Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengaruh Lama Penyimpanan Entres dan Lama Penyungkupan Terhadap Keberhasilan Sambung Pucuk Sirsak (Annona muricata) Elizar Elizar; Nana Ariska; Hendri Sahputra
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 2 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i2.3449

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu, melihat interaksi pengaruh lama penyimpanan entres dan lama penyungkupan terhadap keberhasilan sambung pucuk tanaman sirsak. Penelitian ini di telah di lakukan di UPTD BBHTPP Distanbun Aceh Kecamatan Leumbah Seulawah Kabupaten Aceh Besar. di mulai pada Februari sampai dengan Juni 2022. Bahan yang di gunakan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah batang bawah tanaman sirsak, (yang di datangkan dari bireun). entres sirsak (yang di peroleh dari kebun tempat penelitian), paranet, tali raffia, triplet, paku, papan perlakuan dan papan plot. Sedangkan peralatan yang di gunakan dalam penelitian ini meliputi: Cangkul, parang, gembor, hand spayer, ember, alat tulis menulis, kertas karton, pisau, gunting okulasi. Penelitian ini mengunakan rancangan acak kelompok (RAK). Pola faktorial terdiri dari 2 Faktor perlakuan yang pertama faktor Lama  penyimpanan entres dan faktor kedua lama penyungkupan Kombinasi perlakuan terdiri dari   : D0: Kontrol, D1: Lama penyimpanan entres 6 hari, D2: Lama penyimpanan entres 12 hari  sedangkan Faktor Lama Penyungkupan terdiri dari P0: Kontrol, P1: Penyungkupan 7 hari, P2:Penyungkupan 14 Hari. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (Annova). Terhadap perlakuan yang berpengaruh nyata dan sangat nyata akan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5%. Pelaksanaan penelitian meliputi persiapan tempat, persiapan media tanam, persiapan batang bawah, persiapan batang atas, penyambungan, penyungkupan dan pengamatan yang meliputi pengamatan lama tunas melintis, pengamatan panjang tunas dan pengamatan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan Perlakuan lama penyimpanan entres tidak terdapat pengaruh nyata dari setiap pengamatan baik lama tunas malintis, panjang tunas dan jumlah daun. Lama penyungkupan menunjukkan pengaruh nyata terhadap perlakuan P2 yaitu penyungkupan selama 14 hari pada pengamatan panjang tunas dan jumlah daun dari setiap waktu pengamatan 14 HSO, 30 HSO dan 60 HS, tidak terdapat interaksi antara perlakuan lama lama penyimpanan entres dan lama penyungkupan terhadap okulasi tanaman sirsak Kata kunci: Pengaruh, penyimpanan , Penyungkupan, Entres, Sirsak
Pengaruh Panjang Entres terhadap Keberhasilan Sambung Pucuk Alpukat (Persea americana Mill) Desi Ratna Sari; Nana Ariska; Hendri Sahputra
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 2 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i2.3594

Abstract

Beragamnya hasil produksi dan kualitas buah alpukat dapat diperbaiki dengan metode penyambungan. Penyambungan merupakan kegiatan untuk menggabungkan dua atau lebih sifat unggul dalam satu tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh berbagai panjang entres terhadap keberhasilan penyambungan tanaman alpukat. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok dengan lima perlakuan panjang entres, yaitu 3 cm, 6 cm, 9 cm, 12 cm, dan 15 cm. Setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali dan setiap perlakuan terdiri atas lima tanaman; sehingga jumlah totalnya sebanyak 125 tanaman. Pengamatan dilakukan pada perubahan persentase sambung hidup, jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, dan diameter batang atas. Berbagai panjang entres tidak memberikan pengaruh yang nyata pada perubahan persentase sambung hidup, panjang tunas terpanjang, jumlah daun, dan diameter batang  atas tetapi  berpengaruh  nyata  pada  peubah  jumlah  tunas.  Perlakuan P5 cm memberikan hasil tertinggi untuk jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun dan diameter batang atas, sedangkan untuk persentase hidup perlakuan 4 cm, memberikan hasil tertinggi yaitu 100%. Perlakuan P1 cm adalah perlakuan yang memberikan pengaruh yang rendah pada persentase sambung hidup (yaitu 96%), perubahan jumlah tunas, panjang tunas, serta diameter batang atas pada berbagai umur tanaman alpukat.
POC Efektivitas Pemberian POC Walet pada Pertumbuhan dan Produktivitas Mentimun (Cucumis sativus) di Sistem Pertanian Organik: agriculture, botany, soil science, plant growth Nana Ariska; Iwandikasyah Putra; Abdul Latif
Biokatalis : Jurnal Ilmu Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 1 No. 2 (2024): TERBITAN JUNI
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69972/biokatalis.v1i2.123

