Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Gaya Bahasa Novel Assalamualaikum Beijing Karya Asma Nadia (Kajian Stilistika) Susan Neni Triani; Eti Sunarsih; Mardian Mardian; Desy Rahmawati
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 4, No 2 (2019): VOLUME 4 NUMBER 2 SEPTEMBER 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.995 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v4i2.1233

Abstract

Dalam penelitian ini menggunakan metode deskripstif analisis. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan stilistika. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata, kalimat, maupun ungkapan-ungkapan yang berhubungan dengan bentuk-bentuk gaya bahasa retoris maupun gaya bahasa kiasan pada novel Assalamualaikum Beijing karya Asma Nadia. Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik pustaka. Alat pengumpul data dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri sebagai instrumen kunci. Teknik pengecekan keabsahan data yang digunakan berupa ketekunan pembacaan, triangulasi data dan kecukupan referensi. Berdasarkan analisis dan pembahasan, ditemukan 47 kutipan gaya bahasa retoris dengan lima belas macam gaya bahasa. Serta, 64 kutipan gaya bahasa kiasan dengan dua belas macam gaya bahasa. Implementasi pembelajaran dilakukan pada sekolah tingkat SMA kelas XI semester satu, pada standar kompetensi: Membaca, memahami berbagai hikayat novel Indonesia/terjemahan. Kompetensi dasar 7.2 menganalisis unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia/terjemahan.
Pemajasan dalam Kumpulan Cerpen Rectoverso Karya Dewi Lestari Laurensius Laurensius; Nurdi Nurdi; Susan Neni Triani
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 2, No 1 (2017): Volume 2 Number 1 March 2017
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.396 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v2i1.234

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan majas yang terdapat dalam kumpulan cerpen Rectoverso Karya Dewi Lestari (2008). Metode yang digunakan adalah metode deskriftif dan bentuk penelitiannya kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan stilistika. Berdasarkan hasil analisis yang terdapat dalam cerpen disimpulkan sebagai berikut: 1) Majas perbandingan yang terdapat dalam kumpulan cerpen Rectoverso yaitu gaya bahasa perumpamaan 35 kutipan, metafora 11 kutipan, personifikasi 12 kutipan, dan antitesis 7 kutipan. 2) Majas pertentangan yang terdapat dalam Rectoverso yaitu gaya bahasa hiperbola terdapat 17 kutipan, gaya bahasa klimaks 11 kutipan, antiklimaks 1 kutipan, dan hipalase 1 kutipan. 3) Majas pertautan yang terdapat dalam Rectoverso yaitu gaya bahasa sinekdoke terdapat 1 kutipan, dan gaya bahasa eufemisme 2 kutipan. 4) Majas perulangan yang terdapat dalam Rectoverso yaitu gaya bahasa tautotes 2 kutipan, anafora 7 kutipan, epistropa 2 kutipan, dan anadiplosis 1 kutipan. Berdasarkan hasil analisis terhadap kumpulan cerpen Rectoverso karya Dewi Lestari, maka dapat disimpulkan: (1) Majas perbandingan yang digunakan Dewi Lestari dalam kumpulan cerpen Rectoverso. (2) Majas pertentangan yang digunakan Dewi Lestari dalam kumpulan cerpen Rectoverso. (3) Majas pertautan yang digunakan Dewi Lestari dalam kumpulan cerpen Rectoverso. (4) Majas perulangan yang digunakan Dewi Lestari dalam kumpulan cerpen Rectoverso. (5) Implementasi dalam bentuk (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, yang akan di gunakan dalam proses pembelajaran.
The Development of Teaching Materials Lecture of Fiction Based Tidayu Culture Integrated Mobile Learning Susan Neni Triani; Eti Sunarsih
AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2019): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 3 Nomor 2, Desember
Publisher : Indonesian Language and Literature Education Study Program and LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.956 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.030207

