Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

EDUKASI FAKTA DAN MITOS LEMAK BAGI KESEHATAN PADA RESIDEN REHABILITASI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS II A KOTA MALANG Illahika, Anung Putri; Pravitasari, Dwi Nurwulan; Tunjungsari, Feny; Lestari, Karunia Mahardika; Rosyanti, Nielanawalul Putri
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3305

Abstract

Penyakit Jantung koroner (PJK) adalah salah satu contoh dari Penyakit Tidak Menular yang menempati posisi tertinggi kematian di dunia. Secara umum, wanita dengan PJK memiliki hasil yang lebih buruk daripada pria ketika tidak ada penyesuaian yang dibuat untuk karakteristik dan komorbiditas lain. Faktor risiko utama PJK diantaranya adalah dislipidemia. Dislipidemia merupakan suatu kondisi dimana abnormalitas kadar lipid di dalam darah,diantaranya peningkatan kadar kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL), dan kadar trigliserida, serta penurunan kadar High Density Lipoprotein (HDL). Peningkatan pengetahuan serta pemahaman mengenai lemak bagi kesehatan tubuh, diharapkan mampu membentuk pola pikir bahwa keberadaan lemak memiliki peran sangat penting dalam menjaga komposisi tubuh, tidak hanya hal yang merugikan tubuh. Hal tersebut dikarenakan ada beberapa vitamin dan mineral yang membutuhkan lemak sebagai alat transportasinya. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya lemak bagi kesehatan pada residen di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kota Malang, khususnya residen rehabilitasi. Pengabdian dilakukan dengan memberikan penyuluhan mengenai fakta dan mitos lemak, peran lemak dalam komposisi tubuh manusia. Pada kegiatan pengabdian ini juga diberikan flyer materi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan ini dapat membuka wawasan dan meningkatkan pengetahuan para residen di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kota Malang tentang pentingnya lemak bagi kesehatan. Oleh karena itu, penyuluhan yang kontinu diperlukan untuk peningkatan pengetahuan secara berkelanjutan. Penyuluhan dapat dilakukan melalui media yang telah ada seperti flyer dan poster edukasi. Kata kunci: Kesehatan, lemak, residen.
The Effect of Atopic History on Occupational Contact Dermatitis in Sugarcane Farmers Dwi Nurwulan Pravitasari; Ratna Wulandari; Fadilatul Khusna Amalla
Saintika Medika : Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol. 20 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.Vol20.SMUMM2.39092

Abstract

Introduction: Occupational contact dermatitis (OCD) is a non-contagious skin problem caused by exposure to allergens and irritants in the workplace. While not life-threatening, it impacts quality of life and causes discomfort. Sugarcane farmers are particularly at risk due to exposure to fine hairs from sugarcane and chemical fertilizers. Predisposing factors, such as a history of atopy, can increase susceptibility to OCD. Method: The study used an analytical observational method with a cross-sectional design. The population of this study was sugarcane farmers in Pakisjajar Village, Malang Regency, with a sample size of 60 people using the total sampling method. Data analysis using a questionnaire and analyzed by SPSS using a logistic regression statistical test. Result: The logistic regression test showed a significance value of 0.009 (<0.05), indicating that atopic history significantly influences OCD. An Exp(B) value of 5.412 suggests that increase in atopic history raises the likelihood of OCD by 5.412 times. The R Square value of 0.174 (17.4%) indicates that atopic history accounts for 17.4% of the variance in OCD, with the remainder influenced by other factors. Conclusion: There is an effect of atopic history on the incidence of DKAK in sugarcane farmers.
Optimalisasi Gut-Skin Axis melalui Edukasi Prebiotik Alami Berbasis Pangan Lokal sebagai Nutrisi Preventif Dermatitis Atopik Bagi Lansia Dwi Nurwulan Pravitasari; Tara Mandiricha; Fathiyah Safitri; Nazida Febyan; Rahmad Fadilah
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v5i3.8516

Abstract

The aging process physiologically triggers a decline in skin barrier function and gut microbiota dysbiosis in the elderly, which clinically manifests as xerosis cutis, senile pruritus, and the exacerbation of elderly atopic dermatitis. Prolonged reliance on topical steroid therapies poses a high risk of skin atrophy, necessitating an inside-out intervention through the optimization of the gut-skin axis. This community service activity aims to enhance the health literacy of the elderly and their family caregivers regarding the utilization of inulin-rich natural prebiotics from local functional foods as an anti-inflammatory preventive nutrition. The partner for this program is the elderly community at the Muhammadiyah Jatimulyo 1, Lowokwaru, Malang City, with a sample size of 22 participants. The implementation method was comprehensively carried out through four systematic stages: program socialization, interactive education on atopic dermatitis and prebiotic local food sources, distribution of visual media (posters and pocketbooks), and cognitive evaluation using pre-test and post-test questionnaires. The outreach successfully resulted in a significant increase in participants' knowledge concerning atopic dermatitis and natural prebiotic food sources. Through this prebiotic functional diet modification approach, a paradigm shift from curative-symptomatic care to preventive measures is expected, thereby substantially reducing the severity index of atopic dermatitis, alleviating chronic pruritus, and sustainably improving the quality of life among the elderly.