Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengaruh Konsentrasi HCL dan Lama Perendaman Terhadap Pematahan Dormansi Pada Benih Kopi (Coffea sp.) Dewi Junita; Hamidan Hamidan; Mawaddah Putri Arisma Siregar; Nana Ariska; Amda Resdiar
Jurnal Agrotek Lestari Vol 9, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v9i1.8110

Abstract

Research aimed to determine the effect of HCL concentration and soaking time on thebreaking of dormancy in coffee seeds (Coffea sp) and whether or not the interactionbetween the two factors was significant. This research was carried out at the Laboratory and Research Field of the Faculty of Agriculture, Teuku Umar University, Meulaboh, West Aceh from March to April 2020. The materials used in this study were Arabica coffee seeds obtained from Wih Nareh Village, Pegasing District, Central Aceh Regency, a solution hydrochloric acid (HCl), aquades, sandy loam soil. The tools used in this study were 100 ml measuring cup, 40 x 60 cm plastic basket, DJ-A2000 type analytical scale, knife, 1000 ml bottle and camera. The design used in this study was a completely randomized design (CRD) with 4 x 3 factorial pattern with 3 replications. The first factor studied was the concentration of hydrochloric acid (HCL) (K) consisting of 4 levels, namely: K0 = 0% (control), K1 = 1% (1 ml/L water), K2 = 2% (2 ml/L water ) and K3 = 3% (3 ml/L water). The second factor is the immersion time (L) consisting of 3 levels, namely: L1 = 7 hours, L2 = 14 hours and L3 = 21 hours. The parameters studied were growth potential, germination capacity, growth speed, growth synchronously and dormancy intensity. The results showed that the concentration of hydrochloric acid (HCl) had a very significant effect on the germination and growth rate of coffee seeds. However, it did not have a significant effect on growth potential, simultaneous growth, and dormancy intensity. The immersion time did not significantly affect the growth potential, germination rate, growth speed, growth synchronously, and the intensity of dormancy of coffee seeds. There was no interaction between HCL concentration and immersion time on all observed variables..Keywords: Concentration of HCl, Soaking Time, Coffee Seeds 
Pengaruh Lama Penyimpanan Entres dan Lama Penyungkupan Terhadap Keberhasilan Sambung Pucuk Sirsak (Annona muricata) Elizar Elizar; Nana Ariska; Hendri Sahputra
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 2 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i2.3449

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu, melihat interaksi pengaruh lama penyimpanan entres dan lama penyungkupan terhadap keberhasilan sambung pucuk tanaman sirsak. Penelitian ini di telah di lakukan di UPTD BBHTPP Distanbun Aceh Kecamatan Leumbah Seulawah Kabupaten Aceh Besar. di mulai pada Februari sampai dengan Juni 2022. Bahan yang di gunakan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah batang bawah tanaman sirsak, (yang di datangkan dari bireun). entres sirsak (yang di peroleh dari kebun tempat penelitian), paranet, tali raffia, triplet, paku, papan perlakuan dan papan plot. Sedangkan peralatan yang di gunakan dalam penelitian ini meliputi: Cangkul, parang, gembor, hand spayer, ember, alat tulis menulis, kertas karton, pisau, gunting okulasi. Penelitian ini mengunakan rancangan acak kelompok (RAK). Pola faktorial terdiri dari 2 Faktor perlakuan yang pertama faktor Lama  penyimpanan entres dan faktor kedua lama penyungkupan Kombinasi perlakuan terdiri dari   : D0: Kontrol, D1: Lama penyimpanan entres 6 hari, D2: Lama penyimpanan entres 12 hari  sedangkan Faktor Lama Penyungkupan terdiri dari P0: Kontrol, P1: Penyungkupan 7 hari, P2:Penyungkupan 14 Hari. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (Annova). Terhadap perlakuan yang berpengaruh nyata dan sangat nyata akan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5%. Pelaksanaan penelitian meliputi persiapan tempat, persiapan media tanam, persiapan batang bawah, persiapan batang atas, penyambungan, penyungkupan dan pengamatan yang meliputi pengamatan lama tunas melintis, pengamatan panjang tunas dan pengamatan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan Perlakuan lama penyimpanan entres tidak terdapat pengaruh nyata dari setiap pengamatan baik lama tunas malintis, panjang tunas dan jumlah daun. Lama penyungkupan menunjukkan pengaruh nyata terhadap perlakuan P2 yaitu penyungkupan selama 14 hari pada pengamatan panjang tunas dan jumlah daun dari setiap waktu pengamatan 14 HSO, 30 HSO dan 60 HS, tidak terdapat interaksi antara perlakuan lama lama penyimpanan entres dan lama penyungkupan terhadap okulasi tanaman sirsak Kata kunci: Pengaruh, penyimpanan , Penyungkupan, Entres, Sirsak
Pengaruh Panjang Entres terhadap Keberhasilan Sambung Pucuk Alpukat (Persea americana Mill) Desi Ratna Sari; Nana Ariska; Hendri Sahputra
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 2 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i2.3594

