Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

MANAGEMENT OF FACILITIES AND INFRASTRUCTURE IN AL AZHAR 12 ISLAMIC JUNIOR HIGH SCHOOL RAWAMANGUN EAST JAKARTA evitha soraya; Supadi Supadi
Improvement: Jurnal Ilmiah untuk Peningkatan Mutu Manajemen Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2020): Improvement: Jurnal Ilmiah Untuk Peningkatan Mutu Manajemen Pendidikan
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.812 KB) | DOI: 10.21009/improvement.v7i1.15831

Abstract

The purpose of this study was to determine the management of facilities and infrastructure as seen from the planning, procurement, and elimination of educational facilities and infrastructure in Al Azhar 12 Islamic Middle School, East Jakarta. This research was conducted in early January to January 2020. This study used a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques are done by interview, observation, and study documentation. Sources of data from this study are the Principal, Deputy Principal, Facilities and Infrastructure Staff, Laboratory Staff of Natural Sciences. The results of the study concluded that; (1) planning educational facilities and infrastructure include: making needs analysis, setting priorities by holding work meetings (RAKER) in schools, preparing budgets, and ratifying the RAPBS, (2) procurement of educational facilities and infrastructure including: submitting a letter of request for procurement of goods to foundations, foundations and schools revisit the specifications of goods and available budgets, the purchasing department surveys the price of goods and makes purchase orders (PO) to suppliers, purchases vouchers, purchases, distributes goods, and (3) maintenance is self awareness respectively.
MANAJEMEN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA DI SMP ISLAM AL AZHAR 12 RAWAMANGUN JAKARTA TIMUR Supadi 1 Supadi; Evitha Soraya
Improvement: Jurnal Ilmiah untuk Peningkatan Mutu Manajemen Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2020): Improvement: Jurnal Ilmiah Untuk Peningkatan Mutu Manajemen Pendidikan
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.178 KB) | DOI: 10.21009/improvement.v7i1.15832

Abstract

The purpose of this study was to determine the management of the extracurricular activities of the Al Azhar 12 Islamic Middle School in Rawamangun, East Jakarta. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques are done by interview, observation, and study documentation. Data sources from this study are the Principal, Deputy Principal, Coordinator of Discipleship and Extracurricular Trustees. This research focuses on the management of scout extracurricular activities. The results of the study concluded that; (1) Scout extracurricular planning is prepared by the school principal, disciplinary coordinator and scoutmaster. The plan was prepared by referring to the existing material in the 2013 curriculum and adapted to the existing infrastructure in schools, (2) Scout extracurricular implementation is based on plans that have been made at the beginning of the learning year and also plans that have been made every week by the scoutmaster, (3) Evaluation of scout extracurricular activities is carried out in extracurricular meetings and in meetings for the preparation of learning activities which are conducted every semester. The evaluation activity involved the headmaster of the extracurricular coach and also the trainer
MANAJEMEN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER ROBOTIK DI SMA NEGERI 28 JAKARTA Indah Nur Aini Putri; Heru Santosa; Supadi Supadi
Improvement: Jurnal Ilmiah untuk Peningkatan Mutu Manajemen Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2020): Improvement: Jurnal Ilmiah Untuk Peningkatan Mutu Manajemen Pendidikan
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.125 KB) | DOI: 10.21009/improvement.v7i1.15842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan ekstrakurikuler Robotik di SMAN 28 Jakarta. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2019 hingga bulan Januari 2020 dengan objek penelitian di SMAN 28 Jakarta. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan beberapa pedoman diantaranya pedoman wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Proses perencanaan kegiatan ekstrakurikuler Robotik dilakukan satu tahun sekali melalui rapat tahunan. (2) Pelaksanaan ekstrakurikuler Robotik dilaksanakan setiap hari Jumat pukul 15.00–Selesai. Kegiatan dilaksanakan di ruang robotik, ruang prestasi, dan ruang audio visual. Materi yang diajarkan dalam kegiatan ekstrakurikuler robotik meliputi pelatihan materi dan materi yang tertuang dalam program kerja. (3) Pengawasan Kegiatan Ekstrakurikuler Robotik di SMAN 28 Jakarta dilakukan setiap diadakannya kegiatan dengan melakukan pengawasan langsung. Hal ini betujuan memastikan bahwa kegiatan dilakukan sesuai dengan prosedur. Pengawasan dilakukan oleh wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, Pembina, pelatih kegiatan ekstrakurikuler robotik SMAN 28 Jakarta dan orang tua. Kendala yang dihadapi dalam proses pengawasan yaitu ketika pihak sekolah tidak dapat mengawasi pelaksanaan kegiatan ektrakurikuler robotik SMAN 28 Jakarta, namun kendala tersebut dapat diatasi dengan adanya kerjasama antara pihak sekolah dan orang tua.
Implementasi Pendidikan Karakter dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di MAN 4 Jakarta Siti Rabbaniyah Siti Rabbaniyah; Bedjo Sujanto; Supadi
Improvement: Jurnal Ilmiah untuk Peningkatan Mutu Manajemen Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2019): Improvement: Jurnal Ilmiah Untuk Peningkatan Mutu Manajemen Pendidikan
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/improvement.v6i1.15875

