Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pemantauan Akuaponik Dengan Supply Solar Cell Menggunakan Arduino Berbasis IoT Irvan Maulana; Agung Cakra Buana; Driantama Ibnu Wibawa; Murie Dwiyaniti; Indra Z
Electrices Vol 3 No 2 (2021): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/ees.v3i2.4107

Abstract

Pada sistem akuaponik sangat penting untuk memelihara tanaman dan ikan agar tetap hidup. Salah satu cara agar tanaman dan ikan tetap hidup yaitu dengan memantau parameter air pada akuaponik yaitu suhu air, pH air, TDS (Total Dissolved Solid), Dissolved Oxygen dan ketinggian air pada bak ikan. Oleh karena itu pada penelitian ini bertujuan untuk dapat monitoring parameter air pada akuaponik dengan menggunakan platform GOIOT yang dapat menampilkan nilai data, trend data, datalogger, dan alarm. Penelitian menggunakan alat ukur Lutron WA-2017SD dan mikrokontroler NodeMCU.Pembacaan data dari alat ukur dengan NodeMCU menggunakan komunikasi Serial RX TX, Sedangkan pengiriman ke platform GOIOT menggunakan protokol MQTT. Hasil penelitian rata rata waktu yang dibutuhkan untuk terhubung ke jaringan WiFi dan platform GOIOT sebesar 10.34s. Hasil pengukuran dapat ditampilkan pada platform GOIOT dengan trend data dan datalogger yang dapat didownload. Fitur alarm yang digunakan bekerja ketika ada parameter air yang tidak sesuai yaitu pH <6.5 atau >7.5, Dissolved Oxygen < 3PPM, Total Dissolved Solid >1000PPM, Suhu Air <25°C atau >30°C, dan level air <20%. Hasil pengukuran pada bak ketika air bak belum diganti parameter airnya yaitu PH = 4.28 , Suhu =  29°C, DO = 5.9PPM, TDS = 233PPM. Parameter pH pada air lama sangat tidak sesuai untuk ikan nila. Setelah penggantian pada air kolam parameter airnya yaitu pH = 7.4-7.6, Suhu = 29.1°C, DO = 5.7-6.1 dan TDS = 182PPM. Parameter air ini sudah baik untuk akuaponik hanya pada TDS masih kurang untuk nutrisi tanaman.
PEMANFAATAN PLTS SEBAGAI SUMBER ENERGI AKUAPONIK DI DESA LEUWI KARET, KAMPUNG GUHA KULON, KLAPA NUNGGAL KABUPATEN BOGOR Dezetty Monika; Muchlishah Muchlishah; Murie Dwiyaniti
Dharmakarya Vol 11, No 1 (2022): Maret, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i1.36267

Abstract

Pada era pandemi mengakibatkan sebagian besar mata pencaharian warga masyarakat Kampung Guha Kulon Desa Leuwikaret Kecamatan Klapanunggal Kabupaten Bogor dengan bercocok tanam dan bekerja serabutan. Sayangnya lahan disekitar kampung tersebut tidak cocok untuk ditanami tanaman sayur mayur dan kolam ikan. Kondisi tanah desa tersebut tanah cadas dan berkapur, sehingga sumber kebutuhan air susah didapat terutama pada musim kemarau. Karena kondisi tersebut menyulitkan warga memenuhi kebutuhan ekonomi dan gizi masyarakat. Sehingga pada pengabdian masyarakat Berbasis Kelompok Dosen akan melakukan kegiatan penerapan akuaponik berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Hasil dari kegiatan ini menunjukan sayur mayur yang ditanam seperti pokcoy dan kangkung dapat dipanen dalam waktu sekitar 3 minggu dan lele dapat dipanen dalam waktu 40hari. Dan dengan menggunakan PLTS masyarakat juga dapat menghemat biaya energi listrik sebesar 20 ribu rupiah per bulannya. Dengan demikian, diharapkan masyarakat akan terbantu secara ekonomi dan peningkatan kecukupan pemenuhan gizi masyarakat dengan sistem bercocok tanah menggunakan akuaponik dengan sumber energi berbasis PLTS, dimana energi tersebut bersumber dari cahaya matahari.
INSTALASI PENERANGAN JALAN UMUM TENAGA SURYA (PJUTS) UNTUK WARGA GUHA KULON KLAPANUNGGAL Nuha Nadhiroh; Anicetus Damar Aji; Kusnadi Kusnadi; Murie Dwiyaniti
Dharmakarya Vol 11, No 1 (2022): Maret, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i1.36331