Abstract

Beragamnya hasil produksi dan kualitas buah alpukat dapat diperbaiki dengan metode penyambungan. Penyambungan merupakan kegiatan untuk menggabungkan dua atau lebih sifat unggul dalam satu tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh berbagai panjang entres terhadap keberhasilan penyambungan tanaman alpukat. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok dengan lima perlakuan panjang entres, yaitu 3 cm, 6 cm, 9 cm, 12 cm, dan 15 cm. Setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali dan setiap perlakuan terdiri atas lima tanaman; sehingga jumlah totalnya sebanyak 125 tanaman. Pengamatan dilakukan pada perubahan persentase sambung hidup, jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, dan diameter batang atas. Berbagai panjang entres tidak memberikan pengaruh yang nyata pada perubahan persentase sambung hidup, panjang tunas terpanjang, jumlah daun, dan diameter batang  atas tetapi  berpengaruh  nyata  pada  peubah  jumlah  tunas.  Perlakuan P5 cm memberikan hasil tertinggi untuk jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun dan diameter batang atas, sedangkan untuk persentase hidup perlakuan 4 cm, memberikan hasil tertinggi yaitu 100%. Perlakuan P1 cm adalah perlakuan yang memberikan pengaruh yang rendah pada persentase sambung hidup (yaitu 96%), perubahan jumlah tunas, panjang tunas, serta diameter batang atas pada berbagai umur tanaman alpukat.
POC Efektivitas Pemberian POC Walet pada Pertumbuhan dan Produktivitas Mentimun (Cucumis sativus) di Sistem Pertanian Organik: agriculture, botany, soil science, plant growth Nana Ariska; Iwandikasyah Putra; Abdul Latif
Biokatalis : Jurnal Ilmu Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 1 No. 2 (2024): TERBITAN JUNI
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69972/biokatalis.v1i2.123

Abstract

Abstrak Produksi mentimun secara nasional pada tahun 2012 sebanyak 511.485 ton, tahun 2013 sebanyak 491.636 ton, tahun 2014 sebanyak 477.976 ton, tahun 2016 sebanyak 430.218 ton, tahun 2017 sebanyak 424.917 ton, tahun 2018 sebanyak 447.677 ton, tahun 2019 sebanyak 430.201 ton. Salah satu pupuk cair yang digunakan adalah pupuk organik cair walet yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah serta mudah diserap oleh tanaman apabila diberikan melalui daun. POC ini mengandung unsur hara makro, yaitu 0,011 % N; 6,26 mg per 200 ml P; 72,15 mg per 200 ml K, serta mengandung ZPT, yaitu 0,210 g l-1Asam Gibberelin;0,130 g l-1 Asam Indol Asetat; 0,130 g l-1, 0,105 g l-1Kinetin; dan 0,100 g l-1 Zeatin. Penelitian ini di laksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar Meulaboh Aceh Barat, dimulai dari bulan Febuari 2023 sampai dengan bulan April 2023. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non pola faktorial dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pupuk organic cair walet berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman mentimun umur 20 dan, 25 HST, diameter buah umur 25 HST, berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 HST, diameter pangkal batang umur 25 dan 20 HST, diameter pangkal buah, berat buah dan panjang buah. Perlakuan terbaik dijumpai pada kosentrasi 6 ml -1 air (P2). Kata kunci : Mentimun (Cucumis sativus), pupuk organik cair walet, Pertumbuhan Abstract National cucumber production in 2012 was 511,485 tons, in 2013 was 491,636 tons, in 2014 was 477,976 tons, in 2016 was 430,218 tons, in 2017 was 424,917 tons, in 2018 was 447,677 tons, in 2019 was 430,201 tons. One of the liquid fertilizers used is swallow liquid organic fertilizer which can be used to increase soil fertility and is easily absorbed by plants when given through the leaves. This POC contains macro nutrients, namely 0.011% N; 6.26 mg per 200 ml P; 72.15 mg per 200 ml K, and contains ZPT, namely 0.210 g l-1 Gibberellin Acid; 0.130 g l-1 Indole Acetic Acid; 0.130 g l-1, 0.105 g l-1 Kinetin; and 0.100 g l-1 Zeatin. This research was carried out in the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Teuku Umar University, Meulaboh, West Aceh, starting from February 2023 to April 2023. The experimental design used in this study was a non-factorial Randomized Group Design (RAK) with 3 replications. The results showed that swallow liquid organic fertilizer had a significant effect on cucumber plant height at 20 and 25 HST, fruit diameter at 25 HST, had no significant effect on plant height at 15 HST, stem base diameter at 25 and 20 HST, fruit base diameter, fruit weight and fruit length. The best treatment was found at a concentration of 6 ml -1 water (P2). Keywords: Cucumber (Cucumis sativus), swallow liquid organic fertilizer, Growth
Pengaruh Lama Penyimpanan Entres dan Lama Penyungkupan Terhadap Keberhasilan Sambung Pucuk Sirsak (Annona muricata) Elizar, Elizar; Ariska, Nana; Sahputra, Hendri
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 2 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i2.3449

