Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

UJI KETAHANAN PADI LOKAL POTENSIAL ASAL BARAT-SELATAN ACEH TERHADAP PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI Wira Hadianto; Nana Ariska; Zainal Abidin
Jurnal Agrotek Lestari Vol 5, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.441 KB) | DOI: 10.35308/jal.v5i2.2232

Abstract

Aceh Province has many local varieties that are still cultivated by farmers, especially in the South-West Region of Aceh, the local rice needs to be identified and used as a source of genes in the assembly of new improved varieties to support food security and sustainable agriculture. Bacterial leaf blight (HDB) is one of the limiting factors in rice production. HDB disease is caused by Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo), which can reduce rice yield by 30-40%. However, the potential of these varieties as sources of resistance genes against HDB has not been evaluated. This study aims to determine and obtain the potential genotypes of local rice in the West-South Region of Aceh that are resistant to Bacterial Leaves Disease. The research was carried out at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Teuku Umar University, Meulaboh, West Aceh from January to completion. The research was carried out starting from the treatment and seeding, preparation of planting media, planting, observation variables: Plant height and number of tillers per age 60 HST, incubation period and length of the observed lesio: 21 HSI: Test results of potential local rice resistance in the West- South Aceh obtained 9 genotypes that are resistant to bacterial leaf blight. The genotypes are used as genetic sources for assembling new high yielding varieties Keywords : Bacterial, Bacterial leaf blight, rice of local varieties,  
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BERBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN STEK MAWAR (Rosa damascene Mill) Yuliatul Muslimah; Nana Ariska; Muhammad Afrillah; Amda Resdiar; Herman Kurnia
Jurnal Agrotek Lestari Vol 7, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v7i1.3264

Abstract

ABSTRAK Mawar merupakan salah satu jenis tanaman hias yang keberadaannya sering dimanfaatkan. Bukan hanya dimanfaatkan sebagai tanaman bunga, akan tetapi mawar juga sering digunakan sebagai tanaman hias ditanam dipot, dijadikan bunga tabur, parfum, kosmetik dan obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan stek mawar terhadap pemberian berbagai zat pengatur tumbuh alami dan lama perendaman serta nyata tidaknya kedua faktor tersebut. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 4 ulangan yaitu (1) pemberian Zpt (Z) dengan 4 taraf;  Z0: kontrol, Z1: bawang merah (100%), Z2: air kelapa (100%), Z3: tauge (100%). (2) Lama perendaman (M) dengan 3 taraf; M0: 0 jam, M1: 5 jam, M2: 10 jam. Parameter pengamatan adalah jumlah tunas, panjang tunas dan diameter jumlah daun umur 20, 30 dan 40 HST, jumlah akar ,panjang akar dan diameter persentase tumbuh. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian zat pengatur tumbuh alami berpengaruh nyata terhadap panjang akar dan persentase tumbuh umur 40 HST. Berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah tunas 20, 30 dan 40 HST, panjang tunaas 20, 30 dan 40 HST, jumlah daun 20, 30 dan 40 HST dan jumlah akar. Lama perendaman tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, jumlah akar, panjang akar dan persentase tumbuh. Terdapat interaksi antara zat pengatur tumbuh alami dan lama perendaman pada jumlah tunas 20, 30 dan 40 HST tanaman stek mawar (Rosa damascene Mill) yang diamati. Kata Kunci : Mawar, Zat Pengatur Tumbuh Alami, Lama Perendaman. ABSTRAC Rose is one type of ornamental plant whose existence is often used. Not only used as a flower plant, but roses are also often used as an ornamental plant planted in pots, used as sow flowers, perfume, cosmetics and medicines. This study aims to determine the effect of the growth of rose cuttings on the provision of various natural growth regulators and the duration of immersion and the significance of these two factors. The experimental design used in this study was a factorial randomized block design (RBD) consisting of 2 factors and 4 replications, namely (1) giving Zpt (Z) with 4 levels; Z0: control, Z1: shallots (100%), Z2: coconut water (100%), Z3: bean sprouts (100%). (2) duration of immersion (M) with 3 levels; M0: 0 hours, M1: 5 hours, M2: 10 hours. Observation parameters were the number of shoots, length of shoots and diameter of the number of leaves aged 20, 30 and 40 DAS, number of roots, root length and percentage of growth diameter. The results showed that the provision of natural growth regulators had a significant effect on root length and growth percentage at 40 DAS. It had no significant effect on the number of shoots 20, 30 and 40 DAS, the length of tunaas 20, 30 and 40 DAS, the number of leaves 20, 30 and 40 DAS and the number of roots. The duration of immersion did not significantly affect the number of shoots, length of shoots, number of leaves, number of roots, length of roots and percentage of growth. There was an interaction between natural growth regulators and the duration of soaking in the number of shoots 20, 30 and 40 DAS for the observed rose cuttings (Rosa damascene Mill). Keywords: Rose, Natural Growth Regulatory Substance, Soaking Time.
PENGARUH VARIETAS UNGGUL DAN SISTEM OLAH TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L) Wira Hadianto; Aboe B. Saidi; Nana Ariska; Chairudin Chairudin; Adwin Adwin
Jurnal Agrotek Lestari Vol 6, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v6i2.3181

