Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

STUDI KUALITAS PELAYANAN DAN EFISIENSI RUANG HEMODIALISA DI RSUD JENDERAL A. YANI KOTA METRO Muhaimin Fansuri; Sugeng Eko Irianto; Dwi Yulia Maritasari; Aila Karyus; Dennti Kurniasi; Eva Rolia
SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 5 No 1 (2023): SNPPM 5 Universitas Muhammadiyah Metro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan yang meningkat secara global, dan hemodialisamenjadi salah satu metode utama dalam pengelolaan PGK yang parah. Kualitas pelayanan rumah sakit, terutamadi ruang hemodialisa, sangat penting untuk meningkatkan kepuasan pasien dan meningkatkan kredibilitas rumahsakit di masyarakat. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan dan efisiensi ruang hemodialisa diRSUD Jenderal A. Yani Metro. Metode kuantitatif digunakan dengan pengumpulan data primer dari surveikepuasan pasien menggunakan kuisioner, serta data sekunder dari catatan medis dan dokumen terkait. Sampelyang digunakan adalah 90 pasien hemodialisa di rumah sakit. Hasil dari analisis menunjukkan mayoritas pasienmerasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh ruang hemodialisa. Meskipun demikian, terdapat beberapaaspek yang perlu ditingkatkan, seperti kejelasan dan kecepatan komunikasi dengan pasien, efisiensi waktu tunggu,dan informasi yang lebih rinci tentang langkah-langkah perawatan pasca sesi hemodialisa. Dalam evaluasiefisiensi ruang hemodialisa, ditemukan bahwa kondisi ruang belum memenuhi standar bangunan, dan kurangnyagudang memadai untuk menyimpan cairan hemodialisa. Perbedaan antara standar pelayanan yang ditetapkan danyang sebenarnya juga perlu diperhatikan.
EVALUASI EFEKTIVITAS ELSIMIL DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN REPRODUKSI CALON PENGANTIN DAN PENURUNAN STUNTING DI KOTA METRO Desi Septiyani; Dwi Yulia Maritasari; Sugeng Eko Irianto; Aila Karyus; Wahyuningsih
SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 5 No 1 (2023): SNPPM 5 Universitas Muhammadiyah Metro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pegabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas aplikasi Elsimil dalam meningkatkanpengetahuan dan kesehatan reproduksi calon pengantin di Kota Metro. Metode penelitian yang digunakan adalahobservasional dengan jumlah sampel sebanyak 1257 pasang calon pengantin. Pengumpulan data dilakukanmelalui survei, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat telahmendengar tentang aplikasi Elsimil, namun masih banyak yang belum menggunakan atau bahkan mendengartentang aplikasi ini. Tingkat kepuasan terhadap fitur-fitur yang disediakan dalam aplikasi Elsimil relatif tinggi,namun tingkat efektivitas sosialisasi masih cenderung netral. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya lebih lanjutdalam meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap aplikasi Elsimil melalui sosialisasi yang lebih intensif danpeningkatan kemudahan penggunaan. Dengan langkah-langkah yang tepat, aplikasi Elsimil memiliki potensiuntuk membantu meningkatkan pengetahuan dan persiapan kesehatan reproduksi calon pengantin, sertamendukung penurunan stunting di Kota Metro.
Analisis Implementasi Sistem Rekam Medis Elektronik Rumah Sakit Umum Daerah DR H Abdul Moeloek Provinsi Lampung Dzaky Hammam; Atika Adyas; Aila Karyus; Bambang Setiaji; Dewi Rahayu
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.6280

