Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

IPTEK Bagi Masyarakat Desa Tanjungpura Pada Budidaya Sayuran Menggunakan Metode Hidroponik Water Culture Dengan Memanfaatkan Media Limbah Anorganik Lissa Lissa; Natadiwidjaya I F; Luzyawati L
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 2 No. 3: October 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v2i3.320

Abstract

Masyarakat Desa Tanjungpura, Indramayu mayoritas berprofesi sebagai petani, dengan komoditi utamanya adalah padi, sedangkan untuk tanaman sayuran masih jarang dibudidayakan karena rumitnya perawatan. Sayuran sendiri memiliki manfaat yang banyak untuk kesehatan tubuh. Selain itu, limbah anorganik dari rumah tangga yang berupa botol bekas minuman dan styrofoam masih belum dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat sehingga dapat mencemari lingkungan.  Di Desa Tanjungpura memiliki potensi dengan adanya Kelompok Wanita Tani (KWT) namun pengetahuan tentang budidaya sayuran dengan teknik hidroponik masih kurang sehingga diperlukan penyuluhan dan pelatihan budidaya sayuran dengan teknik hidroponik water culture dengan memanfaatkan limbah anorganik. Penyuluhan dilakukan dengan metode pemaparan materi kemudian diskusi secara interaktif dengan bahan yang dikaji adalah tentang lingkungan bersih, bahaya limbah anorganik, manfaat sayuran bagi kesehatan tubuh dan cara budidaya sayuran dengan hidroponik. Pelatihan dilakukan dengan metode praktek langsung secara berkelompok. Hasil yang didapatkan setelah penyuluhan masyarakat Desa Tanjungpura menjadi lebih memahami bahaya limbah anorganik sehingga harus menjaga kebersihan lingkungan dengan memanfaatkan limbah anorganik menjadi lebih bernilai contohnya sebagai media tanam hidroponik. Setelah dilakukan pelatihan masyarakat menjadi lebih terampil dalam mengaplikasikan teknik hidroponik water culter untuk budidaya sayuran. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan keterampilan masyarakat menjadi meningkat setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan budidaya sayuran dengan teknik hidroponik water culter yang memanfaatkan limbah anorganik rumah tangga. Untuk selanjutnya dapat dilakukan kegiatan penyuluhan pemilihan nutrisi hidroponik dan pemasaran hasilnya sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat
Biodiversity Monitoring as a Basline for In-Situ and Ex-Situ Conservation Areas of PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Balongan, Indonesia Adityo, Luthfika; Afifah, Adinda Aulia Nur; Yuliana, Eva; Luzyawati, Lesy; Lissa, Lissa; Natadiwidjaya, Ismail Fikri; Ratnasari, Anilia; Fauzan, Aditya
Jurnal Mangifera Edu Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Mangifera Edu
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mangiferaedu.v8i1.176

Abstract

PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Balongan aktif dalam berbagai kegiatan Corporate Social Responsibility yang juga ikut ambil bagian dalam pelaksanaan PROPER. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman flora dan fauna dan kondisi habitat di sekitar kawasan kegiatan perusahaan. Metode penelitian dengan menggunakan observasi langsung dan tidak langsung. Analisis data dengan menghitung indeks ekologi dan juga status konservasi dari flora dan fauna berdasarkan IUCN, CITES, dan PerMen LHK No. 16 Tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan indeks ekologi flora dan fauna baik in-situ maupun ek-situ berada pada kategori rendah, sedang, dan tinggi. Beberapa flora dan fauna yang ditemukan di kawasan tersebut masuk ke dalam hewan yang statusnya terancam.
The development of higher-order thinking skill-based immune system learning tools Lissa, Lissa; Subkhi, Nur; Sunarti, Sunarti; Hamidah, Idah; Ratnasari, Anilia
Jurnal Mangifera Edu Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Mangifera Edu
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mangiferaedu.v8i2.183

Abstract

Learning tools can assist teachers in facilitating achievement during the learning process. At that time, the learning tools utilized still relied upon the pre-existing 2013 curriculum, lacking the incorporation of higher-order thinking Skills (HOTS) indicators for critical thinking skills, particularly in the context of immune system material. Therefore, research was conducted to create a learning tool immunity that was based on HOTS. The objectives of this study were as follows: 1) To analyze the requirement of HOTS-based biology learning tools in the immune system material for class XI in SMA/MA; 2) To design the product development for HOTS-based biology learning tools in class XI immune system material in SMA/MA; 3) To validating HOTS-based biology learning tool products in class XI immune system material in SMA/MA. This study employed the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) a model for instructional design. However, this research was conducted only up to the development stage of the ADDIE model. The sample comprised five experts and three practitioners, namely biology learning experts, lecturers’ teachers, and language experts. The purposive sampling technique was employed in this research. The instruments used included product validation sheets and interview sheets. Data collection methods involved distributing product validation sheets and conducting interviews with validators. This research produces a HOTS-based immunity learning tool product which generally falls into the very valid category with a percentage of 94.56%. It means that the development product is valid for use in biology learning at the SMA/MA level.
The students' habits of mind in biology learning animalia material Lissa, Lissa; Subkhi, Nur; Hizbullatif, Akrom
Jurnal Mangifera Edu Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Mangifera Edu
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mangiferaedu.v9i1.201

