Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

ANALISIS NON REVENUE WATER (NRW) PADA JARINGAN PERPIPAAN PDAM BERSUJUD, BATULICIN Ekawati Laily Ramadhani; Irwandy Muzaidi; Ichwan Setiawan; Ifal Ardhy; Sa'dianoor Sa'dianoor
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v6i1.848

Abstract

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak dalam penyediaan kebutuhan air kepada masyarakat umum. PDAM beroperasi di seluruh wilayah Indonesia satunya di Kecamatan Batulicin yaitu PDAM Bersujud. Seiring meningkatnya jumlah penduduk Kecamatan Batulicin mengakibatkan kebutuhan air bersih yang terus meningkat, sementara sarana air bersih dari PDAM masih terbatas. Salah satu faktor terbatasnya pelayanan distribusi PDAM disebabkan oleh kesulitan yang dihadapi pihak PDAM dalam penyampaian air ke berbagai lokasi berupa tekanan air yang tidak mencukupi untuk memenuhi persyaratan pemasangan jaringan pipa baru dari rumah ke rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kehilangan air yang sebenarnya di PDAM Bersujud, melalui analisis kehilangan air, analisis neraca air, dan analisis indeks kebocoran infrastruktur. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan tingkat kehilangan air (NRW) di PDAM Bersujud selama tahun 2022-2023 adalah sebesar 219.168 m3/tahun, atau setara dengan kehilangan air sebesar 33%. Rincian kehilangan air ini terbagi menjadi kehilangan non-fisik sebesar 18.395,57 m3/tahun, dan kehilangan fisik sebesar 200.772,39 m3/tahun. Penilaian indeks kebocoran infrastruktur (ILI) di PDAM Bersujud didapatkan nilai sebesar 15,74 yang mana termasuk dalam kategori C (lemah) yaitu tingkat kehilangan air cukup tinggi.
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR PADA JALAN PEMATANG GAMBUT KABUPATEN BANJAR Febry Rachman; Irwandy Muzaidi; Muhammad Fitriansyah; Ari Surya Abdi
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v6i2.1038

Abstract

Jalan raya merupakan salah satu prasarana transportasi yang sangat diperlukan di Kalimantan Selatan. Hal ini dikarenakan jalan merupakan penunjang berbagai sektor pembangunan dan merupakan prsarana dalam pembangunan kawasan pemukiman, kawasan industri daerah pertambangan dan pembukaan daerah-daerah terisolir di daerah sepanjang jalan tersebut. Oleh karena itu, sistem transportasi jalan raya merupakan kegiatan penggerak ekonomi yang penting disamping juga menjadi sarana aktifitas penduduk yang melibatkan masalah-masalah ekonomi, sosial dan budaya. Pembangunan jalan dimaksudkan untuk mempermudah hubungan dari suatu daerah ke daerah lain, serta untuk mengembangkan potensi ekonomi yang ada di daerah tersebut.Jalan Pematang panjang Gambut Kabupaten Banjar terdapat permukiman warga yang terdiri dari hunian pribadi dan perumahan. Sehingga pada jalan Pematang Panjang Gambut ini sering dilewati sepeda motor, kendaraan ringan, maupun kendaraan berat. Hal ini tentu saja mengakibatkan kerusakan-kerusakan yang terjadi pada jalan kondisi existing menggunakan perkerasan lentur sering mengalami kondisi jalan bergelombang dikarenakan beban kendaraan yang melewati jalan tersebut, maka sebagai solusinya perlu dilakukan perencanaan tebal perkerasan lentur berdasarkan nilai CBR pada jalan Sungai Tabuk Gambut, Kab. Banjar tersebut. Metode yang digunakan dalam perencanaan mengacu kepada Metode Analisa Komponen SKBI 1987. Hasil dari perhitungan tebal lapis perkerasan lentur dengan umur rencana 20 tahun didapatkan tebal lapis perkerasan lentur yang dibutuhkan pada Perencanaan Ruas Jalan Pematang Panjang Gambut , Kabupaten Banjar berdasarkan Metode Analisa Komponen SKBI 1987 Bina Marga sebesar 42,5 cm
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN KAKU MENGGUNAKAN NILAI CBR PADA JALAN SUNGAI TABUK – GAMBUT KABUPATEN BANJAR Kasyful Ahmad Nazharian; Muhammad Fitriansyah; Irwandy Muzaidi; Elia Anggarini
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v6i2.1039

