Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Spasial Autokorelasi Sebaran Demam Berdarah Dengue Di Kecamatan Ambarawa Kartika Dian Pertiwi; Ita Puji Lestari
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2020): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2020
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.676 KB) | DOI: 10.35473/proheallth.v2i1.389

Abstract

Incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Ambarawa increased significantly during 20118-2019. In 2018 there were 19 DHF events, and in 2019 there were 124 DHF events. This study was conducted to determine the spatial distribution of dengue spread and environmental conditions associated with breeding grounds, resting places, installations, holes in walls, ceiling, temperature, humidity, air pressure, the use of mosquito nets in 2019.This research is a descriptive study with ecological studies. The population of this study was all DHF events in the working area of Ambarawa Health Center from 2018-2019 with the criteria to have a clear address with a total of 130 DHF events. This study uses secondary data containing DHF event data from Ambarawa Health Center and population data in the working area of Ambarawa Health Center in 2018-2019 and primary data related to the geographical location of DHF events. As a research instrument used is a questionnaire table, Environmental observation sheet, Global Positioning System (GPS), thermogygrometer. The results obtained from the pattern of the spread of DHF events in the working area of Ambarawa Health Center in 2018 were patterned spread with NNI 1.4 in 2018 and grouped (grouped) with NNI 0,000258 in 2019. The extent of the distribution of DHF events in Ambarawa was from in 2018-2019 the more widespread with the discovery of dengue patients in all kelurahan in 2019 after not found dengue patients in Baran and Bejalen villages in 2018. Dissemination of DHF information in Ambarawa from 2018-2019 can be found in Kupang District, spreading DHF patterned distribution (disbanded) in 2018 and in groups (in groups) in 2019 with the value of the NNI getting smaller.
GAMBARAN PERILAKU IBU RUMAH TANGGA DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DOMESTIK STUDI KASUS DI RW 03 KELURAHAN PLAMONGANSARI KOTA SEMARANG fitria wulandari; ita puji lestari
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2020): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2020
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.383 KB) | DOI: 10.35473/proheallth.v2i2.423

Abstract

Sampah dan Pengelolaannya saat ini menjadi masalah , dan menjadi prioritas di kota-kota besar. Pengelolaan sampah dengan cara dibakar menjadi salah satu cara yang sering dilakukan oleh sebagian masyarakat baik di perkotaan maupun di pedesaan, salah satunya adalah di wilayah kelurahan plamongansari, terutama di RW 03. Oleh karena itu di perlukan suatu penelitian lebih lanjut untuk menggambarkan perilaku ibu rumah tangga dalam mengelola sampah hasil aktifitas rumah tangga. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa 50% responden berpendidikan rendah, 23% berpendidikan menegah, dan sisanya sebanyak 13% berpendidikan tinggi. Gambaran perilaku ibu rumah tangga dalam mengelola sampah dapat digambarkan bahwa 51% responden mengelola sampah rumah tangga dengan cara di bakar, sedangkan 48% responden membang sampah ke TPs, dan sisanya membuang sampah di lahan kosong. Masyarakat kurang mendapatkan informasi mengenai pengelolaan sampah yang baik, dari petugas kesehatan dalam beberapa kegiatan penyuluhan, karena materi penyuluhan yang diberikan lebih banyak di bidang kesehatan. saran yang diberikan adalah meningkatkan pengetahuan warga dengan memperbanyak materi-materi penyuluhan dalam kegiatan penyuluhan oleh tenaga kesehatan di masyarakat, dan dapat juga dilakukan dengan cara memasang informasi-informasi mengenai pengelolaan sampah, di tempat-tempat yang mudah dilihat oleh masyarakat. 
Optimasi Situ (Sistem Informasi Tuberculosis) Berbasis Integrasi Virtual dan Augmented Reality pada Kader PKK Desa Candirejo, Kabupaten Semarang Richa Yuswantina; Niken Dyahariesti; Ita Puji Lestari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.084 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i2.1945

