Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Edukasi Mitigasi Bencana dan Evakuasi Korban Bencana Tanah Longsor pada Siswa SMA Negeri 1 Kerajaan Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat Silalahi, Roberh Harnat; Silaban, Jojor; Naibaho, Risdiana Melinda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.17801

Abstract

ABSTRAK Mitigasi longsor pada prinsipnya bertujuan untuk meminimumkan dampak bencana tersebut. Untuk itu kegiatan early warning (peringatan dini) bencana menjadi sangat penting. Peringatan dini dapat dilakukan antara lain melalui prediksi cuaca/iklim sebagai salah satu faktor yang menentukan bencana longsor. Mitigasi bencana meliputi sebelum, saat terjadi dan sesudah terjadi bencana. Survey awal tentang miigasi bencana dan evakuasi korban bencana tanah longsor kepada 32 orang siswa kelas XII-IPA SMA Negeri 1 Kerajaan, didapati 77,14% pengetahuan kurang, 20% pengetahuan cukup dan 2,86 % pengetahuan baik. Peserta/sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kerajaan Kecamatan Kerajaan  Kabupaten Pakpak Bharat berjumlah 168 orang terdiri dari 86 orang perempuan dan 82 orang laki-laki.Berdasarkan hasil pre test dan post test dapat dilihat ada perubahan signifikan pengetahuan siswa tentang mitgasi bencana dan evakuasi korban bencana tanah longsor, di mana sebelum diberikan edukasi yang memiliki pengetahuan baik tidak ada, cukup 12,50% dan pengetahuan kurang sebanyak 87,50%, tetapi setelah diberikan edukasi yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 79,76%, cukup 17,26% dan pengetahuan kurang 2,97%. Kegiatan diskusi dan tanya jawab berlangsung sangat antusias dimana  banyak peserta yang bertanya pada pelaksanaan penyuluhan di setiap sesi penyuluhan. Siswa dapat melakukan simulasi ulang mitigasi bencana dan evakuasi korban bencana tanah longsor. Kata Kunci: Edukasi Mitigasi dan Evakuasi, Siswa SMA  ABSTRACT Landslide mitigation in principle aims to minimize the impact of the disaster. For this reason, disaster early warning activities are very important. Early warning can be done, among others, through weather/climate predictions as one of the factors that determine landslide disasters. Disaster mitigation includes before, during and after a disaster occurs. The initial survey on disaster mitigation and evacuation of landslide victims to 32 students of class XI-IPA SMA Negeri 1 Kingdom, found 77.14% lack of knowledge, 20% sufficient knowledge and 2.86% good knowledge. The participants/targets of this community service activity are class XII students of SMA Negeri 1 Kingdom, Kecamatan Kingdom, Kabupaten Pakpak Bharat totaling 168 people consisting of 86 women and 82 men. Based on the results of the pre-test and post-test, it can be seen that there is a significant change in students' knowledge about disaster mitigation and evacuation of landslide victims, where before being given education there was no good knowledge, only 12.50% and 87.50% less knowledge, but after being given education that has good knowledge as much as 79.76%, 17.26% enough and 2.97% less knowledge. The discussion and question and answer activities took place very enthusiastically where many participants asked questions about the implementation of the extension in each counseling session. Students can re-simulate disaster mitigation and evacuation of landslide victims. Keywords: Mitigation and Evacuation Education, High School Students
Penyuluhan Deteksi Dini Gangguan Jiwa pada Masyarakat Wilayah Kerja Batang Beruh Manik, Herlina Evi Yanti; Silaban, Jojor; Hutagalung, Perak Maruli Asi Roha
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.18683