Abstract

Abstrak Produksi mentimun secara nasional pada tahun 2012 sebanyak 511.485 ton, tahun 2013 sebanyak 491.636 ton, tahun 2014 sebanyak 477.976 ton, tahun 2016 sebanyak 430.218 ton, tahun 2017 sebanyak 424.917 ton, tahun 2018 sebanyak 447.677 ton, tahun 2019 sebanyak 430.201 ton. Salah satu pupuk cair yang digunakan adalah pupuk organik cair walet yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah serta mudah diserap oleh tanaman apabila diberikan melalui daun. POC ini mengandung unsur hara makro, yaitu 0,011 % N; 6,26 mg per 200 ml P; 72,15 mg per 200 ml K, serta mengandung ZPT, yaitu 0,210 g l-1Asam Gibberelin;0,130 g l-1 Asam Indol Asetat; 0,130 g l-1, 0,105 g l-1Kinetin; dan 0,100 g l-1 Zeatin. Penelitian ini di laksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar Meulaboh Aceh Barat, dimulai dari bulan Febuari 2023 sampai dengan bulan April 2023. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non pola faktorial dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pupuk organic cair walet berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman mentimun umur 20 dan, 25 HST, diameter buah umur 25 HST, berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 HST, diameter pangkal batang umur 25 dan 20 HST, diameter pangkal buah, berat buah dan panjang buah. Perlakuan terbaik dijumpai pada kosentrasi 6 ml -1 air (P2). Kata kunci : Mentimun (Cucumis sativus), pupuk organik cair walet, Pertumbuhan Abstract National cucumber production in 2012 was 511,485 tons, in 2013 was 491,636 tons, in 2014 was 477,976 tons, in 2016 was 430,218 tons, in 2017 was 424,917 tons, in 2018 was 447,677 tons, in 2019 was 430,201 tons. One of the liquid fertilizers used is swallow liquid organic fertilizer which can be used to increase soil fertility and is easily absorbed by plants when given through the leaves. This POC contains macro nutrients, namely 0.011% N; 6.26 mg per 200 ml P; 72.15 mg per 200 ml K, and contains ZPT, namely 0.210 g l-1 Gibberellin Acid; 0.130 g l-1 Indole Acetic Acid; 0.130 g l-1, 0.105 g l-1 Kinetin; and 0.100 g l-1 Zeatin. This research was carried out in the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Teuku Umar University, Meulaboh, West Aceh, starting from February 2023 to April 2023. The experimental design used in this study was a non-factorial Randomized Group Design (RAK) with 3 replications. The results showed that swallow liquid organic fertilizer had a significant effect on cucumber plant height at 20 and 25 HST, fruit diameter at 25 HST, had no significant effect on plant height at 15 HST, stem base diameter at 25 and 20 HST, fruit base diameter, fruit weight and fruit length. The best treatment was found at a concentration of 6 ml -1 water (P2). Keywords: Cucumber (Cucumis sativus), swallow liquid organic fertilizer, Growth
Pengaruh Lama Penyimpanan Entres dan Lama Penyungkupan Terhadap Keberhasilan Sambung Pucuk Sirsak (Annona muricata) Elizar, Elizar; Ariska, Nana; Sahputra, Hendri
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 2 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i2.3449