Abstract

Rekam medis elektronik (RME) merupakan sistem digital yang digunakan untuk menyimpan, mengelola, dan berbagi informasi medis pasien secara elektronik.. penerapan rekam medis elektronik (RME) di RSUD Dr. H Abdul Moeloek baru mencapai 90%, saat ini pengembangan terus dilakukan dengan bekerjasama dalam pengadaan perangkat lunak dan perangkat keras untuk menunjang pengembangan sistem. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis implementasi sistem rekam medis elektronik (RME) di RSUD Dr H Abdul Moeloek. Jenis penelitian kualitatif, lokasi penelitian di RSUD Dr H Abdul Moeloek. Informan penelitian Wakil Direktur, Kepala Instalasi EDP-TI, Kepala Bagian Perencanaan dan Anggaran, Kepala Instalasi Rekam Medik dan petugas pengguna. Metode pengumpulan data dengan wawancara mendalam, waktu penelitian dilakukan pada 16-29 Mei 2024. Hasil penelitian diketahui, komitmen pimpinan sudah baik dalam mendukung pengembangan sistem. Kerjasama sudah dilakukan dengan pihak eksternal dalam pengadaan perangkat lunak dan perangkat keras seperti computer, jaringan dan server. Masih terjadi ketidakpatuhan petugas dalam mengisi sistem rekam medis elektronik. Diharapkan ada pertimbangan dalam penambahan SDM atau pelatihan edukasi dan sosialisasi rutin dalam memonitoring kendala yang dihadapi pengguna di setiap poli.
Kepatuhan Peserta PBPU dalam Membayar Iuran BPJS Kesehatan di Kabupaten Mesuji Nelly Juwita Utami; Aila Karyus; Kodrat Pramudho
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 8, No 1 (2024): JIK-April Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v8i1.760

Abstract

Kesinambungan dalam membayar iuran secara rutin berdampak pada pendanaan sistem jaminan kesehatan nasional. Tanpa pembayaran iuran secara rutin, menyebabkan penyelenggaraan JKN berjalan tidak baik. Di Indonesia, kolektabilitas iuran peserta PBPU sekitar 54% dengan tunggakan mencapai 10 triliun. Sedangkan Provinsi Lampung mencapai 166 miliar. Kabupaten Mesuji tahun 2022, kolektabilitas iuran segmen PBPU hanya mencapai 22,8% tunggakan mencapai Rp. 826.651.250,-. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kepatuhan peserta PBPU dalam membayar iuran BPJS kesehatan di Kabupaten Mesuji tahun 2023. Jenis penelitian kuantitatif, desain cross sectional. Populasi penelitian seluruh peserta PBPU BPJS kesehatan di Kabupaten Mesuji berjumlah 24.564 orang. Sampel penelitian 110 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Metode pengumpulan data wawancara. Hasil penelitian, terdapat hubungan pendidikan (p-value 0,012), pengetahuan (p-value 0,038), pendapatan (p-value 0,047), jumlah anggota keluarga (p-value 0,026), persepsi terhadap risiko (p-value 0,000), penyakit katastropik (p-value 0,003) dengan kepatuhan peserta membayar iuran BPJS kesehatan, sedangkan persepsi terhadap pelayanan kesehatan tidak terdapat hubungan dengan (p-value 0,748) kepatuhan membayar iuran BPJS kesehatan. Variabel dominan persepsi terhadap risiko (p-value 0,003 dan OR 5,637). Diharapkan pihak Pemerintah Daerah dapat mengoptimalkan penerapan Inpres No.1 Tahun 2022 tentang Pengoptimalan Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional dengan mensyaratkan Kepesertaan BPJS Kesehatan aktif untuk mengakses Pelayanan Publik dan Pihak BPJS Kesehatan dapat meningkatkan komunikasi, konsultasi dan edukasi dalam penguatan pengetahuan dan persepsi peserta terhadap risiko melalui berbagai cara baik cara konvensional seperti pertemuan atau penyuluhan atau pemanfaatan teknologi informasi.
Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Pengelolaan Limbah Medis B3 di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung Desva Yunika; Aila Karyus; Sujiah Sujiah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i2.17854