Abstract

ABSTRAK Gangguan Jiwa tidak terbatas pada psikotik atau yang kita kenal sebagai gila. Banyak macam gangguan jiwa ringan yang jika tidak segera diterapi menjadi berat dan mengancam nyawa. Gangguan jiwa disebabkan oleh adanya berbagai stressor fisik, psikososial,atau sosial. Prevalensi Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) terus meningkat secara global dan Indonesia.  Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2018) menunjukkan bahwa prevalensi gangguan jiwa berat di indonesia mencapai 7 permil atau 1,7 juta jiwa,meningkat dari tahun sebelumnya. Puskesmas Batang Beruh merupakan Puskesmas dengan jumlah ODGJ tertinggi di Kabupaten Dairi, pada tahun 2023 ada 51 ODGJ yang rutin berobat dan check Kesehatan dan jumlah ini masih menetap sampai dengan tahun 2024. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Batang Beruh tentang gangguan jiwa. Khalayak sasaran dalam kegiatan penyuluhan ini adalah masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Batang Beruh Sidikalang berjumlah 55 orang. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ada 3 tahapan : pertama melaksanakan  pre test; kedua memberikan edukasi melalui ceramah dan demonstrasi dan ketiga melakukan evaluasi atau post test test. Hasil yang didapatkan Pengetahuan masyarakat/sasaran sebelum edukasi mayoritas kurang sebanyak 69,09% tetapi setelah diberikan edukasi menjadi mayoritas baik sebanyak 58,19%. Sikap sasaran tentang deteksi dini pencegahan gangguan jiwa sebelum dilakukan edukasi adalah mayoritas negative sebanyak 80%% dan setelah  diberikan edukasi menjadi mayoritas positif sebanyak 76,36%. Penyuluhan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang gangguan jiwa dan mengubah sikap tentang deteksi dini gangguan jiwa. Hal ini penting sebagai langkah awal dalam pencegahan dan penanganan lebih lanjut gangguan jiwa di masyarakat.. Kata Kunci: Penyuluhan, Ganngguan Jiwa, Masyarakat  ABSTRACT Mental disorders are not limited to psychotic or what we know as crazy. There are many kinds of mild mental disorders that if not treated immediately become severe and life-threatening. Mental disorders are caused by various physical, psychosocial, or social stressors. The prevalence of people with mental disorders (ODGJ) continues to increase globally and in Indonesia.  Basic Health Research data (Riskesdas 2018) shows that the prevalence of severe mental disorders in Indonesia reached 7 per cent or 1.7 million people, an increase from the previous year. Puskesmas Batang Beruh is the Puskesmas with the highest number of ODGJ in Dairi Regency, in 2023 there were 51 ODGJ who routinely seek treatment and health checks and this number will remain until 2024. The purpose of this activity is to improve the knowledge and attitude of the community in the Batang Beruh Health Centre working area about mental disorders. The target audience in this extension activity is the community in the Batang Beruh Sidikalang Health Centre Working Area, totalling 55 people. The method of implementing service activities has 3 stages: first carrying out a pre-test; second providing education through lectures and demonstrations and third conducting an evaluation or post-test test. The results obtained by the community / target knowledge before education were mostly lacking as much as 69.09% but after being given education the majority were good as much as 58.19%. The target's attitude about early detection of mental disorder prevention before education was a majority negative as much as 80% and after education was given to a majority positive as much as 76.36%. This counselling proved effective in increasing community knowledge about mental disorders and changing attitudes about early detection of mental disorders. This is important as a first step in the prevention and further treatment of mental disorders in the community.  Keywords: Counselling, Mental Illness, Community
Edukasi Tension and Trauma Releasing Exercises terhadap Masyarakat Rawan Bencana Angin Puting Beliung di Desa Tanjung Beringin Kecamatan Sumbul Kab Dairi Hutagalung, Perak Maruli Asi Roha; Silaban, Jojor
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.18711

