Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI MATERI SISTEM RESPIRASI DAN EKSKRESI -, Lissa; Budi Prasetyo, Andreas Priyono; Indriyanti, Dyah Rini
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 41, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instrumen penilaian yang digunakan di sekolah SMA Negeri 1 Krangkeng belum berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Hakikat dari biologi, tujuan pendidikan nasional dan perkembangan jaman menuntut keterampilan berpikir tingkat tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis instrumen penilaian di sekolah, mengembangkan instrumen penilaian untuk mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi, dan menguji efektivitas serta kepraktisan instrumen. Jenis penelitian ini adalah Research and development. Prosedur pengembangan produk melalui tahap penelitian pendahuluan dan pengembangan. Pada tahap pendahuluan terbagi menjadi dua, yaitu studi lapangan dan studi literatur. Tahap pengembangan, melalui beberapa bagian, yaitu 1) menyusun jenis instrumen, 2) validasi ke pakar, 3) ujicoba skala terbatas dan 4) ujicoba skala luas. Hasil dari penelitian ini adalah jenis instrumen yang digunakan di sekolah memiliki tingkatan taksonomi kognitif C1 sampai C2, kadang digunakan C3. Instrumen penilaian yang dikembangkan adalah tes esai analisis, lembar performa berpikir, dan tes problem solving. Instrumen dinyatakan valid, reliabel, dan praktis. Instrumen juga berpengaruh positif terhadap hasil belajar kognitif. The type of assessment instruments used in the school were not oriented toward higher-order thinking skills. The nature of biology, national education goals and challenges of science and technology development of thinking skills require more than just the basic thinking. The purposes of this study were: 1) to analyze the assessment instruments used in the school, 2) to develop assessment instruments used to measure higher-order thinking skills, and 3) to test the effectiveness and practicality of the instrument. The type of study was Research and development. The procedure of product development were the preliminary research and development. In the preliminary research, the study was divided into two stages, they are the field of study, and literature study. The development stage started by constructing the type of instruments, validation of the expert,  limited testing  and extensive testing. The results of this study showed that the type of instruments used in the school were  in the range of cognitive taxonomy of C1 and C2 and sometimes used the C3 and concept-oriented. Assessment instrument developed were essay anlysis test, the sheet of students’ thinking performance, and problem solving test. The instruments were declared valid, reliable, and practical. The instruments were declared effective because it  showed positive impact on learning outcomes.
PROFIL JENIS PERTANYAAN SISWA SMA BERDASARKAN TAKSONOMI BLOOM REVISI Lissa, Lissa
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5 NOMOR 2 DESEMBER 2017
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.706 KB) | DOI: 10.23971/eds.v5i2.731

Abstract

The purpose of the research is to represent the classification of the students questions based on revision of Bloom taxonomy about ecosystem material in SMAN 1 Sindang Indramayu. Subject of the research are the   students of X MIA 4 SMA Negeri 1 Sindang Indramayu. Based on the result of analysis through Revision of Bloom Taxonomy, these questions classified into cognitive aspect of C1 (remembering) 25%, C2 (Understanding) 43,75%, C3 (Doing) 12,5%, C4 (Analyzing) 6,25%, C5 (Evaluating) 12,5% and C6 (Creating) 0%. While from knowledge aspect, factual was 12,5%, conceptual 37,5%, procedural 12,5%, and cognitive 37,5%. The result of questionnaire and interview shows that the students are motivated to ask questions because the material is exciting . Besides, the students find that it is difficult to understand the concept of material. By using revision of Bloom taxonomy, it will be easier for the teacher to classify or evaluate the students questions or difficulties about the material.
Penggunaan Metode Giving Questions And Getting Answer Terhadap Keaktifan Belajar Siswa SMA Lissa, Lissa
BIOEDUSCIENCE Vol 1 No 1 (2017): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.152 KB) | DOI: 10.29405/j.bes/1111-181107

