Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Prosiding Sesiomadika

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) Lutfi Nursyifa; Haerudin Haerudin; Yusi Ardiyanti
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1b (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) menelaah peningkatan kemampuan pemecahan matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran TGT lebih baik daripada siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. 2) menelaah perbedaan motivasi belajar antara siswa yang menggunakan model pembelajaran TGT dibandingkan dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Untuk menjawab rumusan penelitian yang telah dirumuskan, penulis menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Sedangkan desain penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VII pada salah satu SMP Negeri di Kabupaten Karawang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah teknik nonprobability sampling, dengan pengambilan sampel yang dilakukan secara purposivesampling dipilih dua kelas yaitu kelas VII B (N = 40) sebagai kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran TGT dan kelas VII E (N = 38) sebagai kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran TGT lebih baik daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional berdasarkan nilai signifikansi yang diperoleh dengan uji Mann-Whitney sebesar 0,0005 <?= 0,05. 2) terdapat perbedaan motivasi belajar antara siswa yang menggunakan model pembelajaran TGT dibandingkan dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional yang diperoleh dengan uji Mann-Whitney sebesar 0,0000 <?= 0,05.
PENGGUNAAN MODEL RECIPROCAL TEACHING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP Nelis Adelia; rafiq zulkarnaen; yusi ardiyanti
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1a (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah sangat penting dimiliki oleh siswa, karena pemecahan masalah merupakan tujuan umum pembelajaran matematika. Pemecahan masalah meliputi metoda, prosedur dan strategi merupakan proses inti dalam kurikulum matematika. Beberapa peneliti terdahulu menyimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih rendah dalam merumuskan masalah matematis, menyusun model matematis, menerapkan strategi untuk menyelesaikan masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang menggunakan model pembelajaran reciprocal teaching (kelas eksperimen) dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran langsung (kelas kontrol). Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian yang digunakan adalah postets-only. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Rawamerta, dengan pengambilan sampel dilakukan secara purposive, dipilih dua kelas sebagai sampel penelitian yaitu kelas VII-A sebagai kelas eksperimen (N=42) dan kelas VII-B sebagai kelas kontrol (N=42). Instrumen yang digunakan adalah bentuk tes uraian terdiri dari empat soal. Berdasarkan analisis statistik menggunakan uji Mann-Whitney diperoleh kesimpulan bahwa pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran reciprocal teaching lebih baik dari siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMP MELALUI MODEL PROBLEM-BASED LEARNING Noviar Noviar; rafiq zulkarnaen; yusi ardiyanti
Prosiding Sesiomadika Vol 1 No 1a (2019)
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan penalaran matematis sangat penting dimiliki siswa karena kemampuan penalaran merupakan tujuan dari pembelajaran matematika. Salah satu kecendrungan yang menyebabkan siswa gagal menguasai pokok-pokok bahasan matematika diakibatkan oleh siswa kurang menggunakan nalar yang logis dalam memahami soal, menyelesaikan permasalahan soal matematis yang diberikan. Tujuan  penelitian  ini untuk menelaah  perbedaan  pencapaian dan peningkatan kemampuan penalaran matematis antara siswa yang memperoleh perlakuan pembelajaran model problem-based learning dengan siswa yang memperoleh model pembelajaran langsung. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain penelitian  pretest-posttest control grup. Populasi dalam penelitian ini adalah  seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 6 Karawang Barat.  Pengambilan  sampel  dilakukan  secara  purposive  yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas VII D yang berjumlah 39 siswa sebagai kelas eksperimen yang memperoleh perlakuan model problem-based learning dan kelas VII E yang berjumlah 41 siswa sebagai kelas kontrol yang memperoleh perlakuan model pembelajaran langsung. Instrumen  yang  digunakan  enam soal uraian. Uji statistik inferensial parametrik yang digunakan yaitu uji-t dan uji Mann-Whitney. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa pencapaian kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh perlakuan pembelajaran model problem-based learning lebih baik daripada siswa yang memperoleh model pembelajaran langsung dan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh perlakuan pembelajaran model problem-based learning lebih baik daripada siswa yang memperoleh model pembelajaran langsung.
