Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Bibliometrik Penelitian tentang Gangguan Tidur Pada Pasien Stroke Hety Meiliany; Azizah Khoiriyati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 8 (2026): Volume 6 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i8.25073

Abstract

ABSTRACT Sleep disorders are a risk factor for complications frequently experienced by stroke patients. Research on sleep and stroke continues to increase, but few studies have comprehensively mapped scientific developments in this field. This study aims to analyze global research trends, distribution, and themes related to sleep disorders in stroke patients through a bibliometric approach. This research method uses a quantitative bibliometric approach. Data were obtained from the Scopus database with a period of 2010-2025 using the keywords "sleep wake disorder" AND "stroke" with subject filters of medicine, neurology, nursing, and health. Analysis was conducted on 225 English-language articles that met the inclusion criteria. Data processing was carried out using VOSviewer software to display keyword network visualizations, temporal trends, and country collaboration maps. The results obtained are the number of publications increased significantly since 2010 and peaked in 2025 with 39 articles. The United States was the country with the most publications (69 articles). Keyword analysis revealed three main clusters of research on sleep disorders and post-stroke rehabilitation: physiological mechanisms, including sleep apnea and brain ischemia; and third, cardiovascular comorbidities such as hypertension and sleep duration. The most frequently occurring keywords are sleep disorders, stroke, cerebrovascular accident, and sleep apnea syndromes. Research on sleep disorders in stroke patients shows a rapid increase and a shift in focus from descriptive studies to clinical and physiological approaches. Keywords: Bibliometrics, Sleep Disorders, Stroke.  ABSTRAK Gangguan tidur merupakan faktor risiko komplikasi yang sering dialami oleh pasien stroke. Penelitian mengenai tidur dan stroke terus meningkat, belum banyak kajian yang memetakan perkembangan ilmiah di bidang ini secara komprehensif. Adapun  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren, sebaran, dan tema penelitian global terkait gangguan tidur pada pasien stroke melalui pendekatan bibliometrik. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan bibliometrik kuantitatif. Data diperoleh dari basis data Scopus dengan batasan tahun 2010-2025 menggunakan kata kunci “sleep wake disorder” AND “stroke” dengan filter subjek medicine, neurology, nursing, dan health. Analisis dilakukan terhadap 225 artikel berbahasa Inggris yang memenuhi kriteria inklusi. Pemrosesan data dilakukan menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk menampilkan visualisasi jejaring kata kunci, tren temporal, serta peta kolaborasi negara. Hasil yang didapatkan yaitu jumlah publikasi meningkat secara signifikan sejak 2010 dan mencapai puncak pada 2025 dengan 39 artikel. Amerika Serikat menjadi negara dengan publikasi terbanyak (69 artikel). Analisis kata kunci menunjukkan tiga kluster utama penelitian gangguan tidur dan rehabilitasi pasca-stroke; yang kedua mekanisme fisiologis, termasuk sleep apnea dan brain ischemia; serta yang ke 3 komorbiditas kardiovaskular seperti hipertensi dan durasi tidur. Kata kunci yang paling sering muncul adalah sleep disorder, stroke, cerebrovascular accident, dan sleep apnea syndromes. Penelitian mengenai gangguan tidur pada pasien stroke menunjukkan peningkatan yang pesat dan pergeseran fokus dari kajian deskriptif menuju pendekatan klinis dan fisiologis. Kata Kunci: Bibliometrik, Gangguan Tidur, Stroke.
Six Minute Walk Test (6mwt) sebagai Indikator Pemulihan Fungsional Fase Rehabilitasi Jantung Pasca Sindrom Koroner Akut: Scoping Review Subhan Ulan; Azizah Khoiriyati; Erna Rochmawati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 8 (2026): Volume 6 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i8.24423