Abstract

Based on data from the Central Statistics Agency (BPS) of Central Java Province in 2020 the average TB discovery rate per 100,000 population is around 210.76 and the percentage of successful TB detection in Central Java is only around 83.93%. Focused in Semarang Regency, the average TB detection rate per 100,000 population is around 174.99 and the percentage of successful TB detection is only around 84.65%. Various efforts to prevent tuberculosis must continue to be carried out in order to break the chain of transmission, establish a rapid diagnosis, control infection well, and effective treatment are very important in eradicating tuberculosis in the community.  The purpose of this activity is to streamline IEC (Communication, Information and Education) on drugs and diseases to PKK (Family Welfare Empowerment) cadres regarding TB in order to avoid misuse (mis-use) and drug abuse (drug abuse) in order to achieve the expected therapeutic effect of treatment. effective and efficient. Some of the problems found include: 1) Low awareness, understanding and knowledge of the people of Semarang Regency, especially Candirejo Village about the risk of TB; 2) Boredom and laziness arise in patients in treatment; 3) Shame, low self-esteem or even depression in people with TB and their families, as well as the negative stigma of society; 4) Lack of understanding of the patient's family, and the community around the patient about the importance of support for TB sufferers; 5) awareness, interest and understanding related to healing, prevention. The solution offered in this service activity is to provide counseling, education and assistance to PKK Cadre of Candirejo Village which bridges communication with sufferers as an effort to prevent disease transmission, especially TB. The approach was carried out by means of observation, interviews, counseling, demonstrations on how to wash hands properly, and motivating residents to create a healthy home and environment.ABSTRAKBerdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2020 rata-rata angka penemuan TBC per 100.000 penduduk yaitu sekitar 210,76 dan persentase keberhasilan penemuan TBC di Jawa Tengah hanya berkisar 83,93%. Terfokus di Kabupaten Semarang rata-rata angka penemuan TBC per 100.000 penduduk yaitu sekitar 174,99 tahun 2020 dan persentase keberhasilan penemuan TBC hanya sekitar 84,65%. Berbagai upaya pencegahan tuberculosis harus terus dilakukan agar dapat memutus rantai penularan, menegakkan diagnosis cepat, mengendalikan infeksi dengan baik, dan pengobatan yang efektif merupakan hal yang sangat penting dalam memberantas TBC di masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan informasi obat TBC dan pengatasannya kepada kader PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) guna menghindari kesalahgunaan (miss-use) dan penyalahgunaan obat (drug abuse) demi tercapainya efek terapi pengobatan yang diharapkan secara efektif dan efisien. Beberapa permasalahan yang ditemukan diantaranya adalah: 1) Rendahnya kesadaran, pemahaman dan pengetahuan masyarakat Kabupaten Semarang utamanya Desa Candirejo tentang resiko TBC; 2)Timbul kebosanan dan malas pada Pasien dalam berobat; 3) Rasa malu, rendah diri atau bahkan depresi pada penderita TBC dan keluarganya, serta stigma negatif masyarakat; 4) Kurangnya pemahaman pihak keluarga pasien, dan masyarakat sekitar penderita tentang pentingnya dukungan kepada penderita TBC; 5) kesadaran, minat dan pemahaman terkait dengan penyembuhan, pencegahan. Solusi yang ditawarkan pada kegiatan pengabdian ini adalah memberikan penyuluhan, edukasi dan pendampingan pada Kader PKK Desa Candirejo yang menjembatani komunikasi dengan penderita sebagai upaya pencegahan penularan penyakit khususnya TBC. Pendekatan dilakukan dengan metode observasi, wawacara, penyuluhan, penyampaian informasi mengenai penyakit TBC.
Model Mother-Baby Care (M-BC) untuk Memandirikan Ibu Postpartum dalam Merawat Bayi Baru Lahir Isfaizah Isfaizah; Moneca Dyah Listiani; Ita Puji Lestari; Ari Widyaningsih
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.336 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i2.1956

