Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Humaniora

PERANAN DAN FUNGI WANITA DALAM INDUSTRI LOGAM RADISIONAL DI YOGYAKARTA DAN JAWA TENGAH : STUDI ETNOARKEOLOGI Djoko Dwiyanto; J. Susetyo Edy Yuwono
Humaniora Vol 11, No 3 (1999)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.976 KB) | DOI: 10.22146/jh.670

Abstract

The research studies the role and function of woman labor in traditional metal ind stries. The industries used to be assumed as a field that was dominated by man 1 bor. Although socio-culturally women h ve some obstacles and absenteeism in orking in the industries, in fact women a so have a role in economic activities as a hole. To prove the assumption the study is conducted on metal industry sector in order to know whether there are chances for omen to get higher and to develop their tier in that field to increase woman's inome. The research problem is approached ased on the perception and attitude of t aditional society on employment woman 1 bor in a certain position in industrial sector or another sector as a comparison aproach
Perubahan Konsep Gender dalam Seni Batik Tradisional Pedalaman Dan Pesisiran Djoko Dwiyanto; . Nugrahani
Humaniora Vol 14, No 2 (2002)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3016.478 KB) | DOI: 10.22146/jh.753

Abstract

Penciptaan karya seni, sebagai salah satu wujud hasil proses budaya, dimiliki hampir semua suku bangsa yang ada di Indonesia. Secara naluriah, penciptaan karya seni itu kadang-kadang menampakkan pembedaan kewenangan antara pria dan wanita sehingga mengakibatkan pula perbedaan kepemilikan di antara mereka. Pembedaan seperti itu ternyata lebih dapat dikatakan sebagai akibat sistem sosial budaya daripada didasarkan pada kemampuan yang dimiliki oleh seseorang (Fakih, 1997: 8). Sebagai contoh, tiang totem (totem poles) dalam komunitas Suku Asmat di Papua Barat (Irian Jaya) dianggap sebagai karya seni laki-laki sehingga wanita dianggap tabu untuk membuatnya (Layton, 1994). Lebih dari itu, wanita bahkan dilarang mengintip, apalagi melihat pembuatan tiang totem yang merupakan penggambaran nenek moyang. Secara ekstrem, dalam proses pembuatan tiang totem, bahkan berlaku larangan bagi para seniman untuk “menyentuh wanita”, sehari sebelum pembuatan (Schneebaum, 1985). Tiang totem tersebut merupakan salah satu karya seni andalan Suku Asmat, hingga sekarang pun banyak diminati oleh para kolektor dan menghiasi galeri-galeri bertaraf internasional. Studi ini hendak mengkaji permasalahan sebagai berikut. 1. Bagaimana konsep gender dapat diamati dalam seni batik tradisional di pedalaman dan pesisiran ? 2. Bagaimanakah perubahan konsep gender dalam seni batik tradisional pedalaman dan pesisiran dalam perjalanan waktu sampai kini ?
Pungutan Pajak dan Pembatasan Usaha di Jawa pada Abad IX - XV Masehi Djoko Dwiyanto
Humaniora No 1 (1995)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1388.584 KB) | DOI: 10.22146/jh.1982

Abstract

Di dalam artikel ini akan dicoba diungkapkan salah satu aspek sosial-ekonomi di Jawa pada abad IX-XV Masehi, khususnya mengenai pungutan pajak dan pembatasan usaha. Pokok bahasan ini dipilih karena masalah perpajakan belum pernah dikaji secara mendalam dan sebagai sumber pendapatan negara ternyata sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat hingga dewasa ini. Dimensi temporal antara abad IX-XV Masehi ditentukan berdasarkan atas pertimbangan, antara lain bahwa informasi mengenai pungutan pajak dan pembatasan usaha pertama kali dijumpai dalam prasasti-prasasti dari abad IX Masehi, sedangkan abad XV Masehi merupakan akhir dari masa tinggalan budaya yang bercorak kehindupan. Pada masa ini kehidupan ketatanegaraan telah teratur dan segala jenis data mengenai aktivitas sosial-ekonomi cukup memadai dan terkomendasikan dengan balk.