Abstract

Metode pembelajaran di lapangan masih belum variatif dan inovatif serta guru kurang memacu keterlibatan siswa, sehingga berpengaruh terhadap keaktifan belajar siswa. Metode yang dapat melibatkan aktifitas siwa dan membuat siswa aktif yaitu metode Giving Question and Getting Answer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Giving Question and Getting Answer terhadap keaktifan belajar siswa pada materi ekosistem. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian True-Experimental Desigen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA di SMA Negeri 1 Krangkeng tahun akademik 2016/2017 yang berjumlah 166 siswa. Sampel 2 kelas yaitu kelas X MIPA 1 (eksperimen) yang berjumlah 30 siswa dan kelas X MIPA 2 (kontrol) yang berjumlah 29 siswa yang diperoleh dengan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi keaktifan belajar siswa. Dari hasil analisis data yang telah dilakukan, diperoleh rata-rata skor keaktifan belajar siswa kelas eksperimen menggunakan metode Giving Question and Getting Answer adalah 31,97 dan rata-rata skor keaktifan belajar siswa kelas kontrol menggunakan metode konvensional adalah 29,40. Uji hipotesis yang digunakan yaitu uji t dan diperoleh nilai thitung = 4,486 dan ttabel= 1,672. Karena thitung > ttabel, maka HO ditolak. Artinya penggunaan metode Giving Question and Getting Answer berpengaruh terhadap keaktifan belajar siswa.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI MATERI SISTEM RESPIRASI DAN EKSKRESI -, Lissa; Budi Prasetyo, Andreas Priyono; Indriyanti, Dyah Rini
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 41, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v41i1.2226

Abstract

Instrumen penilaian yang digunakan di sekolah SMA Negeri 1 Krangkeng belum berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Hakikat dari biologi, tujuan pendidikan nasional dan perkembangan jaman menuntut keterampilan berpikir tingkat tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis instrumen penilaian di sekolah, mengembangkan instrumen penilaian untuk mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi, dan menguji efektivitas serta kepraktisan instrumen. Jenis penelitian ini adalah Research and development. Prosedur pengembangan produk melalui tahap penelitian pendahuluan dan pengembangan. Pada tahap pendahuluan terbagi menjadi dua, yaitu studi lapangan dan studi literatur. Tahap pengembangan, melalui beberapa bagian, yaitu 1) menyusun jenis instrumen, 2) validasi ke pakar, 3) ujicoba skala terbatas dan 4) ujicoba skala luas. Hasil dari penelitian ini adalah jenis instrumen yang digunakan di sekolah memiliki tingkatan taksonomi kognitif C1 sampai C2, kadang digunakan C3. Instrumen penilaian yang dikembangkan adalah tes esai analisis, lembar performa berpikir, dan tes problem solving. Instrumen dinyatakan valid, reliabel, dan praktis. Instrumen juga berpengaruh positif terhadap hasil belajar kognitif. The type of assessment instruments used in the school were not oriented toward higher-order thinking skills. The nature of biology, national education goals and challenges of science and technology development of thinking skills require more than just the basic thinking. The purposes of this study were: 1) to analyze the assessment instruments used in the school, 2) to develop assessment instruments used to measure higher-order thinking skills, and 3) to test the effectiveness and practicality of the instrument. The type of study was Research and development. The procedure of product development were the preliminary research and development. In the preliminary research, the study was divided into two stages, they are the field of study, and literature study. The development stage started by constructing the type of instruments, validation of the expert,  limited testing  and extensive testing. The results of this study showed that the type of instruments used in the school were  in the range of cognitive taxonomy of C1 and C2 and sometimes used the C3 and concept-oriented. Assessment instrument developed were essay anlysis test, the sheet of students’ thinking performance, and problem solving test. The instruments were declared valid, reliable, and practical. The instruments were declared effective because it  showed positive impact on learning outcomes.
UJI EFEKTIVITAS SERBUK BIJI DUWET (SYZIGIUMCUMINI) SEBAGAI OBAT ALTERNATIF LUKA DIABETES MELLITUS Lissa, Lissa; Ratnasari , Anilia; Luzyawati, Lesy
Gema Wiralodra Vol 9 No 1 (2018): Gema Wiralodra
Publisher : unwir press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.7 KB) | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v9i1.60

