Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Branding Training for Fresh White Oyster Mushroom Products for Mushroom Cultivators in Penolih Village, Kaligondang Subdistrict, Purbalingga Regency Kurniawan, Anri; Lestari, Hanis Adila; Luhsarandini, Bivannie; Yuwono, Triat Adi; Wahab, Luthfi; Nugroho, Adityo; Prasetyo, Agung; Sukowati, Dwi
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 10 (2025): Januari
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14818032

Abstract

Pembudidaya Jamur Tiram di Desa Penolih memiliki potensi mengembangkan usaha untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Agro Jamur Penolih sebagai perkumpulan pembudidaya jamur memerlukan pelatihan dan bimbingan untuk meningkatan usahanya sesuai potensi yang ada. Namun perjualan jamur tiram putih segar masih kiloan yang dijual ke pasar hanya dihargai Rp. 10.000 – 12.000 per kg. Maka dari itu perlu ada pelatihan tentang hal yang menunjang kebutuhan yaitu tentang branding, pengemasan dan pemasaran produk jamur tiram. Pelatihan dan pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual jamur tiram putih segar menjadi Rp. 15.000 – 20.000 per 500 gram. Kegiatan terdiri dari tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Pelatihan branding, pengemasan dan pemasaran jamur tiram putih segar dapat meningkatkan nilai jual produk Agro Jamur Penolih. Peserta memiliki logo baru, kemasan menarik, tata cara pengemasan yang ramah lingkungan serta Teknik pemasaran baik offline ataupun online.
Analisis Pengaruh Penambahan Senyawa Oksidator KMnO4 Terhadap Kualitas Briket Campuran (Daun Jati dan Arang Bonggol Jagung) Sukowati, Dwi; Yuwono, Triat Adi; Sarmin, Sarmin
Agroteknika Vol 8 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i1.447

Abstract

Briket campuran (daun jati dan arang bonggol jagung) dapat menjadi bahan bakar alternatif yang mendukung terwujudnya program Green Economy yaitu pengurangan limbah. Selain menggunakan limbah, penambahan bahan kimia juga dapat dilakukan untuk mencari formulasi briket berkualitas baik. Salah satu jenis oksidator yang dapat dipakai sebagai zat aditif pada briket adalah KMnO4. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas briket melalui perlakuan penambahan oksidator KMnO4 pada briket berbahan dasar campuran daun jati dan arang bonggol jagung. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Variabel bebasnya adalah briket campuran (daun jati dan arang bonggol jagung) yang ditambah KMnO4 dengan konsentrasi 0%, 5%, 10%,15%. Untuk perbandingan kompisisi daun jati dan arang bonggol jagung sebesar 2:1. Untuk variabel terikat penelitiannya adalah kualitas briket yang meliputi: waktu pertama api menyala, lama nyala briket hingga menjadi abu, nilai kalor, kadar abu, volatile, dan kadar air. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Semakin besar konsetrat senyawa oksidator KMnO4, maka waktu yang dibutuhkan briket untuk menyala semakin singkat; (2) Semakin tinggi konsetrat senyawa oksidator KMnO4, maka lama pembakaran briket menjadi abu semakin singkat; (3) Briket campuran (daun jati dan arang bonggol jagung) dengan penambahan oksidator KMnO4 dengan semua perlakuan belum memenuhi standar SNI No. 1/6235/2000, karena memiliki nilai kalor < 5000 Kal/gram, tetapi telah memenuhi standar kualitas briket padaPeraturan Menteri ESDM No. 47/2006 yaitu > 4400 Kal/gr pada BK0 dan BK 5; (4) Semakin besar konsentrat oksidator KMnO4 pada perlakuan pembuatan briket camnpuran (daun jati dan arang bonggol jagung), maka kadar airnya semakin rendah; (5) Semakin banyak penambahan senyawa oksidator KMnO4, maka semakin tinggi kadar abu yang dihasilkan. (6). Semakin tinggi konsentrat oksidator KMnO4, semakin menurun kadar volatile briket. Namun, kadar volatil semua briket yang dibuat belum memenuhi standar nasional karena lebih dari 15%.
Pemanfaatan Limbah untuk Pembuatan Mikroorganisme Lokal sebagai Biostarter Silase Daun Singkong Pakan Kambing di Kelompok Tani Ternak Bangun Jaya II Yuwono, Triat Adi; Hindratiningrum, Novita; Sukowati, Dwi
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 17, No 1 (2026): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v17i1.24978

Abstract

Ketersediaan pakan hijauan berkualitas secara kontinyu merupakan masalah yang dihadapi oleh anggota Kelompok Tani Ternak Bangun Jaya II Desa Binangun, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas. Peternak anggota Kelompok Tani Ternak Bangun Jaya II banyak yang menggunakan daun singkong dan onggok dalam pemberian pakan kambingnya. Daun singkong tersedia melimpah ketika musim penghujan sedangkan daya simpannya sangat terbatas sehingga perlu dilakukan pengawetan, salah satunya melalui proses ensilase. Proses fermentasi melalui pembuatan silase membutuhkan keterlibatan mikroorganisme sebagai biostarter. Biostarter fermentasi pakan dapat diperoleh melalui pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) berbasis limbah yang tersedia di lingkungan sekitar seperti limbah organik. Salah satu limbah organik dan banyak tersedia khususnya di Banyumas adalah onggok. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini adalah penerapan teknologi fermentasi menggunakan MOL onggok dalam rangka pengawetan daun singkong guna menyediakan pakan berkualitas dan kontinu. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah metode pendekatan dengan menggunakan diskusi, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan program guna mengevaluasi program. Kegiatan ini telah mencapai hasil yang baik dari segi (1) peningkatan pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan peternak; (2) kualitas biostarter MOL berbasis inggok dan hasil fermentasi daun singkong. Peningkatan pengetahuan, pemahaman peternak diukur dengan pre test dan pos test dan diperoleh selisih nilai rata-rata sebesar 64,4%. Kualitas biostarter yang dipraktikkan oleh anggota KTT juga menunjukkan hasil yang bagus ditinjau dari warna dan baunya. Kualitas silase hasil praktek juga menunjukkan hasil yang memuaskan dilihat dari segi kualitas fisik (warna, aroma dan tekstur) dan kualitas kimianya (kandungan bahan kering, protein kasar, serat kasar dan lemaknya).