Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Optimalisasi Pemberdayaan Remaja Peduli HIV dan Napza (MAS BRIAN) Ita Puji Lestari; Dian Pertiwi, Kartika; Yuswantina, Richa
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2629

Abstract

The problem of adolescents is very complex, starting from the large number to the problem of TRIAD KRR (three risks faced by adolescents, namely Sexuality, HIV / AIDS and drugs), which is a potential that requires planned, systematic and structured management in order to be utilized as future development capital. As a transitional period, it is in this adolescent phase that our children experience significant physical and personality changes that have an impact on major emotional changes. Based on observations in the cognitive aspect, adolescents also begin to have an increase in their understanding of their world. This community service activity aims to optimize the role of adolescents in preventing drug abuse and HIV care. This activity is carried out with an extension participatory approach through counseling, education and mentoring methods for adolescents intended to increase the knowledge and role of adolescents about reproductive health and health risks faced. The activity was attended by 30 adolescents. The understanding of adolescents increased and adolescents are more motivated to live a healthy life.   ABSTRAK                 Permasalahan remaja merupakan hal yang sangat kompleks mulai dari jumlahnya yang cukup besar hingga permasalahan TRIAD KRR (tiga resiko yang dihadapi oleh remaja, yaitu Seksualitas, HIV/ AIDS dan Napza), dimana hal ini merupakan potensi yang memerlukan pengelolaan yang terencana, sistematis dan terstruktur agar dapat dimanfaatkan menjadi modal pembangunan ke depan. Sebagai masa peralihan, pada fase remaja inilah anak kita mengalami perubahan fisik dan kepribadian yang signifikan sehingga berdampak pada perubahan emosional yang besar. Berdasarkan pengamatan dalam aspek kognitif, remaja juga mulai memiliki peningkatan terhadap pemahaman mereka tentang dunianya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuruan untuk mengoptimalkan peran remaja dalam mencegah penyalahgunaan Napza dan peduli HIV. Kegiatan  ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif (extension participatory approach) melaui metode penyuluhan, edukasi dan pendampingan pada remaja dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan serta peran remaja tentang kesehatan reproduksi dan risiko kesehatan yang dihadapi. Kegiatan diikuti oleh sebanyak 30 remaja. Pemahaman remaja meningkat dan remaja lebih termotivasi untuk hidup sehat .
Upaya Peningkatan Peran Keluarga dalam Mencegah Pernikahan Usia Dini Widyawati, Sigit Ambar; Sri Wahyuni; Ita Puji Lestari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2642