Abstract

This research based on students by difficulty in understanding analysis prose in lecture study prose fiction. Learning are now more led to the topic on local wisdom. West kalimantan constituting a province that has many tribes. Three large tribe living in west kalimantan, tionghua, dayak, and melayu. This study focused on tidayu folklore. So learning lecture study prose fiction developed into the development of material lecture prose fiction based tidayu culture integrated mobile learning. Problems in this research is how vaidty, practicality and effectivity whether the use of teaching lecture study prose fiction based tidayu culture integrated mobile learning in learning the prose fiction in STKIP singkawang. The research method used in this research is a research and Development (R&D) method of development with ADDIE research approach. The research period was held from March to July 2019 at the STKIP Singkawang. The test subjects in this study were students of the Bahasa dan Sastra Indonesia study Program of semester III as many as 17 students. Results of the study showed that the teaching materials of prose fiction based Tidayu culture integrated mobile learning in the students of Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia program study STKIP Singkawang is valid, practical and effective in application on the learning process. Keywords: development, prose fiction, tidayu culture, mobile learning
Struktur, Fungsi, dan Makna Mantra Dayak Salako di Desa Bagak Sahwa Kecamatan Singkawang Timur Susan Neni Triani; Lili Yanti; Kurniawan Kurniawan
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Number 2 December 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v2i2.1647

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh mantra pada suku Dayak Salako di Desa Bagak Sahwa Kecamatan Singkawang Timur yang pada saat ini tradisi-tradisi yang ada di daerah tersebut sudah jarang dilaksanakan sehingga berdampak  pada mantra-mantra yang jarang lagi diungkapkan pada masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah pendeskripsian Struktur, Fungsi, dan Makna Mantra Dayak Salako di Desa Bagak Sahwa  Kecamatan Singkawang Timur meliputi sebagai berikut. (1) Struktur Mantra; (2) Fungsi Mantra; (3) Makna Mantra. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode deskriptif, bentuk penelitian kualitatif, dan pendekatan struktural. Sumber data dalam penelitian ini bersumber dari masyarakat suku Dayak Salako di Desa Bagak Sahwa kecamatan Singkawang Timur serta informannya berjumlah 2 orang. Data yang diperoleh berjumlah 16 mantra kemudian dianalisis dengan analisis kualitatif. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa (1) Struktur Mantra di Desa Bagak Sahwa Kecamatan Singkawang Timur sebagian mantra tidak memiliki struktur yang utuh (2) Fungsi mantra di Desa Bagak Sahwa Kecamatan Singkawang Timur yaitu (a) sebagai penolak kutukan (balak), (b) penghantar roh ke alam arwah, (c) pembelenggu roh dan jin, (d) penghubung dalam sesaji, dan (e) media komunikasi dengan tuhan.; (3) Makna mantra mantra di Desa Bagak Sahwa Kecamatan Singkawang Timur makna yang menggambarkan isi dan membantu pemahaman terhadap penggunaan maksud ataupun arti dalam setiap baris mantra.; (4) Implementasi mantra mantra di Desa Bagak Sahwa Kecamatan Singkawang Timur, terhadap rencana pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra mantra di Desa Bagak Sahwa Kecamatan Singkawang Timur merupakan bagian utama yang dapat diimplementasikan dalam rencana pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya dapat memahami apa yang ada di dalam karya sastra seperti puisi rakyat (mantra).
DISKRIMINASI ETNIS ROHINGYA DALAM NOVEL DEBU-DEBU RAKHINE KARYA ZHAENAL FANANI Fitri Fitri; Susan Neni Triani; Evilianti Evilianti
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Number 1 July 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v2i1.1298

Abstract

Penelitian ini berjudul “Diskriminasi Etnis Rohingya  dalam Novel Debu-Debu  Rakhine  Karya Zhaenal Fanani.” Berdasarkan uraian tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk perlakuan diskriminasi ras, bentuk perlakuan diskriminasi agama, dan implementasi terhadap pembelajaran Bahasa dan  Sastra  Indonesia dalam novel Debu-Debu Rakhine karya Zhaenal Fanani. Sejalan dengan itu tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah pendeskripsian masalah bentuk perlakuan diskriminasi ras, bentuk perlakuan diskriminasi agama. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data penelitian ini yaitu novel Debu-Debu Rakhine karya Zhaenal Fanani (2013). Data dalam penelitian ini yaitu kata, frasa, dan kalimat atau pernyataan yang tersaji dalam sumber data penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik langsung, yaitu teknik studi dokumentar dengan alat pengumpulan data yaitu peneliti sendiri sebagai instrumen kunci dan kertas pencatat data. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis teks deskriptif. Pengecekan keabsahaan data dilakukan dengan teknik pemeriksaan teman sejawat melalui diskusi dan triangulasi. Berdasarkan hasil analisis terhadap novel Debu-Debu Rakhine karya Zhaenal Fanani. Maka dapat disimpulkan: (1) bentuk diskriminasi yang dialami oleh etnis muslim Rohingya yang terdapat dalam novel Debu-Debu Rakhine karya Zhaenal Fanani, berupa diskriminasi rasisme yang berbentuk perlakuan diskriminasi ras berupa pencabutan hak kewarganegaraan, pemusnahan ras, pembunuhan, tidak ada jaminan kesejahteraan hidup, pencabutan hak-hak politik, serta minimnya akses pendidikan. (2) bentuk perlakuan diskriminasi agama berupa, dilarang melakukan ibadah, beberapa masjid dibakar,  sekolah-sekolah agama yang selalu dicurigai
NILAI SOSIAL DALAM LIRIK LAGU ALBUM MELAYU SAMBAS DAN POP MELAYU SAMBAS KARYA BULYAN MUSTHAFA Asrani Asrani; Nur Aisyah; Susan Neni Triani; Sri Mulyani
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Number 1 July 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v5i1.2904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk pendeskripsian nilai sosial yang berhubungan dengan nilai material, nilai vital, dan nilai kerohanian dalam lirik lagu album Melayu Sambas dan Pop Melayu Sambas karya Bulyan Musthafa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 63 data yang berkenaan dengan nilai material sebanyak 13 data, Nilai vital sebanyak 13 data, nilai kerohanian sebanyak 37 data.
STRUKTUR, FUNGSI DAN MAKNA PADA MANTRA PANTAN MASYARAKAT SELAKAU KABUPATEN SAMBAS Susan Neni Triani
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Number 2 December 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v3i2.2249

Abstract

Penelitian ini untuk medapatkan deskripsi mantra pantan berdasarkan kajian strukturalisme. Asalah yang diangkat didalam pennelitian ini meliputi struktur pembangun mantra, dan pendeskripsian fungsi dalam mantra, dan pendeskripsian makna dalam mantra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil rekaman mantra pantan di desa Twi Mentibar. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, observasi dan perekam. Teknik yang digunakan dalam menganalisis data yakni tahap analisis. Teknik pengecekan keabsahan data yang digunakan meliputi ketekunan, kecukupan referensi dan triangulasi. Hasil peneliitan menyimpulkan bahwa  bahwa mantra pantan pada Masyarakat Selakau Kabupaten Sambas terdiri dari 15 buah mantra pantan yang terdiri dari 1) besisir rambut 2) becermin 3) bebaju 4)bepupor 5) bepantis 6) bebincu 7) asam garam 8) cuci uke 9) cahaye tubuh 10) mandek tubuh 11) binyak rambut 12) turun dari tanggak rumah 13) sirih 14) bejalan 15) duduk. Kesemuanya dari manra pantan ini memiliki struktur pembangun mantra yang terdiri dari unsur judul, unsur pembuka, unsur sugesti, unsur tujuan dan unsur penutup. Fungsi mantra-mantra pantan ini adalah sebagai pemikat bagi lawan jenis. Sedangkan makna yang terkandung dari mantra-mantra pantan masyarakat Selakau ini adalah bentuk usaha agar seseorang terlihat cantik atau tampan (menawan) bagi lawan jenis.
Struktur, Fungsi dan Makna Mantra Antar Ajong Di Desa Medang Kabupaten Sambas Kartini Kartini; Susan Neni Triani; Zulfahita Zulfahita
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Number 1 July 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v3i1.1947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Struktur, Fungsi dan Makna Mantra Antar Ajong di Desa Arung Medang Kabupaten Sambas. Submasalah dalam penelitian ini meliputi, pendeskripsian struktur pembangun mantra, pendeskripsian fungsi mantra, pendeskripsian makna mantra, pendeskripsian hasil penelitian dalam rencana pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah struktur, fungsi da makna mantra antar ajong di desa arung medang kabupaten sambas yang dituturkan oleh masyarakat yang diketahui hal-hal yang berkaitan dengan mantra antar ajong. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah penelitian sebagai instrument kunci. Penelitian dibantu oleh buku catatan dan kamera.Teknik yang digunkan dalam menganalisis data yakni transkripsi, penerjemahan data, identifikasi, klasifikasi, analisis, menyimpulan.Teknik pengecekan keabsahan data yang digunakan meliputi triangulasi, ketekunan/keajegan pengamatan, pemeriksaan teman sejawat. Berdasarkan analisis data dalam pembahasan dapat disimpulkan bahwa mantra AntarAjong terdapat : unsur pembangun struktur mantra,dan memiliki makna keseluruhan dalam sebuah mantra antar ajong . Selanjutnya, penelitian ini dapat diimplementasikan pada kelas VII semester genap, dengan standar kompetensi (SK) 4.10 Mengungkapkan gagasan, perasaan, pesan dalam bentuk puisi rakyat secara lisan dan tulis dengan memperhatikan struktur, rima dan penggunaan bahasa, pada kompetensi dasar (KD) 3.14 Menelaah struktur dan kebahasaan puisi rakyat (pantun, syair, dan bentuk puisi rakyat setempat) yang dibaca dan didengar.
Budidaya Sayur Secara Hidroponik dan Ikan Lele dengan Teknologi BioMaxi untuk Memupuk Jiwa Enterpreneurship Rosmaiyadi Rosmaiyadi; Slamat Fitriyadi; Susan Neni Triani
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2019): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.851 KB) | DOI: 10.21067/jpm.v4i2.3638

Abstract

Developing entrepreneurship for the students should be done starting from of primary and secondary education. The major obstacles experienced by the school in general are not the inclusion of entrepreneurial material in the curriculum contained in the school subjects. Similarly, the partner in this case MTs Al Fatah Singkawang. The constraints that the partners of the community service Program are the limitation of capital (cost), human resources, technology and also the location of land that is narrow enough to implement activities for students. Program activities are conducted with hydroponic vegetable cultivation and catfish cultivation with Bioflok technology which is carried out by 30 students MTs Al Fatah and also involve the practitioners of hydroponic vegetable cultivation and also fish farming practitioners Catfish with Bioflok system. This activity was held from May 2019 until December 2019. Hydroponic vegetable farming and catfish cultivation activities with Bioflok technology started with the preparation of cultivation media until the process of cultivation. Results show that students can already practice vegetable cultivation in hydroponics and fish farming with BIOMAXI technology and this activity plays a major role in cultivating the entrepreneurship of students.
Lesson Study as an Effort to Improve the Quality of Learning In Freedom to Learn Dina Anika Marhayani; Zulfahita Zulfahita; Andi Mursidi; Abdul Basith; Mariyam Mariyam; Eti Sunarsih; Sumarli Sumarli; Susan Neni Triani; Buyung Buyung; Nindy Citroresmi; Emi Sulistri; Mertika Mertika; Sri Mulyani; Fitri Fitri; Dewi Mariana; Rini Setyowati
International Journal of Public Devotion Vol 5, No 2 (2022): August - December 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v5i2.3487

Abstract

The partners of this service activity are teachers throughout West Kalimantan with partner problems, namely a decrease in the quality of learning in Merdeka Learning. Quality learning cannot be separated from the ability of teachers as planners, implementers, facilitators, and evaluators. One of the efforts that can be done to improve the quality of learning is to carry out lesson study. The purpose of this Community Service activity is the formation of a learning community that consistently makes self-improvement in the learning process to reduce the decline in learning outcomes in Merdeka Learning. The method of implementing this  activity is mentoring lesson study to teachers throughout West Kalimantan. The implementation follows the method of implementing lesson study, namely planning, implementation, and evaluation. Regarding the usefulness of the activity to the 300 participants, data obtained from 300 people felt that this activity was very useful or equivalent to 100% of the number of participants. This shows that the activity of "Lesson Study as an Effort to Improve the Quality of Learning in Independent Learning" has provided positive benefits for participants and its benefits have been felt. The supporting factor for this activity is the enthusiasm of teachers who take part in the service program activities carried out. The inhibiting factor of service activities is the limited time for carrying out activities