Abstract

Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan tanaman duwet (Syzigium cumin) berdampak pada minimnya penggunaan tanaman. Sebenarnya tanaman duwet memiliki kandungan fitomyelin glukosida dalam biji sebagai alternatif penyembuhan ulkus diabetes (bisul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas serbuk biji duwet pada penyembuhan luka pada penderita diabetes mellitus. Uji keefektifan serbuk biji duwet dilakukan pada tikus jantan (Mus Muscullus) yang telah diinduksi alloksan 30 mg/kg dan setelah induksi memiliki kadar glukosa darah> 120mg/dl. Luka dibuat di kulit dorsal dengan cara memotongnya, sayatan berbentuk luka dengan panjang 1 cm dan lebar 0,3 mm. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain true eksperimental, menggunakan rancangan posttest only control group design, pengujian dilakukan hanya setelah selesainya perlakuan. Pengujian keefektifan dibagi menjadi tiga kelompok: kelompok kontrol negatif tanpa perlakuan, kelompok eksperimen dengan perlakuan biji bubuk duwet dan kelompok kontrol positif dengan pemberian Povidone Iodine. Pengamatan penyembuhan luka dilakukan setiap hari bersamaan dengan penggantian alas kandang tikus dan memberi makan tikus. Pengamatan luka meliputi ukuran dan warna luka di sekitar luka. Data dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA satu arah untuk membandingkan rata-rata lebih dari dua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk biji duwet efektif dalam penyembuhan luka diabetes. Penyembuhan luka pada kelompok eksperimen (diberikan serbuk biji duwet) lebih cepat dibandingkan dengan kontrol negatif, namun tidak berbeda signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol positif (diberikan povidone iodine).
Penggunaan Media Kunci Determinasi terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa pada Materi Hewan di SMAN 1 Sindang Lissa Lissa
Mangifera Edu Vol 2 No 2 (2018): Mangifera Edu
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.897 KB) | DOI: 10.31943/mangiferaedu.v2i2.29

Abstract

Keterampilan proses sains siswa dalam proses pembelajaran masih kurang terlatih. Penggunaan media di proses pembelajaran menjadi salah satu faktor kurangnya keterampilan proses sains siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media kunci determinasi terhadap keterampilan proses sains siswa pada materi hewan kelas X MIPA di SMA Negeri 1 Sindang Indramayu. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan desain penelitian yang digunakan adalah True Experimental Design dengan teknik statistik Uji Mann Withney. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 1 Sindang Indramayu yang berjumlah 432 siswa, sampelnya adalah kelas X MIPA 1 berjumlah 40 siswa dan X MIPA 2 berjumlah 37 siswa dengan teknik sampling cluster random sampling. Instrumen yang digunakan essay dengan jumlah 5 butir. Setelah pengolahan dan analisis data, rata-rata skor keterampilan proses sains siswa di kelas dengan pembelajaran media kunci determinasi X MIPA 1 adalah 85,25> 77,68 kelas dengan pembelajaran media konvensional X MIPA 2 dan Zhitung = 2,50 Ztable (0,05) (77) = 1,65. Karena Zhitung>Ztable maka Ho ditolak. Artinya ada pengaruh penggunaan media kunci determinasi terhadap keterampilan proses sains siswa pada materi hewan kelas X MIPA SMA Negeri 1 Sindang 2016/2017.
Development of a Creative Manual Book for Science Youth Scientific Group Ismail Fikri Natadiwijaya; Lissa Lissa; Lesy Luzyawati
Mangifera Edu Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Mangifera Edu
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mangiferaedu.v5i2.117

Abstract

One of the world of education components that specifically aims to develop students' creativity is the Youth Scientific group (KIR). Based on the case studies, information was obtained that KIR participants generally still have difficulty generating ideas. Some of the factors that caused KIR participants' difficulty in creating ideas were lack of knowledge and the absence of a guide to guide them in making ideas. The purpose of this study was to develop a technical guidebook for making ideas for KIR students. Products are developed through development research in a sequence of steps: Define, design, and develop. This study provides the results that the product being developed has the following characteristics: 1) consists of 2 parts, namely the formation of new cognitive schemes and the formation of product idea designs, 2) The section on the formation of the New Cognitive Schema is designed based on the cognitive load theory, 3)The product idea design section is designed based on the Creative Process Learning theory. The product developed has a score with a very decent category but needs to be given significant improvements in the aspect of indicators and the addition of entrepreneurship material and SWOT analysis.
Ethnobiology exploration of Suku Dayak Losarang, Indramayu District-West Java Province Lesy Luzyawati; Lissa Lissa
Bioscience Vol 3, No 2 (2019): Biology
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.147 KB) | DOI: 10.24036/0201932106093-0-00

