Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M)

Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Konstekstual Berbasis Budaya Lokal untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama Eka Sulistyawati
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.346 KB) | DOI: 10.30762/factor_m.v1i1.962

Abstract

Berkaitan dengan kompetensi pedagogik, sebagai seorang pendidik sangat penting untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran yang bervariasi. Salah satu cara untuk melaksanakan kegiatan yang bervariasi adalah dengan melakukan inovasi pada teknik pembelajaran yang sudah ada. Salah satu pendekatan pembelajaran yang telah diterapkan dalam pembelajaran matematika adalah pendekatan kontekstual. Seorang pendidik dapat melakukan inovasi dari kegiatan pembelajaran matematika dengan pendekatan kontekstual yang sudah ada.Salah satu inovasi atau pengembangan dari pendekatan kontekstual adalah pendekatan kontekstual berbasis budaya lokal. Penggunaan wujud-wujud budaya lokal dalam pembelajaran matematika haruslah dimulai dari pengkajian wujud budaya yang di masyarakat. Terdapat dua wujud budaya yaitu budaya yang bersifat konkret dan budaya yang bersifat abstrak. Wujud budaya yang bersifat konkret adalah wujud budaya yang tampak dan dapat diamati menggunakan indera manusia. Sedangkan budaya yang bersifat abstrak adalah wujud budaya yang tidak dapat secara langsung diamati menggunakan indera manusia. Penting bagi seorang pendidik untuk melakukan pengamatan terhadap wujud budaya yang ada di lingkungannya.Untuk mengkontruksi pembelajaran matematika dengan pendekatan kontekstual berbasis budaya lokal terdapat beberapa kegiatan yang harus dilaksanakan pendidik yaitu (1) mendaftar wujud budaya lokal yang ada, (2) melakukan pengkajian standar kompetensi dan kompetensi dasar yang sesuai dengan wujud budaya lokal, (3) menentukan keterkaitan wujud budaya lokal dengan kompetensi dasar, (4) menjabarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi indikator pencapaian kompetensi yang dapat diukur, (5) menyusun RPP berbasis budaya lokal, (6) menyusun lembar kerja siswa, dan (7) menyiapkan media dan alat peraga pembelajaran yang menunjang pelaksanaan pembelajaran matematika dengan pendekatan kontekstual berbasis budaya lokal.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis STEM Rumah Hidrolik Ditinjau dari Hasil Belajar dan Respon Siswa terhadap Matematika Eka Sulistyawati; Lailatul Faizah; Ifatun Nisa; Ilham G. Putra
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.656 KB) | DOI: 10.30762/factor_m.v3i2.2611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan Media Pembelajaranrumah hidrolik berbasisSTEM (Science, Technology, Engeenering, and Mathematics) pada materi bangun ruang sisi datar; (2) mengetahui kelayakan media pembelajaran interaktif berbasis STEM berdasarkan validasi/penilaian dari ahli media dan ahli materi (3) mengetahui kepraktisan media pembelajaran rumah hidrolik berbasis STEM oleh praktisi pembelajaran; (4) mengetahui keefektifan media pembelajaran rumah hidrolik berbasis STEM. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs. Hidayatus Sholihin. Jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Media Pembelajaran berbasis STEM dikembangkan melalui lima tahapan yaitu (a) Analisis (Analysis), b) Desain (Design), c) Pengembangan (Development) d) Impelementasi (Implementation) dan e) Evaluasi (Evaluation); (2) tingkat kelayakan media pembelajaran STEM berdasarkan penilaian ahli materi diperoleh 83% yang termasuk dalam kategori layak, ahli media diperoleh 89,2% yang termasuk dalam kategorilayak,(3) tingkat kepraktisan berdasarkan penilaian praktisi pembelajaran diperoleh 94% yang termasuk dalam kategori sangat praktis; (3) hasil respon siswa diperoleh 80,6% yang termasuk dalam kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, media pembelajaran rumah hidrolik berbasis STEM yang dikembangkan ini layak digunakan sebagai media pembelajaran bangun ruang sisi datar, (4) Hasil rata-rata nilai yang diperoleh oleh siswa mencapai di atas KKM yang telah ditentukan oleh pihak sekolah.
Exploring the quality of learning modules developed by preservice mathematics teacher based on the national (merdeka) curriculum Sulistyawati, Eka; Radite, Ramadian
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/f_m.v7i1.3317