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui secara mendalam tentang nilai-nilai karakter, pengimplementasian, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan dan menghambat pendidikan karakter.di MAN 4 Jakarta. Penelitian di MAN 4 Jakarta ini dilakukan selama 12 bulan sejak bulan Juli 2018 sampai dengan bulan Juni 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di MAN 4 Jakarta diterapkan secara bertahap dengan memperkenalkan nilai-nilai dasar etika dan akhlaq mulia seperti nilai religius, disiplin, mandiri, kreatif, ramah, peduli lingkungan, tanggung jawab, sopan dan jujur. Faktor yang mendukung implementasi pendidikan karakter dalam kegiatan ekstrakurikuler yaitu guru, kepala sekolah, siswa, dan orang tua, serta fasilitas yang memadai. Faktor yang menjadi kendala dalam implementasi pendidikan karakter terkait dengan waktu pelaksanaan ekstrakurikuler pramuka dan dukungan dari orang tua. Cara mengatasi kendala tersebut dengan melakukan komunikasi yang baik kepada orangtua, melibatkan semua guru, melakukan evaluasi secara rutin dan menetapkan sanksi yang lebih tegas terhadap peserta didik yang tidak menerapkan pendidikan karakter. Kata kunci : implementasi, pendidikan karakter, ekstrakurikuler, pramuka Abstract The purpose of this study is to find out in depth about character values, implementation, and factors that influence the success and inhibit character education in MAN 4 Jakarta. The research at MAN 4 Jakarta was conducted for 12 months from July 2018 to June 2019. This study used a qualitative approach with a case study method. The results showed that character education in Boy Scout extracurricular activities at MAN 4 Jakarta was implemented in stages by introducing basic ethical and noble values ​​such as religious, disciplined, independent, creative, friendly, environmentally responsible, responsible, polite and honest. Factors that support the implementation of character education in extracurricular activities are teachers, principals, students, and parents, as well as adequate facilities. Factors that become obstacles in the implementation of character education are related to the time extracurricular implementation of scouts and support from parents. How to overcome these obstacles by making good communication to parents, involving all teachers, conducting routine evaluations and setting stricter sanctions on students who do not implement character education. Keywords: implementation, character education, extracurricular, scout
IMPLEMENTASI PROGRAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI SMA: (Studi Evaluasi) Supadi Supadi; Heru Santoso
Improvement: Jurnal Ilmiah untuk Peningkatan Mutu Manajemen Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2021): iMProvement: Jurnal Ilmiah untuk kemajuan Manajemen Pendidikan
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/improvement.v8i2.21763

Abstract

This study is a study of the evaluation of gaps in the implementation of the School Literacy Movement program in two high school in the South Jakarta area. As an intervention program launched by the government to assist learners in developing critical, creative, innovative, entrepreneurial attitudes, social empathy behavior, and love for knowledge, it is necessary to know the extent to which the program has an impact in improving reading skills understanding in learners and what gaps in running GLS programs through the gap evaluation model (The Discrepancy Evaluation Model). The model developed by Malcolm Provus with this qualitative approach generally aims to obtain information about gaps in the implementation of the GLS program. Research data is obtained through observations, interviews, and document studies. Data analysis is carried out with three flow of activities that occur simultaneously, namely: data reduction, data presentation, data withdrawal or verification. results showed that the positive impact of gls program implementation can be monitored even though academic measurement has not been done. One of the related to the success of KBM is the increased readiness of students in attending KBM, increased confidence when speaking in public and writing. Gaps in program implementation in both high schools appear in the design of the target and installation of the program implementation, although both boil to the development of language skills and literacy of learners. In addition, there needs to be a firmer emphasis in the master design that the establishment of a literate environment is the responsibility of all school residents. Despite the gaps that occur in the implementation of school conditions have allowed the formation of a literate environment.