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu, melihat interaksi pengaruh lama penyimpanan entres dan lama penyungkupan terhadap keberhasilan sambung pucuk tanaman sirsak. Penelitian ini di telah di lakukan di UPTD BBHTPP Distanbun Aceh Kecamatan Leumbah Seulawah Kabupaten Aceh Besar. di mulai pada Februari sampai dengan Juni 2022. Bahan yang di gunakan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah batang bawah tanaman sirsak, (yang di datangkan dari bireun). entres sirsak (yang di peroleh dari kebun tempat penelitian), paranet, tali raffia, triplet, paku, papan perlakuan dan papan plot. Sedangkan peralatan yang di gunakan dalam penelitian ini meliputi: Cangkul, parang, gembor, hand spayer, ember, alat tulis menulis, kertas karton, pisau, gunting okulasi. Penelitian ini mengunakan rancangan acak kelompok (RAK). Pola faktorial terdiri dari 2 Faktor perlakuan yang pertama faktor Lama  penyimpanan entres dan faktor kedua lama penyungkupan Kombinasi perlakuan terdiri dari   : D0: Kontrol, D1: Lama penyimpanan entres 6 hari, D2: Lama penyimpanan entres 12 hari  sedangkan Faktor Lama Penyungkupan terdiri dari P0: Kontrol, P1: Penyungkupan 7 hari, P2:Penyungkupan 14 Hari. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (Annova). Terhadap perlakuan yang berpengaruh nyata dan sangat nyata akan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5%. Pelaksanaan penelitian meliputi persiapan tempat, persiapan media tanam, persiapan batang bawah, persiapan batang atas, penyambungan, penyungkupan dan pengamatan yang meliputi pengamatan lama tunas melintis, pengamatan panjang tunas dan pengamatan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan Perlakuan lama penyimpanan entres tidak terdapat pengaruh nyata dari setiap pengamatan baik lama tunas malintis, panjang tunas dan jumlah daun. Lama penyungkupan menunjukkan pengaruh nyata terhadap perlakuan P2 yaitu penyungkupan selama 14 hari pada pengamatan panjang tunas dan jumlah daun dari setiap waktu pengamatan 14 HSO, 30 HSO dan 60 HS, tidak terdapat interaksi antara perlakuan lama lama penyimpanan entres dan lama penyungkupan terhadap okulasi tanaman sirsak Kata kunci: Pengaruh, penyimpanan , Penyungkupan, Entres, Sirsak
Pengaruh Panjang Entres terhadap Keberhasilan Sambung Pucuk Alpukat (Persea americana Mill) Sari, Desi Ratna; Ariska, Nana; Sahputra, Hendri
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 2 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i2.3594

