ARIEF YANTO
Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Kombinasi Pijat Kaki dan Zikir dalam Menurunkan Tekanan Darah Pasien Hipertensi: Studi Kasus Putri Utami; Yunie Armiyati; Arief Yanto
Ners Muda Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i1.20971

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi yang berisiko menimbulkan komplikasi kardiovaskular. Pendekatan komplementer seperti pijat kaki dan zikir diketahui dapat memberikan efek relaksasi fisiologis dan psikospiritual dalam menurunkan tekanan darah. Novelty studi terletak pada integrasi simultan antara stimulasi fisik melalui pijat kaki dan intervensi psikoreligius zikir untuk menurunkan tekanan darah pada pengelolaan asuhan keperawatan pasien. Studi ini bertujuan menggambarkan efektivitas kombinasi pijat kaki (foot massage) dan zikir dalam menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. Desain studi kasus ini adalah desain deskriptif multi case study dengan pendekatan proses keperawatan pada tiga pasien hipertensi. Pengumpulan data dilakukan melalui pengkajian keperawatan, observasi tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi, serta dokumentasi menggunakan lembar observasi. Intervensi kombinasi pijat kaki dan zikir diberikan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi ±20–30 menit per sesi pada sore hari. Hasil studi kasus menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pada ketiga subjek. Tekanan darah sistolik turun rata-rata sebesar  15-20 mmHg dan diastolik sebesar 5-10 mmHg, disertai penurunan keluhan sakit kepala dan peningkatan relaksasi. Kombinasi pijat kaki dan zikir efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kenyamanan pasien hipertensi.
Effective Leadership Towards Patient Safety Management At Unimus Hospital Tri Hartiti; Arief Yanto; Hanik Zahro Nabila
Media Keperawatan Indonesia Vol 8, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/mki.8.4.2025.352-360

Abstract

Patient safety management is a fundamental indicator of hospital quality and reflects the effectiveness of healthcare service delivery. Effective leadership plays a critical role in fostering a patient safety culture, minimizing risks, preventing adverse events, and improving the quality of nursing care. This study aimed to examine the relationship between effective leadership and patient safety management at Universitas Muhammadiyah Semarang Hospital. A quantitative cross-sectional study was conducted involving 50 nurses working at the hospital. Data were collected using structured questionnaires assessing perceptions of effective leadership and patient safety implementation. Descriptive statistics and Pearson Product-Moment correlation analysis were used to analyze the data. The findings revealed that most respondents were female (82%) and held a diploma in nursing (54%), while 46% had a professional nursing degree. The mean age of respondents was 26.97 ± 6.78 years, and the mean work experience was 1.98 ± 3.62 years. Nurses perceived leadership effectiveness at the hospital to be high, with a mean score of 103 ± 13.54. In terms of patient safety management, 84% of respondents demonstrated good implementation of patient safety practices. Statistical analysis showed a significant positive correlation between effective leadership and patient safety management (r = 0.457, p = 0.001), indicating that stronger leadership effectiveness was associated with better implementation of patient safety practices. In conclusion, effective leadership is significantly associated with improved patient safety management in hospital settings. Strengthening leadership capacity may contribute to the development of a stronger patient safety culture and enhance the quality of healthcare services.
Penerapan Tindakan Penghisapan Lendir Berkala dalam Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi Pada Pasien yang Terpasang Ventilator Di Ruang ICU Nila Zahro; Arief Yanto; Titi Hartiti
Ners Muda Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v6i3.20068

Abstract

Ventilator-associated events (VAE) dan Ventilator-associated pneumonia (VAP) tetap menjadi sumber morbiditas dan mortalitas tinggi pada pasien yang menerima ventilasi mekanik. Akumulasi sekret jalan napas mengganggu pertukaran gas dan meningkatkan kebutuhan FiO₂/PEEP sehingga mendorong terjadinya VAE. Tindakan suction yang tepat dan kebersihan oral yang sistematis merupakan intervensi yang potensial untuk memperbaiki oksigenasi serta menurunkan risiko komplikasi. Studi ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas pelaksanaan oropharyngeal suction berkala dalam pemenuhan kebutuhan oksigenasi pasien yang terpasang ventilator di ruang ICU. Desain studi laporan kasus (case report / evidence based nursing) dilaksanakan pada enam pasien dewasa yang memenuhi kriteria inklusi (>18 tahun, ventilator >72 jam) di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Tiga pasien menerima oropharyngeal suction berkala + oral care 4 jam (Intervensi I) dan tiga pasien menerima suction seperlunya + oral care 8 jam (Intervensi II). Parameter yang dicatat meliputi tidal volume (VT), SpO₂, dan FiO₂ sebelum dan setelah intervensi pada jadwal yang telah ditetapkan. Prosedur mengikuti SOP suction dan praktik pre-oksigenasi. Pada kedua kelompok tidak ditemukan penurunan SpO₂ paska suction; umumnya terjadi peningkatan atau stabilitas SpO₂. Kelompok Intervensi I menunjukkan kecenderungan penurunan kebutuhan FiO₂ rata-rata dan peningkatan VT jangka menengah dibanding Intervensi II. Tidak dilaporkan efek samping serius terkait prosedur. Oropharyngeal suction terjadwal dikombinasikan dengan oral care efektif mempertahankan atau memperbaiki oksigenasi pada pasien ventilator dan dapat berkontribusi menurunkan faktor risiko VAE/VAP. Disarankan penerapan protokol suction terjadwal dalam SOP ICU dengan perhatian pada teknik aseptik dan pre-oksigenasi.