Abstract

Newborn care is very important after the baby is born and is very beneficial for both mother and baby such as the rapid recovery of the mother's organs that experience changes during pregnancy and the establishment of a loving relationship between mother and baby. This community service activity includes socializing on how to care for newborns independently properly and correctly, providing counseling about the stages of caring for newborns and practicing directly on postpartum mothers. In addition, it also provides guidelines so that it is easy for cadres to deliver to postpartum mothers, with the hope that all cadres can know how to properly care for newborns which is then applied to postpartum mothers so that mothers can take care of their babies independently. Baby care cannot be separated from family participation. Good and correct baby care will be able to prevent the baby from an unwanted situation and can make the baby fit and healthy. Therefore, baby care must be started as early as possible by involving the family, especially people who are close to the baby such as the mother. The approach that can be taken is to use the mother and baby care model or better known as mother-baby care (M-BC). The use of an approach with the right model is expected to contribute to the reduction of maternal and infant mortality in Indonesia, especially in Sumowono Village. The provision of counseling using the Mother-Baby Care (M-BC) model approach, namely Mother-Baby Care (M-BC) is a patient independence model that aims to teach patients so that their needs are met. In addition, M-BC is also an approach that can be taken by health workers such as nurses to provide emotional support to new families. This service was attended by 20 pregnant women and health cadres in the working area of the Sumowono Public Health Center. All participants were enthusiastic in participating in the training activities, this was proven by the increase in the pre-test to post-test scores from 85.71% to 90% of mothers who had good knowledge of newborn care. Apart from this, mothers also have a supportive attitude to take care of their own baby when it is born.ABSTRAKPerawatan bayi baru lahir sangat penting dilakukan setelah bayi lahir dan sangat bermanfaat baik untuk ibu maupun bayi seperti cepatnya pemulihan organ tubuh ibu yang mengalami perubahan pada saat kehamilan serta terbinanya hubungan kasih sayang antara ibu dan bayi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi sosialisasi tentang cara perawatan bayi baru lahir secara mandiri dengan baik dan benar, memberi penyuluhan tentang tahapan perawatan bayi baru lahir dan mempraktekkan langsung terhadap ibu postpartum. Selain itu juga memberikan pedoman agar para kader mudah dalam penyampaian kepada ibu postpartum, dengan harapan seluruh kader dapat mengetahui cara perawatan bayi baru lahir dengan benar yang kemudian di aplikasikan kepada ibu postpartum agar ibu dapat merawat bayinya secara mandiri. Perawatan bayi tidak terlepas dari peran serta keluarga. Perawatan bayi yang baik dan benar akan dapat mencegah bayi dari suatu keadaan yang tidak diinginkan dan bisa membuat bayi menjadi bugar dan sehat. Oleh karena itu, perawatan bayi haruslah dimulai sedini mungkin dengan melibatkan keluarga terutama orang yang dekat dengan bayi seperti ibu. Pendekatan yang bisa dilakukan adalah dengan mengunakan model perawatan ibu dan bayi atau lebih dikenal dengan mother-baby care (M-BC). Penggunaan pendekatan dengan model yang tepat diharapkan dapat berkonstribusi terhadap penurunan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia khususnya Desa Sumowono. Pemberian penyuluhan menggunakan pendekatan model Mother-Baby Care (M-BC), yaitu Mother-Baby Care (M-BC) merupakan model memandirikan pasien yang bertujuan untuk membelajarkan pasien agar kebutuhannya terpenuhi. Disamping itu, M-BC juga merupakan pendekatan yang bisa dilakukan oleh tenaga kesehatan seperti perawat untuk memberikan dukungan emosional kepada keluarga baru. Pengabdian ini diikuti oleh 20 ibu hamil dan kader kesehatan yang berada di wilayah kerja puskesmas sumowono. Seluruh peserta antusias mengikuti kegiatan pelatihan, hal ini terbukti dengan adanya peningkatan nilai pre test ke postest dari dari 85,71% meningkat menjadi 90% ibu berpengetahuan baik dalam perawatan bayi baru lahir. Selain ini ibu-ibu juga memiliki sikap yang mendukung untuk merawat bayinya sendiri kelak jika sudah lahir.
GAMBARAN STATUS GIZI REMAJA SISWA DI KABUPATEN SEMARANG Yuliaji Siswanto; Ita Puji Lestari
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2021): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2021
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.402 KB) | DOI: 10.35473/proheallth.v3i1.837

Abstract

The nutritional status of adolescents in Central Java is still not balanced because there are still adolescents who require low nutritional status and obesity and even achieve nutrition due to excessive nutritional status. This study discusses the nutritional status of adolescent high school students in Semarang Regency. This study aims to determine the nutritional status of adolescent high school students in Semarang Regency. The research design used is descriptive, using a cross sectional approach. The sample in this study were 138 students using cluster random sampling techniques. Grouping nutritional status data using BMI/U and z-score categories, processing this data using univariate tests. The results showed that most high school students had normal nutritional status, that is 104 students (75.36%), 28 students fat (20.29%), and 6 students obesity (4.35%). The problem of excess nutrition mostly occurs in adolescent girls, namely the obesity nutritional status of 5 students (6.3%) and 17 students fat (21.5%). From the results of this study it can be concluded that the nutritional problems that occur are obesity and obesity which still have a fairly high percentage of adolescent girls.
Analisis Determinan Perilaku Terhdap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Ambawara Ita Puji Lestari; Kartika Dian Pertiwi; Fiki Wijayanti
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2021): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2021
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.303 KB) | DOI: 10.35473/proheallth.v3i2.1155

