Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Penguatan Diri dan Kesehatan Emosional Melalui Kegiatan ART Therapy pada Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas II A Semarang Niswatul Baroroh; Ayu Priyantri Rahmatika; Gabriell Phallanges Ratu May Tasir; Sigit Hariyadi; Ashari Mahfud; Awalya Awalya
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.726

Abstract

Warga binaan perempuan di lembaga pemasyarakatan rentan mengalami tekanan psikologis yang dapat memengaruhi kesehatan emosional, regulasi emosi, dan efikasi diri. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan yang mampu membantu peserta mengenali dan mengekspresikan emosi secara sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesehatan emosional warga binaan melalui pendekatan art therapy di Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang. Metode kegiatan dilakukan melalui seminar interaktif, diskusi, refleksi diri, dan praktik art therapy yang terdiri dari kotak emosi, menggambar bersama, serta membentuk kembali potongan kertas menjadi karya baru. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta lebih mampu mengenali emosi, mengekspresikan perasaan secara positif, serta menunjukkan peningkatan rasa percaya diri dan harapan terhadap masa depan. Sekitar 88% peserta merasa lebih lega setelah mengikuti kegiatan dan 82% peserta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa art therapy dapat menjadi media yang efektif dalam mendukung regulasi emosi, penguatan diri, dan kesehatan emosional warga binaan perempuan.
Penguatan Kesehatan Mental untuk Meningkatkan Penerimaan Diri dan Optimisme Masa Depan pada Warga Binaan Perempuan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Semarang Nur Lailatul Hikmah; Desi Milasari; Okta Maria Magdalena; Sigit Hariyadi; Ashari Mahfud; Awalya Awalya
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i2.4871

Abstract

Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan menjadi salah satu kelompok yang rentan mengalami gangguan mental. Kebebasan yang terbatas, stigma negatif masyarakat tentang narapidana, rasa penyesalan mendalam akan tindakan yang salah di masa lalu menjadi tekanan tersendiri bagi warga binaan, ditambah akses fasilitas layanan kesehatan mental yang masih minim di Lembaga Pemasyarakatan. Masalah tersebut menjadi urgensi kegiatan pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan kelas IIA Semarang. Tujuan dilakukannya pengabdian ini untuk menguatkan kesehatan mental, menumbuhkan penerimaan diri, dan optimisme masa depan warga binaan. Target luaran yang dihasilkan dari kegiatan penguatan kesehatan mental ini yaitu meningkatkan pemahaman warga binaan akan kesejahteraan psikologis, mampu memaafkan dan menerima diri kembali, mampu mengelola emosi secara sehat, dan mampu merencanakan masa depan yang baru mulai dari masa sekarang. Metode yang digunakan yaitu pendekatan edukatif-partisipatif yang mengintegrasikan penyuluhan, pelatihan, refleksi diri, dan pendampingan kelompok. Secara keseluruhan, hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman warga binaan tentang pentingnya menjaga kesehatan mental, mampu menerima diri kembali, dan optimis terhadap masa depan. Hal ini terlihat dari kebermanfaatan yang dirasakan langsung oleh warga binaan selama terlibat dalam kegiatan yakni memperoleh dukungan emosional antar sesama, menyadari potensi diri, dan kesadaran baru bahwa mereka masih memiliki masa depan baru yang bisa disusun mulai dari masa sekarang.
PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN METODE PROBLEM BASED LEARNING DALAM PERENCANAAN KARIER MAHASISWA SASTRA INGGRIS UNNES Vikrotun Nisa; Felly Veronica Lumempouw; Shahia Wardati; Kartina Maming; Ading Lingga Yunita Lestari; Ashari Mahfud; Sigit Hariyadi; Awalya Awalya
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.248