Abstract

The phenomenon of early marriage is part of a social phenomenon that must be taken seriously because it greatly influences the lives of teenagers entering adulthood. Child marriage causes early pregnancy and childbirth, which is associated with high mortality rates and abnormal conditions for the mother because the girl's body is not yet fully mature for childbirth. The problem with partners is that so far there has never been any counseling regarding the role of the family in preventing early marriage. Marriages are generally carried out by adults regardless of profession, ethnicity, rich or poor, and so on. Child marriage causes early pregnancy and childbirth, which is associated with high mortality rates and abnormal conditions for the mother because the girl's body is not yet fully mature for childbirth.As a result of the service activities, the participants have knowledge of what early marriage is, the laws governing early marriage. Apart from that, they also know the factors that make teenagers vulnerable to early marriage, the impact of early marriage in adolescence, and the efforts that can be made to prevent early marriage. Health education provides and increases knowledge which can then influence attitudes and behavior to maintain and improve public health. Suggestions for the next service activity are to invite a larger number of participants and involve community leaders in the activity, considering that the role of community leaders is very large in the occurrence of early marriage. The mother's knowledge and understanding increased after carrying out this community service activity. Increasing knowledge through a participatory approach (extension participatory approach) through counseling methods, education about preventing early marriage. This method is proven to increase mothers' knowledge and understanding.   ABSTRAK                 Fenomena pernikahan dini merupakan bagian dari fenomena sosial yang harus disikapi secara serius karena sangat berpengaruh terhadap kehidupan anak remaja yang memasuki umur dewasa. Perkawinan usia anak menyebabkan kehamilan dan persalinan dini, yang berhubungan dengan angka kematian yang tinggi dan keadaan tidak normal bagi ibu karena tubuh anak perempuan belum sepenuhnya matang untuk melahirkan. Permasalahan mitra adalah selama ini belum pernah dilakukan penyuluhan terkait peran keluarga dalam mencegah terjadinya pernikahan dini. Perkawinan pada umumnya dilakukan oleh orang dewasa dengan tidak memandang profesi, suku bangsa, kaya atau miskin, dan sebagainya. Perkawinan usia anak menyebabkan kehamilan dan persalinan dini, yang berhubungan dengan angka kematian yang tinggi dan keadaan tidak normal bagi ibu karena tubuh anak perempuan belum sepenuhnya matang untuk melahirkan. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian, para peserta memiliki pengetahuan apa itu pernikahan dini, undang-undang yang mengatur pernikahan dini. Selain itu, mereka juga mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan remaja rentan untuk melakukan pernikahan dini, dampak dari pernikahan dini di usia remaja, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah pernikahan dini. Penyuluhan kesehatan memberikan dan meningkatkan pengetahuan yang selanjutnya dapat mempengaruhi sikap dan perilaku memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Saran untuk kegiatan pengabdian berikutnya adalah jumlah peserta yang diundang lebih banyak lagi dan melibatkan tokoh masyarakat dalam kegiatan tersebut, mengingat peran tokoh masyarakat sangat besar terhadap tejadinya pernikahan dini. Pengetahuan dan pemahaman ibu meningkat setelah dilaksanakana kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Peningkatan pengetahuam melalui metode pendekatan partisipatif (extension participatory approach) melalui metode penyuluhan, edukasi tentang pencegahan pernikahan dini. Metode ini terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu.
Hubungan Paparan Pestisida Berdasarkan Lama, Frekuensi dan Waktu Penyemprotan Pestisida Terhadap Tekanan Darah pada Petani di Desa Sumowono Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang Kartika Dian Pertiwi; Ita Puji Lestari; Raid Fachri Labib; Hasna Nafiza Zalfa; Nursuwaibah; Fadhilla Viola Nita
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v6i1.2981