Abstract

Warga Kampung Guha Kulon Desa Leuwikaret Kecamatan Klapanunggal Kabupaten Bogor terdiri dari 233 keluarga yang sebagian besar berpenghasilan rendah. Sementara itu, akses menuju fasilitas umum seperti tempat ibadah sangat minim penerangan. Kondisi jalan yang gelap, naik turun dan tidak rata dapat menimbulkan resiko kecelakaan dan kejahatan. Bercermin pada kondisi tersebut, maka kebutuhan akan penerangan jalan umum menjadi utama. Dengan pertimbangan kemampuan ekonomi warga Kampung Guha Kulon, penerangan jalan utama menggunakan tenaga surya lebih cocok diterapkan. Sistem Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) memiliki keunggulan dibandingkan sistem PJU dengan sumber listrik dari PLN, karena PJUTS mendapatkan sumber energi langsung dari matahari. Sehingga masyarakat tidak perlu membayar tagihan tambahan untuk PJUTS. Komponen pada PJUTS adalah panel surya, lampu sorot dengan sumber tegangan DC, dan baterai. Melalui pemasangan PJUTS diharapkan warga Kampung Guha Kulon dapat melaksanakan ibadah dengan baik dan nyaman, meningkatkan pengetahuan akan instalasi listrik tenaga surya, serta meningkatkan kesadaran pengunaan energi terbarukan tenaga surya. Pemasangan PJUTS dilakukan sebanyak 5 titik dengan 10 lampu PJU.
Desain dan Implementasi Remote Terminal Unit (RTU) Berbasis Arm Cortex pada Simulator Distribusi Air Murie Dwiyaniti; Kendi Moro Nitisasmita
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 2: Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.486 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n2.272.2016

Abstract

In industry, the control apparatus and instruments at the field level use a PLC in general. Unfortunately, PLC is a proprietary or copyright of a multinational corporation, which make their costs relatively expensive. Alternative controllers can be implemented based on RTU microcontrollers which are of low costs, low power consumption but have high reliability and can be applied in a variety of plants. In this research, RTU based on a microcontroller, 32-bit ARM Cortex XMC 4500, has been developed and applied as a controller of water distribution simulator. This RTU has 8 inputs and 6 outputs digital, 3 inputs and 2 outputs analog. The result shows that the RTU works properly in accordance to the specifications that had been predetermined. This has been proven by the proper functioning of all digital and analog IO modules, serial communication modules and power supply modules.Keywords : RTU, ARM Cortex, XMC4500, water distribution simulatorAbstrak— Di industri, umumnya, pengendali peralatan dan instrumen pada field level menggunakan PLC. Namun PLC ini merupakan hak milik atau hak cipta (proprietary) suatu korporasi multinasional sehingga berpengaruh pada harga jual yang relatif mahal (costly). Alternatif pengendali adalah RTU berbasis mikrokontroler yang berbiaya murah, konsumsi daya rendah namun realibilitas tinggi dan dapat diaplikasikan di berbagai plant. Pada penelitian ini, dibuat RTU berbasis mikrokontroler ARM Cortex 32-bit XMC 4500 yang diaplikasikan sebagai pengendali simulator distribusi air. RTU ini mempunyai 8 input dan 6 output digital, 3 input dan 2 output analog. Hasilnya, RTU bekerja dengan baik sesuai dengan deskripsi kerja yang telah ditentukan sebelumnya.  Hal ini ditandai dengan berfungsinya semua modul IO digital dan analog, modul komunikasi serial dan modul power supply.Kata Kunci : RTU, ARM Cortex, XMC 4500, simulator distribusi air
PEMANFAATAN SOLAR SEL DAN BUDIDAYA PERIKANAN SEBAGAI UPAYA MENUJU KEMANDIRIAN FINANSIAL DI SEKOLAH KAMI Murie Dwiyaniti; Riandini Riandini; Eddy Supriyono
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Juni 2020
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1087.41 KB) | DOI: 10.20956/pa.v4i2.7614

