Sintiya Halisya Pebriani
Jurusan Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Khadijah Palembang

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Hambatan Online Learning terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Keperawatan di Masa Pandemi Covid-19 Mardiah Mardiah; Sintiya Halisya Pebriani; Lily Marleni
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v4i10.7078

Abstract

ABSTRACT  Online learning as a step to prevent the spread of the Covid-19 virus has turned out to be a burden in itself and requires adaptation and effort to run well. This learning method has been implemented in almost all universities in Indonesia, but in fact it is still not fully running well, so it can have an impact on learning motivation. This research was conducted to determine the effect of online learning on students' learning motivation. The research design used descriptive correlation with a cross sectional approach. The research sample with a total sampling of 113 respondents. Data was collected using an online-based questionnaire distributed via a google form link consisting of an online learning barrier questionnaire and a learning motivation questionnaire. The research data were analyzed using univariate and bivariate analysis using Spearman Rank (Rho) with 95% confidence level (α = 0.05). Based on the results of the analysis, it was found that most of the respondents experienced severe category barriers in online learning, namely 44 (39%) respondents, 62 (55%) respondents in the moderate category, and only 7 (6%) in the mild category. The level of student learning motivation in online learning mostly has strong motivation, namely as many as 62 respondents (54.96%), medium motivation 46 respondents (40.7%) and low motivation as many as 5 respondents (4.4%). The results of the Spearman Rank (Rho) test showed the effect of online learning on student learning motivation during the covid-19 pandemic (p = 0.000) with a value of r = -0.442 which indicates a fairly strong and opposite relationship. There is an influence of online learning constraints on student learning motivation during the covid-19 pandemic. This is due to the various problems experienced by both teachers and students in the online learning process. When the level of online learning obstacles is increasingly felt by students, it will further reduce the student's learning motivation. Keyword: Online Learning, Learning Motivation, Covid-19    ABSTRAK  Pembelajaran online sebagai langkah pencegahan penyebaran virus Covid-19 ternyata menjadi beban tersendiri dan membutuhkan adaptasi serta usaha agar dapat berjalan dengan baik. Metode pembelajaran ini telah dilaksanakan dihampir seluruh perguruan tinggi di Indoensia, namun ternyata masih belum sepenuhnya berjalan dengan baik, sehingga dapat berdampak pada motivasi belajar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran online terhadap motivasi belajar mahasiswa. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian dengan total sampling yang berjumlah 113 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner berbasis online yang di sebarkan melalui link google form yang terdiri dari kuesioner hambatan pembelajaran online dan kuesioner motivasi belajar. Data hasil riset di analisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan analisis Spearman Rank (Rho) dengan derajat kepercayaan 95% (α = 0,05). Berdasarkan hasil analisis didapatkan sebagian besar responden mengalami hambatan kategori berat dalam pembelajaran online yaitu sebanyak 44 (39%) responden, kategori sedang sebanyak 62 (55%) responden, dan hanya 7 (6%) dalam kategori ringan. Tingkat motivasi belajar mahasiswa pada pembelajaran online sebagian besar meiliki motivasi kuat yaitu sebanyak 62 respoden (54,96%),  motivasi sedang 46 responden (40,7%) dan motivasi rendah sebanyak 5 responden (4,4%). Hasil uji Spearman Rank (Rho) didapatkan pengaruh pembelajaran online  terhadap motivasi belajar mahasiswa di masa pandemi covid-19 ( p=0,000) dengan nilai r = -0,442 yang menunjukkan hubungan cukup kuat dan berlawanan. Terdapat pengaruh kendala pembelajaran online terhadap motivasi belajar mahasiswa di masa pandemi covid-19. Hal ini disebabkan berbagai problematika yang dialami baik oleh para pengajar maupun pelajar dalam pelaksanaan pembelajaran online. Ketika tingkat kendala pembelajran online semakin berat dirasakan oleh mahasiswa maka akan semakin menurunkan motivasi belajar mahasiswa tersebut. Kata Kunci: Pembelajaran Online, Motivasi Belajar, Covid-19
PENGARUH TERAPI BEKAM TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II Abdul Syafe’i; Sintiya Halisya Pebriani; Lily Marleni; Dedi Pahrul
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 12 No 01 (2022): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v12i01.336