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu, melihat interaksi pengaruh lama penyimpanan entres dan lama penyungkupan terhadap keberhasilan sambung pucuk tanaman sirsak. Penelitian ini di telah di lakukan di UPTD BBHTPP Distanbun Aceh Kecamatan Leumbah Seulawah Kabupaten Aceh Besar. di mulai pada Februari sampai dengan Juni 2022. Bahan yang di gunakan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah batang bawah tanaman sirsak, (yang di datangkan dari bireun). entres sirsak (yang di peroleh dari kebun tempat penelitian), paranet, tali raffia, triplet, paku, papan perlakuan dan papan plot. Sedangkan peralatan yang di gunakan dalam penelitian ini meliputi: Cangkul, parang, gembor, hand spayer, ember, alat tulis menulis, kertas karton, pisau, gunting okulasi. Penelitian ini mengunakan rancangan acak kelompok (RAK). Pola faktorial terdiri dari 2 Faktor perlakuan yang pertama faktor Lama  penyimpanan entres dan faktor kedua lama penyungkupan Kombinasi perlakuan terdiri dari   : D0: Kontrol, D1: Lama penyimpanan entres 6 hari, D2: Lama penyimpanan entres 12 hari  sedangkan Faktor Lama Penyungkupan terdiri dari P0: Kontrol, P1: Penyungkupan 7 hari, P2:Penyungkupan 14 Hari. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (Annova). Terhadap perlakuan yang berpengaruh nyata dan sangat nyata akan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5%. Pelaksanaan penelitian meliputi persiapan tempat, persiapan media tanam, persiapan batang bawah, persiapan batang atas, penyambungan, penyungkupan dan pengamatan yang meliputi pengamatan lama tunas melintis, pengamatan panjang tunas dan pengamatan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan Perlakuan lama penyimpanan entres tidak terdapat pengaruh nyata dari setiap pengamatan baik lama tunas malintis, panjang tunas dan jumlah daun. Lama penyungkupan menunjukkan pengaruh nyata terhadap perlakuan P2 yaitu penyungkupan selama 14 hari pada pengamatan panjang tunas dan jumlah daun dari setiap waktu pengamatan 14 HSO, 30 HSO dan 60 HS, tidak terdapat interaksi antara perlakuan lama lama penyimpanan entres dan lama penyungkupan terhadap okulasi tanaman sirsak Kata kunci: Pengaruh, penyimpanan , Penyungkupan, Entres, Sirsak
Pengaruh Panjang Entres terhadap Keberhasilan Sambung Pucuk Alpukat (Persea americana Mill) Sari, Desi Ratna; Ariska, Nana; Sahputra, Hendri
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 2 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i2.3594

Abstract

Beragamnya hasil produksi dan kualitas buah alpukat dapat diperbaiki dengan metode penyambungan. Penyambungan merupakan kegiatan untuk menggabungkan dua atau lebih sifat unggul dalam satu tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh berbagai panjang entres terhadap keberhasilan penyambungan tanaman alpukat. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok dengan lima perlakuan panjang entres, yaitu 3 cm, 6 cm, 9 cm, 12 cm, dan 15 cm. Setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali dan setiap perlakuan terdiri atas lima tanaman; sehingga jumlah totalnya sebanyak 125 tanaman. Pengamatan dilakukan pada perubahan persentase sambung hidup, jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, dan diameter batang atas. Berbagai panjang entres tidak memberikan pengaruh yang nyata pada perubahan persentase sambung hidup, panjang tunas terpanjang, jumlah daun, dan diameter batang  atas tetapi  berpengaruh  nyata  pada  peubah  jumlah  tunas.  Perlakuan P5 cm memberikan hasil tertinggi untuk jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun dan diameter batang atas, sedangkan untuk persentase hidup perlakuan 4 cm, memberikan hasil tertinggi yaitu 100%. Perlakuan P1 cm adalah perlakuan yang memberikan pengaruh yang rendah pada persentase sambung hidup (yaitu 96%), perubahan jumlah tunas, panjang tunas, serta diameter batang atas pada berbagai umur tanaman alpukat.
Pendampingan Pengolahan Kompos Berbasis Bioaktivator Mikroorganisme Selulolitik Bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Bungoeng Jeumpa Desa Lapang Aceh Barat Dewi Junita; Agustinur Agustinur; Sumeinika Fitria Lizmah; Muhammad Afrillah; Nana Ariska; Chairul Rizal
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 4 No. 2 (2023): May
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v4i2.7262

