Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Trend Research of City Center Public Open Space Transformation: A Systematic Literature Review Pramono, Retno Widodo Dwi
The Indonesian Journal of Planning and Development Vol 10, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijpd.10.1.55-65

Abstract

The transformation of city centers is crucial for enhancing sustainability and livability, as urban environments face increasing challenges from rapid urbanization and environmental degradation. As urban areas continue to expand and evolve, the need for sustainable practices becomes increasingly urgent. The city center, often the heart of urban life, plays a pivotal role in shaping social interactions, economic activities, and environmental impacts. The transformation of city center and their public open spaces is a multifaceted process that requires careful consideration of design, community engagement, and accessibility. By prioritizing these elements, urban planners and policymakers can create vibrant, inclusive, and sustainable urban environments that enhance the quality of life for all residents. This research aims to see Research Trends and Future Direction using the method of A systematic Literature reviews with databases derived from Scopus and WOS (Web of Science) and in data management and data analysis using Bibliometrix, R-Studio and Biblioshiny applications. This research looks at reviews several documents related to the most productive authors and the most cited articles. In addition, it also looks at topic trends, theme mapping and method research formed to see trends in research topics and future research. After processing the data, the results obtained that “Public Space” is most keyword used and is also still an opportunity in research. In addition, the themes of City Center, Tourism and Urban Regeneration are future themes that need to be discussed more in the city center public open space transformation. 
Improving Mineral Mining License System in North Sumatera Indonesia Ginting, Erika Sari; Pramono, Retno Widodo Dwi
Cakrawala Vol. 14 No. 1: Juni 2020
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v14i1.321

