Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Berbasis Video Animasi Berbantuan Platform Doratoon Dimyati Dimyati; Abdul Fatah; Ria Sudiana
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 4, No 3 (2023): September 2023
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56704/jirpm.v4i3.20650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran matematika berbasis video animasi berbantuan doratoon yang layak serta dapat membantu  meningkatkan motivasi belajar siswa SMP Kelas VII.  Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu Analyze, Design, Development, Implementation dan Evaluation untuk mengembangkan media pembelajaran. Subjek untuk penelitian ini kelas VII A SMP IT Al-Husein Tigaraksa. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah instrumen non tes (angket kelayakan dan angket motivasi belajar). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif. Hasil penelitian didapatkan bahwa media pembelajaran berbasis video animasi berbantuan doratoon memiliki kelayakan atau kevalidan sebesar 3,21 yang berarti layak dan memiliki pengaruh motivasi belajar dengan nilai N-Gain sebesar 0,4162 yang termasuk kategori sedang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis video animasi berbantuan doratoon dapat menjadi media alternatif pembelajaran dan mampu membantu meningkatkan motivasi belajar siswa
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Matematika Berbasis Web Articulate Storyline untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa SMP Messa Dwi Rahmania; Abdul Fatah; Nurul Anriani
Jurnal Absis: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Absis
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/absis.v5i2.1777

Abstract

The minimal use of learning media and less attractive conventional methods harm students' interest in mathematics. Therefore, researchers developed interactive learning media based on WEB Articulate Storyline to stimulate students' interest in learning mathematics. This study uses the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) developmental research model. Observation, questionnaires, and documentation are the data collection techniques used. Quantitative descriptive analysis is the data analysis technique used. The study results show that the developed learning media is highly valid, as evident from the assessment results by subject matter experts, obtaining an average percentage of 90%, and media experts, obtaining an average percentage of 96.25%. Additionally, the developed media has proven to be very practical, based on the assessment results by teachers, obtaining an average percentage of 91.67%, and student assessments, obtaining an average percentage of 84.95%. Articulate Storyline media has been proven effective in increasing students' interest in learning, as seen from the N-Gain test results obtaining a value of 0.651, which falls into the moderate category. Based on the results of this study, the developed Articulate Storyline learning media is highly appropriate and practical for implementation in mathematics education. It effectively enhances students' interest in learning mathematics.
PENGEMBANGAN E-MODUL INTERAKTIF BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS Rohmatulloh Rohmatulloh; Hepsi Nindiasari; Abdul Fatah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 4 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i4.8172

Abstract

Kemampuan peserta didik yang rendah dalam berpikir kritis dan ketersediaan bahan ajar yang mendorong kemampuan berpikir kritis masih sangat terbatas. Oleh karena itu, tujuan riset ini untuk menghasilkan E-Modul interaktif berbasis Problem Based Learning (PBL) yang valid, praktis dan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik SMP. Pengembangan E-Modul interaktif dilaksanakan menggunakan model pengembangan ADDIE. Adapun Subjek dari riset ini adalah kelas VIII SMPN 25 Kota Serang. Tes kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik, lembar penilaian kepraktisan, dan lembar validasi ahli adalah instrumen riset yang digunakan. Hasil riset menunjukkan bahwa pengembangan E-Modul yang dikembangkan sangat valid dan praktis. Hasil tes kemampuan berpikir kritis matematis menunjukkan bahwa nilai N-gain berada dalam kategori peningkatan sedang pada kelas eksperimen dan kategori rendah pada kelas kontrol. Selanjutnya, melalui independent sample t-test menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol berbeda secara signifikan.  Rata-rata skor kemampuan berpikir kritis matematis pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Dapat disimpulkan bahwa E-Modul interaktif berbasis PBL valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik.The low ability of students in critical thinking and availability of teaching materials that encourage critical thinking skills are very limited. Therefore, the aims of this research is to produce interactive E-Modules based on Problem Based Learning (PBL) that are valid, practical and effective in improving the mathematical critical thinking skills of junior high school students. The development of interactive E-Modules is carried out using the ADDIE development model. The subject of this research is class VIII SMPN 25 Serang City. Tests of students' mathematical critical thinking skills, practicality assessment sheets, and expert validation sheets are the research instruments used. The results showed that the development of the E-Module developed was very valid and practical. The results of the mathematical critical thinking ability test showed that the N-gain value was in the moderate improvement category in the experimental class and the low category in the control class. Furthermore, through independent sample t-test showed an increase in students' mathematical critical thinking skills in experimental classes and control classes significantly different.  The average score of mathematical critical thinking skills in the experimental class was higher than in the control class. It can be concluded that PBL-based interactive E-Modules are valid, practical, and effective to improve students' critical mathematical thinking skills.
PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA ERA MERDEKA BELAJAR : LITERATURE REVIEW Rohmatulloh Rohmatulloh; Novaliyosi Novaliyosi; Hepsi Nindiasari; Abdul Fatah
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2510