Abstract

Utilization of Solar Cells and Fisheries Culture as Efforts Towards Financial Independence in Sekolah KAMIAbstract. Sekolah Kami is a non-profit school that provides free non-formal education to scavengers and poor children. This school is located in the middle of scavenger shanties and landfills located in Pemulung Village, Bintara Jaya Village, West Bekasi District, Bekasi City. As an informal school that is managed independently, it requires substantial funding for operations. So far, funding has only relied on donors and the personal money of the School owner. So that the purpose of community service, strive for schools to obtain sustainable income for school operations by utilizing solar cells and aquaculture. The method consists of two stages, namely, build physical capital in the form of fish ponds and solar cell electricity sources; train and assist teachers in Sekolah Kami so that they can manage the facilities and infrastructure built. The results of this activity are the construction of fish ponds with 3x1x0.8 meters of cast cement with two ponds for catfish and tilapia, the realization of DC power sources from renewable energy, namely solar cells with 300 WP power for garden lighting, two pond pumps and an aquaponics pump, and aquaponics are built to grow mustard and watercress, and trained teachers can manage everything well. Good yields and sold in the market indicate this. Money from the sale has been used for school operations and buying fish seeds.Keywords: Catfish cultivation, tilapia, financially independent, solar cells, Sekolah Kami.Abstrak. Sekolah Kami merupakan sekolah nonprofit yang menyediakan pendidikan gratis non formal kepada anak-anak pemulung dan dhuafa. Sekolah ini terletak di tengah lapak pemulung dan tempat pembuangan sampah yang berlokasi di Kampung Pemulung Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Sebagai sekolah informal yang dikelola secara swadaya sangat memerlukan dana yang cukup besar untuk operasional. Selama ini pembiayaan hanya mengandalkan donatur dan uang pribadi pemilik Sekolah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan mengupayakan agar sekolah mendapatkan pemasukan secara berkelanjutan untuk operasional sekolah dengan memanfaatkan solar sel dan perikanan budidaya. Metode yang dilakukan terdiri dari dua tahap, yaitu membangun modal fisik berupa kolam ikan dan sumber listrik solar sel; melatih dan melakukan pendampingan untuk guru di Sekolah Kami agar dapat mengelola sarana dan prasarana yang dibangun. Hasil kegiatan ini adalah terbangunnya kolam ikan dengan bahan semen cor berukuran 3x1x0,8 meter sebanyak dua kolam untuk ikan lele dan nila, terwujudnya sumber listrik DC dari energy terbarukan, yaitu solar sel dengan daya 300 WP untuk penerangan taman, dua buah pompa kolam dan satu buah pompa aquaponik, dan terbangunnya aquaponik untuk menanam pokcay dan selada air, serta guru-guru yang telah dilatih dapat mengelola semuanya dengan baik. Hal ini ditandai dengan hasil panen yang cukup baik dan laku dipasaran. Uang hasil penjualan telah digunakan untuk operasional sekolah dan membeli bibit ikan dan pakan.  Kata Kunci: Budidaya lele, nila, solar sel, Sekolah Kami.
Perbaikan Prasarana dan Penerapan Solar Sel Di MI Miftahul Ulum Murie Dwiyaniti; Ismujianto; A.Damar Aji; Kusnadi
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2021): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v5i4.3770

