Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA

Peran Perawat sebagai Edukator terhadap Persepsi Sakit pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Kabupaten Jember Anggraeni, Nabila Cindy; Widayati, Nur; Sutawardana, Jon Hafan
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 6, No 1 (2020): VOL 6, NO 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v6i1.24364

Abstract

ABSTRAKPasien dengan diabetes melitus (DM) tipe 2 akan menggambarkan penyakit yang dialami sesuai dengan apa yang ada dalam pikirannya untuk memahami masalah terkait. Persepsi sakit dapat ditingkatkan melalui pendidikan kesehatan oleh perawat tentang bagaimana mengelola penyakit dan manajemen perawatan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara peran perawat sebagai edukator dengan persepsi sakit pada pasien DM tipe 2. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling penelitian ini adalah consecutive sampling dengan sampel sebanyak 112 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner peran perawat sebagai edukator dan kuesioner Brief Illness Perception Questionnaire (BIPQ). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Spearman-rank dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara peran perawat sebagai edukator dengan persepsi sakit (p value: 0,001; r: -0,433). Tingkat korelasi sedang dan bersifat negatif yang berarti semakin tinggi nilai peran perawat sebagai edukator maka semakin rendah nilai persepsi sakit. Semakin baik peran perawat sebagai edukator, semakin positif persepsi pasien tentang penyakit, yang berarti semakin sedikit ancaman penyakit yang dirasakan oleh pasien. Studi ini menunjukkan bahwa perawat harus dapat meningkatkan penyediaan pendidikan kesehatan untuk pasien dengan DM tipe 2 sehingga pasien dapat memiliki persepsi positif terhadap penyakit.   ABSTRACT Patients with type 2 diabetes mellitus will describe their illness based on what is in their minds to understand related problems. Illness perception can be improved through health education by nurses about how to manage the illness and self-care management. This study aimed to analyze correlation between the role of nurse as educator and illness perception in patients with type 2 diabetes mellitus. This research applied an observational analytic design with cross sectional approach. A total of 112 respondents were obtained by using consecutive sampling technique. Data collection was conducted by administering questionnaires of Role of Nurse as Educator and Brief Illness Perception Questionnaire (BIPQ). Data analysis was performed with Spearman-rank correlation test with significance level of 0,05. The result showed a significant correlation between the role of nurse as educator and illness perception (p value: 0,001; r: -0,433). The correlation was moderate and negative which means the higher the value of the role of nurse as educator, the lower the value of illness perception. The better the role of the nurse as educator, the more positive the patient’s perception about the illness, which means the less threatening the illness is perceived by the patients. This study indicates that nurses should be able to improve the provision of health education to patients with type 2 diabetes mellitus so that patients can have positive perceptions of the illness.
Pengaruh Familiar Auditory Sensory Training Pada Tingkat Kesadaran Pasien Stroke Di RSD dr. Soebandi Jember Aripratiwi, Cirilia; Sutawardana, Jon Hafan; Hakam, Mulia
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 6, No 2 (2020): VOL 6, NO 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v6i2.26917