Abstract

This Service community aims to improve the comprehension and skills of KWT Bungoeng Jeumpa members about the processing organic waste into compost based on cellulolytic microorganism bioactivators regarding the processing of organic waste into bioactivator-based compost to fulfill fertilizer needs in KWT Bungoeng Jeumpa. The methods of this service were counseling and practice, which consisted of the initial stage (preparation, survey, and focus group discussion), the implementation stage (Counseling and practice), and the evaluation at final stage. The target partners for this service activity were KWT, totaling 21 members. The instrument for evaluating this activity used a questionnaire and were analyzed descriptively. The results of this community service activity showed that the understanding and skills of KWT Bungoeng Jeumpa members increased regarding compost processing based on microorganism bioactivators, following the results of the evaluation where the understanding and abilities of KWT Bungoeng Jeumpa members increased by 28.57% and 14.25%.
Pelatihan Pembuatan Kompos Berbasis Limbah Penyulingan Terna Nilam di Kecamatan Teunom Aceh Jaya Chairuddin Chairuddin; Muhammad Afrillah; Amda Resdiar; Nana Ariska; Sumeinika Fitria Lizmah; Dewi Junita; Evi Julianita Harahap
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 4 No. 4 (2023): November
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v4i4.7384

Abstract

This service aims to increase the knowledge and skills of the patchouli farming community in Teunom District in making compost based on patchouli distillation waste. The method of implementing this service used training, which included the stages of counseling, demonstrations, mentoring, and evaluation. Participants participating in this activity were patchouli farmers, totaling 15 people. The evaluation instrument for this activity used a questionnaire and was analyzed descriptively. This dedication showed (1) an increased participant's understanding of compost, and (2) an increased participant's skills in making patchouli waste-based compost.
Utilization of Aquaculture Effluent as an Organic Fertilizer to Improve Soil Fertility and Cassava (Manihot esculenta Crantz) Yield Wira Hadianto; Nana Ariska; Taufiq; Maulidil Fajri; Nhyra Kamala Putri; Abdul Latif
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol. 8 No. 2 Mei 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v8i2.5330

