Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Kinerja Boiler Pada PLTU Ombilin Berdasarkan Variabel Operasional Menggunakan Model Machine Learning Random Forest Devky Meinaldi Fernanda; Arwizet Arwizet; Yolli Fernanda; Andre Kurniawan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2911

Abstract

Penelitian ini mengembangkan model prediksi beban PLTU menggunakan algoritma Random Forest dengan proses tuning hyperparameter melalui grid search untuk memperoleh konfigurasi optimal, yaitu n_estimators 200, max_depth 30, min_samples_split 10, dan min_samples_leaf 2. Model dilatih dan diuji menggunakan data historis dan data eksternal sebanyak 4.149 sampel, menghasilkan performa prediksi yang sangat baik dengan nilai MAE sebesar 0,6517, RMSE 1,4305, dan R-squared 0,9650. Hasil visualisasi scatter plot menunjukkan prediksi yang akurat dengan sebagian besar titik dekat garis ideal. Model ini membuktikan kemampuan generalisasi dan reliabilitas yang tinggi dalam memprediksi beban PLTU, sehingga dapat digunakan efektif dalam monitoring dan pengelolaan operasional pembangkit listrik.
Studi Karakteristik Biodiesel dari Minyak Kelapa dengan Katalis Basa Egis Egis; Sri Rizki Putri Primandari; Yolli Fernanda; Andre Kurniawan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4421

Abstract

Indonesia masih sangat bergantung pada minyak kelapa sawit sebagai bahan baku utama biodiesel. Namun, untuk menjaga ketersediaan biodiesel dalam jangka panjang, perluasan basis bahan baku sangat diperlukan. Minyak kelapa muncul sebagai alternatif yang menjanjikan, mengingat kelapa telah menjadi bagian integral dari budaya masyarakat pesisir dan kepulauan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil uji karakterisitik biodiesel dari minyak kelapa berupa densitas, viskositas, dan angka asam kemudian dibandingkan dengan standar SNI 7182:2015. Metode penelitian ini melibatkan eksperimen melalui proses transesterifikasi dengan kondisi operasi pada suhu 60°C selama 60 menit, rasio molar metanol:minyak sebesar 6:1, dan variasi konsentrasi katalis basa KOH yaitu 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2% dari berat minyak yang digunakan. Penelitian ini mengevaluasi karakteristik biodiesel dari minyak kelapa dengan variasi katalis basa KOH sebesar 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%. Hasil uji menunjukkan nilai densitas 882,93–884,75 kg/m³ dan viskositas 2,405–2,729 cSt, yang seluruhnya memenuhi standar SNI 7182:2015. Nilai bilangan asam sebesar 0,2805 mg KOH/g pada variasi 0,5% dan 1% juga sesuai dengan batas maksimum 0,5 mg KOH/g, sedangkan variasi 1,5% dan 2% melebihi standar. Dengan demikian, variasi katalis KOH 1% menghasilkan biodiesel dengan karakteristik terbaik sesuai standar SNI 7182:2015. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan katalis KOH sebesar 1% merupakan kondisi optimal dalam produksi biodiesel dari minyak kelapa, menghasilkan biodiesel dengan kualitas terbaik. Hasil ini menunjukkan potensi biodiesel sebagai alternatif bahan bakar terbarukan yang ramah lingkungan dan berkontribusi pada diversifikasi energi nasional. Penelitian ini juga membuka peluang pengembangan energi berbasis sumber daya lokal.
Studi Simulasi Perpindahan Panas pada Kuningan dan Kayu dalam Pengujian Konduktivitas Termal Felia Maresta; Yolli Fernanda; Arwizet K; Andre Kurniawan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja alat uji konduktivitas termal pada material padat melalui pendekatan simulasi numerik menggunakan perangkat lunak ANSYS Steady-State Thermal. Kajian ini didasarkan pada metode Comparative Cut Bar yang mengacu pada standar ASTM E1225, di mana dua batang logam identik digunakan sebagai meter bar untuk memastikan aliran panas berlangsung secara linier dan satu dimensi. Sumber panas menggunakan Catridge Heater bertenaga 300 W dengan sistem pengendali suhu REX C-100, sedangkan pendinginan dilakukan menggunakan Heat Sink Water Block untuk menjaga kestabilan temperatur. Simulasi dilakukan pada dua jenis material spesimen, yaitu kuningan dan kayu, dengan variasi suhu sumber panas sebesar 150°C, 250°C, dan 350°C. Hasil simulasi menunjukkan bahwa distribusi temperatur pada kuningan bersifat lebih merata dibandingkan kayu karena nilai konduktivitas termalnya yang lebih tinggi. Nilai konduktivitas termal rata-rata yang diperoleh dari hasil simulasi adalah 109 W/m·K untuk kuningan dan 0,12 W/m·K untuk kayu. Temuan ini mengonfirmasi bahwa material dengan konduktivitas termal tinggi mampu mentransfer panas lebih efisien, sedangkan efektivitas sistem Heat Sink berperan penting dalam menjaga kestabilan suhu dan mengurangi kehilangan panas selama proses pengujian.
ANALISIS NUMERIK KINERJA TURBIN ANGIN DARRIEUS TIPE H TERHADAP VARIASI JUMLAH BLADE DAN KECEPATAN ANGIN DENGAN PENDEKATAN SIMULASI CFD Diki Afrianto; Andre Kurniawan; Yolli Fernanda; Fitrah Qalbina
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.8776