Abstract

Biodiversity is one of local wisdom that should be kept and maintained. Several local governments have different ways of managing and maintaining their existence, including in Krimun village-Losarang, Indramayu District, West Java Province. This study is aimed at finding the information about Suku Dayak people in Losarang (which is not same as Dayak in Borneo Island), how they manage and utilize biodiversity in their surroundings, and how it relates to the local wisdom. This is a qualitative research with instruments consists of interview sheets, field notes, and audio-visual documentation. The subject of this research is the Suku Losarang Dayak people whom are selected through incidental sampling techniques. The study of Ethnobotany includes utilization of 56 species plants as food, three species as boards, nine species for medicine, two species for aesthetics, and nine species for rituals. Ethnoecology here means the conservation of community of the Suku Dayak Losarang people toward surrounding ecosystems that are conserved for the needs of farming, shelter, and ritual. Concerning for ethnozoology, none of the species was used because they have a principle "ngaji rasa". This principle means that they would not be allowed to consume or to make use of the living creatures.
PROFIL JENIS PERTANYAAN SISWA SMA BERDASARKAN TAKSONOMI BLOOM REVISI Lissa Lissa
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5 NOMOR 2 DESEMBER 2017
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.706 KB) | DOI: 10.23971/eds.v5i2.731

Abstract

The purpose of the research is to represent the classification of the students' questions based on revision of Bloom taxonomy about ecosystem material in SMAN 1 Sindang Indramayu. Subject of the research are the   students of X MIA 4 SMA Negeri 1 Sindang Indramayu. Based on the result of analysis through Revision of Bloom Taxonomy, these questions classified into cognitive aspect of C1 (remembering) 25%, C2 (Understanding) 43,75%, C3 (Doing) 12,5%, C4 (Analyzing) 6,25%, C5 (Evaluating) 12,5% and C6 (Creating) 0%. While from knowledge aspect, factual was 12,5%, conceptual 37,5%, procedural 12,5%, and cognitive 37,5%. The result of questionnaire and interview shows that the students are motivated to ask questions because the material is exciting . Besides, the students find that it is difficult to understand the concept of material. By using revision of Bloom taxonomy, it will be easier for the teacher to classify or evaluate the students' questions or difficulties about the material.
UJI EFEKTIVITAS SERBUK BIJI DUWET (SYZIGIUMCUMINI) SEBAGAI OBAT ALTERNATIF LUKA DIABETES MELLITUS Lissa Lissa; Anilia Ratnasari; Lesy Luzyawati
Gema Wiralodra Vol. 9 No. 1 (2018): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v9i1.60

Abstract

Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan tanaman duwet (Syzigium cumin) berdampak pada minimnya penggunaan tanaman. Sebenarnya tanaman duwet memiliki kandungan fitomyelin glukosida dalam biji sebagai alternatif penyembuhan ulkus diabetes (bisul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas serbuk biji duwet pada penyembuhan luka pada penderita diabetes mellitus. Uji keefektifan serbuk biji duwet dilakukan pada tikus jantan (Mus Muscullus) yang telah diinduksi alloksan 30 mg/kg dan setelah induksi memiliki kadar glukosa darah> 120mg/dl. Luka dibuat di kulit dorsal dengan cara memotongnya, sayatan berbentuk luka dengan panjang 1 cm dan lebar 0,3 mm. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain true eksperimental, menggunakan rancangan posttest only control group design, pengujian dilakukan hanya setelah selesainya perlakuan. Pengujian keefektifan dibagi menjadi tiga kelompok: kelompok kontrol negatif tanpa perlakuan, kelompok eksperimen dengan perlakuan biji bubuk duwet dan kelompok kontrol positif dengan pemberian Povidone Iodine. Pengamatan penyembuhan luka dilakukan setiap hari bersamaan dengan penggantian alas kandang tikus dan memberi makan tikus. Pengamatan luka meliputi ukuran dan warna luka di sekitar luka. Data dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA satu arah untuk membandingkan rata-rata lebih dari dua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk biji duwet efektif dalam penyembuhan luka diabetes. Penyembuhan luka pada kelompok eksperimen (diberikan serbuk biji duwet) lebih cepat dibandingkan dengan kontrol negatif, namun tidak berbeda signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol positif (diberikan povidone iodine).