Abstract

ABSTRACT The Six Minute Walk Test (6MWT) is widely used as a simple and practical measurement tool to assess patients' functional abilities, but the variations in its use and implementation in various cardiac rehabilitation contexts have not been comprehensively mapped. Acute coronary syndrome (ACS) is the leading cause of cardiovascular morbidity and mortality worldwide, making the recovery of functional capacity a primary focus in cardiac rehabilitation. This study aims to map the scientific evidence regarding the use of the 6MWT as an indicator of functional capacity recovery in post-ACS patients across various cardiac rehabilitation models. This study uses a scoping review approach based on the Arksey O’Malley (2005) framework and the PRISMA-ScR (2018) guidelines. Literature search was conducted on the Scopus, PubMed, Cochrane Library, and Google Scholar databases for the period 2015–2025. Inclusion criteria included quantitative studies on adult post ACS patients using the 6MWT in cardiac rehabilitation. A total of 10 studies met the criteria and were thematically analysed using the PCC framework.  The analysis results show that the 6MWT is consistently used as the primary indicator of functional capacity recovery, with a significant increase in distance covered after cardiac rehabilitation. Three main themes were identified, namely 6MWT as the Primary Indicator of Functional Recovery, the Effectiveness of Cardiac Rehabilitation Models on 6MWT Outcomes, and the Relationship between 6MWT and Clinical and Psychosocial Outcomes. The study was dominated by China, followed by Iran, South Korea, Germany, and Indonesia. The 6MWT is a valid, practical, and versatile measurement tool for assessing post ACS patient recovery in various cardiac rehabilitation contexts. The integration of the 6MWT in clinical practice has the potential to enhance rehabilitation monitoring and support the prevention of long-term complications. Keywords: Functional Capacity, Cardiac Rehabilitation, Acute Coronary Syndrome, Six-Minute Walk Test, Scoping Review.  ABSTRAK Six Minute Walk Test (6MWT) banyak digunakan sebagai alat ukur sederhana dan praktis untuk menilai kemampuan fungsional pasien, namun variasi penggunaan dan implementasinya dalam berbagai konteks rehabilitasi jantung belum terpetakan secara komprehensif. Sindrom koroner akut (SKA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas kardiovaskular di dunia, sehingga pemulihan kapasitas fungsional menjadi fokus utama dalam rehabilitasi jantung. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan bukti ilmiah mengenai penggunaan 6MWT sebagai indikator pemulihan kapasitas fungsional pada pasien pasca SKA dalam berbagai model rehabilitasi jantung. Penelitian ini menggunakan pendekatan scoping review berdasarkan kerangka Arksey O’Malley (2005) dan panduan PRISMA-ScR (2018). Penelusuran literatur dilakukan pada database Scopus, PubMed, Cochrane Library, dan Google Scholar untuk periode 2015–2025. Kriteria inklusi mencakup studi kuantitatif pada pasien dewasa pasca SKA yang menggunakan 6MWT dalam rehabilitasi jantung. Sebanyak 10 studi memenuhi kriteria dan dianalisis secara tematik menggunakan kerangka PCC. Hasil analisis menunjukkan bahwa 6MWT secara konsisten digunakan sebagai indikator utama pemulihan kapasitas fungsional, dengan peningkatan jarak tempuh yang signifikan setelah rehabilitasi jantung. Tiga tema utama teridentifikasi, yaitu 6MWT sebagai Indikator Utama Pemulihan Fungsional, Efektivitas Model Rehabilitasi Jantung terhadap Hasil 6MWT, Hubungan 6MWT dengan Outcome Klinis dan Psikososial. Studi didominasi oleh negara Tiongkok, diikuti Iran, Korea Selatan, Jerman, dan Indonesia.  6MWT merupakan alat ukur yang valid, praktis, dan serbaguna dalam menilai pemulihan pasien pasca SKA di berbagai konteks rehabilitasi jantung. Integrasi 6MWT dalam praktik klinis berpotensi meningkatkan pemantauan rehabilitasi dan mendukung pencegahan komplikasi jangka panjang. Kata Kunci: Kapasitas Fungsional, Rehabilitasi Jantung, Sindrom Koroner Akut, Six-Minute Walk Test, Scoping Review.
Penerapan Terapi Murottal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman terhadap Status Hemodinamik pada Pasien dengan Gagal Nafas di Ruang Intensive Care Unit (ICU): Studi Kasus Diana Sinta Wati; Azizah Khoiriyati; Enggar Rubidiyanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.784

