Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

HUBUNGAN KESIAPAN BELAJAR MANDIRI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI TAHUN 2017 Dewi Lutfianawati; Sri Maria Puji Lestari; Septa Istiana
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.143 KB) | DOI: 10.33024/.v5i4.967

Abstract

Latar belakang: Sistem pembelajaran dengan menggunakan PBL akan memicu munculnya kecemasan. Kecemasan merupakan reaksi kejiwaan yang muncul akibat adanya permasalahan, seperti memandang diri rendah, sulit untuk merasa senang atau pemurung, tidak ada kepercayaan diri, mudah tegang dan gelisah. Faktor pemicu kecemasan salah satunya adalah kurangnya kesiapan belajar mandiri, Pendekatan PBL, diharapkan dapat mendorong mahasiswa mempunyai inisiatif untuk belajar secara mandiri. Kesiapan belajar mandiri merupakan kesiapan atau kesediaan seseorang untuk belajar mandiri, yang terdiri dari komponen sikap, kemampuan dan karakteristik personal. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan kesiapan belajar mandiri dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa tingkat pertama Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Tahun 2017. Metode Penelitian : Jenis penelitian kuantitatif dengan design penelitian analitik dan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, data penelitian diperoleh menggunakan kuesioner SDLR dan kuesioner HARS. Uji statistik yang digunakan yaitu uji Somers’d.  Hasil : Distribusi frekuensi dari 198 responden di dapatkan bahwa tingkat kesiapan belajar mandiri mahasiswa memiliki kategori tinggi 180 responden (90,9%), sedang 13 responden (6,6%), dan rendah 5 responden (2,5%). Tingkat kecemasan mahasiswa didapatkan kategori  tidak ada kecemasan sebanyak 36 responden (18,2%),  tingkat  kecemasan ringan 110 responden (55.6%), tingkat kecemasan sedang 48 responden (24,2%), dan tingkat kecemasan berat sebanyak 4 responden (2,0%). Hasil uji statistic somers’d diperoleh nilai P value sebesar 0.217 (p < 0.05)  Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kesiapan belajar mandiri dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa Kedokteran Malahayati Angkatan 2017 di Universitas Malahayati.
ANALISISKELENGKAPAN PENGISIAN INFORMED CONSENT TINDAKAN BEEDAH DI RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN TAHUN 2018 Mardheni Wulandari; Hernowo Anggoro Wasono; Sri Maria Puji Lestari; Ajeng Nabilah Maitsya
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.892 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v6i2.2296

Abstract

Informed Consent adalah persetujuan yang diberikan pasien atau keluarga atas dasar penjelasan mengenai tindakan medik/operasi yang akan dilakukan terhadap pasien dan informed consent ini harus lengkap. Untuk mengetahui analisis kelengkapan pengisian informed consent tindakan bedah di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Periode Desember tahun 2018. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan descriptive. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lembar informed consent tindakan bedah mayor elektif terencana. Pengambilan data menggunakan daftar tilik. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik univariat. Hasil penelitian dari 100 lembar informed consent, persentase kelengkapan tertinggi ditemukan pada item nama dan TTL/JK sebanyak 56 lembar (56%). Pada komponen laporan penting kelengkapan informasi ditemukan pada item dasar diagnosa sebanyak 95 lembar (95%) dan persetujuan ditemukan pada item nama penerima sebanyak 81 lembar (81%). Pada kelompok Autentifikasi kelengkapan ditemukan pada item TTD penerima sebanyak 100 lembar (100%). Kesimpulan secara keseluruhan lembar informed consent yang memenuhi kelengkapan sebanyak 23%.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA DALAM MENGHADAPI UJIAN CBT PADA MAHASISWA BARU DI FAKULTAS KEDOKTERAN UMUM UNIVERSITAS MALAHAYATI TAHUN 2019 Sri Maria Puji Lestari; Esteria Marhayuni; Octa Reni Setiawati; Muhammad Nizar Nugraha Kamil
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v7i3.2931