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit yang terjadi karena terjadinya peningkatan kadar glukosa dalam darah yang tidak terkontrol yang dapat menimbulkan kematian. Ada berbagai macam cara untuk mengendalikan kadar gula dalam darah yaitu dengan terapi bekam basah. Terapi bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah yang terkontaminasi toksin atau oksidan dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi bekam terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe II di Klinik Holistik Center Asy- Syafii Pelambang tahun 2020. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre eksperimen dengan pendekatan one group pre-post test design. Sampel pada penelitian ini adalah penderita diabetes mellitus tipe II berjumlah 20 orang pasien. Hasil penelitian ini didapatkan rata-rata kadar gula darah sebelum terapi bekam 227.90 mg/dl dan setelah terapi bekam 217.80 mg/dl, hasil uji paired sample t-test didapatkan p= 0.000 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar gula darah sebelum dan sesudah diberikan terapi bekam basah. Ada pengaruh terapi bekam basah terhadap kadar gula darah pada pasien diabtetes mellitus tipe II.
Pengaruh Terapi Akupresur terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Adi Saputra; Sintiya Halisya Pebriani; Tafdhila Tafdhila; Abdul Syafe'i
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i1.7665

Abstract

 ABSTRACT Hypertension is a cardiovascular disease whose number continues to increase from year to year. Hypertension that occurs in the long term and is not treated will affect all organ systems of the body resulting in various complications that can lead to death. To prevent complications in hypertension, it is necessary to control hypertension, one of which is complementary therapy in the form of acupressure. This study aims to determine the difference in blood pressure in patients with hypertension before and after acupressure therapy. Quasy Experimental research design in the form of one group pretest and posttest design. The study was conducted at the Asy-Syaafi Holistic Center with a total sample of 20 hypertensive patients. Data analysis using Independent T-Test and Wilcoxon. The results showed that the average systolic blood pressure before acupressure therapy was 164.25 mmHg and the mean diastolic blood pressure was 100 mmHg. The average systolic blood pressure and blood pressure after acupressure therapy was 143.85 mmHg and the mean diastolic blood pressure was 90 mmHg. The results of statistical tests prove that there is a difference in systolic blood pressure (p value 0.000) and diastolic blood pressure (p value 0.025) before and after acupressure therapy. It was concluded that there was a difference in blood pressure before and after acupressure therapy was given. Keywords: Hypertension, Acupressure  ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler yang jumlahnya tahun demi tahun terus mengalami peningkatan. Hipertensi yang terjadi dalam jangka waktu lama dan tidak diobati akan mempengaruhi semua sistem organ tubuh sehingga terjadi berbagai komplikasi yang dapat menyebabkan kematian. Untuk mencegah terjadinya komplikasi pada hipertensi maka diperlukan upaya pengendalian hipertensi yang salah satunya dengan terapi komplemnter berupa akupresur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tekanan darah pada penderita hipertensi sebelum dan setelah dilakukan terapi akupresur. Desain penelitian dengan Quasy Eksperimen dengan bentuk rancangan one group pretest and posttest design. Penelitian dilakukan di Holistic Center Asy-Syaafi dengan jumlah sampel sebanyak 20 pasien hipertensi. Analis data menggunakan Independent T-Test dan Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan rata-rata tekanan darah sistolik sebelum terapi akupresur  yaitu 164,25 mmHg dan pada tekanan darah diastolik didapatkan nilai tengah sebesar 100 mmHg.  Rata-rata tekandan darah sistolik setelah dilakukan terapi akupresur yaitu 143,85 mmHg dan nilai tengah tekanan darah diastolik sebesar 90 mmHg. Hasil uji statistik membuktikan terdapat perbedaan tekanan darah sistolik (p value 0.000 ) dan tekanan darah diastolik (p value 0.025) sebelum dan sesudah terapi akupresur. Disimpulkan terdapat perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan terapi akupresur Kata Kunci: Hipertensi, Akupresure
PENGARUH TERAPI BEKAM BASAH TERHADAP KADAR KOLESTEROL PADA PENDERITA HIPERTENSI DI RUMAH SEHAT IBNU SINA PALEMBANG Mardiah; Sintiya Halisya
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 13 No 1 (2023): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v13i1.357

