Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PASTA GIGI HERBAL DAUN SIRIH DENGAN PASTA GIGI NON HERBAL TERHADAP PENURUNAN INDEKS PLAK PADA USIA REMAJA DI SMP NEGERI 1 SIMPANG TIGA ACEH BESAR Widiya Karima Halim; Ratna Wilis; Andriani Andriani; Nasri Nasri; Intan Liana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5315

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan gigi dan mulut di provinsi Aceh besar masih tinggi, dengan 55,34% penduduk mengalami masalah ini (Riskesdas 2018). Data awal menunjukkan nilai rata-rata skor plak sebesar 2,07 (kategori sedang) pada 10 anak, dengan 8 diantaranya menggunakan pasta gigi non herbal. Penggunaan pasta gigi yang tepat,baik herbal maunpun non herbal dapat membantu mengendalikan plak dan menjaga kebersihan gigi dan mulut.. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas penggunaan pasta gigi herbal daun sirih dengan pasta gigi non herbal terhadap penurunan indeks plak pada usia remaja di SMP Negeri 1 Simpang Tiga Aceh Besar. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian quasi eksperimen, pretest dan posttest desain. Sampel diambil menggunakan rumus slovin dengan teknik proportionate   stratified   random   sampling. Data diambil dengan mengukur plak menggunakan indeks PHP. Analisis data dilakukan menggunakan uji T-test. Hasil: Pasta gigi herbal daun sirih dan pasta gigi non herbal efektif dalam menurunkan indeks plak. Hasil Uji Independen T-test menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara nilai pre-test kedua kelompok P-value=0,344 (>0,05), namun terdapat perbedaan signifikan antara nilai post-test kedua kelompok P-value=<0,001 (<0,05). Hasil Uji Paired T-test menunjukkan perbedaan signifikan antara nilai indeks plak pre-post test pada kedua kelompok dengan (P-value=< 0,001) (<0,05). Kesimpulan: Pasta gigi herbal daun sirih lebih efektif dibandingkan pasta gigi non herbal. Dilihat dari nilai rata-rata sebelum perlakuan 2,796 (kategori sedang) dan setelah perlakuan 1,615 (kategori baik), serta selisih penurunan indeks plak sebesar 1,1815. Saran: Pasta gigi herbal daun sirih dapat menjadi pilihan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut karena efektif menurunkan plak dan memiliki sifat antibakteri serta antiinflamasi.
PEMBERDAYAAN KELUARGA DALAM PENINGKATAN PEMELIHARAAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT ANAK BALITA DI DESA BINAAN POLTEKKES KEMENKES ACEH Sisca Mardelita; Cut Ratna Keumala; Intan Liana; Maria Irwani; Arnela Nur; Linda Suryani; Andriani Andriani; Finaul Asyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang:  Peran ibu dalam penerapan hidup sehat, termasuk pola hidup tentang kesehatan gigi dan mulut akan berjalan dengan baik bila didasari oleh pengetahuan yang dimiliki tentang pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut. Melalui peran ibu dalam keluarga,  diharapkan mampu mendorong kesadaran anak dengan terus mengingatkan untuk melakukan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut serta mendampingi anak melakukannya secara rutin, serta dapat memahami kebutuhan keluarga sehingga dapat menyediakan hal-hal yang dibutuhkan oleh setiap anggota keluarga, terutama untuk mengatasi dan mencegah munculnya penyakit gigi dan mulut. Hasil Pemeriksaan Awal pada 25 orang anak balita, ditemukan 72% mengalami  karies gigi, dan hasil wawancara dengan ibu, hampir semua ibu  (92%) tidak mendorong anak untuk melakukan menyikat gigi secara rutin dan tidak mengetahui masalah-masalah terkait penyakit gigi pada balita.Tujuan:. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk Meningkatkan pemberdayaan keluarga dalam pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut anak balita.Metode: Kegiatan ini dilakukan oleh dosen jurusan Kesehatan gigi dan dosen jurusan Jurusan Farmasi lamanya pelaksanaan selama 6 bulan pada tahun 2024. Metode yang akan digunakan diskusi dan simulasi yaitu  merencanakan kegiatan yang akan dilakukan, dan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemberian modul dan lembar monitoring menyikat gigi dan melakukan edukasi pada ibu yang memiliki balita  di desa Paleuh Pulo oleh tim pengabdian masyarakat, dengan kriteria hasil pengetahuan ibu meningkat sebanyak > 80%.Hasil: Peningkatan pengetahuan keluarga di Desa Paleuh Pulo tentang pemberdayaan di bidang pengetahuan Kesehatan gigi dan mulut setelah diberikan edukasi, dengan nilai pre test pengetahuan 61% dan meningkat  menjadi 83% sebagai nilai post test. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan ibu dalam mengedukasi anak dan terampil dalam membantu anak untuk menyikat gigi yang baik dan benar, kemampuan ibu memotivasi anak untuk menyikat gigi dan kemampuan ibu untuk mengidentifikasi masalah Kesehatan gigi dan mulut pada anggota keluarga.Kesimpulan: Melalui program pemberdayaan keluarga ini, dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam hal pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut anak balita di Desa Paleuh Pulo
Pengaruh Edukasi Menggunakan Media Video Animasi  Terhadap Tingkat Pengetahuan Menyikat Gigi  pada Murid Kelas IV di SD Negeri 12  Banda Aceh Putri Mintaito Siregar; Intan Liana
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2026): AGUSTUS-SEPTEMBER
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/pm59c925