Abstract

Kualitas tidur adalah kepuasan seseorang terhadap tidur, sehingga seseorang tidak memperlihatkan perasaan lelah, mudah gelisah, lesu dan apatis, kehitaman di sekitar mata, kelopak mata bengkak, konjungtiva merah, mata perih, perhatian terpecah-pecah, sakit kepala dan sering menguap atau mengantuk. Kecemasan mahasiswa dapat dipengaruhi dari banyak faktor, salah satunya adalah kualitas tidur. Mengetahui hubungan kualitas tidur dengan tingkat kecemasan mahasiswa dalam menghadapi ujian CBT pada mahasiswa baru. Penelitian kuantitatif dengan metode analitik dan desain cross sectional, populasi adalah Mahasiswa baru fakultas kedokteran umum Universitas Malahayati tahun 2019. Dari 106 responden yang diteliti didapatkan distribusi frekuensi kualitas tidur buruk sebanyak 76 orang (71,7%). Distribusi frekuensi kecemasan terlihat bahwa mahasiswa yang tidak ada kecemasan sebanyak 28 orang (26,4%). Ada hubungan kualitas tidur dengan tingkat kecemasan mahasiswa dalam menghadapi ujian CBT pada mahasiswa baru di fakultas kedokteran umum Universitas Malahayati tahun 2019 dengan nilai p-value = 0,033.
HUBUNGAN INTENSITAS BERMAIN GAME ONLINE DENGAN TINGKAT KONSENTRASI BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UMUM UNIVERSITAS MALAHAYATI ANGKATAN 2013 Sri Maria Puji Lestari; Aprian Mantasa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.679 KB) | DOI: 10.33024/.v4i4.1322

Abstract

Latar Belakang: Dewasa ini, permainan game online sudah semakin marak di kalangan mahasiswa. Pada dasarnya, mahasiswa bermain game online hanya sebatas hiburan untuk penghilang penat setelah aktivitas belajar sehari-hari. Namun demikian, bermain game online dengan intensitas yang tinggi dapat menimbulkan kecanduan atau ketergantungan secara terus menerus yang nantinya akan mempengaruhi tingkat konsentrasi belajar mahasiswa tersebut.Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas bermain game online dengan tingkat konsentrasi belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Umum Universitas Malahayati Angkatan 2013.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Analisis bivariat yang digunakan adalah uji Korelasi Gamma.Hasil Penelitian: Dengan jumlah sampel sebanyak 209 responden, terdapat 164 responden (78,5%) bermain game online dengan intensitas sedang, 28 responden (13,4%) bermain game online dengan intensitas rendah dan 17 responden (8,1%) bermain game online dengan intensitas tinggi. Sementara itu, terdapat 163 responden (78,0%) dengan tingkat konsentrasi belajar cukup, 30 responden (14,4%) dengan tingkat konsentrasibelajar baik dan 16 responden (7,7%) dengan tingkat konsentrasi belajar buruk. Melalui hasil analisis bivariat, didapatkan nilai p value sebesar 0,000 (≤0,05) dan nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,872 yang berarti bahwa semakin tinggi intensitas bermain game online mahasiswa maka semakin buruk tingkat konsentrasi belajar mahasiswa tersebut dan sebaliknya.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas bermain game online dengan tingkat konsentrasi belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Umum Universitas Malahayati Angkatan 2013.
Kesiapan Belajar Mandiri Pembelajaran E-Learning pada Masa Covid-19 Mahasiswa Kedokteran Malahayati Angkatan 2017 Sri Maria Puji Lestari; Vira Sandayanti; Naura Shabrina Alfino; Devita Febriani Putri
Jurnal sosial dan sains Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.24 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v1i3.62

Abstract

Self Directed Learning Readiness(SDLR) merupakan kesiapan  personal untuk bisa belajar mandiri Dengan adanya pandemi Mahasiswa menerapkan metode E-learning, Kemampuan individu dalam mengatur,bertangung jawab dalam pembelajaran dengan bantuan teknologi E-learning, kemudahan akses dan komunikasi antara mahasiswa dan dosen didukung Aplikasi pembelajaran dalam bentuk media audio,video maupun Aplikasi belajar seperti google classroom dan yang lainya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kesiapan belajar mandiri pelaksanaan metode E-learning pada masa COVID-19 Mahasiswa Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2017. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis deskriptif. Hasil penelitian : Didapatkan responden penelitian 283 dengan tingkat SDLR dengan metode E-learning terbanyak dengan kategori tinggi berjumlah 272 responden (96,1%) untuk SDLR rendah 11 responden (3,9%) sesuai dengan penelitian sebelumnya bahwa salah satu faktor SDLR adalah kematangan dimana mereka sudah mengetahui tujuan belajar mereka sendiri dapat mengatur diri mereka, memiliki perencanaan dalam pembelajaran penelitian ini juga didapatkan aspek tertinggi dan terendah, pada aspek tertinggi  didominasi oleh kesiapan manajemen diri dimana manajemen diri berkaitan erat dengan manajemen waktu dan untuk aspek terendah didominasi pada keinginan untuk belajar Tingkat kesiapan belajar mandiri dengan metode E-learning masuk dalam kategori tinggi dimana mahasiswa yang memiliki SDLR tinggi memiliki manajemen diri , keinginan untuk belajar serta dapat mengontrol dirinya dan mereka yang memiliki tangung jawab terhadap pembelajaranya, inisitaif terhadap pembelajaranya
Kontrol Diri dengan Perilaku Agresif Siswa SMA Negeri 1 Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah Indah Dwi Cuyunda; Octa Reni Setia; Sri Maria Puji Lestari; Prambudi Rukmono
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i1.234

