Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Masker Medika

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG TOILET TRAINING PADA ANAK PRASEKOLAH DI PAUD TERATE 2 DESA TUGU MULYO Ginanjar, Marwan Riki
Masker Medika Vol 6 No 1 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Toilet training pada anak merupakan suatu usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol buang air kecil atau buang air besar. Toilet training dapat dimulai dari umur 18 bulan- 2 tahun. Keberhasilan toilet training tidak hanya dari kemampuan fisik, psikologis dan emosi anak itu sendiri tetapi juga dari bagaimana perilaku orang tua atau ibu untuk mengajarkan toilet training secara baik dan benar, sehingga anak dapat melakukan dengan baik dan benar hingga besar kelak. Tujuan:Diketahuinya pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang toilet training di PAUD Terate 2 Desa Tugu Mulyo. Metode:Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitain Pre Eksperimental dengan rancangan One Group Pretes-Postes. Sampel penelitian menggunakan tehnik total sampling yaitu seluruh ibu di PAUD Terate 2 Desa Tugu Mulyo sebanyak 62 responden. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 20 April 2017. Kuesioner pada penelitian ini menggunakan kuesioner dari penelitian Hidayat (2010). Hasil:Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai median penegtahuan ibu saat pretest 7,00 dan posttest 10,00 hal ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan antara pengetahuan sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan. Analisa Wilcoxon test menunjukkan signifikasi p-value = 0,001 (p value < 0.05). Kesimpulan:Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang toilet training pada anak prasekoah di PAUD Terate 2 Desa Tugu Mulyo
PENGARUH BIBLIOTERAPI TERHADAP KECEMASAN HOSPITALISASI ANAK USIA PRASEKOLAH DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG Ginanjar, Marwan Riki; Iswari, Miranti Florencia; Noftalina, Noftalina
Masker Medika Vol 8 No 1 (2020): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v8i1.386

Abstract

Latar belakang: Hospitalisasi dapat menimbulkan kecemasan pada anak prasekolah. Kecemasan anak prasekolah akibat hospitalisasi dapat diminimalisirdengan bermain, salah satunya menggunakan buku cerita. Pemanfaat buku sebagai media terapi disebut juga dengan Biblioterapi. Tujuan:Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh biblioterapi terhadap kecemasan hospitalisasi pada anak usia prasekolah di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Metode:Penelitian menggunakan metode pre-experiment dengan rancangan One Group Pretest-postest. Kecemasan diukur dengan kuisioner kecemasan. Sampel penelitian ini adalah sebagian anak yang mengalami hospitalisasi di RS Muhammadiyah Palembang sebanyak 25 anak. Pengumpulan data dilakukan pada bulan April – Mei 2019.. Uji Statistik dengan mengunakan statistik parametrik uji T-test dependent.Hasil:Rata-rata nilai kecemasan siswa sebelum dan setelah dilakukan intervensibiblioterapi adalah 56,84 dan 3,35 dengan nilai p value<0,001 yang artinya ada pengaruh biblioterapi terhadap kecemasan hospitalisasi pada anak prasekolah. Background: Hospitalization can cause anxiety in children. When children experience anxiety at the hospital, children will usually play using books. Use of books as a therapeutic medium is also called Bibliotherapy. Purpose: of this study was to determine the effect of Bibliotherapy on the anxiety of hospitalization in preschool children at the Muhammadiyah hospital in Palembang.Methode: This research method uses preexperimental research methods with one group pre-post test design with 25 responden. Data collected at April – May 2019. T Test dependent used to analysis the result.Results:The Mean of Anxiety before and after intervention is 56,84 dan 3,35p value<0.001, which means that there is a significant relationship between bibliotherapy to the hospitalization anxiety in preschool children at the Muhammadiyah Hospital Palembang.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN ANAK YANG MENGALAMI HOSPITALISASI Marwan Riki Ginanjar; Septi Ardianty; Kartika Apriliyani
Masker Medika Vol 9 No 1 (2021): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v9i1.439