Abstract

ABSTRAK Bencana alam merupakan suatu peristiwa atau rangkaian peristiwa yang dapat mengancam serta mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam, faktor non alam ataupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dapat berupa dampak psikologi. Tension And Trauma Releasing Exercises (TRE) merupakan salah satu jenis trauma healing yang digunakan untuk mengatasi respon psikologis pasca masyarakat pasca bencana. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa  Tension And Trauma Releasing Exercises (TRE) efektif menurunkan tingkat kecemasan, depresi dan PTSD pada para bencana Terapi TRE  ini sangat relevan digunakan untuk mengatasi permasalahan emosional. Metodenya yang mudah dan simpel memungkinkan untuk dilakukan semua orang. TRE mengatasi permasalahan emosi, stress, kegelisahan, ketakutan, kemarahan, keserakahan dan permasalahan personal lainnya dengan mengetukkan dua ujung jari pada beberapa lokasi tubuh yang disebut titik tapping. Hasil yang didapatkan tentang pengetahuan sasaran kegiatan yang dikaji melalui pre test mayoritas adalah kurang, tetapi setelah mereka mendapatkan edukasi berubah menjadi mayoritas menjadi baik. Terdapat peningkatan signifikan rata rata pengetahuan sasaran masyarakat  sebelum dan sesudah edukasi. Sebelum edukasi mayoritas kurang sebanyak 90,12% tetapi setelah diberikan edukasi menjadi mayoritas baik sebanyak 59,26%, yang pengetahuan cukup 25,93% dan pengetahuan kurang menjadi 14,91%. Latihan Ketegangan dan Pelepasan Trauma (TRE) telah terbukti memberikan hasil yang dapat diterapkan pada banyak populasi. TRE juga telah menunjukkan potensinya untuk mengurangi kecemasan, seperti yang ditunjukkan oleh sebuah penelitian yang dilakukan pada siswa sekolah menengah atas yang mengalami kecemasan setelah hanya satu sesi TRE yang berlangsung selama tiga jam. Kata Kunci: Tension and Trauma Releasing Exercises, Bencana, Angin Puting Beliung  ABSTRACT A natural disaster is an event or series of events that can threaten and disrupt the lives and livelihoods of people caused by natural factors, non-natural factors or human factors resulting in human casualties, environmental damage, property losses and can be in the form of psychological impacts. Tension And Trauma Releasing Exercises (TRE) is a type of trauma healing used to overcome psychological responses after a post-disaster community. Based on the results of the study, it was found that Tension And Trauma Releasing Exercises (TRE) are effective in reducing levels of anxiety, depression and PTSD in disaster victims. TRE therapy is very relevant to overcome emotional problems. Its easy and simple method allows everyone to do it. TRE overcomes emotional problems, stress, anxiety, fear, anger, greed and other personal problems by tapping two fingertips on several locations of the body called tapping points. The results obtained regarding the knowledge of the target activities studied through the pre-test were mostly lacking, but after they received education, the majority changed to good. There was a significant increase in the average knowledge of the target community before and after education. Before education, the majority were lacking as much as 90.12% but after being given education, the majority were good as much as 59.26%, those with sufficient knowledge were 25.93% and those with insufficient knowledge were 14.91%. Tension and Trauma Release Exercises (TRE) have been shown to provide results that can be applied to many populations. TRE has also shown its potential to reduce anxiety, as shown by a study conducted on high school students who experienced anxiety after just one TRE session lasting three hours. Keywords: Tension and Trauma Releasing Exercises, Tornado, Disaster
Edukasi Stunting dan Pengolahan Makanan Anti Stunting Pada Ibu Balita dan Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Berampu Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi Silaban, Jojor; Naibaho, Risdiana Melinda; Silalahi, Roberh Harnat
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.17813