Abstract

Background: adolescence is a transition from childhood to adulthood, during this time juvenile delinquency is very prevalent as aggressive behavior. One form of aggressive behavior that often occurs among teenagers is brawled between students, basically, delinquency and aggressiveness in adolescents, especially brawl behavior can occur due to the failure of adolescents to control themselves. Purpose: This study agrees to find out the relationship between self-control and aggression in Trimurjo Stage 1 High School Student Central Lampung Regency. Research Method: Quantitative research with analytic design and cross-sectional design and Simple Random Sampling sampling techniques. Data were evaluated with SPSS. The result: 205 samples out of 500 populations, median values 82.00 (moderate), min-max values (52-120) for self-control and median values 79.00 (moderate), min-max values (43-99) for aggressive behavior. The results of the Bivariate Spearman test showed a P-Value of 0.021, and an r-value of - 0.161. Conclusion: There is a significant relationship between self-control and aggressive behavior inTrimurjo1 Lampung Tengah High School students, with low correlation strength and negative correlation direction, namely the higher the self-control, the lower the person's aggressive behavior.
A Kontrol Diri dengan Motivasi Belajar SMA Negeri 1 Shanam Al Dhuha; Octa Reni Setiawati; Sri Maria Puji Lestari; Prambudi Rukmono
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i1.238

Abstract

the ability to guide their own behavior, the ability to suppress or inhibit impulses or impulsive behavior is a sense of self-control. a significant role in the effort to learn the definition of motivation. Because students are not possible without the motivation of learning activities. Learning is a complex process that happens to every person throughout his life. Between the self-control with student achievement there is a significant positive relationship. Thus, self-control is a control behavior that tends to act positively in thinking. Knowing the self-control relationship with the motivation to learn at SMA Negeri 1 Trimurjo Central Lampung. Research quantitative analytic design and cross-sectional design and sampling techniques Simple Random Sampling by questionnaire self-control and motivation to learn. Total sample 205 Of 500 population, self-control with a mean of 82.80 (medium), ± Std.Deviation (13 792), while the motivation to study with a mean of 80.94 (medium), ± Std.Deviation (13,572) for the motivation to learn. The results of the bivariate analysis values ​​obtained Pearson test P Value 0.003, and the value of r 0.209. There is a significant relationship between self-control and motivation to learn at Senior High School 1 Trimurjo Central District Lampung, with the strength and direction of the correlation was positive correlation that the higher the self control, the higher a person's motivation to learn.
Hubungan Kesabaran dengan Tingkat Efikasi Diri pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Tahap Sarjana Universitas Malahayati Nur Sam Heni Mutiara; Sri Maria Puji Lestari; Supriyati Supriyati; Asri Mutiara Putri
Guidance : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 20 No 02 (2023): Guidance: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/guidance.v20i02.2590

Abstract

Self-efficacy according to Bandura is an individual's belief in the ability of an individual to organize and take the necessary actions to achieve certain results. Mukti and Tentama suggest that there are two factors that influence self-efficacy, namely internal factors and external factors. One component of the internal factor is patience. To determine the relationship between patience and the level of self-efficacy in undergraduate students of the Faculty of Medicine, Malahayati University. This type of research is an observational quantitative analytic study with a cross-sectional research design, the measuring instrument used is a questionnaire on the patience scale and self-efficacy level scale and uses a stratified random sampling technique. Spearman test statistical data using the SPSS program. Based on the research results, there were 228 students with the highest level of patience in the high category, totaling 129 students (56.6%), then for the highest level of self-efficacy in the high category, amounting to 140 students (61.4%). Statistical analysis using the Spearman test showed a p = value of 0.000 with a correlation test of 0.357. There is a significant relationship between patience and the level of self-efficacy in undergraduate students of the Faculty of Medicine, Malahayati University. Patience affects the level of self-efficacy by 15.4%.