Abstract

Dengue fever is a disease caused by dengue virus transmitted to humans by the aedes aegypti mosquito bite and aedes albocpictus.Risk factors of dengue fever among others used to hang clothes or clothing, have scattered trash around the house.The purpose of this research analyze determinan behavior covering knowledge, attitude, and practices the prevention of dengue fever in the work area of puskesmas ambarawa kabupaten semarang.Research methodology this is what in use descriptive namely research of observational with cross sectiona approachment. Respondents are 63 people.A measuring instrument that in use that is the questionnaire and the result used analysis univariat.The results of the study there were respondents to the level of knowledge of good 20 people ( 31.7 % ), the seizing of the 24 enough knowledge ( 38,1 % ), and penegahuan less 19 ( 30.2 % ).Respondents who have good category 12 people ( while 20.6 % ), enough 7 people ( 11.1 % ) and category less 43 people ( 68.3 % )respondents. Suggested on the community can be more active in behaving in the prevention of dengue fever, as do the programs in reducing, and mosquito nest eradication.
Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe II Di Desa Kemambang Dwi Rahayu Rediningsih; Ita Puji Lestari
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2022): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2022
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.855 KB) | DOI: 10.35473/proheallth.v4i2.1507

Abstract

Diabetes adalah masalah kesehatan masyarakat yang penting, menjadi salah satu dari empat penyakit tidak menular prioritas yang menjadi target tindak lanjut oleh pemerintah. , Indonesia masuk ke dalam 10 besar negara dengan jumlah penderita tertinggi, yaitu mencapai 19,47 penderita pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko apa saja yang berhubungan dengan Diabetes melitus tipe II di Desa Kemambang Kecamatan Banyubiru kabupaten Semarang. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observational dengan pendekatan kasus kontrol. Sampel penetlitain sebanyak 48 orang terdiri dari 16 kasus dan 32 kontrol yang diambil dengan teknik simple random sampling.Analisis data menggunakan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara usia p=0,017(OR=5,622) dengan kejadian Diabetes Mellitus Tipe II, sedangkan 2 variabel lain dan tidak terdapat hubungan dengan  kejadian Diabetes Melitus Tipe II yaitu  Obesitas p=0,123 (OR=3,400)  dan jenis kelamin p=0,170(OR=0,273). Dari hasil penelitian inidapat disimpulkan bahwa kejadian Diabetes Mellitus Tipe II dapat terjadi karena faktor risiko usia. ABSTRACT Diabetes is an important public health problem, being one of the four priority non-communicable diseases targeted by the government for follow-up. , Indonesia is included in the top 10 countries with the highest number of sufferers, reaching 19.47 patients in 2021. This aims study was determine what are the risk factors that associated  to  Diabetes mellitus in Kemambang Village, Banyubiru District, Semarang Regency. The research used case control study desaign. Sample was 48 people consisting of 16 cases and 32 controls taken by simple random sampling technique. Data analysis used bivariate analysis with Chi-Square test.  The results showed that there was a relationship between age p=0.017(OR=5.622) with the incidence of Type II Diabetes Mellitus, while 2 other variables and no relationship with the incidence of Type II Diabetes Mellitus were Obesity p=0.123 (OR=3.400) and gender p =0.170(OR=0.273). From the results of this study, it can be concluded that the incidence of Type II Diabetes Mellitus can occur due to the risk factor of age.
Kualitas Mutu Perairan Sub Daerah Aliran Sungai Kaligarang Desa Gogik Ditinjau dari Paramater Nitrat, BOD, COD Dan DO Kartika Dian Pertiwi; Ita Puji Lestari
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2022): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2022
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.805 KB) | DOI: 10.35473/proheallth.v4i2.1816