Abstract

Jalan Sungai Tabuk- Gambut Kabupaten Banjar terdapat permukiman warga yang terdiri dari hunian pribadi dan perumahan. Sehingga pada jalan Sungai Tabuk Gambut ini sering dilewati sepeda motor, kendaraan ringan, maupun kendaraan berat. Hal ini tentu saja mengakibatkan kerusakan-kerusakan yang terjadi pada jalan kondisi existing menggunakan perkerasan lentur sering mengalami kondisi jalan bergelombang dikarenakan beban kendaraan yang melewati jalan tersebut, maka sebagai solusinya perlu dilakukan perencanaan tebal perkerasan kaku berdasarkan nilai CBR pada jalan Sungai Tabuk Gambut, Kab. Banjar tersebut. Metode yang digunakan dalam perencanaan mengacu kepada Manual Desain Perkerasan Jalan Nomor 02/M/BM/2017 Kemeterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Hasil dari perhitungan tebal lapis perkerasan lentur dengan umur rencana 40 tahun didapat susunan tebal lapis perkerasan kaku sebesar 19 cm panjang plat 5,5 m Dowel bars Æ32-30 cm dan Tie bars Æ16mm-122cm
ANALISIS KAPASITAS DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN STRUKTUR PONDASI PADA JEMBATAN DESA BAWAH LAYUNG KECAMATAN KURAU KABUPATEN TANAH LAUT M. Mulyadiansyah; Irwandy Muzaidi; Elia Anggarini; Ekawati Laily Ramadhani
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v7i1.1203

Abstract

Jembatan dibangun bertujuan untuk memudahkan para pejalan kaki atau pengendara kendaraan supaya bisa melintas dengan mudah. Disisi lain, pembangunan jembatan ini akan menimbulkan dampak serta manfaat bagi masyarakat setempat dari segi ekonomi maupun sosial. Dengan meningkatnya jumlah penduduk jembatan lama menjadi kurang memadai, sehingga direncanakan pembangunan kembali Jembatan Desa Bawah Layung dengan menggunakan pondasi tiang pancang (spun pile). Tujuan penelitiaan ini menganalisa serta membandingkan hasil perhitungan daya dukung dan penurunan pondasi. Menganalisa daya dukung dan penurunan tiang pancang menggunakan metode (Meyerhof 1976) dengan data tanah bore hole (bore log) N-SPT.
ANALISIS KAPASITAS DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN STRUKTUR PONDASI PADA JEMBATAN DESA KUNYIT KECAMATAN BAJUIN KABUPATEN TANAH LAUT ferawaty Agustina; Muhammad Fitriansyah; Irwandy Muzaidi
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v7i1.1202

Abstract

Jembatan dibangun bertujuan untuk memudahkan para pejalan kaki atau pengendara kendaraan supaya bisa melintas dengan mudah. Disisi lain, pembangunan jembatan ini akan menimbulkan dampak serta manfaat bagi masyarakat setempat dari segi ekonomi maupun sosial. Dengan meningkatnya jumlah penduduk jembatan lama menjadi kurang memadai, sehingga direncanakan pembangunan Jembatan Desa Kunyit dengan menggunakan pondasi tiang pancang (spun pile). Tujuan penelitiaan ini menganalisa serta membandingkan hasil perhitungan daya dukung dan penurunan pondasi. Menganalisa daya dukung dan penurunan tiang pancang menggunakan metode (Meyerhof 1976) dengan data tanah bore hole (bore log) N-SPT. Perhitungan yang diperoleh dari data bore hole (N-SPT) dengan kedalaman 14,45 m dan diameter 0,4 m menggunakan perhitungan manual dengan metode Meyerhof diperoleh 12 tiang dengan nilai penurunan untuk tiang tunggal sebesar s = 0,017 m dan untuk tiang kelompok sebesar Sg = 0,045 m. Jadi penurunan dapat dikatakan aman dikarenakan S < Sizin (0,12 m).
PENGARUH SERAT BATANG PISANG TERHADAP SIFAT FISIS TANAH LEMPUNG LUNAK Irwandy Muzaidi; Elia Anggarini; Darisna Wardanu; Muhammad Fitriansyah
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v7i2.1439

