Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PERAN KIAI DALAM MEMBANGUN PARTISIPASI PEMILIH Nurhadi Nurhadi; Sunarso Sunarso
Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.947 KB) | DOI: 10.17977/um019v3i2p169-175

Abstract

This article aims to discuss the role of kiai in building voter participation. The method used is a qualitative approach. Data collection using observation, interviews, and observations. Analysis uses an interactive model. The results of the study show that scholars have 3 (three) roles in politics, namely as political political patrons, political elites, and political mediators. Kiai as political patrons become a reference in making political choices. Kiai are active political elites in the management of political parties and mass mobilization. Kiai as political mediators mediate in political conflicts. 
Penerapan Pendidikan Humanis Demokratis di Sekolah Dasar Eksperimental Mangunan Anatoli Kasparov Putuabdullah; Sunarso Sunarso
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v6i2p93-107

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendidikan humanis demokratis di SD Eksperimental Mangunan. Dilatarbelakangi situasi pendidikan saat ini yang cenderung berpusat pada guru, sehingga menjadikan siswa sebagai objek yang pasif. Artikel ini merupakan penelitan studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang dilakukan di Sekolah Dasar Eksperimental Mangunan Yogyakarta pada Juli-Agustus tahun 2021. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data mengunakan teknik triangulasi sumber dan teknik. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif Miles dan Huberman, dengan tahap: (1) mereduksi data yang diperoleh, (2) menyajikan data dengan teks naratif dan gambar, (3) melakukan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan penelitian ini adalah SD Eksperimental Mangunan telah menerapkan pembelajaran humanis demokratis Mangunwijaya, yang ditandai dengan anggapan bahwa setiap anak memiliki tujuh modal dasar yang harus dimekarkan dengan berbagai program, pembelajaran yang memerdekakan anak melalui kegiatan koper (kotak pertanyaan) dan nggiwar (berfikir tidak linier), pembelajaran yang bermakna dengan menjadikan masyarakat sebagai sekolah dan sekolah sebagai masyarakat, model pembelajaran menggunakan project based learning yang  mendorong siswa untuk aktif bereksploratif dan berkreasi guna menemukan pengetahuannya sendiri. This research aims to find out: (1) Y.B. Mangunwijaya’s thoughts on humanistic education, (2) the implementation of humanistic education in Mangunan Experimental Elementary School. This research was a case study research using a qualitative approach. The research was conducted at the Experimental Elementary School of Mangunan Yogyakarta on July-August 2021. The subjects of this research were the Principal of the Mangunan Experimental Elementary School, the head of  Dynamics of Primary Education (Dinamika Edukasi Dasar), and the teachers of Mangunan Experimental Elementary School. The research data were collected using interview and documentation techniques. The data validation used a triangulation technique. The data analysis used Creswell’s qualitative analysis technique that included the following steps: (1) preparing the data for analysis, (2) reading the entire data, (3) starting a detailed analysis, (4) presenting descriptions and themes in qualitative narratives, and (5) interpreting data. The results of this research are the descriptions about some implications of humanistic education at the Mangunan Experimental Elementary School are: a) every child has seven basic assets that must be developed through various programs, b) learning that liberates children are held through suitcase (question box) and nggiwar (non-linear thinking) activities, c) meaningful learning means making the community as the school and the school as the community while the community is also the learning source, d) the learning model used is project-based learning that encourages students to actively explore and be creative in order to find their own knowledge. 
Evaluasi pelaksanaan Peraturan Walikota Yogyakarta No 53 Tahun 2011 tentang Gerakan Segoro Amarto dalam penanggulangan kemiskinan Patma Tuasikal; Sunarso Sunarso
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 5, No 2 (2018): September
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hsjpi.v5i2.9861