Abstract

Garang River or often known as Kaligarang class I river is one of the sources of water that can be used to meet human water needs in the field of meeting the needs of clean water as raw water, agriculture and animal husbandry. The upstream Kaligarang River Basin (DAS) is one of the watersheds indicated in critical condition. One of the critical areas in the Kaligarang watershed is the sub-watershed from Kaligarang which crosses the village of Gogik to the village of Genuk, Ungaran Barat District, Semarang Regency. This study aims to determine the characteristics of the Kaligarang sub-watershed in the Gogik Village to Genuk Village in terms of the parameters of Nitrate, Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxogen Demand (COD) and Disolved Oxygen (DO). This research is a descriptive observational study with a cross sectional design. The sampling technique used was purposive sampling at 10 stations representing the sub-watershed of Gogik Village to Genuk Village as a whole. 500 mL of water samples were taken on the surface layer using a water sampler and stored in a coolbox for further analysis at the Regional Health Laboratory of Semarang Regency. Water sample analysis technique refers to SNI. The results showed that the nitrate value in the Kaligarang sub-watershed ranged from 10-100 mg/L, the BOD value varied between research stations, namely 0.4-57.4 mg/L, COD 40-1000 mg/L, DO 2.96- 4.98 mg/L. So that the quality of the water quality of the Kaligarang sub-watershed in Gogik village in terms of the Nitrate, BOD, COD parameters does not meet the requirements, while the DO parameter meets the requirements for class I river water quality PP RI No. 22 Year 2021. ABSTRAK Sungai Garang atau yang sering dikenal dengan Kaligarang sungai kelas I yang menjadi merupakan salah satu sumber air yang dapat digunakan untuk memnuhi kebutuhan air manusia dalam bidang penuhan kebutuhan air bersih sebagai air baku, pertanian dan peternakan. Dasearh Aliran Sungai (DAS) Kaligarang hulu ini merupakan salah satu DAS yang diindikasikan dalam kondisi kritis. Salah satu daerah kritis dalam DAS Kaligarang adalah pada Sub DAS dari Kaligarang yang melintasi desa Gogik hingga kelurahan Genuk Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Sub DAS Kaligarang di wilayah Desa Gogik hingga Kelurahan Genuk yang ditinjau dari parameter Nitrat, Biochemical Oxigen Demand (BOD), Chemical Oxogen Demand (COD) dan Disolved Oxigen (DO). Penelitian ini merupakan penelitian obeservasional deskriptif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling pada 10 stasiun yang mewakili Sub DAS Desa Gogik hingga Kelurahan Genuk secara keseluruhan Sampel air diambil sebanyak 500 mL pada lapisan permukaan menggunakan water sampler dan disimpan dalam coolbox untuk selanjutnya dianalisa di Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Semarang. Teknik analisa sampel air merujuk pada SNI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai nitrat di Sub DAS Kaligarang berkisar antara 10 – 100 mg/L, nilai BOD bervariasi antar stasiun penelitian yaitu 0,4 – 57,4 mg/L, COD 40 – 1000 mg/L, DO 2,96-4,98 mg/L. Sehingga kualitas mutu perairan sub daerah aliran sungai kaligarang desa gogik ditinjau dari paramater Nitrat, BOD, COD tidak memenuhi syarat, sedangkan untuk parameter DO memenuhi syarat kualitas air sungai kelas I PP RI No. 22 Tahun 2021.
Faktor Risiko Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Gunungpati Kota Semarang : Risk Factors Of Diabetes Mellitus In The Work Area Of Puskesmas Gunungpati, Semarang City Bunga Farchati; Kartika Dian Pertiwi; Ita Puji Lestari
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2023): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2023
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.153 KB) | DOI: 10.35473/proheallth.v5i1.2143

