Achmad Fadlan
Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

POLA ASUH ORANG TUA DALAM PEMBINAAN MORAL ANAK USIA DINI Achmad Fadlan; Nurmalia Kasmadi
Smart Kids: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Prodi PIAUD, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/smartkids.v1i2.55

Abstract

Pola adalah sistem cara kerja, sedangkan asuh adalah menjaga (merawat dan mendidik) anak kecil dan membimbing supaya dapat berdiri sendiri. Orang tua adalah ayah ibu kandung orang yang dianggap tua. Karena itu, secara umum dapat dikemukakan bahwa, pola asuh orang tua adalah pola perilaku yang diterapkan pada anak dan bersifat konsisten yang harus diterapkan dengan baik. Untuk mengetahui faktor penghambat dan faktor pendorong orang tua dalam menanamkan nilai moral pada anak khususnya anak usia dini. Subjek ini meliputi keluarga yang mempunyai anak usia dini yang berumur 2-6 tahun. Bahwa ada keluarga diantaranya mengarah pada pola asuh permisif, dan ada juga keluarga menggunakan pola asuh campuran antara pola asuh demokratis dan pola asuh otoriter. Pola asuh demokratis ditandai adanya taklim (memberitahu), targhib (motivasi), uswatun khasanah (teladan), bil hikmah (bijaksana), dan adanya musyawarah (diskusi). Pola asuh otoriter ditandai adanya tahrim (larangan), dan pola asuh permisif ditandai adanya perilaku orang tua yang membebaskan anak, pada pola asuh ini tidak terdapat taklim (memberitahu), targhib (motivasi), tahrim (larangan), uswatun khasanah (teladan), bil hikmah (bijaksana) dan musyawarah (diskusi). Faktor Penghambat dari pola asuh tersebut bisa dilihat dari latar belakang pendidikan orang tua, kesibukan orang tua, dan lingkungan yang kurang kondusif. Sedangkan faktor pendorong adanya TPQ dan pendidikan keagamaan di sekolah. Kata Kunci: Pola asuh, pembinaan moral
EFEKTIFITAS PENGELOLAAN KELAS DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI TK AZZA MUFLIHAH KOTA JAMBI Achmad Fadlan
Smart Kids: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Prodi PIAUD, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/smartkids.v2i1.57

Abstract

Penelitian ini membahas tentang proses pembelajaran di TK Azza Muflihah Kota Jambi. Proses pembelajaran pada umumnya menjadi hal yang mendasar dalam menopang perkembangan bagi tenaga pendidik untuk mereka dalam menindaklanjuti kegiatan belajar mengajar. Faktor penghambat proses pembelajaran tersebut kelas TK Azza Muflihah Kota Jambi berasal dari anak. Faktor pendukung proses pembelajaran TK Azza Muflihah Kota Jambi setiap kelas telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai dan sesuai untuk digunakan dalam proses belajar mengajar setiap harinya. Proses pembelajaran yang efektif untuk kelas B sudah sesuai dengan apa yang diharapkan. Mulai dari faktor pendukung berupa alat permainan edukatif,kelas yang memadai dengan adanya sarana dan prasarana yang ada di dalam kelas, penataan alat bermain yang disusun rapi dan tidak menyulitkan anak untuk mengambilnya sendiri, penempatan meja dan lemari tidak mengganggu anak saat proses belajar mengajar, kelas dirancang menyenangkan untuk anak, cahaya matahari dan sirkulasi udara di kelas terjaga supaya anak tetap merasa nyaman, serta guru juga memiliki cara tersendiri untuk membuat anak tetap nyaman, aman, dan semangat selama belajar di dalam kelas. Kata Kunci: Efektivitas, Pengelolaan, Proses Pembelajaran
PENGEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA KELOMPOK B MELALUI TARI KREASI DI RAUDHATUL ATHFAL Naidila Munawaroh; Huda Huda; Achmad Fadlan
Smart Kids: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Prodi PIAUD, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/smartkids.v2i2.69