Abstract

ABSTRAK Masalah kekurangan gizi telah menunjukkan perbaikan yang menggembirakan tetapi secara khusus masalah kurang gizi kronis dalam bentuk anak Stunting  belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap dan keterampilan ibu balita dan kader posyandu tentang Stunting dan Makanan Anti Stunting. Khalayak sasaran dalam kegiatan penyuluhan ini adalah Ibu Balita  dan kader posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Batang Beruh Sidikalang berjumlah 119 orang. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ada 3 tahapan : pertama melaksanakan  pre test; kedua memberikan edukasi melalui ceramah dan demonstrasi dan ketiga melakukan evaluasi atau post test test. Hasil yang didapatkan Pengetahuan ibu balita dan kader posyandu sebelum edukasi mayoritas kurang sebanyak 71,43% tetapi setelah diberikan edukasi menjadi mayoritas baik sebanyak 68,91%. Ibu balita dan kader posyandu yang mempunyai sikap negative ada 60,50% tetapi setelah diberikan edukasi  menurun signifikan yang bersikap negative menjadi 22,69%. Keterampilan sasaran baik ibu balita maupun kader posyandu balita tentang pengolahan makanan anti Stunting sebelum dilakukan edukasi adalah mayoritas kurang 62,19% dan setelah  diberikan edukasi menjadi mayoritas baik sebanyak 66,38%. Pada saaat dilakukan evaluasi kegiatan satu bulan setelah pelaksanaan kegiatan didapati hasil pengetahuan ibu balita dan kader posyandu tentang Stunting dan makanan anti Stunting mayoritas pada kategori baik sebanyak 66,39%, cukup 23,53% dan kurang 10,08%, gambaran sikap mayoritas adalah positif sebanyak 78,99% dan masih ada juga yang bersikap negatif sebanyak 21,01% Kata Kunci: Edukasi Stunting, Pengolahan Makanan Anting, Ibu Balita dan Kader Posyandu  ABSTRACT The problem of malnutrition has shown encouraging improvements, but in particular the problem of chronic malnutrition in the form of stunted children has not shown encouraging progress. The purpose of this activity is to improve the knowledge and attitudes and skills of mothers of toddlers and posyandu cadres about Stunting and Anti-Stunting Foods. The target audience in this extension activity are mothers of toddlers and posyandu cadres in the Batang Beruh Sidikalang Health Centre Working Area totalling 119 people. The method of implementing service activities has 3 stages: first carrying out a pre-test; second providing education through lectures and demonstrations and third conducting an evaluation or post-test test. The results obtained Knowledge of mothers of toddlers and posyandu cadres before education is mostly lacking as much as 71.43% but after education is given to the majority of good as much as 68.91%. Mothers of toddlers and posyandu cadres who have negative attitudes are 60.50% but after education is given a significant decrease in negative attitudes to 22.69%. The target skills of both mothers of toddlers and posyandu cadres of toddlers about anti-Stunting food processing before education is the majority of less than 62.19% and after education is given to the majority of good as much as 66.38%. When evaluating the activity one month after the implementation of the activity, it was found that the knowledge of mothers of toddlers and posyandu cadres about Stunting and anti-Stunting food was mostly in the good category as much as 66.39%, 23.53% enough and 10.08% less, the attitude picture was mostly positive as much as 78.99% and there were still those who were negative as much as 21.01%. Keywords: Stunting Education, Anting Food Processing, Mothers Of Toddlers and Posyandu Cadres
Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisa di RSUD Sidikalang Kabupaten Dairi Silaban, Jojor; Hutagalung, Perak Maruli Asi Roha; Naibaho, Risdiana Melinda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22384

