Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ejurnal imedtech

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MULTILINGUAL BERBASIS KONTEN DAN KONTEKS BUDAYA LOKAL ETNIS NGADA PADA TEMA MERAWAT HEWAN DAN TUMBUHAN UNTUK SISWA KELAS II SD Maria Patrisia Wau; Pelipus Wungo Kaka; Anastasia Dhone
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 5, No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.904 KB) | DOI: 10.38048/imedtech.v5i2.244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan  dan  menghasilkan  bahan  ajar multilingual  berbasis budaya  lokal etnis Ngada pada tema merawat hewan dan tumbuhan untuk siswa kelas 2 Sekolah Dasar. Bahan ajar ini terdiri dari pengembangan tiga bahasa yaitu bahasa Indonesia, bahasa daerah Bajawa dan bahasa Inggris. Subjek uji coba dalam penelitian ini antara lain guru kelas 2 SDN Sobo sebagai ahli materi/isi, guru SMP Citra Bakti sebagai ahli bahasa Indonesia, dosen STKIP Citra Bakti sebagai ahli bahasa Inggris, seorang tokoh penulis buku bahasa daerah Bajawa  sebagai ahli bahasa daerah dan dosen STKIP Citra Bakti sebagai ahli desain. Sedangkan objek yang diteliti adalah konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada yang dapat diintegrasikan dengan materi kelas 2 SD pada tema merawat hewan dan tumbuhan untuk dijadikan bahan ajar multilingual  berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada. Bahan ajar multilingual  berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada ini dikembangkan menggunakan model ADDIE. Model ADDIE terdiri atas lima langkah, yaitu: (1) analyze, (2) design, (3) development, (4) implementation, dan (5) evaluation. Hasil penelitian pengembangan bahan ajar multilingual berbasis konten dan konteks budaya lokal etnis Ngada berdasarkan hasil uji coba ahli adalah sebagai berikut. (1) Uji coba ahli konten/materi ada pada kategori “sangat baik” dengan nilai rata-rata 4,4, (2) Uji coba untuk ahli bahasa Indonesia ada pada kategori “baik” dengan nilai rata-rata 3,7, (3) Uji coba untuk ahli bahasa daerah ada pada kategori “baik” dengan  nilai rata-rata 4,0, (4) uji coba untuk ahli bahasa Inggris ada pada kategori ”baik”dengan nilai rata-rata 4,0 (5) Uji coba ahli desain ada pada kategori “sangat baik” dengan rata-rata 4,1. Dari hasil pengujian kepada beberapa ahli di atas maka dapat disimpulkan bahan ajar multilingual berbasis budaya lokal etnis Ngada tema merawat  hewan dan  tumbuhan untuk siswa kelas 2 sekolah dasar layak dan siap digunakan.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIOVISUAL BAGI SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR DI GUGUS 2 RIUNG BARAT Yohanes Vianey Sayangan; Maria Patrisia Wau
JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology) Vol 7, No 1: JUNI 2023
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/imedtech.v7i1.288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan media pembelajaran berbasis audio visual yang sesuai dengan karakteristik siswa kelas V Sekolah Dasar, (2) mengetahui kualitas hasil uji coba produk pengembangan media pembelajaran berbasis audio visual kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Gugus 2 Riung Barat Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur.Media yang digunakan adalah media pembelajaran berbasis audio visual yang relevan dan terintegrasi dengan pembelajaran SD untuk dijadikan sebuah media pembelajaran. Media pembelajaran berbasis audio visual ini dikembangkan dengan model ADDIE. Model ini terdiri atas lima langkah, yaitu: (1) analyze, (2) design, (3) development, (4) implementation, dan (5) evaluation. Hasil penelitian pengembangan media pembelajaran berbasis audio visual dengan kelayakan berdasarkan hasil uji ahli materi pembelajaran diperoleh hasil dengan  presentase  89%  dengan kualifikasi “Sangat Valid”, penilaian dari  ahli media pembelajaran memperoleh presentase 80,20% dengan kualifikasi ”Valid”, penilaian dari ahli desain pembelajaran memperoleh presentase 80% dengan kualifikasi “Valid”, dan penilaian pada uji coba siswa sebagai calon pengguna produk memperoleh presentase 89,4% dengan kualifikasi ”Sangat Valid”. Berdasarkan hasil uji coba ahli dan siswa sebagai calon pengguna produk dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis audio visual yang telah dikembangkan ini layak digunakan oleh siswa kelas V Sekolah Dasar di Gugus 2 Riung Barat.