Abstract

Sumowono is a sub-district in Semarang Regency, Central Java, Indonesia. This sub-district is approximately 24 km from the capital city of Semarang Regency. Sumowono District is widely known among the people of Central Java because it is an area that produces vegetables, flowers, fruit and various plantation products. In an effort to improve the quality of agricultural products, farmers often use pesticides as an effort to reduce losses due to plant pests. These efforts make it difficult to separate farmers and pesticides. The aim of this research is to determine the relationship between length, frequency and time of pesticide spraying and blood pressure in farmers in Sumowono District. This research is an observational analytical research with a cross sectional design. The population used was farmers using pesticides in Sumowono District with a sample of 100 respondents. The sampling technique in this research used a simple random sampling method. With the research results, it was found that the P value was 0.821 > 0.05, so H0 was accepted, meaning there was no relationship between the duration of pesticide spraying and blood pressure. The P value of the frequency of pesticide spraying is 0.737 > 0.05, so H0 is accepted, meaning there is no relationship between the frequency of pesticide spraying and blood pressure. blood pressure. Thus, it can be concluded that there is no relationship between the duration of spraying, the frequency of spraying and the time of pesticide spraying with the incidence of blood pressure in farmers in Sumowono District.   ABSTRAK                 Sumowono adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan ini berjarak sekitar 24 Km dari ibu kota Kabupaten Semarang. Kecamatan Sumowono dikenal luas di kalangan penduduk Jawa Tengah karena merupakan kawasan penghasil sayur mayur, bunga-bungaan, buah-buahan, dan aneka hasil perkebunan. Upaya untuk meningkatkan mutu hasil produk pertanian, petani sering menggunakan pestisida sebagai salah satu upaya untuk mengurangi kerugian akibat hama tanaman. Upaya tersebut menyebabkan petani dan pestisida menjadi sulit untuk dipisahkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara lama, frekuensi dan waktu penyemprotan pestisida dengan tekanan darah pada petani di Kecamaatan Sumowono. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan rancangan Cross Sectional. Populasi yang digunakan adalah petani pengguna pestisida di Kecamatan Sumowono dengan sampel sebanyak 100 responden. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan metode simple random sampling. Dengan hasil penelitian didapatkan nilai P value 0,821 > 0,05 maka H0 diterima artinya tidak ada hubungan antara lama penyemprotan pestisida dengan tekanan darah. Nilai P value frekuensi penyemprotan pestisida 0,737 > 0,05 maka H0 diterima artinya tidak ada hubungan antara frekuensi penyemprotan pestisida dengan tekanan darah dan nilai p-value waktu penyemprotan pestisida 0,913 > 0,05 maka H0 diterima artinya tidak ada hubungan antara waktu penyemprotan pestisida dengan tekanan darah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara lama penyemprotan, frekuensi penyemprotan dan waktu penyemprotan pestisida dengan kejadian tekanan darah pada petani di Kecamatan Sumowono.
Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan Debu PM10 dan PM2.5 pada Relawan Lalu Lintas di Jalan Diponegoro Ungaran Kartika Dian Pertiwi; Ita Puji Lestari; Alfan Afandi
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The air quality index of an area is assessed by looking at environmental parameters that are the standard for monitoring air quality between PM2.5, and PM10. Both PM2.5 and PM10 can be inhaled, and some of them settle in the airways. Respiratory disorders caused by PM 10 and PM 2.5 particles include coughing, decreased lung function, lung cancer, asthma, difficulty breathing and death. A preliminary study obtained a PM10 value for the Diponegoro road section of 50.57 µg/m3 and PM 2.5 of 32.1 µg/m3. The amount of acceptable health risk or to estimate the health risk from exposure to PM10 and PM2.5 can be calculated using the Environmental Health Risk Analysis (ARKL) method. The purpose of this study was to analyze the environmental health risks of PM10 and PM2.5 in the population directly exposed to ambient air pollution along Diponegoro Street in 2023. The environmental population is all PM10 and PM2.5 air on Diponegoro Street Ungaran. The human population taken in this study were volunteers working on Jalan Diponegoro Ungaran. Samples were taken purposively at 24 sample points which were points with higher human activity, PM10 and PM2.5 measurements were carried out every morning and evening using an Air Quality Monitor. The results showed that the risk level at 24 points had RQ ≥1 for PM10 and PM2.5, so it can be concluded that it is included in the unsafe risk category   ABSTRAK                 Indeks kualitas udara suatu daerah dinilai dengan melihat parameter lingkungan yang menjadi standart pemantauan kualitas udara diantara PM2.5, PM10. Baik PM2.5 maupun PM10 dapat terhirup, dan beberapa di antaranya mengendap di saluran udara. Gangguan pernapasan yang timbul akibat partikel PM 10 dan PM 2.5 antara lain batuk-batuk, menurunnya fungsi paru, kanker paru-paru, asma, kesulitan bernapas hingga kematian Studi pendahuluan diperoleh nilai PM10 ruas jalan diponegoro sebesar 50,57 µg/m3 dan PM 2.5 sebesar 32,1 µg/m3. Besarnya risiko kesehatan yang dapat diterima atau untuk memperkirakan risiko kesehatan dari paparan PM10 dan PM2.5 dapat dihitung menggunakan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis risiko kesehatan lingkungan PM10 dan PM2.5 pada populasi yang terpapar langsung polusi udara ambien di sepanjang jalan Diponegoro Tahun 2023. Populasi lingkungan adalah semua udara PM10 dan PM2.5 di Jalan Diponegoro Ungaran. Populasi manusia yang diambil dalam penelitian ini adalah para relawan yang bekerja di Jalan Diponegoro Ungaran. Sampel diambil secara purposive sebanyak 24 titik sampel yang merupakan titik dengan aktivitas manusia lebih tinggi, pengukuran PM10 dan PM2.5 dilakukan setiap pagi dan sore hari menggunakan Air Quality Monitor. Hasil penelitian menunjukan tingkat resiko pada 24 titik memiliki RQ ≥1 untuk PM10 dan PM2.5, sehingga dapat disimpulkan bahwa termasuk dalam kategori risiko tidak aman.
Pemberdayaan Kader Posyandu Lansia dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan bagi Lansia Dyahariesti, Niken; Richa Yuswantina; Ita Puji Lestari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i2.3447