Abstract

ABSTRAK Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan global yang menyebabkan peningkatan kebutuhan terapi hemodialisa. Pasien yang menjalani hemodialisa menghadapi berbagai permasalahan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual yang memengaruhi kualitas hidup. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas intervensi edukasi dan pendampingan terhadap peningkatan kualitas hidup pasien hemodialisa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Edukasi diberikan melalui ceramah, diskusi, video edukasi, dan demonstrasi selama tiga hari, dilanjutkan pendampingan melalui grup WhatsApp selama lima hari. Evaluasi dilakukan satu bulan setelah intervensi menggunakan instrumen WHOQOL. Subjek penelitian adalah 48 pasien hemodialisa dan 48 pendamping di RSUD Sidikalang. Sebelum intervensi, mayoritas pasien memiliki kualitas hidup buruk, khususnya pada aspek fisik (79,17%) dan psikis (64,58%). Setelah intervensi, terjadi peningkatan kualitas hidup, terutama pada aspek psikis (kategori buruk menurun dari 64,58% menjadi 47,92%) dan spiritual (kategori baik meningkat dari 12,5% menjadi 22,92%). Edukasi dan pendampingan berbasis tatap muka dan media digital efektif meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisa, khususnya aspek psikis, spiritual, dan sosial. Disarankan agar intervensi ini dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam program perawatan pasien hemodialisa. Kata Kunci: Hemodialisa, Kualitas Hidup, Edukasi, Pendampingan, Intervensi Keperawatan.  ABSTRACT Chronic kidney disease (CKD) is a global health problem that increases the need for hemodialysis therapy. Patients undergoing hemodialysis face various physical, psychological, social, and spiritual challenges that impact their quality of life. This article aims to analyze the effectiveness of an educational and mentoring intervention on improving the quality of life of hemodialysis patients. This study used a quasi-experimental approach with a pre-test and post-test design without a control group. Education was provided through lectures, discussions, educational videos, and demonstrations for three days, followed by mentoring via a WhatsApp group for five days. Evaluation was conducted one month after the intervention using the WHOQOL instrument. The study subjects were 48 hemodialysis patients and 48 mentors at Sidikalang Regional Hospital. Before the intervention, the majority of patients had a poor quality of life, particularly in the physical (79.17%) and psychological (64.58%) aspects. After the intervention, there was an improvement in quality of life, particularly in the psychological (poor category decreased from 64.58% to 47.92%) and spiritual (good category increased from 12.5% to 22.92%). Face-to-face and digital media-based education and support effectively improve the quality of life of hemodialysis patients, particularly in the psychological, spiritual, and social aspects. It is recommended that these interventions be implemented sustainably and integrated into the hemodialysis patient care program. Keywords: Hemodialysis, Quality Of Life, Education, Support, Nursing Intervention.
Edukasi Masyarakat dan Deteksi Dini Hipertensi: Intervensi Kesehatan Masyarakat di Puskesmas Batang Beruh, Kabupaten Dairi, Indonesia Manik, Herlina Evi Yanti; Silaban, Jojor; Silalahi, Roberth Harnat
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22415

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular utama yang menjadi penyebab kesakitan dan kematian di dunia. Rendahnya pengetahuan masyarakat serta minimnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan rutin menyebabkan keterlambatan diagnosis dan komplikasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program edukasi kesehatan dan deteksi dini dalam meningkatkan pengetahuan serta sikap masyarakat terhadap pencegahan hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen yang dilaksanakan di Puskesmas Batang Beruh, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, tahun 2025. Sebanyak 30 responden dewasa dipilih dengan purposive sampling. Intervensi mencakup edukasi kesehatan (ceramah, diskusi, demonstrasi) dan pemeriksaan hipertensi (tekanan darah, kolesterol, dan gula darah sewaktu). Data dikumpulkan melalui kuesioner pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif. Sebelum intervensi, 50% responden memiliki pengetahuan kurang, 33,3% cukup, dan 16,7% baik. Setelah edukasi, pengetahuan meningkat dengan kategori baik mencapai 50% dan pengetahuan kurang menurun menjadi 16,7%. Satu minggu setelah intervensi, pengetahuan baik meningkat lagi menjadi 66,7%. Perubahan sikap juga signifikan: sikap positif meningkat dari 23,3% sebelum edukasi menjadi 80% setelah intervensi dan bertahan pada evaluasi satu minggu kemudian. Edukasi kesehatan berbasis masyarakat yang dipadukan dengan deteksi dini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap pencegahan hipertensi. Program edukasi yang berkelanjutan sangat penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat dan mendorong penerapan gaya hidup sehat. Kata Kunci: Hipertensi, Edukasi Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat, Deteksi Dini, Penyakit Tidak Menular.  ABSTRACT Hypertension remains one of the leading non-communicable diseases worldwide and a major contributor to morbidity and mortality. Limited public knowledge and low participation in routine screening contribute to delayed diagnosis and complications. This study aimed to evaluate the effectiveness of health education and early screening in improving knowledge and attitudes toward hypertension prevention in the community. A quasi-experimental study was conducted at Batang Beruh Health Center, Sidikalang District, Dairi Regency, North Sumatra, Indonesia, in 2025. Thirty adult participants were recruited using purposive sampling. Interventions included structured health education sessions (lectures, discussions, demonstrations) and hypertension screening (blood pressure, cholesterol, and blood glucose measurement). Data were collected through pre-test and post-test questionnaires and analyzed descriptively.  Before the intervention, 50% of respondents had poor knowledge, 33.3% moderate, and 16.7% good. After education, knowledge improved, with 50% categorized as good and 16.7% poor. One week later, 66.7% maintained good knowledge. Attitudinal changes were also observed, with positive attitudes increasing from 23.3% to 80% post-intervention. Community-based education and early screening significantly improved knowledge and attitudes toward hypertension prevention. Sustained and continuous health education programs are essential to strengthen community awareness and promote healthy lifestyles. Keywords: Hypertension, Health Education, Community Empowerment, Early Detection, Non-Communicable Diseases.
Overview of Heart Disease Patients' Lifestyle in Sidikalang Regional General Hospital, Dairi District in 2024 Silalahi, Roberth Harnat; Pandiangan, Irawati; Silaban, Jojor
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 4 No. 1 (2024): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v4i1.1074