Abstract

Artikel ini membahas tentang Pengembangan Motorik Kasar Pada Kelompok B Melalui Tari Kreasi di Raudhatul Athfal Nurul Islam Sebrang Kota Jambi, penelitian ini merupakan jenis penelitian tindak kelas yang mengacu pada model Kemmis dan MC. Taggart meliputi empat tahap yaitu (1) perencanaan (2) tindakan (3) observasi (4) refleksi. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri 3 kali pertemuan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kuali dan kuantif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa Raudhatul Athfal Nurul Islam Sebrang Kota Jambi kelas B1 tahun 2020 yang berjumlah 15 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan motorik kasar anak melalui penerapan tari kreasi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen lembar observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil pada penelitian ini menyatakan adanya peningkatan kemampuan motorik kasar anak melalui penerapan tari kreasi. Hal ini dibuktikan dengan skor rata-rata pratindakan kemampuan motorik kasar anak yaitu 35,3% siklus I meningkat menjadi 53,5% dan mengalami peningkatan paling tinggi pada siklus II menjadi 65,83%. Temuan penelitian bahwa pengembangan motorik kasar dapat dikembangkan melalui tari kreasi di Raudhatul Athfal Nurul Islam Sebrang Kota Jambi. Kata Kunci : Pengembangan Motorik Kasar, Tari Kreasi
Pendampingan Pengembangan Motorik Kasar Melalui Seni pada Anak Usia Dini : Pengabdian Mourent Aulia Abadi; Achmad Fadlan; Husin Husin; Atika Wirdasari; Sapriya Utami; Nurmalia Nurmalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.7008

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua dan guru mengenai pentingnya seni dalam mendukung perkembangan motorik kasar anak usia dini. Kegiatan dilaksanakan di RA Nurul Yaqin Simpang Sungai Duren melalui metode ceramah interaktif, diskusi, dan simulasi berupa aktivitas seni tari yang melibatkan anak-anak secara langsung. Program ini memberikan edukasi kepada pendidik dan orang tua tentang strategi pengembangan seni sebagai sarana stimulasi motorik kasar, kreativitas, ekspresi emosi, serta kepercayaan diri anak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai peran seni dalam pendidikan anak usia dini. Selain itu, anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung dan memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan melalui aktivitas seni. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam menerapkan kompetensi akademik di masyarakat. Dengan demikian, seni dapat menjadi media efektif untuk mengembangkan motorik kasar sekaligus mendukung perkembangan sosial, emosional, dan kreativitas anak usia dini.
Analisis Analisis Hukum Islam terhadap Penggunaan Dana Masjid untuk Protokol Kesehatan Covid-19 di Kota Jambi: Analisis Hukum Islam terhadap Penggunaan Dana Masjid untuk Protokol Kesehatan Covid-19 di Kota Jambi Ali Sadeli; Achmad Fadlan
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 4 (2026): Edisi Juli - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v7i4.9081

Abstract

Abstrak−Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan dana masjid untuk kepentingan protokol Covid-19 di Kota Jambi dalam perspektif hukum Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif dan penelitian lapangan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pengurus masjid, tokoh agama, akademisi, serta masyarakat Kota Jambi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dana masjid untuk kebutuhan protokol kesehatan seperti penyediaan masker, hand sanitizer, alat pencuci tangan, dan penyemprotan disinfektan dapat dibenarkan menurut hukum Islam dengan pendekatan maslahah mursalah. Penggunaan dana tersebut dipandang sebagai bentuk perlindungan jiwa (hifz al-nafs) dan kemaslahatan umum selama tidak bertentangan dengan tujuan utama pengelolaan dana masjid. Kebijakan Pemerintah Kota Jambi melalui Peraturan Walikota Nomor 21 Tahun 2020 menjadi dasar administratif dalam pelaksanaan protokol kesehatan di lingkungan masjid. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengalihan dana masjid untuk kepentingan protokol Covid-19 diperbolehkan sepanjang dilakukan secara transparan, akuntabel, dan untuk kepentingan umat secara luas
MENINGKATKAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI SENI TARI KREASI DI TAMAN KANAK- KANAK Sephira Nurma Elinda; Dodi Harianto; Achmad Fadlan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 3 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i3.17111

