Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN WASTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASIYAN TAHUN 2024 Widiasari, Hesrul; Umami, Riza; Kiswati, Kiswati
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i3.7049

Abstract

Wasting is a condition when a child's weight decreases, is very low, or even below the normal range based on their height BB/TB (Z score) <-2 SD. The incidence of wasting in Indonesia in 2022 was 10.2%. In East Java it was 7.2% and in Jember Regency it was 12.7% while in Kasiyan Health Center it was 9.4%. (SSGI 2022). The major impact that can be given by children with wasting is a decrease in cognitive abilities. This study aims to describe the factors that influence the incidence of wasting. The research design used descriptive analytic. The study population was 406 mothers/caregivers of wasting toddlers, a sample of 89 respondents and the sampling technique used non-probability sampling with a purposive sampling approach. Data were collected using questionnaires and analyzed using descriptive analysis. The results showed inadequate food intake (49.81%), a history of illness (diarrhea, fever) of (66.5%) and inappropriate nutritional parenting patterns of (72.73%). Conclusion: A history of infectious diseases in toddlers and inappropriate nutritional care are risk factors for wasting. Increasing mothers' knowledge about adequate food intake, infectious diseases, and nutritional care through integrated health posts (Posyandu) and classes for mothers of toddlers. ABSTRAKWasting  adalah  kondisi  ketika  berat  badan  anak  menurun,  sangat  kurang,  atau  bahkan  berada  di  bawah  rentang  normal  berdasarkan  tinggi  badannya  BB/TB  (Z  score) <  -2  SD. Angka kejadian wasting di Indonesia tahun 2022 10,2%. Di Jawa Timur sebesar 7,2% dan di Kabupaten Jember 12,7% sedangkan di Puskesmas Kasiyan sebesar 9,4%.(SSGI 2022). Dampak besar yang dapat di berikan oleh anak dengan wasting adalah penurunan kemampuan kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  faktor  faktor  yang  mempengaruhi kejadian Wasting. Design penelitian menggunakan deskriptif analitik. Populasi penelitian 406 ibu/ pengasuh balita wasting, sample sebanyak 89 responden dan tekhnik sampling menggunakan non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Data di kumpulkan menggunakan kuesioner dan di analisa menggunakan analisa deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan asupan makanan tidak adekuat (49,81%) riwayat penyakit (diare, demam) sebesar (66,5%) dan pola asuh gizi tidak sesuai sebesar (72,73%). Kesimpulan riwayat penyakit infeksi pada balita dan pola asuh gizi yang tidak sesuai merupakan faktor risiko kejadian wasting. meningkatkan pengetahuan ibu mengenai asupan makanan yang adekuat, penyakit infeksi dan pola asuh gizi melalui posyandu dan kelas ibu balita.
Pengaruh Pendidikan Agama Islam dalam Keluarga dan Budaya Religius Terhadap Kedisiplinan Beragama Peserta Didik MTSs Muhammad Haekal Rantau Alai Merangin Riza Umami
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i3.2121

Abstract

Disiplin beragama merupakan pilar penting dalam pembentukan karakter peserta didik, namun keberhasilannya tidak dapat dilepaskan dari peran keluarga dan budaya religius di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan agama Islam dalam keluarga dan budaya religius sekolah terhadap kedisiplinan beragama peserta didik MTs Muhammad Haekal Rantau Alai Merangin. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan regresional, melibatkan 122 responden yang dipilih dari 174 populasi siswa. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan uji korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam dalam keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kedisiplinan beragama sebesar 74,6%, sementara budaya religius sekolah memberikan pengaruh sebesar 84,5%. Secara simultan, keduanya memberikan kontribusi sebesar 87,4% terhadap peningkatan kedisiplinan beragama siswa. Temuan ini mengimplikasikan bahwa sinergi antara pendidikan keluarga dan budaya religius sekolah sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai ketaatan beragama yang konsisten
HUBUNGAN DUKUNGAN KADER DENGAN PENDAMPINGAN K1 DI DESA GARAHAN WILAYAH PUSKESMAS SILO 1 KABUPATEN JEMBER Agustini, Devi Ika; Palupi, Jenie; Umami, Riza
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i4.7172