Abstract

ABSTRACT Hospitals have large and complex health service organizations and activities so they have a high potential risk of work-related accidents and occupational diseases. B3 medical waste can be a means of accidents and disease transmission to health workers, visitors and medical waste management officers. Therefore, efforts are needed to minimize accidents and disease transmission. The aim of this research is to carry out risk identification, risk assessment, risk evaluation and control efforts in the process of managing B3 medical waste at the Bhayangkara Regional Police Hospital in Lampung. The type of research used is descriptive analytical research with mixed methods. To determine the value and level of risk based on the AS/NZS 4360:2004 standard. Next, risk control efforts are based on the results of the risk assessment. The potential risks found in this research are 9 risks in B3 medical waste management activities, namely being punctured/scratched/cut by sharp objects (syringes, ampoules, pieces of equipment, other sharp objects), falls/slips/sprains, unpleasant odors, exposure to liquids. chemicals, exposure to blood fluids, exposure to infectious diseases, low back pain, musculosceletal disorders and fatigue due to workload. The risk level in B3 medical waste management is low risk level. Control over potential risks consists of engineering control, administrative control and PPE (Personal Protective Equipment) control. For hospitals to maintain a low potential risk rating for B3 medical waste management. Keywords : Risk Management, K3RS, Medical Waste, AS/NZS 4360:2004  ABSTRAK Rumah sakit memiliki organisasi dan aktivitas pelayanan kesehatan yang besar dan kompleks sehingga memiliki potensi risiko tinggi terhadap kecelakaan akibat kerja dan penyakit akibat kerja. Limbah medis B3 dapat menjadi sarana kecelakaan dan penularan penyakit pada petugas kesehatan, pengunjung dan petugas pengelola limbah medis. Oleh karena itu, diperlukannya upaya untuk meminimalisir kecelakaan dan penularan penyakit. Tujuan dalam penelitian ini adalah melakukan identifikasi risiko, penilaian risiko, evaluasi risiko dan upaya pengendalian pada proses pengelolaan limbah medis B3 di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif analitik dengan mixed methods. Untuk mengetahui nilai dan level risiko berdasarkan standar AS/NZS 4360:2004. Selanjutnya, upaya pengendalian risiko dari hasil penilaian risiko. Potensi risiko yang ditemukan dalam penelitian ini terdapat 9 risiko pada kegiatan pengelolaan limbah medis B3 yaitu tertusuk/tergores/tersayat benda tajam (jarum suntik, ampul, pecahan alat, benda tajam lainnya), terjatuh/terpeleset/ terkilir, bau tidak sedap, terkena cairan kimia, terkena cairan darah, terpapar penyakit menular, low back pain, musculosceletal dicorders dan kelelahan akibat beban kerja. Tingkat risiko pada pengelolaan limbah medis B3 yaitu tingkat risiko rendah. Pengendalian terhadap potensi risiko terdiri dari pengendalian rekayasa teknik, pengendalian administratif dan pengendalian PPE (Personal Protective Equipment). Bagi pihak rumah sakit untuk mempertahankan peringkat potensi risiko pada posisi rendah terhadap pengelolaan limbah medis B3. Kata Kunci: Manajemen Risiko, K3RS, Limbah Medis, AS/NZS 4360:2004
Analisis faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks metode iva pada wanita usia 30-50 tahun Syiefa Renanda Surya; Bambang Setiaji; Endang Budiati; Sugeng Irianto; Aila Karyus
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 6 (2025): August Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i6.1133