Abstract

Tanaman padi merupakan tanaman pangan penting yang telah menjadi makanan pokoklebih dari setengah penduduk dunia. Di Indonesia, padi merupakan komoditas utama dalammenyokong pangan masyarakat. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk yangbesar menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan penduduk. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui beda nyata dan tidak nya terhadap beberapa varietas dan sistemolah tanah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penelitian dilaksanakan pada 26Mei 2019 sampai 2 November 2019 di lahan sawah, Kecamatan Pante Ceureumen GampongKeutambang. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari Persiapan lahan, perendaman,perkecambahan, persemaian, penanaman, pemupukan dasar, pemeliharaan dan panen.Variabel pengamatan : Tinggi Tanaman dan Jumlah Anakan Perumpun umur 30, 45 dan 60HST, Jumlah Anakan Produktif, Panjang Malai, Jumlah Biji Permalai. Hasil penelitianmenunjukan varietas terbaik dijumpai Mekongga dan Inpari 30. Sistem olah tanah terbaikdijumpai Olah Tanah Maksimum.
Pengaruh Umur Pindah Bibit terhadap Petumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi pada Sistem Hidroponik NFT Tika Wahyuni; Nana Ariska; Dewi Junita; Muhammad Jalil
Jurnal Floratek Vol 17, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sawi merupakan salah satu komoditas tanaman yang banyak mengandung protein, lemak, karbohidrat yang dan vitamin yang bermanfaat untuk tubuh manusia. NFT merupakan sistem budidaya hidroponik yang banyak dimanfaatkan oleh sekelompok petani untuk membudidaya tanaman secara hidroponik. Seiring bertambahnya umur pindah bibit dari masa persemaian maka akan terjadi kompetisi dalam masa pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur pindah bibit pada pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pada sistem hidropoik NFT. Penelitian ini dilakukan di kebun bibit Gampong Padang Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya mulai dari bulan Oktober-Desember 2021. Perlakuan penelitian adalah umur pindah bibit 10, 12, 14, dan 16 HSS dengan 2 kali ulangan. Setiap satuan percobaan terdapat 5 tanaman sehingga terdapat 40 unit satuan perlakuan. Variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai) dan bobot basah (gr) yang dilakuan setiah 7 hari. Panen dilakukan pada umur 34 HSS. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh umur pindah bibit pada 14 HSS di minggu pertama pengamatan memberikan hasil tinggi tanaman yang berbeda nyata dengan umur bibit pada 10 HSS, 12 HSS, dan 16 HSS. Sedangkan pada pengamatan di minggu kedua, ketiga dan keempat. Tinggi tanaman berpengaruh nyata pada umur pindah bibit 10 HSS
TEKNIK PEMELIHARAAN DAN PRODUKSI TANAMAN KOPI ARABIKA (Coffea Arabica) DI KABUPATEN ACEH TENGAH Novita Mawardah; Nana Ariska
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 3 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i3.2202