Abstract

Modul ajar menjadi salah satu komponen penting dalam penerapan pembelajaran pada Kurikulum Merdeka. Oleh karena itu, terdapat mata kuliah yang secara spesifik mengajarkan mahasiswa bagaimana dalam merancang modul ajar yang baik. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kesesuaian modul ajar yang dibuat mahasiswa calon guru matematika dan faktor-faktor yang menyebabkan ketidaksesuaian modul ajar tersebut. Penelitian kualitatif fenomenologi dilakukan terhadap 49 mahasiswa calon guru matematika dari Universitas Islam Negeri di Kediri yang mengikuti perkuliahan dalam merancang modul ajar. Untuk memperoleh data kesesuaian modul ajar menggunakan dokumentasi hasil modul ajar pada 16 aspek modul ajar, sementara untuk triangulasi faktor penyebab ketidaksesuaian modul ajar dilakukan wawancara dengan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 aspek berada dalam kategori sangat baik, 4 aspek berada dalam kategori baik, dan 3 aspek dalam kategori kurang baik. Faktor yang menyebabkan ketidaksesuaian modul ajar menurut mahasiswa paling banyak ada pada penyusunan rancangan kegiatan inti meliputi penyusunan langkah-langkah pembelajaran berdasarkan sintak model dan strategi pembelajaran, penyusunan pertanyaan pemantik, dan merencanakan alokasi waktu pada setiap langkah yang dilakukan. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan pada uji coba keefektifan pelaksanaan pembelajaran dengan modul ajar yang disusun dan menerapkan strategi efektif dalam mengembangkan kemampuan penyusunan modul ajar yang belum optimal.   Learning modules are important for implementing learning in the current Indonesia National Curriculum. Some learning courses specifically teach students how to design good learning modules. This research aimed to explore the suitability of learning modules created by preservice mathematics teacher students and the factors that cause the inappropriateness of these learning modules. Qualitative phenomenology research was conducted on 49 preservice mathematics teacher students from the State Islamic University in Kediri who attended lectures on designing learning modules. To obtain data on the conformity of learning modules, documentation of the results of learning modules on 16 aspects of learning modules was used, while to triangulate the factors causing the non-conformity of learning modules, interviews were conducted with respondents. The research results show that 10 aspects are in the very good category, 4 in the good category, and 3 in the poor category. According to students, the factors that cause the inappropriateness of learning modules are mostly in the preparation of core activity designs, including the preparation of learning steps based on model syntax and learning strategies, preparation of curiosity questions, and planning time allocation for each step taken. Further research can be carried on testing the effectiveness of implementing learning using learning modules that are prepared and implementing effective strategies in developing the ability to prepare learning modules
Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Konstekstual Berbasis Budaya Lokal untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama Sulistyawati, Eka
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/factor_m.v1i1.962

Abstract

Berkaitan dengan kompetensi pedagogik, sebagai seorang pendidik sangat penting untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran yang bervariasi. Salah satu cara untuk melaksanakan kegiatan yang bervariasi adalah dengan melakukan inovasi pada teknik pembelajaran yang sudah ada. Salah satu pendekatan pembelajaran yang telah diterapkan dalam pembelajaran matematika adalah pendekatan kontekstual. Seorang pendidik dapat melakukan inovasi dari kegiatan pembelajaran matematika dengan pendekatan kontekstual yang sudah ada.Salah satu inovasi atau pengembangan dari pendekatan kontekstual adalah pendekatan kontekstual berbasis budaya lokal. Penggunaan wujud-wujud budaya lokal dalam pembelajaran matematika haruslah dimulai dari pengkajian wujud budaya yang di masyarakat. Terdapat dua wujud budaya yaitu budaya yang bersifat konkret dan budaya yang bersifat abstrak. Wujud budaya yang bersifat konkret adalah wujud budaya yang tampak dan dapat diamati menggunakan indera manusia. Sedangkan budaya yang bersifat abstrak adalah wujud budaya yang tidak dapat secara langsung diamati menggunakan indera manusia. Penting bagi seorang pendidik untuk melakukan pengamatan terhadap wujud budaya yang ada di lingkungannya.Untuk mengkontruksi pembelajaran matematika dengan pendekatan kontekstual berbasis budaya lokal terdapat beberapa kegiatan yang harus dilaksanakan pendidik yaitu (1) mendaftar wujud budaya lokal yang ada, (2) melakukan pengkajian standar kompetensi dan kompetensi dasar yang sesuai dengan wujud budaya lokal, (3) menentukan keterkaitan wujud budaya lokal dengan kompetensi dasar, (4) menjabarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi indikator pencapaian kompetensi yang dapat diukur, (5) menyusun RPP berbasis budaya lokal, (6) menyusun lembar kerja siswa, dan (7) menyiapkan media dan alat peraga pembelajaran yang menunjang pelaksanaan pembelajaran matematika dengan pendekatan kontekstual berbasis budaya lokal.