Abstract

Layanan bimbingan kelompok dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan perencanaan karier pada mahasiswa semester VI Program Studi Sastra Inggris. Layanan telah dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2026 dan bertempat di ruang kelas Fakultas Bahasa dan Seni UNNES. Layanan bimbingan kelompok menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) yang terdiri dari 3 tahap pelaksanaan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap awal dilakukan persiapan yang terdiri dari wawancara, observasi, dan perencanaan. Selanjutnya tahap pelaksanaan dilaksanakan layanan bimbingan kelompok dengan menerapkan metode Problem Based Learning (PBL) pada setiap pertemuan. Kemudian tahap evaluasi proses untuk melihat keterlibatan peserta dalam dinamika kelompok dan evaluasi hasil untuk mengukur ketercapaian serta keberhasilan dari layanan yang diberikan. Hasil evaluasi dikategorikan baik dengan terlihatnya peningkatan dalam kehadiran, keaktifan diskusi, kemampuan bekerja sama, serta peningkatan pada 4 aspek yang menjadi indikator keberhasilan layanan bimbingan kelompok, sehingga tujuan pelaksanaan layanan dinyatakan tercapai. Pelaksanaan layanan bimbingan kelompok menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) menunjukan kontribusi baik dalam peningkatan kemampuan perencanaan karier pada mahasiswa Program Studi Sastra Inggris UNNES.
Psikoedukasi Mengelola Emosi untuk Ibu dan Keluarga di Kelurahan Karang Tempel Kota Semarang Ainun Khusnita Salsabilla Zain; Fhirlynesia Martha; Mohammad Fadilah Noor Agustian; Ashari Mahfud; Awalya Awalya; Sigit Hariyadi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1007

Abstract

Peran ibu dalam suatu keluarga sangatlah penting karna dalam keluarga peran seorang ibu ini dituntut memiliki kemampuan untuk mengelola berbagai tekanan berupa tanggung jawab pengasuhan, pekerjaan rumah, dan tuntutan sosial lainnya. Sehingga saat ini kesejahteraan psikologis ibu merupakan faktor penting untuk menciptakan keharmonisan keluarga, maka diperlukan upaya promotif dan preventif untuk meningkatankan kesejahteranhan psikologisnya. Kegiatan pengabdiannmasyarakat melalui seminar ini bertujuan untuk membagikan  pengetahuan atau pemahaman baru kepada ibu – ibu mengenai detoks emosi sehari – hari sebagai langkah sederhana untuk menjaga kestabilan kesehatan mental dalam menjalani perannya serta mampu membangun lingkungan keluarga yang positif. Kegiatan seminar ini dilakukan di Kelurahan Karangtempel, Kota Semarang dengan sasaran utamanya adalah ibu – ibu. Metode dalam pelaksanaan seminar ini berupa penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, serta refleksi pengalaman dalam mengelola emosi sehari – hari. Kegiatan seminar ini memberikan pemahaman kepada para peserta mengenai pentingnya mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara adaptif, selain itu selama kegiatan berlangsung peserta menunjukan antusiasme yang tergolong tinggi dalam memproleh strategi yang praktiks untuk mereduksi stress dan meningkatkan kualitas hubungan di keluarga. Kegiatan seminar edukasi detoks emosi ini tergolong ke dalam bentuk intervesi promotif dan prefentif dalam meningkatkan kesehatan mental ibu untuk menciptakan keluarga yang harmonis.
The Essential Role of Elementary School Teachers in Guidance and Counseling Services: Developing Student Empathy in Indonesia in Support of SDG 4 Firdian Setiya Arinata; Awalya Awalya; Eem Munawaroh; Ashari Mahfud; Najma Sana Nadhirah Hilman; Adinuringtyas Herfi Rahmawati
Journal of Current Studies in SDGs Vol. 3 No. 3 (2027): September
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63230/jocsis.3.3.199