Abstract

  Background: Early detection is an activity carried out to find out early about the possibility of a person having a disease. Early detection of cervical cancer is done to detect the possibility of someone having cervical cancer. The achievement of IVA examination in Bandar Lampung is only 36.2%. from the target of 50%. Purpose: To determine the factors associated with the participation of early detection of cervical cancer by the iva method in women aged 30-50 years Method: Quantitative research with cross sectional design. The process of collecting data using a questionnaire. The study population was women aged 30-50 years in the work area of the Health Center in Bandar Lampung City, totaling 183,855 people. The number of respondent samples calculated using the Slovin formula obtained a total of 440 samples. The sampling technique in this study was probability sampling. Results: There is a relationship between knowledge and participation in VIA examination with a p-value of 0.00 and an OR value of 78.053. There is a relationship between husband support and participation in VIA examination with a p-value of 0.00 and an OR value of 72.659. There is a relationship between support from community leaders and participation in VIA testing with a p-value of 0.00 and an OR of 52.567. There is a relationship between PKK cadre support and participation in VIA examination with a p-value of 0.00 and an OR value of 62.56. PKK cadre support is the most dominant variable with an OR value of (3.493). Conclusion: There is a relationship between husband's support for participation in VIA testing, there is a relationship between support from community leaders for participation in VIA testing, there is a relationship between support from PKK cadres and participation in VIA testing. Suggestion: PKK cadres are expected to provide counseling, motivation, and assistance for WUS to conduct early detection of cervical cancer by VIA method.
F FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PROGRAM RUJUK BALIK (PRB) PASIEN HIPERTENSI DI RSUD ALIMUDDIN UMAR KABUPATEN LAMPUNG BARAT Lia Puspita Sari; Dewi Rahayu; Aila Karyus; Dian Utama Pratiwi Putri; Endang Budiati
An Idea Health Journal Vol 4 No 01 (2024)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v4i01.135

Abstract

Referral Program (PRB) is a health service program that is provided to JKN participants with chronic diseases with stable conditions and still requiring treatment at first-level health facilities. Hypertension is a chronic disease that can only be controlled and requires long-term and even lifelong treatment so that patient compliance with hypertension treatment is required. Patient compliance is a determining factor for the success of hypertension therapy with controlled blood pressure results. This study was to determine what factors are associated with visits to the Referback Program for Hypertensive Patients at Alimuddin Umar Hospital, West Lampung Regency. The population of this study were 135 patients in the Internal Medicine Polyclinic who were included in the research criteria. This research was conducted from August 2022. This research includes quantitative research with a Cross Sectional approach. Data collection using medical records. The results showed that there was a relationship between hospital facilities and DRR visits for hypertension patients, there was a relationship between the competence of health workers and DRR visits for hypertension patients, and there was a relationship between ease of information and PRB visits for hypertension patients. The ease of information variable is the dominant variable in the referral patient visit. It is necessary to monitor and evaluate the implementation of the Referback Program, to conduct more intensive socialization regarding the Referback Program, to Health Facilities or participants about how useful this referral programs.
A Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Di Kabupaten Mesuji Tahun 2022 Rini Iwan Lestari; Dewi Rahayu; Endang Budiati; Sugeng Eko Irianto; Aila Karyus
An Idea Health Journal Vol 3 No 02 (2023): JULY
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v3i02.157

Abstract

According to WHO (2020) 35.5% of infant deaths are caused by low birth weight (LBW). In Indonesia, 79.1% of deaths occur in infants. In Mesuji District, there were 97 cases of LBW from 2,786 births. The research objective was to analyze the factors associated with the incidence of low birth weight in Mesuji District. This type of quantitative research, with a case control approach design. study population, all newborns were 2,907 babies. The research sample is 124 respondents. The sampling technique was purposive sampling. The method of collecting data is by observing checking medical record books and MCH books. Based on statistical tests, it was found that there was a relationship between maternal age (p-value 0.035, OR 2.476), ANC visits (p-value 0.000, OR 24.537), maternal nutritional status (p-value 0.001, OR 4.253), and anemia (p-value 0.010 OR 3.133) with the incidence of low birth weight in Mesuji District.The ANC visit variable became the dominant variable (p-value 0.000 OR 22.624) with the incidence of LBW. Suggestions, it is hoped that the health office can facilitate increased collaboration in improving education and community empowerment in order to create public understanding of health behavior and optimal utilization of health services.
Edukasi tentang pola asuh, kesehatan diri dan kesehatan keluarga Nurul Aziza; Febria Listina; Aila Karyus; Devi Meta Melani; Tasya Bella
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 4 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i4.3352