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan muatan matematika dan karakteristik pembelajaran matematika pada kurikulum merdeka. Literature review digunakan sebagai metode dalam penelitian ini. Artikel ditelusuri pada artikel dilakukan pada database Google Cendekia, Portal Garuda dan Sintaristekbrin. Berdasarkan hasil penelaahan artikel yang didapat, muatan matematika dalam kurikulum merdeka terdapat dua elemen, yaitu elemen konten dan proses. Selain itu, pelaksanaan pembelajaran matematika pada era merdeka belajar dimulai dengan asesmen diagnostik sebagai dasar pemetaan peserta didik untuk kemudian dilakukan pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi sejalan dengan kurikulum merdeka, mengakomodir peserta didik, luwes dalam penerapan dan berfokus pada pengembangan karakter. Oleh karena itu, pembelajaran berdiferensiasi dapat menjadi rekomendasi bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran matematika pada era merdeka belajar.
PENGARUH PROJECT BASED LEARNING DENGAN TEKNIK FADED-EXAMPLE TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN BEBAN KOGNITIF EKSTRINSIK SISWA Azzahra Shinta Bilqis Nurfata; Abdul Fatah; Etika Khaerunnisa
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 5, No 3 (2024): September 2024
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56704/jirpm.v5i3.24296

Abstract

Pemecahan masalah merupakan kemampuan yang sangat penting dimiliki dalam kegiatan pembelajaran khususnya pembelajaran matematika. Kemampuan pemecahan masalah pun sangat terkait dengan beban kognitif. Salah satu jenis beban kognitif yaitu beban kognitif ekstrinsik. Beban kognitif sangat penting untuk diminimalisir agar siswa dapat memahami konsep dengan baik sehingga dapat menyelesaikan permasalahan dengan baik pula. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan beban kognitif ekstrinsik adalah dengan menggunakan metode project-based learning dengan teknik faded-example. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah project-based learning dengan teknik faded-example berpengaruh terhadap kemampuan pemechan masalah dan beban kognitif ekstrinsik siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan kuasi eksperimen. Desain yang digunakan yaitu no equivalent pretest posttest control group desain. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar tes dan angket. Subjek penelitian yaitu siswa VIII-B sebagai kelas eksperimen dan VIII-E sebagai kelas control di SMPN 1 Karangtanjung. Setelah dilakukan penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh project-based learning dengan teknik faded-example terhadap kemampuan pemechan masalah dan beban kognitif ekstrinsik siswa. Hal tersebut sesuai dengan hasil perhitungan uji-t satu pihak, dimana nilai signifikansi yang didapat untuk data posttest adalah 0,000 dan untuk data angket adalah 0,000 < 0,05.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Deep Learning untuk Pembelajaran Keberagaman Budaya di Sekolah Dasar Eva Yuliawati; Abdul Fatah; Haryono
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 12 No. 2 (2026): June
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v12i2.20260

Abstract

This study aims to develop and examine the effectiveness of deep learning-based instructional tools, consisting of a teaching module and Google Sites-based learning media, in improving elementary school students’ conceptual understanding of cultural diversity. The study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model and was conducted with 34 fourth-grade students at SDN Gerendong 2, Banten, Indonesia. Data were collected through validation sheets, observations, and learning outcome tests and were analyzed using descriptive statistics and paired-sample t-tests. The results showed that the developed instructional tools were highly valid, with Aiken’s V coefficients ranging from 0.88 to 0.94 and validation percentages exceeding 90% across the material, media, and language aspects. The paired-sample t-test results indicated a significant difference between the pretest and posttest scores (p < 0.001), with an average N-gain score of 0.63, which falls into the moderate category, and a very large effect size (Cohen’s d = 4.02). These findings demonstrate that the instructional tools effectively improved students’ conceptual understanding. Furthermore, the results indicate that deep learning-based instructional tools integrated with digital media can enhance meaningful and student-centered learning. This study contributes to the growing body of knowledge on instructional design by providing empirical evidence regarding the effectiveness of combining teaching modules and web-based media. It also offers practical implications for teachers in implementing innovative learning strategies that promote conceptual understanding in elementary education.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Deep Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Proses Kognitif dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar Ully Arta Miladia; Abdul Fatah; Yuvita Oktarisa
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 12 No. 2 (2026): June
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v12i2.20373

Abstract

This study aims to develop deep learning-based instructional materials on the topic of states of matter and their changes, to determine the feasibility of the developed materials, and to examine their effectiveness in improving students’ cognitive process skills. The study employed a modified 4D Research and Development (R&D) model consisting of the define, design, develop, and limited dissemination stages. The participants were 35 fourth-grade students at SDN Serdang 1, Banten Province, Indonesia. The developed products included learning outcomes, learning objective sequences, teaching modules, student worksheets, Canva-based learning media, and assessment instruments. Data were collected through expert validation, student response questionnaires, and pretest–posttest assessments. The data were analyzed using descriptive percentage analysis and normalized gain (N-gain). The results showed that the developed instructional materials were categorized as highly feasible in terms of content, media, and language aspects. Furthermore, the effectiveness test indicated a moderate improvement in students’ cognitive process skills after the implementation of the instructional materials. The highest improvement was observed in applying skills (C3), followed by analyzing (C4) and evaluating (C5). These findings indicate that deep learning-based instructional materials can effectively support meaningful science learning and improve elementary school students’ cognitive process skills. Therefore, the developed instructional materials may serve as an alternative instructional model aligned with the demands of 21st-century education.
Teacher Readiness in Teaching English for Young Learners among Indonesian Preservice Primary Teachers Murti Ayu Wijayanti; Kintan Nurwinanda; Abdul Fatah
Journal of English Language Studies Vol 10, No 1 (2025): Available Online in March 2025
Publisher : English Department - University of Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jels.v10i1.31124

