Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : INERSIA

Studi Eksperimental Dan Analitis Kekuatan Tarik Pada Sambungan Pelat Baja Suryono, Joko; Putrawirawan, Ashadi; Allo, Reno Rivaldy
JURNAL INERSIA Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Inersia
Publisher : POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/inersia.v14i1.372

Abstract

Suatu konstruksi baja terbentuk dari susunan batang-batang baja yang disambung dengan sistem sambungan yang terencana sehingga membentuk struktur konstruksi yang kokoh. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan nilai dari hasil pengujian tarik pada 2 variasi sambungan di Laboratorium dan penggunaan program ANSYS Workbench berdasarkan tipe kegagalan geser baut, dimana variasi sambungan 1 memiliki 1 pelat penyambung dan variasi sambungan 2 memiliki 2 pelat penyambung, dengan dimensi pelat baja 500x43x5 mm dan baut penyambung diameter 6 mm dengan mutu Grade 8.8. Pada hasil pengujian tarik, pada variasi sambungan 1 diperoleh nilai tegangan ultimit sebesar 182,453 MPa dan tegangan leleh sebesar 54,853 MPa, sedangkan variasi sambungan 2 diperoleh nilai tegangan ultimit sebesar 277,977 Mpa dan tegangan leleh sebesar 142,426 MPa. Pada hasil program ANSYS Workbench, pada variasi sambungan 1 diperoleh nilai tegangan ultimit sebesar 329,51 MPa dan tegangan leleh sebesar 251,75 Mpa, sedangkan variasi sambungan 2 diperoleh nilai tegangan ultimit sebesar 362,66 Mpa dan tegangan leleh sebesar 259,56 MPa. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah tegangan ultimit yang terjadi berdasarkan simulasi program ANSYS Workbench menunjukkan hasil 44,63% lebih besar untuk variasi sambungan 1 dan 23,35% lebih besar untuk variasi sambungan 2 daripada hasil dari uji di Laboratorium.
ANALISIS KORELASI KAYU LAMINA AKASIA MANGIUM TERHADAP KEKUATAN TEKAN Suryono, Joko
JURNAL INERSIA Vol. 6 No. 1 (2014): Jurnal Inersia
Publisher : POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kayu lamina merupakan alternatif mengatasi keterbatasan dimensi bahan dasar yang tersedia. Dengan mempersiapkan papan-papan sambung dan melakukan penyusunan serta perekatan pada kedua permukaan sehingga mendapatkan dimensi kayu sesuai kebutuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis korelasi nilai kekuatan tekan maksimum antara kayu utuh dengan kayu lamina lapis dua dan lapis tiga. Penelitian ini menggunakan kayu Akasia Mangium (Acacia Mangium Willd) termasuk kayu dengan kerapatan kelas kekuatan II. Kayu Lamina dengan ukuran panjang 4 cm, lebar 4 cm, tinggi 6 cm dibagi menjadi lapis dua tebal 2 cm, 2 cm dan lapis tiga 1 cm, 2 cm, 1cm. Digunakan perekat sintetis, berat labur perekat 200-220 gr/m2 pada kedua permukaan. Prosedur pengujian dilakukan di laboratoriun berdasarkan ASTM D413-05 (2005) Methods of Testing Small Clear Specimen of Timber. Alat pengujian menggunakan Universal Testing Machine merk AMSLER made in Western Germany dengan kapasitas 100 kN. Hasil penelitian kadar air 9,723 % - 12 % kurang dari 14 %, Kerapatan 0,7662 gr/cm3, Kekuatan tekan kayu utuh antara 488,48 kg/cm2 - 609,01 kg/cm2, kayu lapis dua antara 610,02 kg/cm2 – 618,82 kg/cm2, dan kayu lapis tiga antara 433,33 kg/cm2 – 444,85 kg/cm2. Ketiganya masuk dalam kekuatan berdasarkan tekannya masuk di kelas kekuatan II (425 kg/cm2 – 650 kg/cm2). Nilai hasil Analisis Korelasi : korelasi Spearman’s rho nilai kayu utuh dengan kayu lapis dua mempunyai hubungan yang positip dan tingkat kepercayaan mencapai 99 %, hubungan kedua variabel adalah signifikan (sig. 0,000 < 0,001) ; korelasi parsial kayu lapis dua dengan balok lapis tiga mempunyai hubungan yang positip dan tingkat kepercayaan mencapai 99 %, hubungan kedua variabel adalah signifikan (sig. 0,000 < 0,001).
PERHITUNGAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG KULIAH JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA (POLNES) KALIMANTAN TIMUR Kurniawati, Erni; Suryono, Joko; Kurniawan, Riza Setiabudi
JURNAL INERSIA Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Inersia
Publisher : POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari perhitungan ini adalah untuk mendapatkan hasil penulangan pada Gedung Kuliah Jurusan Teknik Sipil dan mendapatkan hasil kapasitas dukung tiang pancang dengan menggunakan data Cone Penetration Test (CPT). Perhitungan struktur beton dimulai dengan menghitung pembebanan lalu di input kedalam SAP 2000 versi 14 dan didapatkan gaya-gaya dalam berupa momen (M), gaya lintang (D) dan gaya normal (N). Kemudian hasil analisa gaya dihitung menggunakan metode SNI- 2847-2013 dan mengacu pada PPIUG 1983. Pada perhitungan struktur gedung Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Samarinda diperoleh perhitungan kapasitas dukung tiang pancang tunggal sebesar 46926,84 kg, kapasitas dukung kelompok tiang pancang sebesar 187707,38 kg, tulangan pelat 2 arah (kode B 3,60m x 4,50m) dengan Ø10–100 mm tulangan lapangan arah x, Ø10–125mm tulangan lapangan arah y, Ø10–100 mm tulangan tumpuan arah x, dan Ø10–125 mm tulangan tumpuan arah y. Pada balok (250 x 400) diperoleh 2D19 tulangan tumpuan, 2D19 tulangan lapangan, Ø10–100 tulangan geser tumpuan, dan Ø10–200 tulangan geser lapangan. Selanjutnya pada kolom (400 x 400) diperoleh 8D19 dengan tulangan geser tumpuan Ø10–100 mm dan tulangan geser lapangan Ø10–200 mm.
PERBANDINGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA MENGGUNAKAN HSPK TAHUN 2016 DAN HARGA LAPANGAN PADA PROYEK GEDUNG SMP NEGERI 23 MAKROMAN KOTA SAMARINDA Triyatmo, Agus; Alwi, Salma; Suryono, Joko
JURNAL INERSIA Vol. 9 No. 2 (2017): Jurnal Inersia
Publisher : POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugas akhir perhitungan perbandingan ini menghitung rencana anggaran biaya bertujuanuntuk mendapatkan hasil perbandingan selisih rencana anggaran biaya harga lapangan dan HSPK 2016 serta menghitung kebutuhan bahan yang diperlukan pada proyekpembangunan gedung SMP Negeri 23 Makroman Kota Samarinda. Perhitungan inidiawali dengan melakukan studi lapangan untuk meninjau lokasi proyek danpengumpulan data - data yang diperlukan.Setelah data – data diperoleh selanjutnyadilakukan analisa perhitungan volume atau kubikasi pekerjaan, menganalisa harga satuanpekerjaan, menghitung rencana anggaran biaya, membandingkan rencana anggaran biayadan menganalisa kebutuhan bahan yang diperlukan. Hasil yang diperoleh dari TugasAkhir ini ialah Selisih rencana anggaran biaya harga lapangan lebih rendah sebesar Rp.5.141.020.000,00 (Lima Miliar Seratus Empat Puluh Satu Juta Dua Puluh Ribu Rupiah)dari rencana anggaran biaya HSPK tahun 2016 dengan persentase selisih 45.56%. Dari hasil perbandingan rencana anggaran biaya untuk harga lapangan didapat kebutuhan bahan terbesar adalah Batu Bata sebesar 8.408.280 buah dan kebutuhan bahan terkecil Sealtipe sebesar 1 buah.
POLA SAMBUNGAN LAMINA KAYU KAPUR MERUPAKAN ALTERNATIF KUALITAS DARI KAYU SOLID Suryono, Joko
JURNAL INERSIA Vol. 6 No. 2 (2014): Jurnal Inersia
Publisher : POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain laminasi Kapur (Kamper) adalah memaksimalkan dimensi dengan meminimalkan material. Tujuan dapat dicapai hasil yang optimal nilai sifat fisika nilai sifat mekanika dan Analisis MOE, MOR pada kayu lamina dan sambungan lamina sebagai kayu konstruksi yang dibuat dengan penyusunan dan pola sambungan jari yang berbeda mempengaruhi dan interaksi dengan kayu solid. Kadar air rata-rata kayu solid awal 12 % dan setelah diuji nilai kadar air 11.535 % -13,064 %. Kerapatan nilai rata-rata awal 0,61 gr/cm3 - 0,631 gr/cm3. Kekuatan geser kayu solid dengan nilai 117,534 kg/cm2, kekuatan geser // serat lapis dua dengan perekat sintetis nilainya 99,943 kg/cm2. Kekuatan tekan kayu solid untuk yang sejajar serat 493,587 kg/cm2 dan untuk yang tegak lurus serat 90,105 kg/cm2, kayu lapis dua dengan perekat sintetis untuk yang sejajar serat 221,270 kg/cm2 dan untuk yang tegak lurus serat 95,313 kg/cm2. Analisis MOEada pengaruh perbedaan antara perlakuan faktor A dan faktor B. Untuk interaksi faktor A* faktor B tidak ada perbedaan antara perlakuan. Analisis MORada pengaruh perbedaan antara perlakuan faktor A dan faktor B. Untuk interaksi faktor A* faktor B tidak ada perbedaan antara perlakuan. Pengujian contoh uji kadar air dalam kondisi kering < 14 %. Kuantitas perekat perlu dilakukan dengan komposisi bervariasi. Penyusunan dengan pola sambungan lamina diharapkan sesuai susunan dinding (selang seling sambungan).