Abstract

Gagal nafas merupakan kondisi kritis yang dapat menyebabkan ketidakstabilan hemodinamik sehingga memerlukan penanganan komprehensif di ruang ICU. Salah satu intervensi non farmakologis yang dapat digunakan adalah terapi Murottal Qur’anic, yang memberikan efek relaksasi dan berpotensi membantu menstabilkan kondisi fisiologis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan terapi Murottal Surah Ar-Rahman terhadap status hemodinamik pasien gagal nafas di ICU RSUD Tidar Magelang. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada satu pasien selama 5 hari. Intervensi berupa pemberian Murottal Surah Ar-Rahman dilakukan satu kali sehari selama 10 menit 57 detik. Parameter yang diukur meliputi tekanan darah, Heart Rate, Respiratory Rate, suhu tubuh, saturasi oksigen, dan Mean Arterial Pressure sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya perbaikan parameter hemodinamik. Tekanan darah sistolik menurun dari 146,2 menjadi 133,6 mmHg, diastolik dari 72 menjadi 71,6 mmHg. Heart Rate turun dari 73,6 menjadi 71 x/menit, Respiratory Rate dari 22,6 menjadi 21 x/menit, serta MAP dari 96,2 menjadi 91,6 mmHg. Saturasi oksigen meningkat dari 98,4% menjadi 98,8%, sementara suhu tubuh relatif stabil. Kesimpulannya, terapi Murottal Surah Ar-Rahman berpotensi meningkatkan stabilitas hemodinamik dan dapat digunakan sebagai terapi komplementer dalam praktik keperawatan.
Perbandingan Suction Terbuka dan Tertutup terhadap Perubahan Saturasi Oksigen dan Frekuensi Nafas pada Pasien dengan Endotrakeal Tube dan Ventilator Ayu Tri Wulandari; Azizah Khoiriyati; Enggar Rubidiyan
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.2031

Abstract

Pasien dengan gagal napas memerlukan bantuan ventilasi mekanik untuk mempertahankan oksigenasi, namun penumpukan sekret dapat mengganggu pertukaran gas sehingga diperlukan tindakan penghisapan jalan napas. Penelitian ini bertujuan membandingkan metode penghisapan terbuka dan tertutup terhadap perubahan saturasi oksigen dan frekeunsi napas. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada pasien yang menggunakan alat bantu napas di ruang perawatan intensif, dengan pengukuran saturasi oksigen dan frekuensi napas sebelum dan setelah tindakan pada menit kelima, kesepuluh, dan ketiga puluh. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan nilai sebelum dan sesudah tindakan pada kedua metode, kemudian ditelaah untuk mengidentifikasi perbedaan perubahan dan kestabilan parameter pernapasan. Hasil menunjukkan bahwa kedua metode mampu mengeluarkan sekret dan memperbaiki ventilasi, namun metode tertutup lebih mampu mempertahankan kestabilan oksigenasi dan perubahan frekuensi napas yang lebih cepat kembali mendekati normal dibandingkan metode terbuka. Pada metode terbuka terjadi penurunan oksigenasi sesaat sebelum kembali meningkat, sedangkan metode tertutup menujukkan fluktuasi yang lebih ringan. Dengan demikian, metode tertutup dinilai lebih efektif dalam menjaga stabilitas kondisi pernapasan pasien.
Pengaruh Elevasi Ekstremitas Atas dan Teknik Napas Dalam terhadap Penurunan Nyeri Area Insersi Radialis pada Pasien Post Up Sheath Kateterisasi Jantung di RS Dr. Mohammad Hoesin Palembang Andry Mayanto; Azizah Khoiriyati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1053