Abstract

The gross motor skills of 4–5-year-old children at Mendalo Darat State Kindergarten No. 15 have not yet developed optimally, as evidenced by their poor balance, agility, and flexibility during physical activities. This situation is influenced by teaching methods that remain conventional, resulting in children being less active and easily bored. This study aims to improve the gross motor skills of 4–5-year-old children through the application of the Serampang Laut creative dance. The study used a Classroom Action Research (CAR) approach based on the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. The research subjects consisted of 12 children in Group A at State Kindergarten 15 Mendalo Darat. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation, while data analysis was conducted using both quantitative and qualitative descriptive methods based on indicators of balance, agility, and flexibility. The results of the study indicate that the implementation of the Serampang Laut creative dance was able to gradually improve the children’s gross motor skills in each cycle. The children became more active and enthusiastic and were able to perform basic movements with better body coordination. The percentage of students meeting the classical mastery criteria at the end of the study reached 96%, exceeding the established success indicator of 85%. Thus, the Serampang Laut creative dance art form has proven effective as a fun and meaningful learning alternative for stimulating the gross motor development of young children
MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B MELALUI TEKNIK FINGER PAINTING DI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI ISLAM TERPADU Naila Afrilia; Indra Bangsawan; Achmad Fadlan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 3 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i3.17112

Abstract

Fine motor skills in early childhood are a developmental aspect requiring optimal stimulation due to their impact on learning readiness. Preliminary observations at the Mutiara Hati Integrated Islamic Early Childhood Education (PAUD) center in Jambi City revealed that the fine motor skills of children in Group B were low, with an achievement level of only 35%; consequently, a more engaging and effective instructional strategy was needed. This study aimed to enhance children's fine motor skills through the implementation of finger painting techniques. The study employed the Classroom Action Research (CAR) method based on the Kemmis and McTaggart model, conducted over two cycles—each comprising planning, implementation, observation, and reflection stages. The subjects were 15 children from Group B at the Mutiara Hati Integrated Islamic PAUD center. Data collection involved observation, documentation, and the assessment of child development. The results demonstrated that the finger painting technique successfully improved the children's fine motor skills incrementally. The achievement percentage for fine motor skills rose from 35% in the pre-cycle stage to 49.51% in Cycle I, reaching 82.37% in Cycle II. This improvement indicates that finger painting activities are effective in fostering eye-hand coordination, finger muscle strength, precision, and creativity. Thus, finger painting serves as an innovative instructional alternative for optimizing fine motor development in early childhood
Improving Listening Skills In Children Through Storytelling Using A Flanel Board At Alhariri, Tebo Ulu District: Meningkatkan Kemampuan Menyimak Anak Melalui Metode Bercerita Menggunakan Papan Flanel di Raudatul Athfal Alhariri Kecamatan Tebo Ulu Widia Fitri; Mahluddin Mahluddin; Achmad Fadlan
The Future of Education Journal Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine whether the storytelling method using a flannel board could improve the listening skills of children at RA Al Hariri. The data collection techniques used in this study were observation, interviews, and documentation as supporting instruments. This research was conducted as a Classroom Action Research consisting of three cycles.The results of the study showed a significant improvement in children’s listening skills in each cycle. In Cycle I, Meeting 1, there were 4 children (40%) categorized as undeveloped, while 6 children (60%) were categorized as beginning to develop. In Cycle I, Meeting 2, 4 children (40%) were categorized as beginning to develop, while 6 children (60%) developed as expected. In Cycle II, Meeting 1, there were 3 children (30%) categorized as beginning to develop and 7 children (70%) developed as expected. Furthermore, in Cycle II, Meeting 2, 5 children (50%) developed as expected and 5 children (50%) developed very well. In Cycle III, Meeting 1, there were 3 children (30%) categorized as developing as expected, while 7 children (70%) developed very well. Finally, in Cycle III, Meeting 2, all 10 children (100%) were categorized as developing very well.