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT KAWAT BENDRAT DENGAN KONSENTRASI PANJANG 8 CM TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON Adelia, Emma; Suryono, Joko; Mardhanie, Afif Bizrie
JURNAL INERSIA Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Inersia
Publisher : POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang terbuat dari campuran yang homogen antara semen, agregat kasar, agregat halus dan air. Beton banyak digunakan pada pembangunan dalam bidang konstruksi, baik pada jembatan, jalan, bangunan gedung maupun konstruksi yang lain.Beton memiliki kelebihan yaitu kekuatan tekan yang tinggi, selain memiliki kelebihan beton juga memiliki kelemahan diantaranya kuat tarik yang jauh lebih kecil sehingga beton memiliki memerlukan perlakuan khusus untuk mengatasi kelemahan yang ada salah satu cara adalah penambahan serat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan dan mengetahui perbedaan nilai kuat tekan tekan dan kuat tarik belah antar beton normal dan menggunakan campuran kawat bendrat dengan konsentrasi panjang 8 cm. benda uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah kubus ukuran panjang 15cm, lebar 15cm dan tinggi 15 cm untuk pengujian kuat tekan dan silinder diameter 10 cm dan tinggi 20 cm untuk pengujian kuat tarik belah. Variasi penambahan bendrat 0%,0,2%,0,4%0,6%,0,8% dan 1% dari berat total material, beton diuji pada umur 28 hari. Dari hasil penelitian diperoleh hasil kuat tekan tertinggi terhadap beton normal terdapat pada variasi penambahan bendrat 0,8% dengan presentase meningkat sebesar 13,5% dengan nilai kuat tekan sebesar 29,48 MPa. Presentase tertinggi kuat tarik belah tertinggi terhadap beton normal terdapat pada variasi penambahan bendrat 0,8% dengan presentase meningkat sebesar 17,3% dengan kuat tekan sebesar 7,39 MPa.
PERENCANAAN STRUKTUR BAJA PADA BANGUNAN GEDUNG AKUNTANSI S1 POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR Alliah, Rahmadina; Suryono, Joko; Nugroho, Budi; Sunarno
JURNAL INERSIA Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Inersia
Publisher : POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi membutuhkan suatu program komputer untuk memudahkan perhitungan struktur, salah satunya yaitu program SAP 2000 versi 14 yang memiliki keunggulan lebih cepat mendapatkan hasil perhitungan struktur bangunan dibandingkan metode perhitungan manual. Tujuan penulisan ini adalah untuk menganalisa profil struktur baja pada Gedung Kuliah Jurusan Akuntansi S1menggunakan SAP 2000 versi 14 dan untuk mendimensi profil struktur baja menggunakan metode LRFD berdasarkan SNI 13-1729-2002. Perhitungan profil struktur baja dimulai dengan menghitung pembebanan yang mengacu pada PPIUG 1983, lalu diinput kedalam SAP 2000 versi 14 dan didapatkan gaya-gaya dalam berupa momen (M), gaya lintang (D) dan gaya normal (N). Hasil analisa gaya dihitung menggunakan metode LRFD yang mengacu pada SNI 13-1729-2002.