Abstract

ABSTRAKStroke dapat menyebabkan penurunan kesadaran. Pada kasus stroke dengan penurunan kesadaran dapat mengakibatkan pasien mengalami kematian, defisit neurologi, semakin lamanya waktu perawatan, dan akan meningkatkan biyaya perawatan. Kasus stroke dengan penurunan kesadaran banyak dijumpai di RSD dr. Soebandi Jember. Namun upaya perawat dalam meningkatkan kesadaran pasien berfokus pada terapi farmakologi sehingga memerlukan terapi non farmakologi seperti terapi Familiar Auditory Sensory Training (FAST) untuk membantu proses pemulihan kesadaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh FAST pada tingkat kesadaran pasien stroke. Penelitian didesain dengan quasi experimental menggunakan rancangan Non equivalent control group melibatkan 29 pasien stroke yang mengalami penurunan kesadaran. 29 pasien dibagi menjadi 15 kelompok intervensi yang diberi terapi FAST selama tiga hari. FAST diberikan 3 kali sehari. 14 pasien berikutnya dalam kelompok kontrol hanya dilakukan pemeriksaan GCS. Tingkat kesadaran pasien diukur menggunakan instrumen Glasgow Coma Scale (GCS) yang terdiri dari 3 komponen yakni respon mata, verbal, dan motorik. Data dianalisis dalam SPSS menggunakan uji Mann-Whitney dan uji Wilcoxon. Hasil analisis uji baik pada kelompok intervensi maupun kontrol diperoleh nilai p 0,010 (nilai p α). Hasil uji yang signifikan membuktikan bahwa ada pengaruh FAST dalam meningkatkan kesadaran pasien stroke. FAST dapat dijadikan terapi nonfarmakologi untuk membantu proses pemulihan kesadaran pada pasien stroke.ABSTRACTStroke can cause a decrease in consciousness. In the case of stroke with decreased consciousness can result in the patient experiencing death, neurological deficits, the longer treatment time, and will increase the cost of treatment. Cases of stroke with decreased consciousness are often found in RSD dr. Soebandi Jember. However, nurses' efforts in increasing patient awareness focus on pharmacological therapy so that it requires non-pharmacological therapy such as Familiar Auditory Sensory Training (FAST) therapy to help the process of recovering consciousness. The purpose of this study was to determine the effect of FAST on the level of awareness of stroke patients. This study involved 29 stroke patients who experienced a decrease in consciousness. 29 patients were divided into 15 intervention groups who were given FAST therapy for three days. FAST is given 3 times a day. The next 14 patients in the control group only performed GCS examination. The level of patient awareness was measured using the Glasgow Coma Scale (GCS) instrument consisting of 3 components namely eye, verbal, and motor response. Data were analyzed in SPSS using the Mann-Whitney test and Wilcoxon test. The results of the test analysis in the intervention and control groups obtained p-value 0.010 (p-value α). Significant test results prove that there is an influence of FAST in increasing stroke patient awareness. This study shows that nurses should be able to increase the application of nonpharmacological therapies such as FAST to help the process of recovering consciousness in stroke patients.
Co-Authors Agung Waluyo Ahmad Rizki Nur Hakiki Akhmad Zainur Ridla Alfid Tri Afandi Andani, Kadek Novi Anggraeni, Nabila Cindy Anisah Ardiana Aripratiwi, Cirilia Ary Januar Pranata Putra Baehaqi Batrisyia, Irdina Bintari, Lula Apriliya Puteri Chasanah, Nur Fitria Ulfa Cristina Esria Valentin Tambunan Dewi, Risma Eka Putri Arlyani Kusuma Dini Kurniawati Dwi Ayu Sari Emi Wuri Wuryaningsih Enggal Hadi Kurniyawan Erti Ikhtiarini Dewi Esti Utarti Evi Nursyafitri Fahruddin Kurdi Handoko, Dhimas Rizky Hanny Rasni Ika Hestri Iwan Setiawan Kurniasari, Dwi Meida Kushariadi Kushariadi Kushariadi, Kushariadi Kushariyadi Kushariyadi Kushariyadi Kushariyadi Kushariyadi Lantin Sulistiyorini, Lantin Lianawati Lianawati Muhamad Zulfatul A’la Muhammad Nur, Kholid Rosyidi Muhammad Rofiqi Muhammad Rofiqi Mulia Hakam Murtaqib Murtaqib Mustakim Mustakim Mustakim Nisrina Na'ilah Rahmatika Nistiandani, Ana Novian Dwi Roessanti Nur Widayati Nurmaidah, Ruri Pangestu, Adinda Widia Putri, Wildiah Nursyafiqoh Rima Ulfa Fahra Risma Arlyani Dewi Rismawan Adi Yunanto Rondhianto Rondhianto Rurin Nurmaidah Ruris Haristiani Sekar Ayu Widowati Shodikin, Mohammad Siswoyo Siswoyo Siswoyo Siswoyo Siswoyo Siswoyo Siswoyo Sodikin, M. Sukma, Anindianti Syafira Nabillah Wijatmiko Syahrul Abdul Yazid Trisya Aulia Damayanti umniyyah, zahratul Wantiyah Wantiyah Widya Maulina Cantika Putri Wijayanti, Sinta Yazid, Syahrul Abdul Yeni Fitria Yofita Refvinda Desfiani Yosep Filiandri Yulia Yulia Yustika Dian Pawesti Zahro, Siti Fatimatus Zamroni, Amiruz Zuhro, Zuiffah Lailatul