Abstract

Background: Family parenting is a way for parents to raise children so they can perform self-care independently, using various parenting styles used by families, namely democratic, permissive, and authoritarian. Children who are able to independently perform self-care can improve the health of school-age children, by enabling them to fulfill their needs for air, water, nutrition, elimination, hazard prevention, privacy, social interaction, activity, and rest. Personal health is one of the efforts made by individuals to create a healthy and quality life. Therefore, this paper aims to understand how to create awareness of personal hygiene through daily activities carried out by family members. Purpose: To increase parents' knowledge and understanding of parenting education on personal and family health. Method: The activity was held on Monday, April 13th at the Melati Integrated Health Post (Posyandu) in Tanjung Rejo 2, Natar District, South Lampung Regency, Lampung. It involved 25 elderly people and 30 housewives, as well as village cadres and midwives. The goal of this activity is to provide education on parenting, personal health, and family health. This education program uses a pre-test and post-test design to determine the community's understanding of parenting, personal health, and family health. The instrument used to measure community knowledge about parenting, personal health, and family health in this activity is a questionnaire administered before the educational activity (pre-test) and after the educational activity (post-test). Results: The level of knowledge of respondents before the educational activity (pre-test) was 7.3% in the good category, 29.1% in the adequate category, and 63.6% in the poor category. After the educational activity, the level of knowledge of respondents increased to 45.5% in the good category and 54.5% in the adequate category. There was a proportional increase in respondents, especially those who were mostly in the poor category before the educational activity, becoming mostly in the adequate category, and there were no longer any respondents in the poor category after the educational activity. Conclusion: Educational activities on parenting, personal health, and family health for housewives and the elderly using a direct community approach were very effective in increasing the community's knowledge and understanding of parenting, personal health, and family health, especially for mothers and families, in maintaining daily health. Suggestion: The community is expected to maintain personal hygiene, adopt a healthy diet, have regular health check-ups, and create harmonious family relationships. Parents also need to implement good parenting by providing attention, affection, and modeling healthy behaviors for their children. The community is also advised to remind each other and other family members about the importance of healthy living, such as washing hands, maintaining a clean home environment, and teaching children about it. Keywords: Family health; Health education; Parenting; Personal health Pendahuluan: Pola asuh keluarga merupakan suatu cara orangtua dalam mengasuh anak untuk mampu melakukan perawatan diri secara mandiri dengan berbagai tipe pola asuh yang digunakan keluarga yaitu, pola asuh demokratis, permisif, dan otoriter. Anak yang mampu mandiri dalam melakukan perawatan diri dapat meningkatkan derejat kesehatan pada anak usia sekolah dengan anak mampu melakukan dan memenuhi kebutuhan udara, air, nutrisi, eleminasi, pencegahan bahaya, privasi, interaksi sosial, aktivitas dan istirahat. Kesehatan diri (personal health) merupakan salah satu upaya yang dilakukan individu untuk menciptakan hidup yang sehat dan berkualitas. Sehingga tulisan ini bertujuan untuk memahami bagaimana cara menciptakan sikap sadar terhadap kebersihan diri melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan sehari-hari oleh anggota di keluarga. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pada orang tua tentang edukasi pola asuh kesehatan diri dan kesehatan keluarga. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada hari Senin 13 April  di Posyandu Melati, Tanjung Rejo 2, Kecamatan Natar kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Melibatkan 25 lansia, 30 Ibu Rumah Tangga peserta dan dihadiri juga para kader dan bidan desa. Sasaran kegiatan ini adalah memberikan edukasi tentang pola asuh, kesehatan diri dan kesehatan keluarga. Edukasi ini menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengetahui pemahaman masyarakat mengenai pola asuh, kesehatan diri dan kesehatan keluarga. Instrumen yang digunakan untuk mengukur pengetahuan masyarakat tentang pola asuh, kesehatan diri dan kesehatan keluarga pada kegiatan ini berupa kuesioner yang diberikan sebelum kegiatan edukasi (pre-test) dan setelah kegiatan edukasi (post-test). Hasil: Menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum kegiatan edukasi (pre-test) adalah sebanyak 7.3% dalam kategori baik, sebanyak 29.1% dalam kategori cukup dan sebanyak 63.6 dalam kategori kurang. Setelah kegiatan edukasi, tingkat pengetahuan responden menjadi sebanyak 45.5% dalam kategori baik dan sebanyak 54.5% dalam kategori cukup. Terdapat peningkatan secara proporsional untuk responden, terutama yang sebelum kegiatan edukasi sebagian besar dalam kategori kurang menjadi sebagian besar dalam kategori cukup, dan sudah tidak ada lagi responden yang dalam kategori kurang setelah kegiatan edukasi diberikan. Simpulan: Kegiatan edukasi pola asuh, kesehatan diri dan kesehatan keluarga pada ibu rumah tangga dan lansia dengan pendekatan komunitas langsung sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pengertian pola asuh, kesehatan diri dan kesehatan keluarga terutama ibu dan keluarga, dalam menjaga kesehatan sehari-hari. Saran: Masyarakat diharapkan menjaga kebersihan diri, menerapkan pola makan sehat, rutin memeriksa kesehatan, serta menciptakan hubungan keluarga yang harmonis. Orang tua juga perlu menerapkan pola asuh yang baik dengan memberi perhatian, kasih sayang, dan contoh perilaku sehat kepada anak. Masyarakat juga disarankan untuk saling mengingatkan antaranggota keluarga tentang pentingnya hidup sehat, seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan rumah, dan membiasakan anak.
Factors Related to the Implementation of the One House One Larvae Monitoring Movement for the Prevention of Dengue Hemorrhagic Fever Yana Riana; Dewi Rahayu; Aila Karyus; Endang Budiati; Dian Utama Pratiwi Putri
Health Dynamics Vol 2, No 7 (2025): July 2025
Publisher : Knowledge Dynamics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hd20704