Abstract

The establishment of One-stop Service in Indonesia is expected to improve the quality of licensing process. In the mining license system, the investors still find some obstacles. Meanwhile the resources of mining area in Indonesia still attractive to the investors. Therefore, it is obvious that there is room for improvements in the mining license system. This research uses the Soft System Methodology. The primary data are obtained by interviewing the stakeholders and the secondary data are gathered through document review. The result shows that there are several problems in mining license system in North Sumatera. The problems occur because of the absence of local regulation in the mining license system, lack of coordination and unfit regulation. To improve the service in mining license system, the government need to issue a new regulation on mining license system, arrange a coordination system and issue new regulation on rock mining license.
Efektivitas Implementasi Advice Planning di Perkotaan Banyuwangi Ditya Destratianto; Retno Widodo Dwi Pramono
Jurnal Penataan Ruang Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Penataan Ruang 2020
Publisher : Jurnal Penataan Ruang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Advice Planning merupakan salah satu teknik instrumen preventif dalam pengendalian pembangunan lahan (development control/regulation) selain zonasi dan pemberian izin bangunan, yang digunakan di Kabupaten Banyuwangi. Alat ini berisi informasi dan ketentuan mengenai ketentuan teknis peruntukan lahan dan ketentuan umum peraturan zonasi untuk izin pemanfaatan ruang sesuai dengan fungsi kawasan berdasarkan rencana tata ruang yang dituangkan ke dalam bentuk peta. Ketentuan-ketentuan didalam advice planning seringkali tidak diimplementasikan di lapangan, terlebih lagi dengan adanya peningkatan jumlah pembangunan di Perkotaan Banyuwangi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir yang tidak diimbangi dengan pengawasan yang cukup di lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur seberapa besar efektivitas implementasi advice Planning di perkotaan Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan metode deduktif kuantitatif dengan penilaian realisasi komponen advice planning di lapangan. Data berupa data primer hasil observasi, wawancara dengan stakeholder dan dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi pustaka dan data dinas terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas implementasi advice planning di perkotaan Banyuwangi masih rendah, yang disebabkan oleh belum terlaksananya seluruh komponen dalam ketentuan advice planning di lapangan, terutama komponen dalam aspek ketentuan teknis peruntukan ruang dan zonasi, seperti koefisien dasar bangunan, garis sempadan bangunan, penyediaan saluran drainase maupun saluran limbah.
Peran Kota Wonosari Terhadap Perkembangan Kabupaten Gunungkidul Ulul Ashar Kuswantoro; Retno Widodo Dwi Pramono
Jurnal Penataan Ruang Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Penataan Ruang 2020
Publisher : Jurnal Penataan Ruang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan suatu kota salah satunya dipengaruhi oleh keterkaitannya dengan kota lain baik secara regional maupun nasional, serta keterkaitan dengan daerah belakangnya. Kota Wonosari sebagai ibukota Kabupaten Gunungkdul merupakan salah satu pusat pertumbuhan dan Pusat Kegiatan Wilayah Promosi (PKWp) di Provinsi DIY yang dapat berkembang tanpa adanya aglomerasi dari Kawasan Perkotaan Yogyakarta (KPY). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan Kota Wonosari dan mengkaji peran Kota Wonosari terhadap perkembangan Kabupaten Gunungkidul. Pendekatan penelitian ini menggunakan alur pemikiran deduktif kuantitatif dan kualitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan regresi berganda. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa perkembangan Kota Wonosari dari segi fisik, penduduk dan ekonomi mengalami perkembangan yang signifikan. Keberadaan sektor pariwisata yang pesat di Kabupaten Gunungkidul dan letak Kota Wonosari yang strategis sebagai sebagai pintu masuk objek wisata yang ada turut memicu perkembangan Kota Wonosari. Fasilitas pendidikan, kesehatan dan ekonomi yang ada di Kota Wonosari hanya efektif digunakan oleh penduduk dari Kabupaten Gunungkidul. Hal ini deisebabkan karena kedekatan dengan Kota Yogyakarta yang mempunyai fasilitas lebih lengkap. Pengaruh Kota Wonosari sebagai pusat pertumbuhan terhadap Kabupaten Gunungkidul sangat kuat. Dari hasil uji regresi didapat empat variabel independen yaitu penduduk, ekonomi, jumlah fasilitas dan tingkat pendidikan Kota Wonosari berpengaruh terhadap perkembangan Kabubaten Gunungkidul. Hal ini mengindikasikan bahwa terjadi adanya pengaruh yang menyebar dari pusat kota Wonosari ke wilayah Kabupaten Gunungkidul (spread effect). Kota Wonosari sebagai pusat pertumbuhan pada level kabupaten sudah sesuai fungsinya sebagai pusat pertumbuhan di wilayah Provinsi DIY.
Cultural Tourism in Indonesia: The Relevance of Policy to Accompanying Issues Atika, Firdha Ayu; Pramono, Retno Widodo Dwi
Journal of Local Government Issues Vol. 9 No. 1 (2026): March (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/logos.v9i1.35749

Abstract

Cultural tourism is seen as effective in introducing cultural heritage and as a source of foreign exchange, but it also creates a dualism of meaning that can threaten cultural destruction. For this reason, appropriate policies are needed to optimize opportunities and anticipate threats. This research aims to find principles for optimizing cultural tourism policies related to developing issues, taking Indonesia as a case. The research method is bibliometric analysis and content analysis applied to scientific articles and official documents published by the government related to the development of cultural tourism. The variables observed are trends in the number of tourist destinations, visitors, foreign exchange earnings from the tourism industry, government policies, and emerging issues. The results indicate that cultural tourism development in Indonesia is characterized by a persistent dualism, where economic gains are accompanied by risks of cultural commodification and degradation. The findings show that existing policies demonstrate moderate responsiveness to tourism growth and emerging issues, but remain limited in ensuring equitable benefit distribution, controlling land-use change, and strengthening community empowerment. Furthermore, the study identifies that policy optimization is most effectively achieved through a holistic and collaborative governance approach that enables adaptive responses to the dualism inherent in cultural tourism development.