Abstract

This study aims to analyze the aerodynamic performance of an H-type Darrieus wind turbine by varying the number of blades and wind speeds using the Computational Fluid Dynamics (CFD) method. The turbine geometry was modeled using SolidWorks 2022 and numerically simulated with ANSYS Fluent 2025. The models consist of three-blade and four-blade configurations employing the NACA 0012 airfoil profile, tested under three different freestream wind velocities: 7 m/s, 9 m/s, and 11 m/s. The simulations were conducted within static and rotating domains to examine the fluid flow characteristics around the rotor, including velocity distribution, pressure field, torque, and power efficiency. The results show that increasing wind speed leads to more complex and turbulent flow behavior, characterized by the emergence of vortex shedding behind the blades. The torque coefficient (Ct) and power coefficient (Cp) increased with higher wind speeds in the three-blade configuration, indicating greater energy conversion efficiency compared to the four-blade configuration. Conversely, the four-blade turbine exhibited reduced efficiency at higher wind speeds due to increased drag forces and inter-blade interactions, which caused energy losses. Overall, the findings demonstrate that the three-blade H-type Darrieus turbine provides superior aerodynamic efficiency and rotational stability at medium to high wind speeds, whereas the four-blade configuration performs better at lower wind speeds by generating higher starting torque. These results are expected to serve as a reference for the development of efficient vertical-axis wind turbine designs suitable for wind conditions in Indonesia.
ANALISIS PENGARUH VARIASI JUMLAH SUDU TERHADAP KINERJA TURBIN CROSSFLOW DI PT XYZ Farhan Rahmat Putra; Andre Kurniawan; Yolli Fernanda; Randi Purnama Putra
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.8777

Abstract

This study aims to analyze the effect of blade number variation on the performance of a crossflow turbine used in the Micro-Hydro Power Plant (PLTMH) system at PT XYZ. The research was conducted using a numerical simulation approach based on Computational Fluid Dynamics (CFD) with Solidworks 2022 for geometry modeling and ANSYS Fluent 2025 R1 for fluid flow simulation. The variations of blade numbers investigated were 18, 24, 30, and 32 blades, with constant operating parameters including a flow rate of 0.03678 m³/s, a head of 0.3 m, and a rotational speed of 1500 rpm. The simulation results indicate that the number of blades significantly affects the torque, output power, and efficiency of the crossflow turbine. The configuration with 18 blades produced the best performance, achieving a torque of 21.39 Nm, an effective power of 3359.64 W, and an efficiency of 31.09%, while configurations with 24 and 32 blades showed a significant decrease in efficiency to around 6%. The analysis of velocity contours, pressure contours, and streamlines revealed that the 18-blade configuration provides a more stable and focused flow with uniform pressure distribution along the blade’s leading edge, resulting in greater tangential force on the runner shaft. In contrast, increasing the number of blades causes higher turbulence and energy losses. Therefore, it can be concluded that the 18-blade configuration is the most optimal design for achieving efficient crossflow turbine performance under the specified operating conditions.