Abstract

Tanah lempung lunak merupakan jenis tanah dengan karakteristik daya dukung rendah, konsolidasi lambat, dan sifat plastisitas tinggi, yang dapat menimbulkan permasalahan pada konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat batang pisang terhadap sifat fisis tanah lempung lunak, serta menentukan komposisi serat batang pisang yang ideal dalam upaya stabilisasi tanah. Serat batang pisang digunakan sebagai bahan stabilisasi alami dan ramah lingkungan dengan variasi komposisi 1%, 2%, dan 3%, serta dilakukan pemeraman selama 3 dan 7 hari. Pengujian yang dilakukan meliputi kadar air, berat jenis, berat volume, batas-batas Atterberg (batas cair, batas plastis, dan indeks plastisitas), serta analisa saringan. Hasil menunjukkan bahwa penambahan serat batang pisang mampu menurunkan kadar air dan meningkatkan berat jenis serta indeks plastisitas tanah. Komposisi terbaik ditunjukkan oleh campuran tanah dengan serat batang pisang sebesar 1% dan pemeraman selama 3 hari, yang menghasilkan nilai indeks plastisitas tertinggi sebesar 15,73%. Dengan demikian, serat batang pisang berpotensi digunakan sebagai bahan stabilisasi tanah alternatif yang efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan sifat fisis tanah lempung lunak.
PENGARUH CAMPURAN SERBUK KAYU ULIN TERHADAP SIFAT FISIS TANAH LEMPUNG LUNAK KABUPATEN BARITO KUALA Muhammad Fitriansyah; Irwandy Muzaidi; Elia Anggarini; Ananda Rahmad Febryan
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v7i2.1467

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh penambahan serbuk kayu ulin terhadap sifat fisis tanah lempung lunak di Kabupaten Barito Kuala. Tanah lempung lunak yang memiliki plastisitas tinggi dan daya dukung rendah sering menjadi kendala dalam konstruksi. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan stabilisasi menggunakan limbah serbuk kayu ulin dengan variasi campuran 10%, 15%, dan 20% serta masa pemeraman 3 dan 7 hari. Pengujian meliputi kadar air, berat jenis, batas Atterberg, dan analisis saringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serbuk kayu ulin menurunkan kadar air rata-rata dan indeks plastisitas tanah lempung lunak. Nilai batas cair (LL) turun dari 81,09% (tanpa campuran) menjadi 61,50% (campuran 10% peram 7 hari). Batas plastis (PL) juga menurun dari 50,63% menjadi 41,72% pada campuran 20% peram 3 hari, dan indeks plastisitas (IP) turun dari 29,25% menjadi 14,54% pada campuran 20% peram 7 hari. Kesimpulannya, serbuk kayu ulin dapat dimanfaatkan sebagai bahan stabilisasi yang efektif dan ramah lingkungan untuk memperbaiki sifat fisis tanah lempung lunak.
ANALISIS KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN AIR BERSIH PEDESAAN (STUDI KASUS: DESA LOKRAWA) Ekawati Laily Ramadhani; Elia Anggarini; Irwandy Muzaidi; Emma Ruhaidani; Dyah Pradhitya Hardiani; Ichwan Setiawan; Nazwal Aqli
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v7i2.1468

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia untuk keperluan rumah tangga, industri, dan sektor publik. Desa Lokrawa, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala memiliki sumber air dari Sungai Lokrawa, namun distribusinya belum merata sehingga sebagian wilayah belum terlayani. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi ketersediaan air baku, memproyeksikan kebutuhan hingga tahun 2040, serta merumuskan rekomendasi pengelolaan. Data primer diperoleh dari pengukuran debit sesaat sungai menggunakan metode pelampung dan penampang melintang, sedangkan data sekunder meliputi jumlah penduduk dan peta desa. Hasil pengukuran menunjukkan debit sesaat Sungai Lokrawa sebesar 40,41 m³/detik. Proyeksi jumlah penduduk pada tahun 2040 mencapai 1.132 jiwa dengan kebutuhan air domestik 60 liter/orang/hari, ditambah kebutuhan non-domestik (5%) dan kehilangan air (15%), sehingga total kebutuhan diperkirakan 1,941 liter/detik. Nilai ini jauh lebih kecil dibandingkan kapasitas sumber air, menunjukkan potensi pasokan yang sangat mencukupi. Rekomendasi meliputi konservasi daerah imbuhan, edukasi masyarakat tentang perlindungan sumber air, serta pembentukan kembali lembaga pengelola sistem air bersih untuk menjamin kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pelayanan. Dengan pengelolaan tepat, Sungai Lokrawa mampu memenuhi kebutuhan air bersih desa secara berkelanjutan.
ANALISIS TARIF IDEAL BUS TRANS BANJARBAKULA KORIDOR 3 BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK), ABILITY TO PAY (ATP), DAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) Emma Ruhaidani; Irwandy Muzaidi; Dyah Pradhitya Hardiani
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v7i2.1469