Abstract

Teaching English for Young Learners (TEYL), especially in the context of Indonesia, requires specific capacities of the teachers to manage the students and the learning process. However, challenges may appear due to the complexity of teaching English to young learners. It renders a question whether pre-service teachers have readiness to handle TEYL.   This study involved 125 preservice primary school teachers joining Preservice Teacher Professional Education (PPG bagi Calon Guru) in a public university in Banten Province, Indonesia. This qualitative research employed questionnaire and interview techniques to gather the data. The data of preservice primary teachers’ readiness towards this policy were collected. In addition, the challenges and the participants’ expectations were examined. The results of the research indicate that most of the respondents do not know that English will be mandatory subject in primary school next year and classroom teachers will be required to teach this subject. The result of the study shows that that once they enter the teaching realm, most of them are ready to teach. To get prepared, they learn English and how to teach English for young learners. In terms of the biggest challenges that they might encounter are limited vocabulary and materials and speaking ability. They expected to get English for primary school subject as well as English training. To conclude, the university conducting Preservice Teacher Professional Education (PPG bagi Calon Guru) as well as the government should provide help for the students to set their readiness to teach English.
Hubungan self-efficacy dan kemandirian belajar dengan kemampuan numerasi Siswa SMP dalam implementasi Kurikulum Merdeka Tiara Lutfiatuzahra; Abdul Fatah; Yani Setiani
Asimetris: Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 6 No 1 (2025): Asimetris: Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/asimetris.v6i1.3326

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kualitas pembelajaran terutama dalam hal keterhubungan antara self-efficacy dan kemandirian belajar dengan tingkat kemampuan numerasi siswa. Beberapa komponen yang mempengaruhi kemampuan numerasi siswa berasal dari diri sendiri (internal), yang mencakup elemen psikologis seperti kemandirian dan keyakinan diri sendiri.  Studi ini bertujuan untuk menunjukkan hubungan antara self-efficacy dan kemandirian belajar dengan kemampuan numerasi dalam implementasi kurikulum Merdeka Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Penelitian dilakukan pada 166 siswa kelas VIII di SMPN 19 Kota Tangerang dengan teknik pengambilan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan tes. Data diperoleh melalui ujian dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat korelasi positif yang kuat antara self-efficacy dan kemampuan numerasi siswa SMP dalam implementasi Kurikulum Merdeka; (2) Terdapat korelasi positif yang kuat antara kemandirian belajar dan kemampuan numerasi siswa SMP dalam implementasi Kurikulum Merdeka; dan (3) Terdapat korelasi positif yang kuat self-efficacy dan kemandirian belajar dengan kemampuan numerasi dalam implementasi kurikulum Merdeka, dengan skor korelasi Pearson 0,720 dan 0,697.  Studi ini menunjukkan bahwa kategori self-efficacy dan kemandirian belajar bervariasi antara siswa yang lulus dan tidak lulus tes kemampuan numerasi, di mana siswa yang lulus cenderung memiliki self-efficacy dan kemandirian belajar yang lebih baik.
Studi Deskriptif Profil Mahasiswa Bahasa dan Seni FKIP UNTIRTA Tahun 2025 Abdul Fatah; Robita Ika Annisa; Abi Karoma Batubara; Syifa Fadhilah Hamid; Elinta Budy; Dea Venda Marpaung; Adi Suprayogi; Saadiah Triastuti
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil minat mahasiswa FKIP Untirta tahun 2025 pada tiga program studi, yaitu Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Seni Pertunjukan. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif melalui angket, wawancara, dan studi literatur, dengan melibatkan 313 mahasiswa semester I yang mayoritas merupakan generasi-Z. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berasal dari Provinsi Banten, lulusan SMA negeri, dengan jalur masuk didominasi SNBT. Media sosial, guru, teman, dan orang tua menjadi sumber informasi utama dalam pemilihan prodi. Faktor minat pribadi menjadi alasan terbesar memilih jurusan, disusul prospek karier, rekomendasi lingkungan, akreditasi, dan pertimbangan jarak. Minat karier didominasi profesi guru, sejalan dengan karakteristik program studi. Selain itu, mayoritas mahasiswa menunjukkan kecenderungan positif untuk merekomendasikan program studi kepada orang lain. Temuan ini menjadi dasar bagi penguatan strategi promosi dan kebijakan akademik berbasis kebutuhan mahasiswa.