Abstract

Produksi kopi belum maksimal disebabkan oleh faktor pemeliharaan tanaman terutama dalam hal teknik pemangkasan yang belum tepat. Tulisan ini diharapkan bisa memberikan informasi dan pengalaman lapang teknik pemangkasan tanaman kopi yang perlu dilakukan oleh petani maupun rakyat sehingga mampu meningkatkan produksi kopi arabika secara kuantitas maupun kualitas. Tujuan pemangkasan tanaman kopi adalah mengubah bentuk tajuk tumbuhan kopi, merawat kesetimbangan pabrikasi kopi, meningkatkan mutu dan harga penjualan, juga menyederhanakan teknik pemanenan. Penelitian ini dilaksanakan di lahan perkebunan kopi milik Koperasi Baitul Qiradh Baburrayyan (KBQ Baburrayyan) Aceh Tengah.Tanaman kopi arabika yang diamati dan dipangkas maupun tanpa dipangkas adalah tanaman kopi arabika yang berusia 5 tahun. Rancangan penelitian yang digunakan adalah acak kelompok. Jumlah tanaman sampel setiap ulangan sebanyak 3 tanaman, sehingga jumlah keseluruhan adalah 18 tanaman. Pengamatan dilakukan terhadap jumlah produksi kopi arabika yang dipangkas dan tanpa dipangkas. Hasil pengamatan membuktikan teknik pemangkasan berpengaruh sangat nyata terhadap produksi kopi.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN DOSIS BERBAGAI PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS TANAMAN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor) Devi Afrita Sari; Nana Ariska
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 3 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i3.2224

Abstract

Bayam Amaranthus sp. merupakan tanaman sayuran yang berasal dari Amerika. Jenis bayam yang sering dibudidayakan adalah bayam cabut (Amaranthus tricolor). Penggunaan pupuk organik dan pupuk anorganik dalam budidaya bayam perlu dilakukan guna meningkatkan produktivitas bayam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai jenis pupuk terhadap pertumbuhan tanaman bayam cabut dan untuk mengenalkan petani pada pupuk NPK, pupuk hayati (ecofarming) dan pupuk kandang (kotoran sapi). Penelitian ini dilakukan di Desa Adibaboi, Kecamatan Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan masing-masing faktor terdiri dari 3 taraf perlakuan dengan 3 ulangan sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan, faktor perlakuan yang diuji adalah varietas bayam yang ditarik dan jenis pupuk. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan bobot segar tanaman. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) dan pengujian lebih lanjut menggunakan uji jarak berganda Duncan (DMRT). Uji lanjut DMRT menunjukkan bahwa pengaruh pemupukan NPK pada varietas bayam maestro memberikan hasil tertinggi untuk setiap parameter pengukuran. Pengaruh pupuk kandang dengan varietas maestro memberikan hasil tertinggi kedua pada setiap parameter pengukuran, kemudian pengaruh pupuk ecofarming dengan bayam belang memberikan hasil terendah pada setiap parameter pengukuran.
Pengaruh POC dari Air Cucian Beras dan Arang Sekam Padi terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Windi Cutriani; Amda Resdiar; Nana Ariska; Muhammad Afrillah
Jurnal Agrotek Lestari Vol 8, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v8i2.4906

Abstract

Air cucian beras memiliki senyawa organic yang dapat digunakan sebagai sumber nutrisi, sedangkan arang sekam padi memiliki manfaat penyeimbang pH tanah, memiliki porositas yang tinggi sehingga menjaga kondisi fisik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konsentrasi pupuk organic cair (POC) dari air cucian beras dan arang sekam padi terhadap tanaman sawi (Brassica juncea L.) Rancangan penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial, dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 20 satuan percobaan. Konsentrasi perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah P0 (kontrol 0 ml/polybag air cucian beras dan arang sekam padi), P1 (75 ml/polybag air cucian beras dan arang sekam padi), P2 (100 ml/polybag air cucian beras dan arang sekam padi), P3 (125 ml/polybag air cucian beras dan arang sekam padi), dan P4 (15 ml/polybag air cucian beras dan arang sekam padi). Parameter yang ukur adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2) dan panjang daun (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari berbagai konsentrasi air cucian beras dan arang sekam padi terhadap semua parameter dan setiap umur pengamatan tanaman sawi. Dosis terbaik untuk pengembangan tanaman sawi adalah 150 ml/polybag air cucian beras dan arang sekam padi. Kata kunci : Air cucian beras, arang sekam padi, sawi, pertumbuhan
Efektivitas Dosis Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kangkung Ermansyah Ermansyah; Nana Ariska
Jurnal sosial dan sains Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1422.944 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v2i2.342