Abstract

Background: Heart disease is not only a threat of pain but also a disease that lurks with the threat of death. This disease can cause a high death rate. According to WHO 2018, around 31% of all deaths in the world, and the majority or around 8.7 million, are caused by heart disease. According to Riskesdas 2018, the prevalence in Indonesia reached 1.5%. Heart disease can be triggered by various lifestyle factors, including a lifestyle with smoking habits, consuming alcohol, exercise habits, the habit of consuming pickled and preserved foods, and a history of obesity. Objective Objective: find out the description of the lifestyle of heart disease sufferers at the Sidikalang Regional General Hospital, Dairi District in 2024. Method: This type of research was descriptive, and carried out from January to April 2024. The population in this study is 235 people with heart disease, using an accidental sampling technique, the total sample was 70 people. Results: Lifestyle after suffering from heart disease, the majority did not smoke as much as 61.42% and were heavy smokers as much as 10%, the majority did not have the habit of consuming alcohol as much as 68.51% and had the habit of consuming alcohol frequently alcohol 12.85%, the majority do exercise enough as much as 22.4% and do not exercise 14.7%, the majority sometimes consume pickled and preserved foods as much as 37.14%, and those who do not consume salted and preserved foods as much as 21.42% , the majority were not obese as much as 37.1% and obesity was 11.9%. Better health services are expected to provide education about the lifestyle of heart disease sufferers.
Relationship of Self Effectiveness with Compliance of Eating Medicines for Pulmonary Tuberculosis Sufferers Silaban, Jojor; Harahap, Solihuddin; Silaban, Verawaty Fitrinelda
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 2 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i2.3052

Abstract

Self-efficiency and attitude in order to be able to adapt to self-changing in the sense of obedience to medication. Compliance in taking anti-tuberculosis drugs is crucial in the healing process of pulmonary tuberculosis. In undergoing long-term treatment, patient compliance is highly required to know the patient's attitude and behavior to the treatment program given by the health officer. In order to have medication compliance, the patient must have high self-efficiency.Method : The research method is an observational analytical with cross sectional design approach involving 51 respondents who are undergoing treatment in the Puskesmas Beruh Work Area. Sampling technique is total sampling. The data collection technique in this research is by using an angket or a questionnaire. Data analysis using a chi square test with a fertility rate of 0.05.Result : The results of the research show that health workers in the area of Puskesmas Batang Beruh work should pay attention to the improvement in the effectiveness of patients with pulmonary tuberculosis, with a p value of 0,000. The results of the bi-variation test showed a significant correlation between self-effectiveness and drug consistency, with a high-grade majority of 59.18% and a higher-category mayority of 75.51%.
Overview of Characteristics of Hypertension Patients Silalahi, Roberth Harnat; Simbolon, Hot Rotua; Silaban, Jojor
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S4 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS4.4109

