Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Eksplorasi Parasitoid dan Cendawan Entomopatogen pada LarvaSpodoptera frugiperda (Smith) (Lepidoptera:Noctuidae) HamaTanaman Jagung di Kabupaten Sigi dan Donggala / Exploration of Parasitoids and Entomopathogenic Fungi on LarvaeSpodoptera frugiperda (Smith) (Lepidoptera: Noctuidae) Pests of Cornin Sigi and Donggala Districts Syarifuddin, Rifni Qadriani; Anshary, Alam; Yunus, Moh; Rahman, Abdul; Edy, Nur; Syarifuddin, Rifni Nikmat
JURNAL PANGAN Vol. 34 No. 2 (2025): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v34i2.867

Abstract

        Spodoptera frugiperda J. E Smith atau ulat grayak jagung (UGJ) merupakan salah satu hamautama pada tanaman jagung yang menyebabkan serangan parah sehingga tanaman menjadi rusak dan mati. Parasitoid dan cendawan entomopatogen merupakan musuh alami yang dapat digunakan untuk mengendalikan UGJ. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mengidentifikasi parasitoid dan cendawan entomopatogen pada larva UGJ tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan di tiga desa pada Kabupaten Sigi dan Donggala. Identifikasi parasitoid dan entomopatogen pada larva UGJ dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan purposive sampling, dengan adanya kotoran yang menyerupai serbuk gergaji pada tanaman jagung sebagai kriteria pengambilan sampel di lahan budidaya tanaman jagung. Sampel yang dikumpulkan sebanyak 20 larva/lokasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu ditemukan dua jenis parasitoid larva yaitu Megaselia scalaris dan Winthemia trinitatis, serta satu jenis cendawan entomopatogen yaitu Aspergillus sp.              Spodoptera frugiperda J. E. Smith, commonly called corn armyworm (UGJ), is one of the main pests on corn plants, which has severe attacks that cause damage and death of plants. Parasitoids and entomopathogenic fungi are natural enemies that can be used to control UGJ. This research aimed to find and identify parasitoids and entomopathogenic fungi found in UGJ larvae on corn plants. This research was conducted in three villages located in Sigi and Donggala Regencies. Identification of parasitoids and entomopathogens in UGJ larvae was carried out at the Pest and Disease Laboratory, Faculty of Agriculture, Tadulako University. This research used a survey method with purposive sampling, with the presence of dirt resembling sawdust on corn plants as a sampling criterion on corn cultivation land; the samples collected were 20 larvae/location. The results obtained from this research were that two types of parasitoid larvae were found, namely Megaselia scalaris and Winthemia trinitatis, as well as one type of entomopathogenic fungus, namely Aspergillus sp.
Efektivitas Pestisida Nabati Terhadap Kutu Beras Sitophilus oryzae L. (Coleoptera: Curculionidae) Junaedi, Edy; Yunus, Muhammad; Edy, Nur
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 31 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v31i2.2242

Abstract

Salah satu faktor yang menyebabkan penurunan mutu beras di tempat penyimpanan hasil pertanian adalah keberadaan serangga Sitophilus oryzae L. yang dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman padi hingga 70%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat resistensi, tingkat kematian, tingkat efikasi, dan tingkat mortalitas pestisida nabati berbahan dasar minyak atsiri yang berasal dari daun serai wangi, daun pandan wangi, dan daun jeruk nipis terhadap hama S. oryzae. Selain itu, dilakukan juga uji organoleptik. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Teracak dengan perlakuan lima konsentrasi yang berbeda dan empat kali ulangan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji Analisis Varians (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi minyak atsiri yang berasal dari daun serai wangi, daun pandan wangi, dan daun jeruk nipis sebesar 15% paling efektif dalam mengusir hama dewasa S. oryzae. Penelitian ini juga mengukur tingkat mortalitas, tingkat efikasi, dan tingkat kematian hama dewasa. Konsentrasi optimal S. oryzae adalah 15%. Uji organoleptik, yang mengevaluasi warna, aroma, dan rasa beras setelah dimasak, memastikan bahwa makanan tersebut aman untuk dikonsumsi.