Abstract

Introduction: Children with anxiety due to hospitalization will experience anxiety, worry about threats that are unclear, not secific and associated with feelings of uncertainty and helplessness. The factors related to anxiety were gender, hospital experience and nurse caring behavior. Objective of the research was to find out the correlation among sex, experience of being treated in a hospital, caring behavior of nurses with the level of anxiety in children who were hospitalized at Muhammadiyah Palembang Hospital in 2019. Method: This study used cross-sectional descriptive analytic. The number of sample was 32 preschoolers with the sampling technique wa purposive sampling. The analysis used was univariate and bivariate tests using the chi-square test. The data was collected by using questionnaire. Result: The results showed 20 people (56,3%) respondents were female, 12 people (43,8%) respondents were firstborn children, 20 (62,5%) respondents had never had previous treatment experience, 19 people(59,4%) chose caring behavior for less nurses and 18 people (56,3%) respondents experienced moderate anxiety. Based on statistical tests there was a correlation between sex with anxiety level p-value was 0,003, there was correlation between experience being treated in hospital with an anxiety level p-value was 0,001, there was a correlation between nurse caring behavior with an anxiety level p-value was 0,000. Discussion: There was a correlation among gender, experience in hospital care. Caring behavior of nurses with anxiety level of children experiencing hospitalization at the MuhammadiyahHospital Palembang in 2019.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG MAKANAN PENDAMPING ASI Marwan Riki Ginanjar
Masker Medika Vol 9 No 2 (2021): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v9i2.452

Abstract

Latar belakang: Makanan pendamping ASI (MP-ASI) perlu diberikan kepada bayi saat mulai memasuki usia 6 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi. Pemberian MP-ASI tidak tepat berdampak pada kurangnya kecukupan gizi bayi. Ketidaktepatan pemberian MP-ASI salah satunya disebabkan oleh pengetahuan ibu yang rendah. Pendidikan kesehatan dengan metode yang tepat dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang MP-ASI. Tujuan:Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap Pengetahuan Ibu tentang Makanan Pendamping ASI pada Bayi. Metode Penelitian: penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pre-experimental design dan rancangan menggunakan One grouppretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 6 bulan - < 6 tahun sebanyak 33 responden. Pengambilan sampel menggunakan metode Total Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Rata-rata pengetahuan ibu sebelum dilakukan pendidikan kesehatan adalah 10,76 dengan nilai median 11, nilai minimal 8 dan maksimal 14. Rata-rata pengetahuan ibu setelah dilakukan pendidikan kesehatan adalah 11,52 dengan nilai median 11, nilai minimal 9 dan maksimal 14. Perbedaan pengetahuan ibu tentang MP-ASI sebelum dan setelah intervensi dengan p value 0,005. Kesimpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang MP-ASI.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Anak Stunting Marwan Riki Ginanjar
Masker Medika Vol 10 No 2 (2022): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Tingkat pengetahuan dan sikap ibu mengenai gizi merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya stunting pada anak balita. Intervensi yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu dengan pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode ceramah. Tujuan penelitian: untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap ibu dengan anak stunting di Puskesmas Nagaswidak Kota Palembang. Metode Penelitian:Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimen dengan pendekatan One Groups Pretest-Posttest Design didapat jumlah sampel 30 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik paired sample t test. Hasil: Rata-rata pengetahuan ibu dengan anak stunting sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebesar 5,60, setelah diberikan pendidikan kesehatan sebesar 10,77. Rata-rata sikap ibu dengan anak stunting sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebesar 31,60, setelah diberikan pendidikan kesehatan sebesar 51,80. Kesimpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan sebelum dan setelah terhadap pengetahuan (p value=0,000) dan sikap (p value=0,000) ibu dengan anak stunting di Puskesmas Nagaswidak Kota Palembang.
Gambaran Nyeri Saat Intervensi Walking Guided Imagery Saat Pemasangan Ivfd (Intra Vena Fluids Drip) Pada Anak Usia 6-12 Tahun Marwan Riki Ginanjar; Septi Ardianty
Masker Medika Vol 11 No 1 (2023): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v11i1.528

Abstract

Latar Belakang : Anak dipandang sebagai individu yang unik, yang punya potensi untuk tumbuh dan berkembang, sepanjang rentang sehat, terutama saat anak sakit orang tua akan membawa anak kerumah sakit, sehingga harus mengalami hospitalisasi. Tindakan pemasangan IVFD pada anak bukan hal yang mudah karena anak-anak memiliki vena yang kecil dan rapuh sehingga anak sering mengalami nyeri. Teknik relaksasi Guided Imagery merupakan penyembuhan yang efektif yang dapat mengurangi nyeri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran nyeri saat intervensi Walking Guided Imagery saat pemasangan IVFD (Intra Vena Fluids Drip) pada anak Usia 6-12 Tahun. Desain: Metodologi penelitian Pra Eksperimen Design dengan rancang dengan desain Posttest Only Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang tua dan Anak usia 6-12 tahun berjumlah 75 orang dan Sampel penelitian berjumlah 63 responden diambil dengan menggunakan tehnik purpossive sampling. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis univariat menunjukkan hasil bahwa rata-rata responden berusia adalah 8,11. Keragaman nilai sebaran data dengan standar deviasi sebesar 2.009. umur responden terendah adalah 6 tahun, dan umur responden maksimal adalah 12 tahun serta sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 35 orang (55,6%). Kesimpulan : Gambaran nyeri saat intervensi Walking Guided Imagery saat pemasangan IVFD (Intra Vena Fluids Drip) pada anak Usia 6-12 Tahun di RS Muhammadiyah Palembang Tahun 2019 yaitu 1,00 (nyeri ringan).
Pengaruh Terapi Bermain Dengan Media Scrapbook Terhadap Kecemasan Anak Usia Prasekolah Yang Mengalami Hospitalisasi Marwan Riki Ginanjar
Masker Medika Vol 11 No 2 (2023): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v11i2.579