Abstract

Infrastruktur MI Miftahul Ulum sangat memprihatinkan untuk menerima siswa, tetapi minat masyarakat sekitar untuk menyekolahkan anak-anak mereka ke madrasah ini cukup besar. Hal ini terlihat dari jumlah siswa yang stabil setiap tahun. Sehingga kami berupaya untuk merenovasi infrastruktur sekolah dengan metode gotong royong dalam kegiatan (1) renovasi atap teras yang hampir runtuh, (2) pengecoran lantai teras yang telah retak karena getaran peralatan pengerukan gunung batu kapur,(3) pemasangan sel surya sebagai sumber listrik untuk penerangan teras dan (4) pelatihan kepada guru untuk memperkenalkan sel surya sebagai sumber listrik alternatif selain PLN. Hasilnya, kondisi MI Miftahul Ulum menjadi lebih baik dan lebih terang dengan adanya lampu teras bersumber solar sel.
Implementasi PLC-VSD dan SCADA pada Sistem Pengisian Air Otomatis Haryanto Steven Siregar; Ayaka Rona Nabihah; Tasya Sherina; Murie Dwiyaniti; Septina Indrayani; Danang Widjajanto
Electrices Vol 4 No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/ees.v4i2.4679

Abstract

Faktor kelalaian manusia dalam mematikan pompa air jika bak penampung sudah penuh dapat mengakibatkan kerugian dari segi ekonomi. Untuk meminimalisir kondisi tersebut, diperlukan sistem pengendalian pengisian air otomatis. Pada aritkel ini, peneliti mengimplementasikan kontrol otomatis pengisian air dengan PLC-VSD dan SCADA. PLC digunakan sebagai kontroler yang memberikan sinyal kepada VSD untuk mengatur kecepatan motor, membaca parameter motor, mengatasi gangguan pada motor, dan mengatur bukaan valve berdasarkan pembacaan float level sensor Sedangkan SCADA digunakan untuk akusisi data dan memantau proses pengisian air. Berdasarkan hasil pengujian, implementasi PLC-VSD dan SCADA pada sistem pengisian air otomatis bekerja sesuai deskripsi kerja. Rata-rata kecepatan motor dan debit air adalah 2853,8 rpm dan 48,1  L/menit pada kecepatan 3, 2525 rpm dan 38,5 L/menit pada kecepatan 2, dan 1806 rpm dan 10,6 L/menit pada kecepatan 1.
Hyperparameter Tuning Impact on Deep Learning Bi-LSTM for Photovoltaic Power Forecasting Sutarna, Nana; Tjahyadi, Christianto; Oktivasari, Prihatin; Dwiyaniti, Murie; Tohazen, Tohazen
Journal of Robotics and Control (JRC) Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jrc.v5i3.21120

Abstract

Solar energy is one of the most promising renewable energy sources that can reduce greenhouse gas emissions and fossil fuel dependence. However, solar energy production is highly variable and uncertain due to the influence of weather conditions and environmental factors. Accurate forecasting of photovoltaic (PV) power output is essential for optimal planning and operation of PV systems, as well as for integrating them into the power grid. This study develops a deep learning model based on Bidirectional Long Short-Term Memory (Bi-LSTM) to predict short-term PV power output. The main objective is to examine the effect of hyperparameter tuning on the forecasting accuracy and the actual PV output power. The main contribution is identifying the optimal combination of hyperparameters, namely the optimizer, the learning rate, and the activation function, for the PV output. The dataset consists of 143786 observations from sensors measuring solar irradiation, PV surface temperature, ambient temperature, ambient humidity, wind speed, and PV power output for 50 days in Bandung, Indonesia. The data is preprocessed by smoothing and splitting into training (70%, 35 days), validation (15%, 7.5 days), and testing (15%, 7.5 days) sets. The Bi-LSTM model is trained and tested with two optimizers: Adam and RMSprop, and three activation functions: Tanh, ReLU, and Swish, with different learning rates. The results indicate that the optimal performance is obtained by the Bi-LSTM model with Adam optimizer, learning rate of 〖1e〗^(-4), and Tanh activation function. This model has the lowest MAE of 0.002931070979684591, the lowest RMSE of 0.008483537231080387, and the highest R-squared of 0.9988813964105624 when tested with the validation dataset and requires 93 epochs to build. The model also performs well on the test dataset, with the lowest MAE of 0.002717077964916825, the lowest RMSE of 0.007629486798682186, and the highest R-squared of 0.9992563395109665. This study concludes that hyperparameter tuning is a vital step in developing the Bi-LSTM model to improve the accuracy of PV output power prediction.
Internet of Thing untuk Memantau Sistem Kelistrikkan Pembudidaya Ikan Hias Dwiyaniti, Murie; Riandini, Riandini; Silawardono, Silawardono; Tahazen, Tahazen; Saputra, Fauzan Aziz; Yosmaniar, Yosmaniar
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 11, No 2 (2023): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/berdikari.v11i2.18371