Abstract

Ante Natal Care (ANC) is the service received by mothers during pregnancy, ANC is important in ensuring that both the mother and the fetus are healthy. The coverage of K1 for pregnant women visiting healthcare providers in Garahan Village, under the Puskesmas Silo 1 work area, is still low at 63%. This is far from the K1 target in Jember Regency, which is 100%. Various efforts have been made by the government to increase K1 coverage. The purpose of the research is to determine the relationship between cadre support and K1 assistance in Garahan Village, Silo 1 Health Center area, Jember Regency. This research is a quantitative study. The research design uses correlation analysis with a cross- sectional approach with a population of 60 respondents. The sampling technique used was probability sampling with simple random sampling, data collection was conducted using a questionnaire, and data analysis was performed using the Chi- square test. The sample consisted of 38 respondents. This study shows that the majority of cadres support and assist pregnant women in performing K1 (94.7%). The p-value analysis is 0.001 < ? 0.05. The contingency coefficient of 0.308 indicates a weak relationship between cadre support and K1 assistance in Garahan Village, Silo 1 Health Center area, Jember Regency. Cadres can provide support and K1 assistance as recipients, providers, and in the composition and structure of social networks. ABSTRAKAnte Natal Care (ANC) adalah pelayanan yang diterima ibu selama kehamilan, ANC penting dalam memastikan bahwa ibu dan janin dalam keadaan sehat. Cakupan K1 ibu hamil periksa kehamilan ke tenaga kesehatan di Desa Garahan wilayah kerja Puskesmas Silo 1, cakupan kunjungan ibu hamil (K1) masih rendah, yaitu 63%, ini terpaut jauh dengan target K1 di Kabupaten Jember yaitu sebesar 100%. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk meningkatkan cakupan K1. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan dukungan kader dengan pendampingan K1 di Desa Garahan wilayah Puskesmas Silo 1 Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Desain penelitian menggunakan analisis korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan populasi 60 responden. Teknik sample menggunakan probability sampling dengan teknik simple random sampling, data penelitian dikumpulkan dengan kuesioner, analisis data menggunakan uji Chi square. Sample yang diambil sejumlah 38 responden. Penelitian ini menunjukkan sebagian besar kader mendukung dan mendampingi ibu hamil melakukan K1 (94.7%). Nilai analisis p-value 0.001< ? 0.05 Koefisien kontingensinya 0.308 mengartikan hubungan lemah antara dukungan kader dengan pendampingan K1 di Desa Garahan Wilayah Puskesmas Silo 1 Kabupaten Jember Kader dapat memberikan dukungan dan pendampingan K1 sebagai recipients, providers, komposisi dan struktur jaringan sosial.
GAMBARAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP PEMAKAIAN KB METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG IUD DAN IMPLANT DI WILAYAH PUSKESMAS SILO 1 Susanah, Susanah; Maryanti, Syiska Atik; Umami, Riza
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i4.7176