Abstract

Kemacetan terjadi di beberapa jalur Kota Banjarmasin karena pertumbuhan transportasi yang cepat. Oleh karena itu, pemerintah menyediakan transportasi umum untuk membenahi hal tersebut. Salah satu jenis transportasi umum di Kota Banjarmasin adalah BTS Bus Trans Banjarbakula. Dalam sistem transportasi, tarif sangat penting. Penelitian ini menentukan tarif ideal BTS Bus Trans Banjarbakula Koridor 3 berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dengan Standar Direktorat Jendral Perhubungan Darat (SK 687/AJ/DRJD/2002), Kemampuan Membayar (ATP), dan Keinginan Membayar (WTP). Metode penelitian ini adalah wawancara dengan pengelola bus dan PT. Astra International Tbk. Isuzu untuk menghitung harga komponen Biaya Operasional Kendaraan (BOK), serta kuesioner untuk mengetahui kemampuan dan keinginan orang untuk membayar penumpang bus. Populasi yang disurvei adalah orang-orang di Kalimantan Selatan, yang berjumlah 100 orang. Tarif BOK adalah Rp13.700, ATP masyarakat umum adalah Rp6.500, ATP pelajar atau mahasiswa adalah Rp4.900, WTP masyarakat umum adalah Rp4.900, dan WTP pelajar atau mahasiswa adalah Rp4.000, sehingga tarif ideal masyarakat umum adalah Rp6.000, dan tarif ideal pelajar atau mahasiswa adalah Rp4.500
PEMBUATAN BATA SEMEN MENGGUNAKAN LIMBAH BATU BARA BOTTOM ASH PLTU ASAM-ASAM SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS Elia Anggarini; Irwandy Muzaidi; Muhammad Fitriansyah; Khusnul Khatimah
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v7i2.1470

Abstract

Bottom ash merupakan limbah dari proses pembakaran batu bara yang termasuk limbah berbahaya bagi lingkungan sehingga memerlukan pengelolaan yang tepat untuk memanfaatkan bottom ash. PLTU Asam-Asam sejauh ini memanfaatkan sebagian bottom ash sebagai lapisan jalan dalam pembuatan akses jalan. Pada penelitian ini bottom ash PLTU Asam-Asam dimanfaatkan sebagai bahan campuran pengganti agregat halus pada bata semen sebagai alternatif lain guna mengurangi limbah. Metode penelitian pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Variabel bebas yang digunakan yaitu variasi persentase bottom ash sebesar 0%, 50%, 70%, dan 100% dari berat pasir. Hasil dari penelitian ini, nilai penyerapan air terendah terjadi pada persentase bottom ash 0% yaitu sebesar 3,961%, sedangkan penyerapan air tertinggi terjadi pada persentase bottom ash 100% yaitu sebesar 14,356%. Hasil pengujian kuat tekan umur 28 hari pada bata semen variasi bottom ash 0% yaitu sebesar 105,33 Kg/cm2, variasi bottom ash 50% yaitu 84 Kg/cm2, variasi bottom ash 70% yaitu 70,67 Kg/cm2, dan variasi bottom ash 100% yaitu 64 Kg/cm2. Bata semen dengan persentase bottom ash 0% termasuk kedalam kategori mutu I (satu), bata semen dengan persentase bottom ash 50% dan 70% termasuk kedalam kategori mutu II (dua), sedangkan bata semen dengan persentase bottom ash 100% termasuk kedalam kategori mutu III (tiga)