privasi, dan tanggung jawab moral. Dalam Islam, teknologi tidak dipandang sebagai sesuatu yang netral, tetapi harus diarahkan sesuai dengan nilai-nilai syariah dan maqashid al-syariah (tujuan hukum Islam). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji etika penggunaan AI dalam kehidupan manusia berdasarkan perspektif pemikiran Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research), dengan sumber utama Al-Qur’an, hadis, dan literatur etika teknologi dalam Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan AI harus sejalan dengan prinsip-prinsip keadilan, kemaslahatan, dan tidak menimbulkan kerusakan (mafsadah). Teknologi yang tidak mempertimbangkan nilai-nilai tersebut berisiko membawa dampak negatif, baik secara individu maupun sosial. Oleh karena itu, AI harus dikembangkan dan digunakan secara bertanggung jawab, transparan, dan beretika dalam kerangka nilai-nilai Islam.