Abstract

The Pondakan Alam Sari ornamental fish cultivator group has approximately 50 types of ornamental fish cultivated for domestic and foreign commodities. Market demand for ornamental fish tends to increase yearly, but the market wants stable prices. This price stability is a dilemma for ornamental fish cultivator groups. One of the determinants of the selling price of ornamental fish is operational costs, especially electricity costs. The increase in basic electricity tariffs causes operational costs to increase. Electricity is used to power the circulating water pump 24 hours non-stop daily. This circulating water pump is very important for producing oxygen in the water. If there is no oxygen in the water, ornamental fish will die. To reduce operational electricity costs, the community service team built a DC electricity system sourced from solar energy so that the circulating water pump source no longer uses PLN electricity. This community service program aims to reduce operational electricity costs by building a DC electricity system sourced from solar energy and an IoT-based monitoring process. The implementation method consists of two stages: (1) building physical capital through a solar energy electricity source and DC pump installation and (2) creating a DC electrical parameter monitoring system with the Blynk IoT platform. The evaluation technique was carried out by comparing planning with the progress of implementing activities. The results and implications of activities include the availability of DC electricity sources from renewable energy, namely solar cells with a power of 960 WP, installing 10 DC pumps, and an IoT-based DC electrical parameter monitoring system. Operational costs in managing an ornamental fish business can be reduced by 46% from before using renewable and IoT-based energy. This result will certainly increase the profit margin of ornamental fish farming.
Upaya Peningkatan Sarana Belajar Siswa Madrasah Melalui Pembangunan Lapangan Isdawimah, Isdawimah; Aji, A Damar; Nadhiroh, Nuha; Dwiyaniti, Murie; Tabrany, Susilawati
Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2019): Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/mapnj.v2i2.2685

Abstract

Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Desa Leuwikaret Kecamatan Klapanunggal Kabupaten Bogor memiliki 149 siswa dengan tingkatan kelas 1 - 6. Animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di madrasah  ini cukup besar, meskipun  sarana  dan prasarananya  sangat minim. Minimnya  sarana  dan prasana karena keterbatasan dana Yayasan Madrasah, dimana dana yang dipungut dari siswa tidak cukup untuk memenuhi  kegiatan  operasional belajar mengajar dan minimnya dukungan  pemerintah  daerah. Sekolah ini hanya memiliki 5 ruang kelas dengan kondisi sangat memprihatinkan, sebagian pintu ruang kelas rusak, lantai keramik pecah-pecah, atap bocor, plafon rusak, tembok kotor dan terkelupas, papan tulis kotor dan terkelupas, meja dan kursi banyak yang rusak.   Demikian juga WC bau dan tidak ada pintunya, lingkungan kotor dan gersang serta kondisi lapangan upacara tidak memadai, karena banyaknya bongkahan   bekas   bangunan.   Perbaikan   lapangan   diprioritaskan,   mengingat   sebentar   lagi   akan berlangsung lomba upacara untuk sekolah dasar di lingkungan Kecamatan Klapanunggal. Kegiatan perbaikan dimulai dengan mempersiapkan desain, bahan, alat dan lokasi lapangan. Lalu membuat lapangan dengan   penghancuran bongkahan bangunan, pembuatan pondasi lapangan, pengecoran, pengecatan dan uji coba lapangan untuk kegiatan upacara, bermain dan olahraga. Melalui perbaikan lapangan  siswa  dapat  melaksanakan  upacara  dengan  khidmat,  melaksanakan  olahraga  dan  bermain dengan  aman  dan  nyaman.  Berkat  perbaikan  lapangan,  siswa  Madrasah  Ibtidaiyah  Miftahul  Ulum berhasil menjadi Juara Pertama Lomba Upacara, dimana pencapaian ini merupakan pertama kalinya bagi madrasah tersebut yang telah berdiri sejak lama.