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuain Program Gerakan Segoro Amarto (PGSA) dengan kebutuhan masyarakat,mengungkapkan implementasi PGSA berdasarkan dampak sosial ekonomi untuk mengetahui kendala implementasi PGSA di Kota Yogyakarta. Jenis penetian deskriptif kualitatif dengan pendekatan evaluasi program model CIPP. Penentuan subjek teknik purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi. Analisis data interaktif model . Hasil penelitian menunjukan: (1) PGSA dilaksanakan karena kepadatan penduduk masih tinggi, tingkat kemiskinan relatif besar, pergeseran nilai gotong royong, (2) Implementasi PGSA meliputi; sosialisasi, pendataan/pemetaan, penyaluran dana, pengambilan dana, penggunaan dana, monitoring/evaluasi, pelaporan, 3) Dampak sosial ekonomi cukup baik pada hubungan lingkungan sosial budaya, berkembangnya usaha ekonomi, memberantas kemiskinan, peningkatan pendidikan, peningkatan kesehatan, 4) Kendalanya, kurang adanya komunikasi yang baik, sosialisasi program terlalu cepat, bertumpuknya program masyarakat, usulan tanah program sulit terealisasi, kurang adanya pemanfaatan dana, kurang meratanya daya dukung masyarakat.Kata kunci: gerakan segoro amarto, penanggulangan kemiskinan AN EVALUATION OF YOGYAKARTA  MAYOR REGULATION NO.53 OF 2011 CONCERNING THE MOVEMENT OF SEGORO PROGRAM IN POVERTY REDUCTIONAbstractThis study aims to evaluate the suitability SAMP  with the community needs, as well as revealing SAMP implementation based on socio-economic impacts to determine SAMP implementation constraints in the city of Yogyakarta. The study used a model of CIPP program evaluation approach developed. The subjects purposive technique. The data collected using interview, documentation, and observation. analyzed using the interactive model. The results showed: (1) implemented SAMP because the population density is still high, poverty rate is still relatively large, the value of mutual cooperation. (2) The implementation SAMP include; dissemination, data collection / mapping, disbursement of funds, the withdrawal of funds, use of funds, monitoring / evaluation, reporting, (3) socio-economic effects quite well on the relationship socio-cultural environment, development of the economy, eradicate poverty, education health, improving health, (4) the constraints, lack of good communication, socialization program too quickly, the accumulation of the public program, the proposed program of land difficult to be realized, lack of utilization of the funds, uneven community supports.Keywords: segoro amarto movement program, poverty reduction,
Penguasaan civic skills aktivis badan eksekutif mahasiswa (studi di Universitas Negeri Yogyakarta) Yayuk Hidayah; Sunarso Sunarso
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 4, No 2 (2017): September
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.919 KB) | DOI: 10.21831/hsjpi.v4i2.9862

Abstract

Penelitian ini bertujuan mesndeskripsikan peranan, program, hambatan, upaya BEM UNY dalam meningkatkan civic skills aktivisnya. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif. Penentuan subjek dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi, wawancara. Teknik keabsahan data teknik triangulasi. Teknik analisis dengan  reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian (1) peranan BEM UNY dalam meningkatan civic skills adalah Partner kampus, fasilitator, pengabdian, selain itu BEM UNY mengalami dilema terkait kaderisasi dan diversifikasi gerakan. (2) program BEM UNY yang dapat meningkatkan civic skills, forum sekretaris kementerian, lembar pemantauan, sekolah kader bangsa, sosialisasi 100 hari kinerja BEM,  dialog kebangsaan. (3) hambatan internal  upaya meningkatkan civic skills, keterbatasan sumber daya manusia, banyaknya program kerja, keuangan. Hambatan eksternal, hal teknis dan perubahan kondisi sosial politik. (4) Upaya internal mengatasi hambatan peningkatan civic skill, perekrutan kader secara sistematik, mengutamakan program kerja, menjalin kemitraan. Upaya eksternal pengaktifan papan pengumuman, rapat kementerian secara rutin, pembacaan situasi sosial.Kata kunci: civic skills, BEM UNY THE MASTERY OF CIVIC SKILLS OF STUDENT EXECUTIVE BOARD ACTIVISTS (A STUDY IN STATE UNIVERSITY OF YOGYAKARTA),AbstractThis study aims to describe the role, program, obstacles, BEM UNY efforts in improving the skills of civic activists. Using qualitative research approaches. Determining the subject with purposive sampling. Data collection techniques of observation, documentation, interviews. Technique authenticity of data triangulation technique. Mechanical analysis with data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study (1) UNY BEM role in improving the civic skills are Partner campus, facilitator, devotion, besides UNY BEM has a dilemma related to the regeneration and diversification of movement. (2) UNY BEM program to improve civic skills, forum secretary ministry, monitoring sheets, school cadre nation, socialization 100 days performance of BEM, national dialogue. (3) internal barriers efforts to improve civic skills, limited human resources, the number of work programs, finances. External barriers, technical issues and changes in political and social conditions. (4) Efforts to overcome internal barriers to increase civic skills, recruitment of cadres systematically, prioritize work program, a partnership. Efforts to external activation bulletin boards, regular ministerial meetings, reading social situations.Keywords: civic skills, BEM UNY
Keadilan Hak Asasi Manusia dalam Aksi Kamisan di Indonesia Sabit Irfani; Ricky Santoso Muharam; Sunarso Sunarso
Jurnal HAM Vol 13, No 1 (2022): April Edition
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.292 KB) | DOI: 10.30641/ham.2022.13.81-96