Abstract

This study aims to determine students’ habits of mind in learning biology Animalia material at Class X MIPA 5 SMAN 1 Indramayu. There is still little information about the habits of mind in biology learning that students currently have and habits of mind in biology learning are still less considered and developed. This research is a type of qualitative research. The subjects of this study were students in class X MIPA 5 SMAN I Indramayu consisting of 32 respondents, using a purposive sampling technique. The instruments used were habits of mind questionnaire sheet with a Likert scale measurement and a validated unstructured interview sheet. Habits of Mind in the study consisted of 12 indicators, adapted from Costa and Callik, and Marzano. It consists of primary data and secondary data. Data collection techniques were conducted by distributing questionnaires to students and filling out a list of interview questions. Data analysis has three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The Miles & Huberman model was used as a data analysis technique. This type of interactive model has three stages, namely: data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The results showed that students' habits of mind in class X MIPA 5 SMAN 1 Indramayu in learning biology material Animalia, in general, is included in the very good category with a percentage level of 85%. This means that students in class X MIPA 5 SMAN 1 Indramayu already have a very good habit of mind attitude in the biology learning process.
OPTIMALISASI STRATEGI LEARNING TOURNAMENT BERBASIS DIGITAL TIMER PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA Dwi Fauzi Rachman; Lissa; Nur Subkhi; Idah Hamidah; Eva Yuliana; Septianani
Jurnal Bionatural Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL BIONATURAL
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/bio.v10i1.154

Abstract

Pembelajaran di kurikulum 2013 berpusat pada siswa dan dituntut aktif agar perhatian siswa fokus pada proses pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang ditentukan tercapai. Pembelajaran biologi di SMA dan IPA di SMP umumnya masih menggunakan pembelajar konvensional (teacher center) sehingga siswa cenderung tidak aktif pada saat pembelajaran dan berpengaruh pada hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tipe pembelajaran aktif dan mengetahui cara penerapan strategi learning tournament berbasis digital timer dalam pembelajaran Biologi di SMA. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode kepustakaan. Teknik pengumpulan data dengan cara pengumpulan dokumen dari berbagai pustaka yang relevan. Teknik analisis datanya, yaitu: 1) data collection (pengumpulan data), 2) data reduction (reduksi data), 3) data display (penyajian data). Hasil penelitian (analisis dan sintesis), diperoleh: 1) Gambaran tipe pembelajaran aktif dalam pembelajaran biologi di SMA yaitu dengan menggunakan strategi learning tournament berbasis digital timer yang diharapkan dapat mengaktifan siswa dan berdampak pada hasil belajar yang optimal, motivasi belajar, dan sosial tingkat tinggi, 2) Gambaran cara penerapan strategi learning tournament berbasis digital timer dalam pembelajaran biologi di SMA melalui langkah-langkah sebagai berikut: 1) Guru menjelaskan tahapan dan atau aturan pembelajaran, 2) Pembagian kelompok (acak dan heterogen), 3) Bagikan materi ajar dan lembar tugas (LKPD), 4) Guru membuat/ sudah mempersiapkan soal pada power point yang telah disetting menggunakan digital timer, infokus dan layar infokus, serta speaker sound untuk menguji pemahaman/ pengetahuan dari hasil tugas (pada tahap ke-3), 5) Guru memberikan pertanyaan kepada siswa (bentuk dan durasi waktu soal, disesuaikan/ kondisional), 6) Setelah pertanyaan diberikan, siswa rebutan menjawab dengan teknik angkat tangan, kemudian tugas guru menjelaskan materi tersebut, 7) Aturan penskoran yaitu ketika siswa memperoleh jawaban yang benar memperoleh skor 100 poin, sedangkan jika salah skor dikurangi 50 poin dan untuk jawaban benar soal lemparan diberikan skor 50 poin, jika salah minus 50 poin atau setengahnya (25) (kriteria pensekoran, disesuaikan/ kondisional), 8) Mintalah tim untuk belajar kembali untuk persiapan ronde kedua (jika ada), dan 9) pengumuman pemenang dan reewad.