Analisis Kesalahan Siswa SMK dalam Menyelesaikan Soal Cerita Barisan dan Deret Aritmatika Berdasarkan Teori Newman Amri, Ananda Nurfadillah; Ardiyanti, Yusi
Prosiding Sesiomadika Vol 5 No 1 (2024): Sesiomadika
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang kesalahan yang dilakukan siswa SMK ketika menyelesaikan persoalan matematika berbentuk soal cerita pada topik pembelajaran barisan dan deret aritmatika yang menggunakan teori Newman. Kesalahan tersebut meliputi kesalahan membaca soal (reading error), memahami soal (comprehension error), transformasi (transformasi error), keterampilan proses (process skill error), dan penulisan jawaban (encoding error). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Prosedur purposive sampling digunakan untuk menentukan subjek dan diperoleh 12 siswa dari kelas XI TMI 2 SMK PGRI 1 Karawang. Soal cerita sebanyak 2 butir digunakan sebagai instrumen tes untuk mengetahui jenis kesalahan yang dilakukan siswa, dan wawancara digunakan sebagai instrumen non-tes untuk menggali lebih jauh penyebab kesalahan siswa berdasarkan teori Newman. Mayoritas siswa melakukan kesalahan, hal ini terlihat dari hasil yang menunjukkan bahwa setiap jenis kesalahan memiliki persentase lebih dari 10% dan kesalahan terbesar yang dilakukan siswa dengan persentase sebesar 24,40% adalah kesalahan keterampilan proses. Kesalahan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor dan memerlukan pendekatan pembelajaran yang lebih fokus terhadap pemahaman konsep, pengembangan kemandirian belajar siswa, pengembangan metakognisi, dan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa.
Identifikasi Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VII Pada Materi Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel Permata, Indah; Ardiyanti, Yusi
Prosiding Sesiomadika Vol 5 No 1 (2024): Sesiomadika
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII dalam mata pelajaran matematika, khususnya dalam memahami materi Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel. Penelitian ini melibatkan 38 siswa kelas VII di sebuah SMP Negeri di Kabupaten Karawang. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan instrumen tes berupa lima soal uraian terkait materi tersebut digunakan, serta wawancara tak-terstruktur sebagai instrumen non-tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam membentuk model matematika, memahami pertanyaan yang diajukan, dan menyusun simpulan yang memadai berdasarkan jawaban yang telah diberikan. Kesimpulannya, rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam memahami materi Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel disebabkan oleh kesulitan dalam membentuk model matematika, memahami pertanyaan yang diajukan, dan menyusun simpulan yang memadai.
Analisis Kesalahan Siswa SMK dalam Menyelesaikan Soal Cerita Barisan dan Deret Aritmatika Berdasarkan Teori Newman Amri, Ananda Nurfadillah; Ardiyanti, Yusi
Prosiding Sesiomadika Vol 5 No 2 (2024): Sesiomadika
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang kesalahan yang dilakukan siswa SMK ketika menyelesaikan persoalan matematika berbentuk soal cerita pada materi barisan dan deret aritmatika yang menggunakan teori Newman. Kesalahan tersebut meliputi kesalahan membaca soal (reading error), memahami soal (comprehension error), transformasi (transformasi error), keterampilan proses (process skill error), dan penulisan jawaban (encoding error). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Prosedur purposive sampling digunakan untuk menentukan subjek dan diperoleh 12 siswa dari kelas XI TMI 2 SMK PGRI 1 Karawang. Soal cerita sebanyak 2 butir digunakan sebagai instrumen tes untuk mengetahui jenis kesalahan yang dilakukan siswa, dan wawancara digunakan sebagai instrumen non-tes untuk menggali lebih jauh penyebab kesalahan siswa berdasarkan teori Newman. Kesimpulannya adalah mayoritas siswa melakukan kesalahan, hal ini terlihat dari hasil yang menunjukkan bahwa setiap jenis kesalahan memiliki persentase lebih dari 10% dan kesalahan terbesar yang dilakukan siswa dengan persentase sebesar 24,40% adalah kesalahan keterampilan proses. Kesalahan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor dan memerlukan pendekatan pembelajaran yang lebih fokus terhadap pemahaman konsep, pengembangan kemandirian belajar siswa, pengembangan metakognisi, dan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa.