Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penyuluhan Kesehatan Upaya Memutus Mata Rantai Penularan Covid 19 Di Masyarakat Daerah Pesisir Kalipecabean Sidoarjo Hidayatus Syadiyah; Dhian Satya Rachmawati; Dini Mei Widayanti; Yoga Kertapati; Ayu Citra Mayasari; Ari Susanti; Nur Chabibah; Dewinta Hayundati; Rossa Kurnia Ethasari
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i1.190

Abstract

Badan Kesehatan Dunia/World Health Organization (WHO) menyebutkan adanya kasus kluster pneumonia dengan etiologi yang tidak jelas di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China pada tahun 2019. Kasus ini terus berkembang hingga akhirnya diketahui bahwa penyebab kluster pneumonia ini adalah novel coronavirus hingga adanya laporan kematian yang penyebarannya termasuk cepat dan luas di seluruh dunia. Stikes Hang Tuah berupaya melaksanakan pendidikan kesehatan sesuai kebutuhan dengan harapan mengubah perilaku masyarakat dari yang tidak baik menjadi lebih baik untuk kesehatan dirinya, keluarga, dan masyarakat sekitar dan lingkungan serta bekerjasama dengan Kelurahan dan Puskesmas Kalipecabean Candi Sidoarjo.Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada hari Selasa-Rabu, 17-18 Desember 2020 Waktu : Pukul 07.00 –12.00 WIB dengan melakukan penyuluhan tentang upaya memutus mata rantai covid-19 melalui daring/online link gmeet dengan beberapa tahapan kegiatan, yaitu: 1) sosialisasi dan perijinan, 2) persiapan alat dan sarana serta media penyuluhan, 3) melakukan penyuluhan dan aplikasi 4) evalausi hasil kegiatan penyuluhan
Tingkat Stres dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Dismenore pada Mahasiswi Tingkat Akhir di STIKES Hang Tuah Surabaya Hanina Salsabila; Astrida Budiarti; Nur Chabibah; Dwi Ernawati
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 18 No 1 (2023): March Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30643/jiksht.v18i1.234

Abstract

KUALITAS TIDUR PENDERITA DIABETES MELITUS YANG MENJALANI TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK Nur Chabibah; Nofia Putri Adriyanti; Ayu Citra Mayasari; Iis Fatimawati
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terapi Oksigen Hiperbarik (TOHB) berfungsi meningkatkan oksigenasi jaringan sehingga berpotensi mempengaruhi kualitas tidur. Kualitas tidur yang baik bagi penderita diabetes melitus berperan dalam pengendalian kadar gula darah, pemulihan tubuh, serta peningkatan sistem imun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan kualitas tidur penderita diabetes melitus yang menjalani Terapi Oksigen Hiperbarik (TOHB). Desain penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Sampel diambil secara keseluruhan dari penderita diabetes melitus yang menjalani Terapi Oksigen Hiperbatik (TOHB) di LAKESLA Drs.Med. R. Rijadi, Phys sejumlah 29. Variabel dalam penelitian ini adalah kualitas tidur penderita diabetes melitus yang menjalani TOHB dan diukur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita diabetes melitus yang menjalani Terapi Oksigen Hiperbarik (TOHB) pada frekuensi terapi oksigen hiperbarik dalam jumlah sesi relative rendah, mayoritas responden masih berada pada tahap/sesi awal atau pertengahan program terapi. Kualitas tidur pasien yang menjalani terapi oksigen hiperbarik berada pada kualitas tidur sedang hingga baik. Implikasi penelitian ini adalah perlu komitmen dan keaktifan responden dalam menyelesaikan serangkaian sesi TOHB sehingga dapat meningkatkan kualitas tidur penderita diabetes melitus
Analisis Biomedik Gejala Hearing Loss: Efek Akumulatif Stres Mekanika-Akustik Berdasarkan Usia dan Masa Kerja Penyelam Tradisional Nur Chabibah; Luluk Dewita Sari; Dhian Satya Rachmawati; Taufan Agung Prasetya; Taukhid; Sapto Dwi Anggoro
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1548

Abstract

Pendahuluan: Aktivitas penyelaman tradisional dengan menggunakan kompresor ban dihadapkan pada risiko paparan ganda berupa bising kronis dan tekanan hidrostatik ekstrem yang mengancam fungsi auditori. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko biofisika, karakteristik individu, dan manifestasi gejala klinis dominan yang memicu kejadian hearing loss pada penyelam tradisional. Metode: Metode penelitian menggunaka studi kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 98 penyelam tradisional di Wilayah Pantai Utara Gresik, Jawa Timur. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan rinne test (garputala 512 Hz). lalu dianalisis menggunakan uji Chi-Square serta Regresi Logistik Berganda (metode Enter). Hasil: Hasil penelitian didapatkan dari analisis bivariat menunjukkan kedalaman menyelam (ρ=0,021), usia (ρ=0,001), masa kerja (ρ=0,003), serta gejala tinnitus (ρ=0,003), otalgia (ρ=0,001), sulit mendengar (ρ=0,011), dan berteriak saat bicara (p=0,0001) berhubungan dengan kejadian hearing loss. Hasil uji multivariat mengonfirmasi bahwa Usia >40 tahun merupakan faktor dominan  dengan nilai Adjusted Odds Ratio (AOR) sebesar 2,764 (95% CI=1,066–7,164; ρ=0,036). Kesimpulan: Penuaan biologis bertindak sebagai akumulator final yang melipatgandakan dampak destruktif dari paparan stres mekanika-akustik harian. Intervensi kesehatan kerja maritim yang berfokus pada pembatasan usia kerja dan proteksi telinga sangat direkomendasikan.