Abstract

Kolesterol merupakan salah satu komponen lemak atau molekul lemak yang terdapat di dalam sel tubuh yang sebenarnya di butuhkan untuk pembentukan dinding sel dan sebagai bahan baku beberapa hormone. Apabila kadar kolesterol melebihi >200mg/dl dapat berisiko terkena penyakit hipertensi, jantung dan stroke, untuk mengatasi kadar kolesterol berlebih di putuhkan terapi non farmakologis seperti terapi bekam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Terapi Bekam Basah Terhadap Kadar Kolesterol Pada Penderita Hipertensi di Rumah Sehat Ibnu Sina Palembang. Metode : Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode quasi eksperimen dengan menggunakan desain One Group Pretest dan Posttest. Jumlah sampel 33 yang memiliki kreteria inklusi. Tehnik sampling yang di gunakan purposive sampling dan Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan Rata-rata kadar kolesterol sebelum dilakukan terapi bekam di Rumah Sehat Ibnu Sina Palembang adalah 216.03 dengan standar deviasi 55.851, Rata-rata kadar kolesterol sesudah dilakukan terapi bekam di di rumah sehat ibnu sina Palembang adalah 185.48 dengan standar deviasi 40.328. Kesimpulan Terapi bekam efektif terhadap kadar kolesterol di Rumah Sehat Ibnu Sina Palembang dengan p value sebesar 0.000. Disarankan peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan metode lain seperti metode terapi akupuntur dan sampel yang lebih banyak.
HUBUNGAN SELF EFFICACY DAN PERILAKU BULLYING PADA ANAK USIA SEKOLAH DI PALEMBANG TAHUN 2023 Marleni, Lily; Astuti, Lenny; Mardiah, Mardiah; Saputra, Adi; Suswitha, Dessy; Halisya, Sintiya; Hayun, Zuhana
coba Vol 12 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v12i2.626

Abstract

Pendahuluan : Tindakan bullying sudah menjadi masalah global yang sering ditemui dan dihadapi banyak orang khususnya remaja termasuk remaja awal di sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) maupun di sekolah menengah atas (SMA). Bullying merupakan perilaku yang agresif dan terjadi berulang kali dengan cara menyakiti fisik ataupun mental yang dilakukan oleh seorang maupun sekelompok anak kepada anak yang lainnya. Jika kejadian bullying tidak dapat ditangani dengan baik maka angka kejadian bullying akan terus meningkat, ketika seorang anak dihadapkan pada kasus bullying diharapkan efikasi anak tersebut dapat mengatasi masalah yang dihadapi oleh anak tersebut, jika tidak dapat diatasi dengan baik, maka dapat berdampak kepada mental anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan perilaku bullying pada anak usia sekolah di SD N 41 Palembang tahun 2023. Metodologi : Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan cross sectional. Cara pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Dan menggunakan rumus slovin, sehingga didapatkan jumlah sampel 99 dan pada saat penelitian hanya 83 responden yang hadir Sampel yang didapatkan 83 orang. Hasil : Hasil uji chi square menunjukkan hasil nilai p value 0,008 yang artinya ada hubungan antara self efficacy dengan perilaku bullying pada anak usia sekolah di SD N 41 Palembang tahun 2023. Kata kunci: Bullying, Efikasi Diri, Usia Sekolah
Pemberian Aromaterapi Lemon dan Musik Instrumental terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Saputra, Adi; Pebriani, Sintiya Halisya; Mardiah, Mardiah
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 3 (2024): Jurnal Keperawatan: September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i3.1707