Abstract

Karies gigi masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan pada anak usia sekolah dasar di Indonesia. Pengetahuan mengenai cara menyikat gigi yang benar masih rendah, terutama akibat metode edukasi yang kurang menarik. Media video animasi sebagai sarana edukasi kesehatan gigi dinilai efektif dalam menyampaikan informasi secara visual dan auditori kepada anak-anak. Media edukasi seperti video animasi diyakini mampu menarik perhatian anak dan meningkatkan pemahaman mereka, karena bersifat visual, menarik, dan mudah dicerna oleh anak-anak. Survei awal di SD Negeri 12 Banda Aceh menunjukkan bahwa 80% siswa memiliki kebersihan gigi dan mulut yang buruk.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan anak tentang cara menyikat gigi yang benar di SD Negeri 12 Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasy experimental menggunakan desain non-equivalent control group. Populasi terdiri dari 73 siswa kelas IV, dengan total sampling digunakan untuk membagi 37 siswa sebagai kelompok intervensi dan 36 sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner pengetahuan di analisis menggunakan uji Paired T-Test. Hasil Penelitian setelah intervensi menggunakan video animasi, menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dari skor rata-rata 44,32 menjadi 91,08 (p = 0,001), pengetahuan menggunakan media power point dari skor rata - rata 51,67 menjadi 74,17, dengan nilai signifikansi (p = 0,001). menandakan bahwa penggunaan media video animasi lebih efektif dibandingkan media power point. Kesimpulan dalam penelitian ini media video animasi terbukti efektif sebagai media edukasi dalam meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai cara menyikat gigi yang baik dan benar dibandingkan mengunakan media power point.      
Hubungan Pengetahuan Tentang Pengaruh Merokok dengan Stain pada Remaja di Masyarakat Desa Pintu Padang Jae  Kecamatan Siabu Kabupaten  Mandailing Natal Salwah Salwah; Intan Liana
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2026): AGUSTUS-SEPTEMBER
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ww6hve33

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya, sebab kesehatan gigi akan mempengaruhi kesehatan tubuh. Stain gigi dapat menimbulkan kurangnya rasa percaya diri walaupun bentuk dan susunannya telah ideal Perubahan warna gigi merupakan persoalan keindahan yang memberikan dampak psikologi cukup besar, apabila perubahan warna terjadi pada gigi depan. Dari Survei awal yang dilakukan peneliti di Desa Pintu Padang Jae Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal terhadap 10 orang remaja yang merokok, didapatkan hasil 7 orang diantaranya terdapat stain pada giginya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang pengaruh merokok dengan stain pada remaja di masyarakat desa Pintu Padang Jae kecamatan Siabu kabupaten Mandailing Natal. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional (variabel independent dan dependent diteliti dalam waktu yang bersamaan). Populasi dalam penelitian ini adala seluruh remaja yang merokok di desa Pintu padang Jae Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal dengan jumlah 93 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 49 orang. Jumlah sampel diambil dengan tehnik Purposive Sampling. Analisa data yang dilakukan adalah univariate dan bivariate. Aalisa data bivariate menggunakan uji square.dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil analisa data bivariate menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara “Pengetahuan tentang Pengaruh Merokok dengan Stain pada Remaja di Masyarakat Desa Pintu Padang Jae Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal” dengan p Value = 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar responden mempunyai pengetahuan tinggi tentang pengaruh merokok terhadap stain (53,1%), dan sebagian besar responden memiliki stain dengan tingkatan sedang pada giginya (46,9%). Secara keseluruhan dapat disimpulkan jika ada hubungan antara pengetahuan tentang merokok dengan kejadian stain pada remaja di desa Pintu Padang Jae kecamatan Siabu kabupaten Mandailing Natal. Saran untuk remaja/ masyarakat untuk dapat mengurangi mengonsumsi rokok, kopi dan teh dan mengurangi kebiasaan buruk yang dapat berpengaruh terhadap perubahan warna gigi (stain).