Abstract

Hypertension is called "The Silent Killer", because it often has no symptoms, so sufferers are not aware of their condition before complications arise. According to Riskesdas in 2018 the number of hypertension sufferers in Indonesia was 34.11%. Hypertension can be triggered by several factors, namely age, gender, occupation, BMI, genetics, intake of salty foods and salt, consuming alcohol. Research Objective to determine the characteristics of hypertension sufferers in the working area of ​​the Sumbul Community Health Center, Dairi District in 2024. The type of research is quantitative descriptive research carried out in January - May 2024. The population of this study is 221 people with hypertension, sampling technique used accidental sampling with a total sample of 44 respondents. The way to collect data is by distributing questionnaires. The data is analyzed using bivariate and univariate analysis. Then the data is processed using SPSS. the characteristics of hypertension sufferers are that the majority are aged ≥ 61 years and over, 59.09%, 56.82% are female, the majority of respondents work as farmers, 40.91%, the majority have a fat BMI, 56.82%, the majority do not have a family history of hypertension sufferers as much as 59.09%, the majority consume salty/salt every day as much as 47.73%, the majority did not consume alcohol as much as 59.09%, the majority did not smoke as much as 68.18%, the majority do exercise 3 times a week as much as 43.18%. It is hoped that community health center officers will provide education about hypertension to the community.
HUBUNGAN MITIGASI BENCANA TERHADAP KESIAPSIAGAAN SISWA DALAM MENGHADAPI BENCANA ALAM ANGIN PUTTING BELIUNG DI SMK SWASTA ANUGERAH SIDIKALANG TAHUN 2022 Melinda Naibaho, Risdiana; Silaban, Jojor; Maruli Asiroha Hutagalung, Perak
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29246

Abstract

Kabupaten Dairi merupakan salah satu wilayah yang rentan terhadap bencana angin putting beliung. Angka kejadian puting beliung, sepanjang tahun 2019 sebanyak 12 kejadian dan sepanjang tahun 2020 di kabupaten Dairi sebanyak 12 kejadian dan tertinggi di SMK Swasta Anugerah Sidikalangsebanyak 3 kejadian, pada bulan Maret, April dan Juli 2020. Dampak dari bencana angin putting beliung dari tahun 2018 sampai tahun 2020 yang terjadi di Kabupaten Dairi yaitu 2 orang korban jiwa meninggal, selanjunya pada tahun 2022 terjadi 11 kali kejadian menyebabkan puluhan rumah rusak, rusaknya fasilitas umum dan beberapa warga mengalami luka luka. Anak SMA merupakan salah satu kelompok yang sangat beresiko sebelum, saat maupun setelah terjadi bencana.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian “Cross Sectional”. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesiapsiagaan dan factor yang berhubungan dengan kesiapsiagaan Siswa/i dalam menghadapi bencana putting beliung di SMK Swasta Anugerah Sidikalang Kabupaten Dairi Tahun 2022. Populasi pada penelitian ini adalah Siswa/i di wilayah kerja SMK Swasta Anugerah Sidikalang berjumlah 73 orang, teknik pengambilan sampel adalah stratified random sampling dan memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian diperoleh mayoritas responden berjenis kelamin Laki-laki, berpengatahuan kurang, memiliki sikap positif terhadap kesiapsiagaan bencana angin putting beliung,pernah mengalami bencana putting beliung, tidak siap siaga terhadap bencana angin putting beliung. Hasil uji statistic chi square diperoleh hasil tidak terdapat hubungan jenis kelamin dengan kesiapsiagaan Siswa/i dalam menghadapi bencana angin putting beliung. Terdapat hubungan pengetahuan p value 0,011, sikap p value 0,002 dan pengalaman p value 0.021 dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana angin putting beliung. Diharapkan Siswa/i dapat meningkatkan pengetahuan mitigasi bencana sehingga memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana angin putting beliung dengan mengikuti sosialisasi, pelatihan serta melakukan simulasi bencana dan perlu dilakukan koordinasi dengan pihak BPBD Kabupaten Dairi terkait untuk melakukan sosialisasi dan mitigasi kesiapsiagaan bencana angin putting beliung.