Abstract

Hipertensi masih menjadi penyakit kardiovaskuler yang tiap tahun jumlahnya mengalami peningkatan. Hipertensi yang tidak terkendali dapat menyebabkan timbulnya berbagai komplikasi di seluruh organ tubuh yang dapat mengakibatkan kematian. Oleh karena itu selain dengan obat-obatan antihipertensi diperlukan juga tindakan pencegahan dengan pendekatan non-farmakologis, seperti inhalasi aromaterapi lemon dan terapi musik. Kedua terapi ini memberikan efek langsung dengan mempengaruhi sistem limbik dan hipotalamus untuk melepaskan berbagai substansi kimia yang membuat tubuh menjadi rileks dan tenang sehingga menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tekanan darah pada penderita hipertensi setelah dilakukan pemberian aromaterapi essensial oil lemon diiringi alunan musik instrumental. Desain penelitian Quasy Eksperimen dengan rancangan one group pre-post test design. Sampel berjumlah  27 pasien hipertensi. Analis data menggunakan Wilxocon. Hasil ditemukan perbedaan tekanan darah sistolik  (p value 0.000) maupun diastolik (p value 0.007) sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi essensial oil lemon dan musik instrumental. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian aromaterapi essensial oil lemon dan terapi musik instrumental efektif untuk menurunkan tekanan darah hipertensi.
The Combination of Acupressure and Cupping Therapy for Hypertension Patients' Blood Pressure Sintiya Halisya Pebriani; Lily Marleni; Adi Saputra; Dessy Suswitha; Mardiah; Abbas, Hasriwiani Habo
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 7 No 1 (January 2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woh.vi.905

Abstract

Hypertension that is not controlled and occurs in the long term will affect all body organ systems resulting in various complications that can cause death. To prevent complications in hypertension, it is necessary to control hypertension, one of which is by complementary therapy in the form of acupressure and cupping. This study aims to determine differences in blood pressure in patients with hypertension after acupressure therapy combined with cupping therapy with wet cupping therapy. The type of research is Quasy Experiment with pre-post test with a control group design. The study was conducted at the Asy-Syaafi Holistic Center with a sample of 34 hypertension patients where 14 respondents were in the intervention group and 14 respondents in the control group. The data analyst used the Independent T-test. The results found that there was no difference in systolic blood pressure (p-value 0.800) and diastolic (p-value 0.274) between the intervention group and the control group, but there was a significant difference in systolic blood pressure (p-value 0.000) and diastolic (p-value 0.002) in the intervention group. before and after cupping acupressure therapy and there was a difference in systolic (p value 0.000) and diastolic (p value 0.000) blood pressure in the control group before and after wet cupping therapy. it can be concluded that there is no difference in blood pressure between the group given acupressure combination cupping therapy and the group given wet cupping therapy alone.
FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) PADA REMAJA Lily Marleni; Sintiya Halisya Pebriani; Dessy Suswitha; Mardiah
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 15 No 1 (2025): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v15i1.473