Abstract

Latar Belakang : Kangkung merupakan salah satu sayuran yang populer dan di gemari masyarakat indonesia.Tanaman ini dapat ditanam di dataran rendah dan dataran tinggi. Kangkung merupakan jenis tanaman sayuran daun, termasuk kedalam famili Convolvulaceae. Tujuan : Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana efektifitas pemberian pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung Metode : Penelitian ini akan dilaksanakan di desa Babul makmur, kec.simeulue barat. Waktu pelaksanaan Penelitian ini di mulai pada bulan November 2021 sampai dengan selesai. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain : tanah tanam, pupuk organik kotoran sapi, pupuk Urea (Kandungan 46% N), benih Kangkung darat. Sedangkan alat yang digunakan, antara lain : cangkul, cetok, pisau, tree pembenihan, polybag (ukuran media 5 kg), label, alat pengukur penggaris, alat tulis, alat ukur berat (timbangan house dan timbangan elektrik). Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah per tanaman dan berat basah tanaman per polybagpada tanaman Kangkung akibat pemberian pupuk organik kotoran sapi. Kesimpulan : Perlakuan pemberian dosis pupuk kandang 50 ton/Ha menghasilkan pertumbuhan dan hasil maksimum, sedangkan untuk pertumbuhan dan hasil yang optimum (tepat guna danmenguntungkan)  terhadap tanaman Kangkung Darat, ditunjukkan perlakuan pemberiandosis pupuk kotoran sapi 30 ton/Ha.
Pemberian POC Limbah Rumah Tangga Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir.) nana ariska; wahyu aswadi; maulidil fajri
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 1 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i1.3029

Abstract

Penelitian pengaruh pemberian poc limbah rumah tangga terhadap pertumbuhan tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans poir.) dilakukan di Desa Kuta Blang, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan dimulai dari bulan Agustus sampai November 2022. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dengan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah P0 (kontrol/tanpa perlakuan), P1 (30 ml POC.1-1 air), dan P2 (40 ml POC.1-1 air), sehingga diperoleh 9 unit percobaan. Hasil penelitian ini memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 14 HST dengan perlakuan P2 (40 ml POC.1-1 air).Kata kunci : POC limbah rumah tangga, konsentrasi, tanaman kangkung
Penyuluhan Pemanfaatan Pupuk Organik Cair (POC) untuk Peningkatan Produksi Cabai Nana Ariska
ABDI WINA JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 1 No 1 (2021): Abdi Wina Volume 1 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.181 KB) | DOI: 10.58300/abdiwina.v1i1.184

Abstract

Cabai merupakan bumbu yang sangat disukai masyarakat. Pengembangan cabai bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tanaman cabai dalam memenuhi permintaan konsumen yang terus meningkat setiap tahun sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan berkembangnya industri yang membutuhkan bahan baku cabai. Pemanfaatan pupuk organik bagi produk dan lahan pertanian sangat menjadi pertimbangan. Selain biayanya yang sudah pasti lebih sedikit, cara membuatnya mudah dan bisa dilakukan kapan saja, pupuk organik juga tidak menganduk zat kimia yang berbahaya dalam jumlah berlebihan. Tujuan kegiatan pengabdian yaitu sosialisasi dan pelatihan kepada petani dalam edukasi tentang pupuk organik dari air kelapa. Kegiatan ini akan dilakukan dengan metode pelatihan berupa pemaparan materi mengenai POC (pupuk organik cair) air kelapa. Pengabdian masyarakat dilakukan di balai desa cot pluh Kecamatan sama tiga Kabupaten Aceh Barat. Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Desa, , petani cabai, dan Tim Pengabdi, Petani yang hadir berjumlah 20 orang yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. pembuatan POC air kelapa disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat petani cabai desa cot pluh. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan pemahaman teknologi pengolahan POC air kelapa menjadi pupuk organik dapat diserap (dikuasai) oleh para petani cabai