Abstract

The study aims to analyze “Thursday’s struggle for action” in seeking justice for human rights. This research is a type of descriptive research with a qualitative approach. Techniques used to collect data uses observations, interviews, and searches of documents and archives. The subject of this study is a “Thursday Action” and determination of the study subject using Purposive. This study shows the struggle of the victims’ families who never get tired, showing their longing related to the clarity provided by the government. Komnas HAM has recommended that there have been human rights violations against various cases of disappearances and acts of violence. There are indications that the perpetrators of human rights violations are not ordinary people. The state’s commitment to resolving cases of human rights violations is a key variable in resolving stalled cases in the Attorney General’s Office.
REVITALISASI PANCASILA MELALUI DUSUN PANCASILA Toba Sastrawan Manik; Samsuri Samsuri; Sunarso Sunarso
Pancasila: Jurnal Keindonesiaan Vol. 1 No. 2 (2021): VOLUME 1 NOMOR 2 OKTOBER 2021
Publisher : Badan Pembinaan Ideologi Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52738/pjk.v1i2.33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pentingnya peran masyarakat dalam revitalisasi Pancasila. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Lokasi penelitian ialah Dusun Pancasila atau Dusun Nogosari, Desa Trirenggo, Bantul. Subjek penelitian ini ialah salah satu tokoh masyarakat di dusun Nogosari. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan diantaranya adalah bahwa masyarakat dalam bentuk komunitas atau lainnya berperan penting dalam revitalisasi Pancasila. Dusun Nogosari menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Keterlibatan dan peran masyarakat dalam revitalisasi Pancasila menjadi alternatif ketika negara belum sepenuhnya berhasil. Masyarakat memiliki peran yang strategis dalam hal upaya revitalisasi Pancasila ketika  dikaitkan dengan nilai, budaya dan kearifan lokal masyarakat setempat. Revitalisasi Pancasila berbasis masyarakat atau komunitas sosial dengan modal sosial yang ada lebih praksis dan implementatif. Revitalisasi Pancasila berbasis desa atau modal sosial perlu untuk dikembangkan dan menjadi contoh daerah lain. Hal ini menjadi terobosan manakala Pancasila saat ini cenderung teoretis dan formalitas.
Pengembangan Kesadaran Digital Melalui Pendidikan Kewarganegaraan Pada Perguruan Tinggi : Sebuah Refleksi Yayuk Hidayah; Sunarso Sunarso
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7264

Abstract

Tujuan artikel ini ialah melaukan kajian secara mendalam mengenai pengembangan kesadaran digital melalui pendidikan kewarganegaraan. Metode yang digunakan adalah lybrary research. Objek penelitian berasal dari buku, Jurnal, laporan penelitian dan dokumen lain yang terkait dengan kesadaran digital, pendidikan kewarganegaraan dan post pandemi. Teknik pengumpulan data adalah dokumentasi yaitu mengidentifikasi wacana dari objek penelitian yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) pendidikan kewarganegaraan berperan dalam memberikan kesadaran digital di era post pandemi. 2) pengembangan kesadaran digital melalui pendidikan kewarganegaraan di era post pandemic tertransformasi dalam gagasan warga negara yang beradab atau civilized society secara digital. 3) kesadaran digital melalui pendidikan kewarganegaraan di era post pandemic terwujud dalam etika digital sebagai hasil dari adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi. Adapun sebagai pendukung dalam pengembangan kesadaran digital melalui pendidikan kewarganegaraan di era post pandemic ialah melalui pembelajaran kolaboratif sebagai solusi dalam penerapan pembelajaran post pandemi yang tetap mengedepankan keterhubungan siswa sebagai makhuk sosial agar tetap dapat bersosialiaso, kejasama , dan membantu antar sesama. Setelah melakukan kajian, peneliti menyimpulkan jika pengembangan kesadaran digital melalui pendidikan kewarganegaraan di era post pandemic ialah sebagai estafet project perwujudan smart and good citizenship post pandemic.
Peningkatan Motivasi Belajar Menggunakan Media Power Point pada Pembelajaran Tematik Muatan IPA Kelas IV SDN TlogorejoPeningkatan Motivasi Belajar Menggunakan Media Power Point pada Pembelajaran Tematik Muatan IPA Kelas IV SDN Tlogorejo Uswatun Khasanah; Sunarso; Tri Lestari Widayati
Educatif Journal of Education Research Vol 5 No 1 (2023): January
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.654 KB) | DOI: 10.36654/educatif.v5i1.156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar IPA menggunakan media power point pada siswa kelas IV SD Negeri Tlogorejo, Bonorowo, Kebumen. Penelitian ini termasuk jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklusnya meliputi tiga tahap, yaitu perencanaan, tindakan dan pengamatan, refleksi. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD Negeri Tlogorejo dengan jumlah 17 siswa. Objek dalam penelitian ini adalah motivasi belajar IPA. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, angket motivasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data untuk angket motivasi dilakukan dengan menghitung persentase rata-rata kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah menggunakan media pembelajaran power point di kelas IV, motivasi belajar IPA siswa mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan adanya peningkatan hasil persentase rata-rata angket motivasi belajar siswa pada pratindakan sebesar 39,85%, pada siklus I menjadi 59,26%, dan meningkat lagi pada siklus II yaitu 73,68%. Hasil observasi siswa juga meningkat dilihat dari persentase rata-rata 56% pada siklus I dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 79%