Abstract

Posyandu cadres are community volunteers who have an important role in health services for the elderly at the elderly Posyandu. Cadres are part of a group of change agents who support government programs to improve the health status of the elderly. Posyandu activities are promotive and preventive activities that require the skills of health cadres in communication, managerial and service at the posyandu. The purpose of this activity is to improve the skills of posyandu cadres in providing services at the posyandu for the elderly. The methods used in this activity are training, workshops and demonstrations. The results of the activity were carried out in three stages, the first stage was basic service training, namely blood pressure measurement techniques and anthropometry, followed by effective communication training to interact with elderly posyandu patients, then increasing the capacity of cadres in preparing the elderly PMT menu. The results of the activity are known to have increased cadre knowledge about elderly health and the ability to carry out basic health service procedures for the elderly who come to the posyandu, from 2 measurements to 5 measurements.  Through this community service activity, the empowerment of elderly posyandu cadres, especially in technical skills in measuring blood pressure and anthropometry in early detection of disease risk in the elderly and non-technical skills, namely communication skills that can increase motivation and education to the elderly community.   ABSTRAK Kader posyandu merupakan relawan masyarakat yang memiliki peran penting dalam pelayanan Kesehatan bagi lansia di Posyandu lansia. Kader merupakan bagian dari kelompok agen perubahan yang mendukung program pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat lanjut usia. Kegiatan posyandu merupakan kegiatan yang bersifat promotif dan preventif yang memerlukan keterampilan kader Kesehatan dalam komunikasi, manajerial dan pelayanan di posyandu. Tujuan kegiatan ini adalah  meningkatkan ketrampilan kader posyandu dalam melakukan pelayanan di posyandu lansia.  Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan, workshop dan demonstrasi. Hasil kegiatan dilakukan pada tiga tahap, tahap pertama pelatihan pelayanan dasar yaitu teknik pengukuruan tekanan darah dan antropometri, dilanjutkan pelatihan komunikasi efektif untuk berinteraksi dengan pasien posyandu lansia, kemudian peningkatan kapasitas kader dalam penyusunan menu PMT lansia. Hasil kegiatan diketahui terjadi peningkatan pengetahuan kader tentang kesehatan lansia dan kemampuan dalam melakukan prosedur pelayanan kesehatan dasar pada lansia yang datang ke posyandu  yang awalnya 2 pengukuran menjadi 5 pengukuran. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini pemberdayaan kader posyandu lansia khususnya dalam keterampilan teknis dalam mengukur tekanan darah dan antropometri dalam mendeteksi dini risiko penyakit pada lansia dan keterampilan non teknis yaitu kemampuan komunikasi yang dapat meningkatkan motivasi dan edukasi kepada masyarakat lansia.
Studi Penurunan Kadar COD (Chemical Oxygen Demand) dan TSS (Total Suspended Solid) Menggunakan Ferri Klorida (Fecl3) pada Limbah Cair Industri Pembuatan Tahu Kartika Dian Pertiwi; Yuliaji Siswanto; Ita Puji Lestari
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v6i2.3714