Abstract

Objective: Empathy is a fundamental social-emotional competency that supports students’ personal development, positive interpersonal relationships, and inclusive learning environments. However, increasing cases of bullying, intolerance, and interpersonal conflicts among elementary school students indicate that empathy development remains a significant educational challenge in Indonesia. This study aims to examine the essential role of elementary school teachers in implementing guidance and counseling services to foster students' empathy while contributing to Sustainable Development Goal (SDG) 4, particularly the promotion of quality and inclusive education. Method: A Systematic Literature Review (SLR) using the Arksey and O'Malley scoping review framework. Relevant studies published between 2014 and 2024 were identified through Garuda, Taylor & Francis, Open Knowledge Maps, and PubMed databases. Literature selection followed predetermined inclusion and exclusion criteria, while thematic analysis was conducted to synthesize evidence regarding teachers' roles and effective strategies for empathy development through guidance and counseling services.  Results:  The findings demonstrate that elementary school teachers play a pivotal role in integrating guidance and counseling into daily learning activities to enhance students' empathy. Effective strategies include experiential learning-based guidance programs, strengthening teacher–student relationships, collaboration with parents, bullying prevention initiatives, violence prevention education, and cognitive empathy enhancement. These approaches contribute to students' social-emotional development, reduce aggressive behavior, and support the creation of safe and inclusive school environments aligned with SDG 4.  Novelty: Unlike previous studies that primarily focused on either teacher roles or empathy interventions separately, this review integrates current evidence to provide a comprehensive synthesis of elementary school teachers' guidance and counseling practices for empathy development within the Indonesian educational context. Furthermore, the study explicitly connects empathy-based guidance and counseling with the achievement of SDG 4 (Quality Education), offering practical recommendations for integrating empathy development into elementary education policies and classroom practices.
Group Counseling through Cognitive Behavioral Therapy with Cognitive Restructuring Technique for Self-Esteem Enhancement of Bullying Victims Malya Milawati; Awalya Awalya; Siti Nuzulia
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol. 14 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v14i2.47994

Abstract

Students with high self-esteem possess a positive self-concept and a confidence to navigate psychological and social challenges as part of their developmental process. However, victims of bullying tend to exhibit low self-esteem, characterized by feelings of worthlessness, pervasive self-doubt, and the emergence of maladaptive negative thought patterns. Consequently, this study aimed to enhance the self-esteem of bullying victims through a group counseling intervention utilizing cognitive behavioral therapy (CBT) with a focus on cognitive restructuring technique. The research employed a quasi-experimental one-group pre-test-post-test design, involving two phases of measurement (pre and post-test). Six students identified as having low self-esteem were selected as participants. The analysis revealed a notable improvement in self-esteem based on the different test results before and after the intervention. Specifically, the Wilcoxon signed-rank test demonstrated a significant increase from pre-test to post-test scores. Overall, group counseling utilizing cognitive restructuring proved effective in assisting bullying victims to foster more positive self-perceptions that elevate their self-esteem. These findings provide a theoretical and practical basis for school counselors to implement cognitive restructuring as a primary intervention for supporting students who have experienced bullying.    
The Effect of Family Economic Status, Peer Support, and  Mass Media Perception on Career Planning of SMKS Students Ar Byanfikas Musita; Awalya Awalya; Farid Ahmadi
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol. 15 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v15i1.48198

Abstract

Career planning serves as a systematic framework that is essential to guides students toward a well-structured future. This study examines the effect of family economic status, peer support, and mass media perception on students' career planning. Utilizing a quantitative approach, this research sampled 222 students through proportionate stratified random sampling. The data involved were analyzed using hierarchical regression. The results of this study indicated that in Model 1, family economic status accounted for 27.3% of the variance in career planning (R2 = 0.273). The inclusion of peer support in Model 2 increased the contribution to 44.2% (R2 = 0.442); meanwhile the addition of mass media in Model 3 raised the total variance explained to 53.5% (R2 = 0.535). In addition, the t-test results confirmed that each additional variable group provided a statistically significant increase in the involved variables. The findings reveal that mass media, specifically the evaluating information dimension regarding the credibility and relevance of career-related data is the most dominant predictor of career planning among vocational high school students.
Erosion of Self-Efficacy as a Predictor of Burnout Among School Counselors: A Narrative Review Ismah; Haryono; Sugiyo; Awalya
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 02 (2026): April 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i02.8662