Abstract

Long-Term Contraception (LTC) is a highly effective contraceptive, covering a long duration and working for up to 10 years. There are many types of modern contraceptives that can be used either short-term contraceptives (Non MKJP) injections, pills and condoms or using long-term contraceptives (MKJP) IUD, MOW, MOP, and implants. The use of MHJP is strongly influenced by individual factors, because the decision whether or not to use a type of contraception remains at the individual level. Cognitive factors susch as knowledge, attitudes, and discussions with partners about the use of MKJP family planning. The purpose of this study was to determine the description of husband's support for the use of Long-Term Contraceptive Methods IUD and Implant in the Silo 1 Health Center Region. This research used a descriptive analytic survey. With the research sample subjects of KB acceptors of Long-Term Contraceptive Methods IUD and Implant a total of 90 respondents. Sampling using probability sampling with simple randomization. Husband's support for the use of Long- Term Contraceptive Methods of IUD and Implant is mostly supportive, namely a total of 72.7%, while a small portion does not support a total of 27.3%. There is a picture of husband's support for the use of the Long-Term Contraceptive Method IUD and Implant in the Silo 1 Health Center Region. Recommendations from researchers are that it is hoped that health workers, especially midwives, will provide support for the use of contraceptive methods. ABSTRAKKontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan kontrasepsi yang sangat efektif, mencakup durasi yang panjang dan bekerja hingga 10 tahun. Banyak sekali jenis alat kontrasepsi modern yang dapat digunakan baik alat kontrasepsi jangka pendek (Non MKJP) suntik, pil dan kondom ataupun menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang (MKJP) IUD, MOW, MOP, dan implant. Penggunaan MKJP sangat dipengaruhi oleh faktor individu, karena keputusan akan menggunakan atau tidaknya jenis kontrasepsi tetap berada pada level individu. Faktor kognitif seperti pengetahuan, sikap, serta diskusi dengan pasangan tentang penggunaan KB MKJP Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dukungan suami terhadap pemakaian KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang IUD dan Implan di Wilayah Puskesmas Silo 1. Metode penelitian menggunakan survey analitik deskriptif. Dengan subyek sampel penelitian akseptor KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang IUD dan Implan sejumlah 90 responden. Pengambilan sampling menggunakan probability sampling dengan acak sederhana. Dukungan suami terhadap pemakaian KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang IUD dan Implan sebagian besar mendukung yaitu sejumlah 72,7%, sedangkan yang sebagian kecil tidak mendukung sejumlah 27,3%. Kesimpulan:Terdapat gambaran dukungan suami terhadap pemakaian KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang IUD dan Implan di Wilayah Puskesmas Silo 1. Rekomendasi dari peneliti adalah diharapkan pada tenaga kesehatan terutama Bidan untuk memberikan KIE secara berkelanjutan terkait dengan pemilihan kontrasepsi metode jangka panjang, di mana dukungan suami sangat berpengaruh terhadap keputusan ber-KB.
Analisis pohon filogenetik gen matK Ageratum conyzoides di Beberapa Negara Ria Fernanda, Irma; Umami, Riza; Achyar, Afifatul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31136

Abstract

Ageratum conyzoides L. (Asteraceae) adalah herba aromatik yang tersebar di daerah tropis dan subtropis. A. conyzoidestelah memberikan banyak kegunaan etnomedisinal karena telah digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit yang meliputi kusta, gangguan kulit, penyakit tidur, rematik, sakit kepala, dispnea, sakit gigi, pneumonia dan banyak lagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekeraatan spesie Ageratum conyzoides dengan analisis filogenetik berdasarkan sekuen gen matK di berbagai negara. Pengambilan data penelitian menggunakan data sekunder sekuen Ageratum conyzoides dari database GenBank di National Center for Biology Information (NCBI) berupa sekuens nukleotida berupa gene MatK yang diunduh dalam format FASTA. Analisis filogenetik dengan metode Maximum Likelihood. Konstruksi dilakukan dengan perangkat lunak MEGA 11. Hasil analisis filogenetik ditemukan bahwa spesies A. Conyzoides yang berada di Kenya berbeda dengan A. Conyzoides di wilayah Asia. Hal ini dapat disebabkan oleh letak geografis yang luas serta adanya batas wilayah yang menyebabkan spesies tersebut identik dengan daerah masing-masing.
Penerapan Metode Belajar Interaksi Sosial oleh Kader pada Pencapaian ASI Ekslusif 1 Umami, Riza; Restanti, Dian Aby
JIDAN Jurnal Ilmiah Bidan Vol 10 No 1 (2022): Vol 10 No 1 ( Edisi Juli - Desember 2022 )
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jib.v10i1.1864