Abstract

Beragamnya hasil produksi dan kualitas buah alpukat dapat diperbaiki dengan metode penyambungan. Penyambungan merupakan kegiatan untuk menggabungkan dua atau lebih sifat unggul dalam satu tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh berbagai panjang entres terhadap keberhasilan penyambungan tanaman alpukat. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok dengan lima perlakuan panjang entres, yaitu 3 cm, 6 cm, 9 cm, 12 cm, dan 15 cm. Setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali dan setiap perlakuan terdiri atas lima tanaman; sehingga jumlah totalnya sebanyak 125 tanaman. Pengamatan dilakukan pada perubahan persentase sambung hidup, jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, dan diameter batang atas. Berbagai panjang entres tidak memberikan pengaruh yang nyata pada perubahan persentase sambung hidup, panjang tunas terpanjang, jumlah daun, dan diameter batang  atas tetapi  berpengaruh  nyata  pada  peubah  jumlah  tunas.  Perlakuan P5 cm memberikan hasil tertinggi untuk jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun dan diameter batang atas, sedangkan untuk persentase hidup perlakuan 4 cm, memberikan hasil tertinggi yaitu 100%. Perlakuan P1 cm adalah perlakuan yang memberikan pengaruh yang rendah pada persentase sambung hidup (yaitu 96%), perubahan jumlah tunas, panjang tunas, serta diameter batang atas pada berbagai umur tanaman alpukat.
Pendampingan Pengolahan Kompos Berbasis Bioaktivator Mikroorganisme Selulolitik Bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Bungoeng Jeumpa Desa Lapang Aceh Barat Dewi Junita; Agustinur Agustinur; Sumeinika Fitria Lizmah; Muhammad Afrillah; Nana Ariska; Chairul Rizal
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 4 No. 2 (2023): May
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v4i2.7262

Abstract

This Service community aims to improve the comprehension and skills of KWT Bungoeng Jeumpa members about the processing organic waste into compost based on cellulolytic microorganism bioactivators regarding the processing of organic waste into bioactivator-based compost to fulfill fertilizer needs in KWT Bungoeng Jeumpa. The methods of this service were counseling and practice, which consisted of the initial stage (preparation, survey, and focus group discussion), the implementation stage (Counseling and practice), and the evaluation at final stage. The target partners for this service activity were KWT, totaling 21 members. The instrument for evaluating this activity used a questionnaire and were analyzed descriptively. The results of this community service activity showed that the understanding and skills of KWT Bungoeng Jeumpa members increased regarding compost processing based on microorganism bioactivators, following the results of the evaluation where the understanding and abilities of KWT Bungoeng Jeumpa members increased by 28.57% and 14.25%.
Pelatihan Pembuatan Kompos Berbasis Limbah Penyulingan Terna Nilam di Kecamatan Teunom Aceh Jaya Chairuddin Chairuddin; Muhammad Afrillah; Amda Resdiar; Nana Ariska; Sumeinika Fitria Lizmah; Dewi Junita; Evi Julianita Harahap
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 4 No. 4 (2023): November
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v4i4.7384

Abstract

This service aims to increase the knowledge and skills of the patchouli farming community in Teunom District in making compost based on patchouli distillation waste. The method of implementing this service used training, which included the stages of counseling, demonstrations, mentoring, and evaluation. Participants participating in this activity were patchouli farmers, totaling 15 people. The evaluation instrument for this activity used a questionnaire and was analyzed descriptively. This dedication showed (1) an increased participant's understanding of compost, and (2) an increased participant's skills in making patchouli waste-based compost.
FINANCIAL FEASIBILITY ANALYSIS OF SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES: A CASE STUDY OF UD. MANGGENG FOOD IN MANGGENG DISTRICT, SOUTHWEST ACEH REGENCY Bagio; Cut Nidawati; Akhmad Baihaqi; Sri Handayani; Qhisthina Atikah; Safrika; Liston Siringo Ringo; Nana Ariska; Alfis Yuhendra
International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS) Vol. 5 No. 6 (2025): December
Publisher : CV. Radja Publika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijebas.v5i6.4976

Abstract

This study analyzes the financial feasibility of the Manggeng Peanut business at UD. Manggeng Food in Southwest Aceh Regency. This agro-industrial MSME plays a strategic role in driving the local economy, but faces challenges from fluctuating raw material prices and supplies that impact cash flow instability. This quantitative descriptive study uses primary and secondary data from production activities in 2024 to evaluate the profitability and feasibility of the business. The analysis results show that this business is profitable with revenue of Rp. 195,437,334. The Revenue Cost (R/C) Ratio of 1.30 indicates business feasibility, where every Rp. 1,000 expenditure generates IDR . 1,300 in revenue. The Break Even Point (BEP) analysis supports these findings, showing that the actual selling volume and price of all product variants far exceed the break-even point, with the highest profit margin in the 1.3 kg package. It is concluded that the Manggeng Peanut business at UD. Manggeng Food is not only financially viable but also has a resilient financial foundation and profitable prospects for further development, despite the volatility of raw materials.