Abstract

The tofu industry is a business established to develop activities in the food sector that have positive and negative impacts on the environment. The source of tofu industrial waste in Semarang comes from several process stages which produce average values ​​of Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), and Total Suspended Solid (TSS) which are very far from the thresholds determined by industrial wastewater quality standards. tofu by the government according to Central Java Provincial Regulation No.5 of 2012. The aim of this research is to determine the effectiveness of ferric chloride (FeCl3) as a coagulant in the wastewater treatment process of the tofu making industry with test parameters COD and TSS. This type of research is a quasi-experiment. The research design used was a pretest-posttest with control group design. The samples in this research were 35 samples of tofu liquid waste produced from the tofu industry in Gogik Village, East Ungaran District, Semarang Regency. The results of this research show that there is a difference in the Chemical Oxygen Demand (COD) levels of tofu waste before and after the addition of FeCl3 coagulant with a significance value of 0.016 or a probability below 0.05 (0.016 < 0.05), with the most effective dose being 40 gr/L waste water, There is a difference in the Total Suspended Solid (TSS) levels of tofu waste before and after the addition of FeCl3 coagulant with a significance value of 0.001 or the probability is below 0.05 (0.001 < 0.05). the probability is below 0.05 (0.001 < 0.05).   ABSTRAK                 Industri tahu merupakan usaha yang didirikan dalam rangka pengembangan kegiatan di bidang pangan yang mempunyai dampak positif dan negatif bagi lingkungan. Sumber limbah industri tahu di Semarang berasal dari beberapa tahapan proses yang menghasilkan nilai rata-rata Biochemichal Oxygen deman (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Total Suspenden Solid (TSS) sangat jauh dari ambang batas yang ditentukan baku mutu air limbah industri tahu oleh pemerintah menurut Perda Provinsi Jawa Tengah No.5 Tahun 2012. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ferri klorida (FeCl3) sebagai koagulan  dalam  proses  pengolahan air  limbah  industri  pebuatan tahu dengan parameter uji COD dan TSS. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pretest-postest with control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah limbah cair tahu yang dihasilkan dari industri tahu di Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Timur,  Kabupaten Semarang sebanyak  35 sampel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Ada perbedaan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) limbah tahu sebelum dan setelah diberikan penambahan koagulan FeCl3 dengan nilai signifikansi 0,016 atau probabilitasnya dibawah 0,05 ( 0,016 < 0,05 ), dengan dosis paling efektif adalah 40 gr/L air limbah, Ada perbedaan kadar Total Suspended Solid (TSS) limbah tahu sebelum dan setelah diberikan penambahan koagulan FeCl3 dengan nilai signifikansi 0,001 atau probabilitasnya dibawah 0,05 ( 0,001 < 0,05 ). probabilitasnya dibawah 0,05 ( 0,001 < 0,05 ).
Program SMART (Smart Eating And Living For Teens) sebagai Upaya Edukasi Interaktif Peningkatan Kualitas Kesehatan Remaja Ita Puji Lestari; Ariesti, Niken Dyah; Yuswantina, Richa
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i1.4021