Abstract

Background: Posyandu is a community-based health effort driven by selected cadres to carry out routine Posyandu activities as reform agents who act as community mobilizers, counseling and monitoring related to the success of achieving exclusive breastfeeding. The success of exclusive breastfeeding includes E1 to E6 status, but in practice, there are obstacles experienced by cadres in carrying out their duties because the level of education is still lacking and they have not received training. Purpose: this study was to examine the application of social interaction learning models by cadres in achievement of exclusive breastfeeding status 1. Method: this study uses a correlational method. Results: the study showed that there were differences in the level of knowledge of Cadres before and after mentoring p-value = 0.010, achievement of E1 Status was 78% (28 people) and the application of social interaction learning models by Cadres was only 33% (24 people) then the data was analyzed using chi square, while the p-value = 0.777. which means that there is no relationship between the application of the social interaction learning model and the attainment of Exclusive ASI status 1. It can be assumed that there are factors that influence a person's knowledge including age, level of education, occupation, interests, and sources of information.
The Relationship of History of Pre Eclampsia (PE) with the Incidence of Pre Eclampsia (PE) in Pregnant Women in the Delivery Room of RSD “S” Jember Umami, Riza
Journal of Midwifery Science: Basic and Applied Research Vol. 7 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Prodi DIII Kebidanan Blora Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jomisbar.v7i1.12943

Abstract

Preeclampsia as one type of pregnancy hypertension that needs to be watched out for, which is a specific hypertensive disease due to pregnancy accompanied by multisystem disorders and arises after 20 weeks of gestation which can cause morbidity and mortality worldwide both in the mother and fetus. Preeclampsia is the most common complication of pregnancy with a total of 14,128 cases (East Java Health Office Profile, 2022). The cause of preeclampsia is unknown, but a history of preeclampsia is one of the risk factors. Pregnant women with a history of preeclampsia contribute 20% of the risk of preeclampsia in subsequent pregnancies. This study aims to determine the relationship between the history of preeclampsia and the risk of preeclampsia in the maternity ward of RSD “S” Jember and analyze the strength of the relationship between the two. The research design used descriptive analytic with retrospective crossectional approach. The study population was 636 maternity mothers, with a total sampling technique of 343 respondents. Data were collected using secondary data and analyzed using the Chi Square test and the Coefficient of Contingency.The results showed that there was a relationship between the history of preeclampsia and the incidence of preeclampsia with ρ-value = 0.000 < α 0.05 and the correlation value of 0.452 with moderate closeness, which means that mothers who have a history of preeclampsia can cause preeclampsia in the next pregnancy.To prevent the incidence of preeclampsia, midwives can provide comprehensive care through the implementation of integrated ANC.Midwives are expected to be able to screen for preeclampsia appropriately, make promotive efforts to mothers and families regarding pregnancy preparation such as paying attention to the optimal age of the mother to become pregnant, set the distance of pregnancy> 2 and set the maximum number of births 4.Keywords:Preeclampsia; History of Preeclampsia 
PENDAMPINGAN PADA REMAJA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA DAN PERSIAPAN PRANIKAH Umami, Riza; Restanty, Dian Aby
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1431