Abstract

Background: Prevention efforts through the One House One Larvae Monitoring, which is a government program in Indonesia to monitor and control the spread of dengue fever (DBD). The movement has not been running optimally, as indicated by the increasing number of cases year by year. Several factors, such as knowledge, attitude, the role of health workers, and the presence of mosquito larvae monitor cadres, are suspected to influence the implementation of this movement. This study aims to identify the factors associated with the implementation of the One House One Larvae Monitoring Movement activities for dengue fever prevention in Pesisir Barat Regency, Indonesia in 2025. Methods: This study is a quantitative, cross-sectional study, employing a simple random sampling technique. The research subjects were heads of households while the study variables included knowledge, attitude, the role of health workers, mosquito larvae monitor cadres, and the implementation of One House One Larvae Monitoring. The research was conducted from March 4 to March 25, 2025. Data analysis was performed using multiple logistic regression. Results: The results of the study indicate a significant relationship between knowledge (p = 0.000), attitude (p = 0.000), the role of health workers (p = 0.005), and mosquito larvae monitor cadres or Jumantik cadre (p = 0.007) with the implementation of One House One Larvae Monitoring. The dominant factor influencing the implementation of this movement is knowledge, with an Exp(B) value of 6.986. Conclusions: It is recommended that the local government and health workers be more active in conducting socialization and empowering mosquito larvae monitor cadres, as well as encouraging active community involvement in the implementation of the One House One Larvae Monitor Movement as a sustainable effort to prevent dengue fever.