Abstract

This study systematically reviews how erosion of self-efficacy predicts burnout among school counselors by synthesizing nine empirical studies published between 2015 and 2025 using PRISMA 2020 and Kitchenham’s SLR framework. Findings show that declining self-efficacy consistently predicts higher emotional exhaustion, depersonalization, and reduced personal accomplishment. Self-efficacy also mediates the relationship between job resources (role clarity, supervision, training) and counselor well-being, while loneliness and weak organizational support attenuate the protective effects of self-efficacy. Contextual vulnerabilities include crisis management and parental collaboration, where demands often exceed counselors’ capacities. Based on integrated evidence, the study proposes a context-sensitive early-detection framework for Indonesian schools that integrates organizational supports, mastery experiences, and emotional-spiritual interventions. Contributions are threefold: theoretical extension of the Job Demands Resources model, empirical validation of self-efficacy erosion as a predictor of burnout, and practical guidance for prevention. Future research should validate detection instruments and use longitudinal, mixed-method designs in Indonesian settings and implementation studies. Keywords: burnout, school counselors, self-efficacy, loneliness, systematic literature review
Pembelajaran Psikoedukasi Persiapan Pernikahan: Merencanakan Pernikahan yang Bahagia Nunik Pujiarti; Mungin Eddy Wibowo; Awalya Awalya; Muslikah Muslikah
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1739

Abstract

Psikoedukasi adalah proses pendidikan terstruktur yang menggabungkan penyampaian pengetahuan, pelatihan keterampilan, dan penguatan sikap untuk mencegah masalah sebelum berkembang ke arah yang tidak diinginkan atau meminimalisasi risiko. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta didik (taruni) mengenai kesiapan pernikahan, baik dari segi psikologis, finansial maupin fisik untuk merencanakan pernikahan yang bahagia. Psikoedukasi persiapan pernikahan: merencanakan pernikahan yang bahagia ini dilaksanakan penulis di Akademi Kepolisian Semarang dengan tujuan meningkatkan pemahaman peserta didik tentang persiapan pernikahan, baik dari segi psikologis, finansial maupun fisik. Metode yang digunakan adalah penyampaian materi secara interaktif dan diskusi aktif. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta didik terkait kesiapan menikah, terutama dalam mengidentifikasikan faktor yang perlu disiapkan sebelum menikah. Hal ini penting untuk meminimalisir dampak negatif yaitu perceraian yang makin marak terjadi. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam upaya memberikan pemahaman merencanakan pernikahan bahagia di Indonesia.
The Essential Role of Elementary School Teachers in Guidance and Counseling Services: Developing Student Empathy in Indonesia in Support of SDG 4 Firdian Setiya Arinata; Awalya Awalya; Eem Munawaroh; Ashari Mahfud; Najma Sana Nadhirah Hilman; Adinuringtyas Herfi Rahmawati
Journal of Current Studies in SDGs Vol. 3 No. 3 (2027): September
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63230/jocsis.3.3.199

Abstract

Objective: Empathy is a fundamental social-emotional competency that supports students’ personal development, positive interpersonal relationships, and inclusive learning environments. However, increasing cases of bullying, intolerance, and interpersonal conflicts among elementary school students indicate that empathy development remains a significant educational challenge in Indonesia. This study aims to examine the essential role of elementary school teachers in implementing guidance and counseling services to foster students' empathy while contributing to Sustainable Development Goal (SDG) 4, particularly the promotion of quality and inclusive education. Method: A Systematic Literature Review (SLR) using the Arksey and O'Malley scoping review framework. Relevant studies published between 2014 and 2024 were identified through Garuda, Taylor & Francis, Open Knowledge Maps, and PubMed databases. Literature selection followed predetermined inclusion and exclusion criteria, while thematic analysis was conducted to synthesize evidence regarding teachers' roles and effective strategies for empathy development through guidance and counseling services.  Results:  The findings demonstrate that elementary school teachers play a pivotal role in integrating guidance and counseling into daily learning activities to enhance students' empathy. Effective strategies include experiential learning-based guidance programs, strengthening teacher–student relationships, collaboration with parents, bullying prevention initiatives, violence prevention education, and cognitive empathy enhancement. These approaches contribute to students' social-emotional development, reduce aggressive behavior, and support the creation of safe and inclusive school environments aligned with SDG 4.  Novelty: Unlike previous studies that primarily focused on either teacher roles or empathy interventions separately, this review integrates current evidence to provide a comprehensive synthesis of elementary school teachers' guidance and counseling practices for empathy development within the Indonesian educational context. Furthermore, the study explicitly connects empathy-based guidance and counseling with the achievement of SDG 4 (Quality Education), offering practical recommendations for integrating empathy development into elementary education policies and classroom practices.