Abstract

The current lifestyle of adolescents shows a tendency towards unhealthy consumption patterns, especially the high consumption of fast food, foods high in sugar, and sugary drinks. This phenomenon also occurs at SMA Negeri 2 Ungaran, where easy access to unhealthy foods affects students' eating habits. This kind of consumption pattern risks increasing the prevalence of obesity, type 2 diabetes mellitus, and other metabolic diseases from a young age. Through nutrition education activities conducted to students in grades X and XI, interactive approaches such as visual simulation of sugar levels, understanding nutrition labels, and inspirational stories were used to increase students' awareness of the importance of healthy eating. The results of the activity showed a significant increase in student knowledge, as evidenced by the increase in pre-test scores from 56 to 85 in the post-test. In addition, most of the students expressed their commitment to reduce their consumption of unhealthy food and drinks and start bringing healthy lunches from home. This activity also highlighted the importance of education on food-drug interactions, which are often overlooked but can interfere with therapeutic effectiveness and nutritional status. With a good understanding of nutrition, adolescents are expected to become agents of change who not only take care of their own health, but also contribute to spreading health information in the surrounding environment. Continuous education and participatory approaches are key in building nutrition literacy and healthy consumption behavior among adolescents.   ABSTRAK Gaya hidup remaja saat ini menunjukkan kecenderungan pola konsumsi yang tidak sehat, khususnya tingginya konsumsi makanan cepat saji, makanan tinggi gula, dan minuman manis. Fenomena ini juga terjadi di SMA Negeri 2 Ungaran, di mana akses mudah terhadap makanan tidak sehat memengaruhi kebiasaan makan siswa. Pola konsumsi semacam ini berisiko meningkatkan prevalensi obesitas, diabetes melitus tipe 2, dan penyakit metabolik lainnya sejak usia muda. Melalui kegiatan edukasi gizi yang dilakukan kepada siswa kelas X dan XI, pendekatan interaktif seperti simulasi visual kadar gula, pemahaman label gizi, dan cerita inspiratif digunakan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya pola makan sehat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa yang signifikan, dibuktikan dengan kenaikan skor pre-test dari 56 menjadi 85 pada post-test. Selain itu, sebagian besar siswa menyatakan komitmen untuk mengurangi konsumsi makanan dan minuman tidak sehat serta mulai membawa bekal sehat dari rumah. Kegiatan ini juga menyoroti pentingnya edukasi mengenai interaksi antara makanan dan obat yang sering kali diabaikan, namun berisiko mengganggu efektivitas terapi dan status gizi. Dengan pemahaman gizi yang baik, remaja diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya menjaga kesehatannya sendiri, tetapi juga berkontribusi dalam menyebarkan informasi kesehatan di lingkungan sekitarnya. Edukasi yang berkelanjutan dan pendekatan partisipatif menjadi kunci dalam membangun literasi gizi dan perilaku konsumsi sehat di kalangan remaja.
Analisis Kecukupan Energi dan Protein serta Faktor Sosial Ekonomi pada Siswa Sekolah Dasar di Daerah Pertanian Kabupaten Brebes Afandi, Alfan; Widyawati, Sigit Ambar; Ita Puji Lestari
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Asupan makanan merupakan salah satu faktor utama yang secara langsung memengaruhi status gizi seseorang, terutama pada anak-anak yang berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Anak yang tidak memperoleh makanan yang cukup, baik dari segi jumlah (kuantitas) maupun kualitas (jenis dan kandungan gizi), berisiko mengalami kekurangan zat gizi penting seperti energi, protein, vitamin, dan mineral. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis tingkat kecukupan energi dan protein pada anak usia sekolah di daerah pertanian kabupaten Brebes. Penelitian ini bersifat survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel sebanyak 90 responden dengan menggunakan simple random sampling. Analisis data yang digunakan menggunakan  distribusi frekuensi. Berdasarkan metode food recall 2 x 24 jam didapati gambaran kecukupan energi dan protein paling banyak kategori cukup yaitu 83,3%, Sebanyak 83,3% siswa memiliki kecukupan energi yang cukup berdasarkan recall 2x24 jam sedangkan tingkat kecukupan protein paling banyakkategori cukup sebesar 76,6%.. Konsumsi makanan yang beragam pada anak diperlukan untuk pemenuhan status gizi pada anak. Diperlukan edukasi gizi untuk meningkatkan asupan protein anak di daerah pertanian.   Kata kunci: Tingkat kecukupan energi dan protein, daerah pertanian             ABSTRACT Diet is one of the main factors that directly affects a person's nutritional status, especially in children who are in their growth and development stages. Children who do not get enough food, both in terms of quantity and quality (type and nutritional content), are at risk of experiencing deficiencies in essential nutrients such as energy, protein, vitamins, and minerals. The objective of this study is to analyze the adequacy of energy and protein intake among school-aged children in the agricultural area of Brebes District. This study is an analytical survey using a cross-sectional study approach. The sample size was 90 respondents, selected using simple random sampling. Data analysis was conducted using frequency distribution. Based on the 2x24-hour food recall method, the most common category for energy and protein sufficiency was “adequate” at 83.3%. Approximately 83.3% of students had adequate energy intake based on the 2x24-hour recall, while the most common category for protein sufficiency was “adequate” at 76.6%. A diverse diet is necessary for children to meet their nutritional needs. Nutrition education is needed to increase protein intake among children in agricultural areas.   Keywords: Level of energy and protein sufficiency, agricultural areas