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disease characterized by high blood sugar levels or hyperglycemia, which occurs due to failure of insulin secretion. This disease is chronic with the number of sufferers continuing to increase in the world along with increasing population, age, the prevalence of obesity, and decreased physical activity. DM is one of the degenerative diseases that continues to increase in Gunungpati District. The increase in DM cases is partly due to unhealthy lifestyles and eating patterns in society. This study describes the risk factors for DM in the working area of the Gunung Pati Community Health Center, Semarang City in 2021. This research uses a quantitative descriptive method with a cross-sectional design. The sample in this study was 167 DM sufferers who were taken using the total sampling technique. Data collection was carried out using a questionnaire through interviews, then the data were analyzed univariately using a frequency distribution table. The results of the study were DM sufferers in the working area of the Gunung Pati Health Center found that the majority were women 122 people (73.1%), aged between 56 to 65 years as many as 68 people (40.7%), as many as 72 people (43.1%) doing activities in the low category, as many as 66 people (39.5%) were obese, as many as 87 people (52.1%) consumed excessive sugar. Most of the respondents carried out risky activities including doing low physical activity and consuming excessive sugar Keywords: DM, sugar, physical activity   ABSTRAK               Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit metabolic yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi atau hiperglikemi, yang terjadi akhibat kegagalan sekresin insulin. Penyakit ini bersifat kronis dengan jumlah penderita yang terus meningkat di duia seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, usia, prevalensi obesitas dan penurunan aktivitas fisik. DM menjadi salah satu penyakit degeneratif yang terus meningkat di Kecamatan Gunungpati. Peningkatan kasus DM diantaranya disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat di masyarakat. Penelitian ini menggambarkan factor risiko DM di Wilayah kerja Puskesmas Gunung Pati Kota Semarang pada tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah penderita DM sejumlah 167 orang yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilaksanakan dengan menggunakan kuesioner melalui wawancara, selanjutnya data  dianalisis secara univariat menggunakan table distribusi frekuensi. Hasil penelitian adalah penderita DM di wilayah kerja Puskesmas Gunung Pati ditemukan mayoritas perempuan 122 orang (73,1%), berusia antara 56 sampai 65 tahun sebanyak 68 orang (40,7%), sebanyak 72 orang (43,1%) melakukan aktivitas fisik dengan kategori rendah, sebanyak 66 orang (39,5%) mengalami obesitas, sebanyak 87 orang (52,1%) mengkonsumsi gula secara berlebihan. Sebagian besar responden melakukan aktivitas berisiko meliputi melakukan aktivitas fisik yang rendah dan mengkonsumsi gula secara berlebihan Kata kunci: DM, gula, aktivitas fisik
Gambaran Keluhan Muskuloskeletal Disorder pada Pekerja Pemecah Batu di Leyangan, Ungaran Timur: Description of Musculoskeletal Disorder Complaints in Stone Breaking Workers in Leyangan, East Ungaran SRI LESTARI; Ita Puji Lestari; Milla Annisa Khasanah
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2023): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2023
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v5i2.2425

Abstract

Musculoskeletal Disorder (MSDs) is a complaint of pain in certain parts of the body experienced by workers. MSDs is one of the occupational diseases that causes workers to not be able to work optimally. Leyangan is one of the stone crushing centers in the Ungaran area, Semarang Regency. From the results of observations there are potential hazards to stone crusher workers that pose a risk of musculoskeletal disorders (MSDs). This study aims to determine the description of musculoskeletal disorder (MSDs) complaints in stone crusher workers in Leyangan village. The method used was descriptive observational research with a cross sectional approach. The population in this study were stone-breaking workers with a sample size of 30 people. Data collection of musculoskeletal disorder complaints using the Nordic Body Map (NBM) questionnaire. The results of the study based on the NBM score obtained in the upper body part, the highest complaints occurred in the right shoulder with a level of complaints of mild pain as much as 57% and a level of complaints of pain as much as 30%. In the lower body, the highest complaints occur at the waist with a mild pain level of 60% and a pain level of 23%. In the hands, the highest complaints occurred in the left forearm with the highest complaints of pain in the right and left calves with a mild pain level of 27%. To anticipate the risk of musculoskeletal disorders, it is expected that workers can stretch before carrying out work activities and organize rest time properly   ABSTRAK Muskuloskeletal Disorder (MSDs) adalah keluhan nyeri pada bagian tubuh tertentu bagian yang dialami oleh pekerja. MSDs merupakan salah satu penyakit akibat kerja yang menyebabkan pekerja tidak bisa bekerja secara optimal. Leyangan merupakan salah satu sentral pemecahan batu di wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang. Dari hasil observasi terdapat potensi bahaya pada pekerja pemecah batu yang menimbulkan risiko gangguan muskuloskeletal (MSDs). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keluhan muskuloskeletal disorder (MSDs) pada pekerja pemecah batu di desa Leyangan. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja pemecah batu dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Pengambilan data keluhan muskuloskeletal disorder menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM). Hasil penelitian berdasarkan skor NBM didapatkan pada bagian tubuh atas keluhan tertinggi terjadi pada bahu sebelah kanan dengan tingkat keluhan agak sakit sebanyak  57% dan tingkat keluhan sakit sebanyak  30%. Pada bagian tubuh bawah keluhan tertinggi terjadi pada pinggang dengan tingkat keluhan agak sakit sebanyak  60% dan tingkat keluhan sakit sebanyak 23%. Pada bagian tangan keluhan tertinggi terjadi pada lengan kiri bagian bawah dengan keluhan tertinggi terjadi sakit pada betis sebelah kanan dan kiri dengan tingkat keluhan agak sakit sebanyak 27%. Untuk mengantisipasi risiko gangguan muskuloskeletal disorder diharapakan para pekerja dapat melakuan peregangan sebelum melakukan aktivitas pekerjaan dan mengatur waktu istirahat dengan baik