ANALISA PENGGUNAAN PASIR LOKAL TERHADAP KEKUATAN TEKAN DAN KEKUATAN LENTUR BETON Suryono, Joko; Tistro, Rafian; Wianto, Arif
JURNAL INERSIA Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Inersia
Publisher : POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pasir lokal seperti pasir Palaran, Batuah, dan Tenggarong dalam campuran beton sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal dan hanya digunakan pada beton mutu ringan serta pekerjaan non structural. Potensi dari pasir lokal yang digunakan pada pengujian ini adalah mengetahui berapa kekuat tekan beton dan kuat lentur beton menggunakan agregat halus lokal yaitu pasir Palaran, Batuah, dan Tenggarong. Pada penelitian ini dibuat dengan benda uji kuat tekan berbentuk kubus dengan umur uji 3 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari. Dengan nilai kuat tekan pasir Palaran yang di Daiperoleh yaitu pada umur uji 3 hari sebesar 29,67 MPa, umur 7 hari 24,98 MPa, umur 14 hari 22,31 MPa, umur 21 hari 20,67 MPa, dan untuk umur uji 28 hari 14,17 MPa.peroleh yaitu pada umur uji 3 hari sebesar 24,29 MPa, umur 7 hari 20.49 MPa, umur 14 hari 19,14 MPa, umur 21 hari 21,04 MPa, dan untuk umur uji 28 hari 16,05 MPa. Batuah yang dTenggarong yang diperoleh yaitu pada umur uji 3 hari sebesar 43,07 MPa, umur 7 hari 32,75 MPa, umur 14 hari 21,39 MPa, umur 21 hari 19,75 MPa, dan untuk umur uji 28 hari 18,83 MPa. Untuk uji kuat lentur beton pada umur uji 28 hari menggunakan Agregat halus Palaran sebesar 3,45 MPa , agregat halus Batuah 3,68 MPa dan Agregat halus Tenggarong sebesar 3,09 MPa. Maka dari kesimpulan yang diperoleh yaitu pada penggunaan material agregat halus Palaran, Batuah, dan Tenggarong dapat digunakan pada campuran beton namun untuk uji kuat tekan beton masih tidak stabil dikarenakan agregat halus yang digunakan tersebut belum memenuhi standar spesifikasi agregat yang disarankan.
Analisa Desain PC I Girder Pada Section Overpass STA 52+174 Proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Susanto , Willy; Jepriani, Sujiati; Suryono, Joko
JURNAL INERSIA Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Inersia
Publisher : POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan adalah suatu struktur yang berfungsi menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan-rintangan seperti lembah, sungai, laut, jurang, drainase, jalan, dan sebagainya. Proyek Jalan Tol Balikpapan - Samarinda mengaplikasikan jembatan dengan sistem beton prategang. Sistem beton prategang diaplikasikan di struktur atas yaitu pada gelagar atau girder. Girder adalah bagian dari struktur atas yang berfungsi menyalurkan beban yang diterimanya menuju struktur bawah untuk selanjutnya diteruskan ke pondasi. Bentuk girder beton prategang memiliki banyak jenis diantaranya PC I Girder, PC U Girder, Box Girder dan Voided Slab dimana setiap bentuk memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisa desain PC I girder yang digunakan pada jembatan di Section Overpass STA 52+174 Proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda. Objek penelitian ini adalah PC I girder dengan panjang span 25,80 m dan 16,80 m. Dari hasil analisis diketahui tegangan yang terjadi akibat kombinasi pembebanan adalah aman dengan perilaku penampang beton prategang dikategorikan sebagai kelas U dengan asumsi perilaku penampang prategang utuh atau tidak retak. Namun dibeberapa kombinasi pembebanan diketahui terdapat perilaku penampang beton prategang yang dikategorikan sebagai kelas C (f > 1,0√f’c) dengan asumsi perilaku penampang prategang retak dan kelas T (0,62√f’c < f < 1,0√f’c) dengan asumsi perilaku penampang prategang peralihan antara utuh dan retak. Bila penampang prategang merupakan kelas C dan kelas T, maka dibutuhkan tulangan tarik non prategang pada daerah lentur terjadinya retak untuk mengakomodir tegangan tarik yang terjadi
Studi Eksperimental Batang Tarik Pada Sambungan Pelat Baja Terhadap Tegangan – Regangan Suryono, Joko; Putrawirawan, Ashadi; Jepriani, Sujiati; Allo, Reno Rivaldy
JURNAL INERSIA Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Inersia
Publisher : POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sambungan batang tarik pada sambungan pelat baja memiliki bermacam-macam tipe kegagalan. Tipe kegagalan pada sambungan pelat baja ditentukan berdasarkan beberapa parameter, diantaranya profil dan mutu batang tarik, tebal dan mutu pelat penyambung. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui beban maksium (Pmax) nilai tegangan – regangan dari hasil pengujian tarik pelat baja pada 3 variasi sampel uji di Laboratorium berdasarkan tipe kegagalan geser baut dengan ukuran pelat baja 500x43x5 mm dan baut penyambung diameter 6 mm. Hasil pengujian tarik, hasil uji eksperimen 3 sampel pelat baja di laboratorium dengan rata-rata beban sebesar 114,395 MPa dengan waktu uji 140 detik. Tegangan leleh (Fy) rata-rata sebesar 346,849 MPa pada regangan 0,02% dan tegangan putus (Fu) rata-rata sebesar 534,582 MPa pada regangan 0,09%.