Abstract

Pain at the sheath insertion site is a common complaint among patients after cardiac catheterization, caused by tissue trauma, mechanical pressure during hemostasis, and post-procedural limb immobilization. This study aimed to determine the effect of upper extremity elevation and deep breathing techniques on pain reduction in post-up sheath cardiac catheterization patients at Dr. Mohammad Hoesin Hospital Palembang. This study used a quasi-experimental design with a pre-test and post-test control group approach, involving 50 respondents divided into an intervention group and a control group of 25 respondents each, selected through simple random sampling. The intervention group received 30° upper extremity elevation for 10 minutes combined with five cycles of deep breathing, while the control group received standard care. Pain level was measured using the Numeric Rating Scale (NRS) and analyzed using the Wilcoxon and Mann-Whitney tests. The results showed that the mean pain level in the intervention group decreased from 3.24 to 1.52 (a reduction of 1.72; p=0.000), while in the control group it decreased from 2.80 to 2.64 (a reduction of 0.16; p=0.046). The Mann-Whitney test on the pain score difference showed that the reduction in the intervention group was significantly greater than in the control group (p=0.000). It can be concluded that upper extremity elevation and deep breathing techniques significantly affect the reduction of radial insertion site pain in post-up sheath cardiac catheterization patients and can be applied as a complementary nonpharmacological intervention to improve patient comfort after the procedure.
Tren Global Penelitian Pendidikan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) Pada Mahasiswa dan Pelajar: Analisis Bibliometrik Dea Salamiah; Azizah Khoiriyati
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 7 (2026): Volume 8 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i7.25345

Abstract

ABSTRACT Cardiopulmonary resuscitation (CPR) education for university students is an important strategy to increase bystander CPR rates and reduce mortality due to cardiac arrest. As global attention to CPR education increases, the number of scientific publications in this field continues to grow. However, comprehensive mapping of research developments through bibliometric analysis is still limited. This study aims to analyze trends, characteristics, and research focus on CPR education for university students using a bibliometric approach. Bibliometric analysis was conducted on articles indexed in the Scopus database for the period 2015–2025. The search used keywords (TITLE-ABS-KEY (cpr) AND TITLE-ABS-KEY (student)) with limitations on the fields of medicine and nursing, article document type, and English language. A total of 529 articles that met the inclusion criteria were analyzed using Scopus, MapChart, and VOSviewer to map publication trends, country distribution, and research keyword networks. The number of publications showed a significant increase after 2017. Research contributions were dominated by developed countries, particularly the United States and European countries, while participation from developing countries was still limited. Keyword analysis identified a research focus on CPR training, students, and education, as well as the development of innovative learning methods such as simulation, serious games, and virtual reality. Research on CPR education for university students and pupils continues to grow, with a trend toward technology-based learning approaches. Further research opportunities are open in the context of developing countries and on aspects of the implementation and sustainability of CPR competencies.  Keywords: CPR Training, Students, Medical Education.  ABSTRAK Pendidikan cardiopulmonary resuscitation (CPR) pada mahasiswa dan pelajar merupakan strategi penting untuk meningkatkan angka bystander CPR serta menurunkan mortalitas akibat henti jantung. Seiring meningkatnya perhatian global terhadap edukasi CPR, jumlah publikasi ilmiah di bidang ini terus berkembang. Namun, pemetaan perkembangan penelitian secara komprehensif melalui analisis bibliometrik masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren, karakteristik, dan fokus penelitian mengenai pendidikan CPR pada mahasiswa dan pelajar menggunakan pendekatan bibliometrik. Analisis bibliometrik dilakukan terhadap artikel yang terindeks dalam basis data Scopus pada periode 2015–2025. Pencarian menggunakan kata kunci (TITLE-ABS-KEY (cpr) AND TITLE-ABS-KEY (student)) dengan pembatasan bidang ilmu medicine dan nursing, jenis dokumen artikel, serta bahasa Inggris. Sebanyak 529 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan Scopus, MapChart, dan VOSviewer untuk memetakan tren publikasi, distribusi negara, serta jaringan kata kunci penelitian. Jumlah publikasi menunjukkan peningkatan signifikan setelah tahun 2017. Kontribusi penelitian didominasi oleh negara maju, terutama Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, sementara partisipasi negara berkembang masih terbatas. Analisis kata kunci mengidentifikasi fokus penelitian pada CPR training, students, dan education, serta perkembangan metode pembelajaran inovatif seperti simulasi, serious games, dan virtual reality. Penelitian mengenai pendidikan CPR pada mahasiswa dan pelajar terus berkembang dengan kecenderungan menuju pendekatan pembelajaran berbasis teknologi. Peluang penelitian selanjutnya terbuka pada konteks negara berkembang serta pada aspek implementasi dan keberlanjutan kompetensi CPR. Kata Kunci: CPR Training, Students, Medical Education.