Abstract

Saat ini PTM tidak hanya diderita oleh lanjut usia, namun juga mulai banyak ditemukan pada kelompok usia muda dan produktif, termasuk pada usia anak maupun remaja. Kasus PTM pada kelompok anak sama mengkhawatirkannya dengan kasus PTM pada kelompok dewasa. Obesitas pada anak dapat meningkatkan resiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes mellitus tipe 2 maupun penyakit-penyakit lainnya. Perubahan perilaku dan gaya hidup remaja saat ini merupakan faktor yang memegang penting dalam peningkatan resiko PTM, seperti gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, aktifitas fisik kurang, pola makan yang tidak sehat, stress, dan obesitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi frekuensi factor risiko penyakit tidak menular pada remaja. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan cross sectional. Metode pendekatan cross sectional adalah jenis penelitian yang menekankan waktu pengukuran data variabel independent dan dependent hanya satu kali pada satu saat. Sampel yang didapatkan 51 orang. Distribusi frekuensi yang memiliki status gizi dengan katergori Kurus (berat) sebanyak 41 responden (80,4%), Distribusi frekuensi kadang-kadang konsumsi sayur dan buah sebanyak 40 orang (78,4%). Distribusi frekuensi yang kadang-kadang mengkonsumsi minuman bersoda sebanyak 38 responden (74,5%), Distribusi frekuensi yang kadang-kadang mengkonsumsi makanan cepat saji sebanyak 26 responden (51%), Distribusi frekuensi yang kadang-kadang melakukan aktivitas fisik sebanyak 36 responden (70,6%), Dsitribusi frekuensi yang merokok sebanyak 13 responden (25,5%). Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk dapat melakukan penelitian lebih lanjut tentang penyakit tidak menular dengan menggunakan metode yang berbeda dan jumlah sampel yang lebih luas lagi.
The Relationship Of Physical Activities And Adherence To Take Antidiabetic Drugs Toward Blood Glucose Levels On Type 2 Diabetes Mellitus Pebriani, Sintiya Halisya; Astuti, Lenny; Pratiwi, Innes Hardi
Jurnal Midpro Vol. 12 No. 1 (2020): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/md.v12i1.138

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disease characterized by hyperglycemia. Unable to control blood levels in patient with DM Type 2 can cause short-term, long-term complications and even death. Therefore, it must be agreed about the implementation of physical activity and adherence for taking medication. The aim of this study was to determine the correlation of physical activities and adherence to take antidiabetic drugs toward blood glucose levels on type 2 diabetes mellitus patient. The method of this research was an observational analytic study with a cross sectional design.The sample of the reserach was 40 patient with random sampling technique. The technique to convey was by glucometer and interview used a questionnaire. Analysis the data used the correlation kendall’s tau test. The result of research showed that there was the positive correlation (p= 0,000 r = 0,529) between physical activity and blood glucose, and there was negative correlation (p= 0,002 r = -0,475) between adherence to take antidiabetic drugs with blood glucose.   From the result of the analysis concluded that there was a posistive influence of physical activity ang blood glucose. Its was not related with existing theorise, but from the 25 respondents who had severe physical activity the were 20 respondents who were not compliant in consuming diabetic drugs, so there were negative correlation between adherence and diabetic blodd glucose.
IMPLEMENTASI SELF CARE MANAGEMENT DIABETES TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN DM TIPE 2 Sintiya Halisya Pebriani; Lily Marleni; Helni Anggraini; Satra Yunola
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 14 No 2 (2024): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v14i2.453

Abstract

Pengendalian kadar glukosa darah dikenal dengan 4 pilar penting, diantaranya edukasi, pengaturan diet, aktivitas fisik, dan kepatuhan minum obat. Keberhasilan pengelolaan dan pengendalian ini nantinya akan terwujud dari manajemen pengelolaan diabetes yang dilakukan secara mandiri oleh pasien (self-care management diabetes), dimana jika kualitas selfmanagement diabetes melitus dilakukan tidak tepat maka akan meningkkatkan risiko terjadinya komplikasi yang berdampak pada kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-care management diabetes terhadap kualitas hidup pada pasien DM tipe 2. Jenis penelitian survei deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan sampel 42 pasien DM tipe 2 yang melakukan rawat jalan di RS. Islam Siti Khadijah Palembang. Pengumpulan data menggunakan Diabetes Self Management Questionnaire (DSMQ) dan Diabetes Quality of Life (DQOL) yang di anlaisis dengan uji statistik Spearman Rho. Hasil penelitian ini enunjukkan terdapat pengaruh ( p value = 0,016) self care management diabetes terhadap kualitas hidup pasien DM tipe 2. Koefisen korelasi r = 0,363* menunjukkan hubungan yang cukup kuat dan searah yang artinya semakin baik self care management oleh pasien DM tipe 2 maka akan semakin baik pula tingkat kualitas hidup pasien tersebut. Oleh karena itu diharapkan pasien DM dapat melakukan pengendalian kadar glukosa secara mandiri dengan baik sehingga dapat meningkatkan kulitas hidup.