Abstract

Remaja mepunyai peluang mengalami anemia karena berhubungan dengan siklus menstruasi. Anemia dapat terjadi pada saat hamil dan akan mempengaruhi tumbuh kembang janin, berpeluang pula pada proses persalinan bahkan dapat menyebabkan kematian. Permasalahan mitra adalah remaja yang sudah lulus SMU tidak mendapatkan bantuan suplementasi tablet besi. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pendampingan pra nikah dan pencegahan anemia pada remaja di wilayah kerja Puskesmas “M” Kabupaten Jember pada Juni-Agustus 2023. Metode yang digunakan adalah melalui Foccus Group Discussion, pendidikan kesehatan, pemeriksaan kadar Hb serta pemberian vitamin C dan tablet besi. Sasaran kegiatan ini remaja putri dengan usia >18 sampai dengan 24 tahun. Adapun hasil kegiatan adalah terdapat peningkatan tingkat pengetahuan dengan kategori baik adalah 10 orang (25%) saat pre test menjadi 38 orang (95%) saat post test, kejadian anemia sebanyak 8 orang (20%) sebelum intervensi pemberian tablet besi dan setelah intervensi menjadi 2 orang (5%) yang anemia dan untuk pendewasaan usia nikah, remaja menyatakan bahwa akan menikah pada usia >21 tahun, selain itu remaja juga menyatakan bahwa alasan tidak patuh mengkonsumsi tablet besi secara teratur karena setelah konsumsi tablet besi, remaja mengalami mual dan pusing sehingga mengganggu aktifitas harian.
Hubungan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Desa Gunungmalang Kecamatan Sumberjambe Jember aprileonny aziizah, Sekar mutiara; Gumiarti; Riza Umami
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): December : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i4.734

Abstract

Kekurangan energi kronis (KEK) merupakan suatu kondisi saat ibu hamil tidak mendapatkan asupan energi yang mencukupi secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Ibu hamil yang berisiko mengalami KEK jika hasil pengukuran LILA kurang atau sama dengan 23,5 cm. Di Indonesia ibu hamil yang mengalami KEK mencapai 283.833, Di Jawa Timur sebanyak 55.853 orang, di Kabupaten Jember ada di wilayah Puskesmas Sumberjambe sebanyak 194 orang. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Sumberjambe diperoleh data ibu hamil KEK di Desa Gunungmalang pada bulan Januari yaitu sebanyak 53 ibu hamil. KEK pada ibu hamil disebabkan oleh pola nutrisi sehari hari, paritas, ekonomi, pendidikan. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan Kek dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Desain penelitian secara deskriptif analitik dengan dengan pendekatan crosssectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 67 ibu hamil tahun 2024. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling dan didapatkan sampel sebanyak 40 ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dengan uji Chi-Square yang dilanjutkan dengan uji koefisien kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan 62,5% tidak KEK, 37,5% KEK, 70% tidak anemia, 30% anemia. Terdapat hubungan antara KEK dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan hasil uji Chi-Square didapatkan nilai p-value 0,000 <α 0,05. Pada penelitian ini ada Hubungan KEK Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Desa Gunungmalang Kecamatan Sumberjambe, Jember sehingga petugas kesehatan diharapkan dapat melakukan pemantauan gizi, asupan nutrisi dan memonitoring kadar Hb ibu hamil.
UPAYA PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENDAMPINGAN PADA IBU HAMIL KURANG ENERGI KRONIK Umami, Riza; Restanty, Dian Aby
Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan) Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Stunting is dwarfism or short stature characterized by growth failure in children under five years of age (toddlers) due to chronic malnutrition and repeated infections, especially during the first 1,000 days of life (HPK), from the fetus to 23 months of age. A child is classified as stunted if their length or height is below minus two standard deviations of the length or height of children of the same age. The purpose of this activity is to provide assistance to pregnant women with KEK in an effort to prevent stunting using appropriate and sustainable methods. According to SKI in 2023, the prevalence of stunting in Jember is 29.7 percent. In March 2023, the number of stunted toddlers at the Mangli Community Health Center was 18.97% or 294 toddlers, making the Mangli Community Health Center the second highest in terms of stunting cases in Jember Regency. Assistance activities for pregnant women with KEK showed that most respondents were malnourished and had limited understanding of the impact of KEK. After the intervention, there was an increase in knowledge levels (from 30% to 60%), a decrease in anemia (from 53% to 37%), and an increase in the regularity of iron tablet consumption (from 77% to 87%). This support program can be continued with a focus on practical nutrition education, routine monitoring of pregnant women's status, and family involvement in supporting nutritional fulfillment for stunting prevention. Keywords: stunting, pregnant women with chronic energy deficiency