Abstract

This study evaluated the potential of aquaculture effluent as a liquid organic fertilizer to enhance soil fertility and cassava (Manihot esculenta Crantz) productivity. Conducted in Blang Berandang Village, West Aceh Regency, the experiment employed a Randomized Complete Block Design (RCBD) with six treatments: a control (0% effluent), inorganic fertilizer, and four effluent concentrations (25%, 50%, 75%, and 100%), each replicated four times. Measured variables included soil chemical properties (pH, organic carbon, total nitrogen, available phosphorus, and exchangeable potassium), plant growth parameters, and tuber yield. Results indicated that the aquaculture effluent was rich in nutrients, containing 35.2 mg L⁻¹ nitrogen, 12.6 mg L⁻¹ P₂O₅, and 22.4 mg L⁻¹ K₂O, with a C/N ratio of 3.6. Effluent application significantly improved soil physicochemical properties, raising soil pH from 5.5 to 6.9 and organic carbon from 1.25% to 2.45%. Furthermore, total nitrogen, available phosphorus, and exchangeable potassium levels increased in proportion to effluent concentration. The 75% effluent treatment yielded the optimal results, producing a plant height of 135.4 cm and a tuber weight of 4.12 kg per plant—a 90% increase compared to the control. These findings demonstrate that aquaculture effluent significantly enhances soil fertility and cassava productivity relative to untreated controls. Consequently, its utilization offers a sustainable, eco-friendly strategy for integrated aquaculture–agriculture systems, contributing to increased crop production while mitigating environmental impacts associated with aquaculture waste.
Optimalisasi Sosialisasi Pertanian Berkelanjutan Sebagai Strategi Ketahanan Pangan dan Peningkatan Ekonomi Lokal di Kecamatan Pante Ceureumen Nana Ariska; Taufiq Taufiq; Amarullah Amarullah; Khori Suci Maifianti; Bagio Bagio
Loka Bhakti : Jurnal Pengabdian Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Vol 1 No 2 (2025): Loka Bhakti (Jurnal Pengabdian Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, memiliki potensi pertanian yang signifikan dengan lahan pertanian yang luas, kondisi agroklimat tropis, dan dukungan sosial berbasis gotong royong. Namun, wilayah ini menghadapi tantangan serius seperti keterbatasan infrastruktur pertanian, degradasi lahan, dominasi praktik pertanian konvensional, dan rendahnya kapasitas sumber daya manusia petani. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan sosialisasi pertanian berkelanjutan sebagai strategi ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian lokal. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan demonstrasi lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani yang signifikan, terutama dalam penggunaan pupuk organik, diversifikasi tanaman, pengelolaan tanah dan air yang efisien, serta berkurangnya ketergantungan pada input kimia. Transformasi perilaku petani tercermin dalam adopsi teknologi tepat guna, penguatan kelembagaan kelompok tani, dan peningkatan kesadaran akan pelestarian sumber daya alam. Evaluasi kegiatan menunjukkan penghematan biaya produksi, peningkatan produktivitas, peningkatan ketahanan pangan, dan kesejahteraan ekonomi lokal. Namun, risiko konversi lahan, keterbatasan pupuk bersubsidi, dan perubahan iklim tetap menjadi ancaman yang memerlukan mitigasi melalui regulasi daerah, penyediaan sarana produksi, dan adaptasi teknologi ramah lingkungan. Kesimpulannya, optimalisasi penjangkauan partisipatif dan kearifan lokal telah terbukti efektif dalam mendorong transisi menuju sistem pertanian berkelanjutan yang inklusif, tangguh, dan kompetitif. Implikasi praktis dari program ini menekankan pentingnya kolaborasi multi-pemangku kepentingan, dukungan kebijakan regional, dan pemanfaatan teknologi digital sebagai strategi untuk memperkuat kapasitas petani dan pembangunan pedesaan berkelanjutan.
Hilirisasi Pemupukan Spesifik Lokasi melalui Komunikasi Partisipatif untuk Peningkatan Produktivitas Hortikultura Simeulue Nana Ariska; Khori Suci Mafianti; Bagio; Putri Mustika Sari
Loka Bhakti : Jurnal Pengabdian Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Vol 2 No 1 (2026): Loka Bhakti (Jurnal Pengabdian Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/lokabhakti.v2i1.41

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya produktivitas hortikultura di Kabupaten Simeulue akibat praktik pemupukan yang belum berbasis kondisi spesifik lahan. Keterbatasan akses terhadap informasi dan teknologi uji tanah menyebabkan petani cenderung menggunakan pupuk secara umum tanpa mempertimbangkan status hara tanah, sehingga berdampak pada inefisiensi biaya dan rendahnya hasil produksi. Kegiatan ini bertujuan untuk menghilirkan teknologi Pemupukan Spesifik Lokasi (PSL) melalui pendekatan komunikasi partisipatif guna meningkatkan kapasitas petani dalam pengelolaan kesuburan tanah. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui penyuluhan partisipatif berbasis Focus Group Discussion (FGD) serta difusi ipteks dalam bentuk penyusunan panduan pemupukan berbasis co-creation. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan petani dengan nilai N-Gain sebesar 0,71 (kategori tinggi), serta tersusunnya panduan pemupukan spesifik lokasi yang adaptif terhadap kondisi lahan dan ketersediaan input lokal. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan partisipatif efektif dalam meningkatkan adopsi inovasi pertanian. Dengan demikian, hilirisasi teknologi berbasis komunikasi partisipatif menjadi strategi penting untuk meningkatkan produktivitas hortikultura secara berkelanjutan di wilayah kepulauan.