Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Optimalisasi Potensi Geowisata Danau Tirta Gangga Kampung Swastika Buana, Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah Rajiman; Yulfriwini; Ikhsan Karim; Aprizal; I Komang Andika Putra; Revo Rudita
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 06 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lake Tirta Gangga is an artificial lake located in Central Lampung Regency, Seputih Banyak District, precisely in Swastika Buana Village. This lake has an area of ​​about 150 hectares and is used by the community for irrigation of about 3000 ha of agricultural land around the area. Lake Tirta Gangga has its own charm for local tourists to enjoy its natural beauty and scenery. However, some community activities cause the aspect of natural beauty to be reduced and cause problems in the supply of raw water for agriculture. So we need an action that can maintain the initial function of this lake and even add economic value to the community. This service aims to overcome these problems by mapping the potential of new geotourism that can be developed and managed by the community, educating the community in improving the quality and excellence / local wisdom which has an impact on increasing the economic value of the Tirta Gangga Lake area by utilizing information technology for media promotion (with drones) profile of the Lake Tirta Gangga tourist area. The benefits of this service are the mapping of new geotourism potentials that can be developed and managed by the community as well as the formation of video promotion media for the profile of the Lake Tirta Gangga tourist area which can be disseminated through internet media so that tourists can easily recognize and be interested in visit Tirta Gangga Lake.
Stabilisasi Subbase Agregat Eksisting Jalan Hauling PT. Servo Lintas Raya Menggunakan Sistem Hybrid Semen–Polyroads (Soiltech Mk-II) Terhadap Peningkatan Nilai CBR BE. Dwi Anggoro Winardi; Aprizal; Dadang Iskandar; Ronny; M. Aldair Sila
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (April - Mei 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v5i1.1964

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi peningkatan daya dukung lapis pondasi bawah (subbase) jalan hauling melalui stabilisasi material agregat kelas A menggunakan kombinasi semen dan Soiltech MK-II, dengan fokus pada kekuatan dini (0–4 hari) dan ketahanan terhadap kondisi basah. Pengujian laboratorium menggunakan uji CBR pada variasi kadar semen 0%, 1%, dan 3% serta dosis Soiltech 0%, 0,60%, dan 0,75% (terhadap massa kering), pada umur curing 0 jam, 1 hari, 3 hari, dan 4 hari, dengan tiga kondisi curing: jemur terik matahari, suhu ruang, dan rendam (jenuh air). Total diperoleh 108 data pengamatan. Untuk memperkuat penentuan komposisi optimum, dilakukan analisis multivariat dengan regresi linier berganda. Model signifikan (F=152,088; p<0,001) dengan R=0,925 dan R²=0,855 (Adjusted R²=0,850). Koefisien beta terstandar menunjukkan faktor dominan adalah kadar semen (β=0,764), diikuti umur curing (β=0,391), dosis Soiltech (β=0,223), sedangkan kondisi curing berpengaruh negatif (β=−0,262). Secara eksperimental, kenaikan semen dan Soiltech meningkatkan CBR dan menjaga stabilitas pada kondisi jenuh air. Komposisi optimum dalam rentang variasi penelitian adalah semen 3% dan Soiltech 0,75%, yang dipilih untuk trial lapangan. Pada segmen 25 m × 5 m × 0,20 m, uji LWD menunjukkan Evd meningkat dari ±50,9 MPa (0 jam) menjadi ±171,5 MPa (20 jam), dengan CBR ekuivalen naik dari ±72,96% menjadi ±151,65%. Uji UCS 7 hari sebesar ±29,43 kg/cm² memenuhi kriteria penerimaan. Hasil penelitian menegaskan efektivitas stabilisasi semen–polimer untuk percepatan peningkatan daya dukung subbase dan verifikasi kinerja lapangan. Selain itu, perhitungan kebutuhan bahan dilakukan pada skala laboratorium (mould Ø15×30 cm, 13 kg/mould) dan skala lapangan berdasarkan volume lapisan serta MDD 2,060 kg/m³, sehingga rancangan campuran dapat direplikasi secara praktis pada pelaksanaan dan mutu.