Abstract

Background : Hospitalization is a condition where a child is hospitalized in a hospital in a planned or emergency condition for treatment until the child’s condition improves when he returns home. The most common anxiety experienced by children is crying, an excessive fear of both officers and new people. One of the interventions that can be done to overcome anxiety in children is by doing Scrapbook therapy. Research Purpose : The purpose of this study was to determine the effect of playing therapy with Scrapbook media on the anxiety of preschool-aged children who were hospitalized at the Palembang Muhammadiyah Hospital. Methods : This study uses a pre-experimental method, with a one group pre test and post test design. The sampling technique used in this study was purposive sampling on pediatric patients treated at the Muhammadiyah Palembang Hospital with a total of 16 respondents. The intervention was given for 30 minutes, carried out once a day during the child’s free time. Result : The result of the nonparametric test using the Wilcoxon Test obtained a p value of < 0.000 (< 0.05). Conclusion : There is an effect of playing therapy with Scrapbook media on the anxiety of preschool-aged children who are hospitalized at the Palembang Muhammadiyah Hospital.
CUDDLE THERAPEUTIC: SIDE SITTING POSITION TERHADAP SKALA NYERI INJEKSI IMUNISASI BAYI USIA 2-12 BULAN Marwan Riki Ginanjar
Masker Medika Vol 12 No 1 (2024): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v12i1.607

Abstract

Pendahuluan: Bayi merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap gangguan kesehatan maupun serangan penyakit. Pemberian Imunisasi sangat dianjurkan oleh pemerintah untuk meningkatkan kesehatan bayi dan balita. Nyeri saat dilakukan imunisasi dapat berdampak secara langsung oleh bayi seperti menangis terus-menerus dan memberontak. Salah satu intervensi yang dapat mengurangi rasa nyeri tersebut adalah cuddle therapeutic yang merupakan kombinasi dari tindakan yang memberikan rasa nyaman dan aman kepada anak oleng orangtunya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Eksperimental Design dengan rancangan post test control group design. Teknik pengambiilan sempel adalah total sampling yaitu 70 responden. Cara menggukur nyeri menggunakan lembar ceklist dengan metode FLACC. Analisa data menggunakan Shapiro Wilk. Hasil: Nyeri pada kelompok intervensi didapatkan nilai median yaitu 4,00 dan nyeri pada kelompok kontrol diadapatkan nilai median yaitu 6,00 dengan nilai p value 0,001 (p value <0,05). Diskusi: Ada pengaruh nyeri antara kelompok intervensi yang diberikan dekapan dan kelompok kontrol yang tidak diberikan dekapan terapi cuddle therapeutic: side sitting position terhadap skala nyeri injeksi imunisasi pada bayi usia 2-12 bulan di posyandu binaan Puskesmas Pembina Palembang.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU DALAM PENANGANAN AWAL KEJANG DEMAM PADA BALITA Marwan Riki Ginanjar; Hallya Ellyanti; Sri Tirtayanti
Masker Medika Vol 12 No 2 (2024): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v12i2.666

Abstract

Background: Toddlers are children under 5 years old so that children aged 1 to 5 years are included in this group. Most toddlers have a greater risk of developing a disease, namely febrile seizures. Febrile seizures are seizures that occur in children who have a fever without a central nervous system infection that occurs more than 38°C. Knowledge of early treatment of febrile seizures is very necessary to treat febrile seizures in toddlers, one of which is through health education. The selection of the chalk and talk method can help mothers increase their knowledge about early treatment of febrile seizures in toddlers. Objective: To determine the effect of health education using the chalk and talk method on mothers' knowledge in early treatment of febrile seizures in toddlers. Method: This type of quantitative research with Pre-Experimental One Group Pre-Test and post-Test Design, this study was conducted in August 2024 with a sample of 32 respondents in the Mawar Putih Mariana Health Center work area. The provision of knowledge using the chalk and talk method, the results of the knowledge were measured using a questionnaire. The results of the analysis used the paired samples t-test. Results: The average value of knowledge before health education was 9.22 and after health education was 12.81 with a p-value <0.05. Conclusion: There is an effect of chalk and talk method health education on mothers' knowledge in early handling of febrile seizures in toddlers.