Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Rounded Corner sebagai Strategi Soft Geometry dalam Desain Interior: Kajian Literatur Berbasis Psikologi Lingkungan terhadap Estetika, Kenyamanan Visual, dan Persepsi Keamanan Ruang M Zaynul Ngabidin; Firman Hawari; Susy Budi Astuti; Thomas Ari Kristianto
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i7.7827

Abstract

Perkembangan desain interior kontemporer menunjukkan pergeseran dari pendekatan yang berorientasi fungsi menuju desain yang berpusat pada pengalaman dan kesejahteraan pengguna. Bentuk geometris ruang, termasuk sudut melengkung, memengaruhi persepsi estetika, kenyamanan visual, dan persepsi keamanan. Manusia modern menghabiskan sekitar 80–90% aktivitas hariannya di dalam ruang, sehingga kualitas desain interior berdampak signifikan terhadap kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan sudut membulat sebagai strategi geometri lunak dalam desain interior dari perspektif Psikologi Lingkungan, dengan fokus pada estetika, kenyamanan visual, dan persepsi keamanan ruang. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review dengan menelaah artikel ilmiah yang relevan mengenai sudut membulat, bentuk kurvilinear, geometri lembut, estetika visual, kenyamanan visual, persepsi keamanan, dan Psikologi Lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk melengkung cenderung menghasilkan respons estetika yang lebih positif, meningkatkan kenyamanan visual melalui kemudahan pencahayaan visual, serta mengurangi dampak ancaman yang sering diasosiasikan dengan sudut tajam. Dengan demikian, sudut membulat tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif, tetapi juga sebagai strategi desain yang mendukung terciptanya interior ruang yang lebih humanis, nyaman, aman, dan berorientasi pada kesejahteraan pengguna.
Personalisasi Ruang Sebagai Ekspresi Teritorial Terhadap Rumah Karisma Cantika Dewi; Susy Budi Astuti
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/8ps0h535

Abstract

Rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal yang memenuhi kebutuhan fisik penghuninya, tetapi juga menjadi media untuk mengekspresikan identitas diri serta membangun keterikatan emosional dengan lingkungan tempat tinggal. Kebutuhan akan kenyamanan, keamanan, privasi, dan hubungan sosial yang harmonis mendorong penghuni melakukan personalisasi ruang sebagai upaya menciptakan lingkungan yang sesuai dengan nilai, preferensi, dan karakter mereka. Dalam kajian perilaku ruang, personalisasi dipahami sebagai bagian dari perilaku teritorial yang bertujuan mengontrol penggunaan ruang, mempertahankan privasi, serta mengkomunikasikan identitas individu kepada orang lain melalui berbagai bentuk penataan dan penandaan ruang. Berdasarkan pemahaman tersebut, artikel ini mengkaji personalisasi ruang sebagai bentuk ekspresi teritorial pada lingkungan rumah tinggal dengan mengambil studi kasus rumah Ibu Ratna di Kelurahan Pilangbango, Kota Madiun. Penelitian menggunakan pendekatan kajian pustaka yang diperkaya dengan data hasil observasi dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi berbagai bentuk personalisasi, baik yang bersifat fisik maupun simbolik, serta verbal maupun nonverbal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personalisasi ruang merupakan strategi adaptif yang dilakukan penghuni untuk membentuk identitas, mengatur interaksi sosial, sekaligus mempertahankan kontrol terhadap ruang pribadinya. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pemahaman mengenai perilaku teritorial dalam konteks pemanfaatan ruang pada rumah tinggal.
Sudut Virtual dalam Interior Hunian sebagai Presentasi Diri Digital Yasmin Zainul Mochtar; Prasetyo Wahyudie; Susy Budi Astuti; Lea Kristina Anggraeni
Jurnal Desain Interior Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v6i2.11788

Abstract

Wabah Covid-19 telah mendorong banyak perubahan gaya hidup dari masyarakat. Kegiatan pembelajaran dan bekerja yang dahulu dilakukan secara tatap muka dari sekolah dan kantor, kini bergeser menggunakan media video conference dan dilakukan dari dalam rumah. Dengan fenomena ini, rumah yang pada awalnya adalah bersifat privat akhirnya bisa diakses secara visual oleh publik secara digital. Penelitian ini bermaksud mengkaji sudut virtual yang digunakan untuk kepentingan video conference dan melihat bagaimana pengguna menyesuaikan diri dengan kebutuhan ruang yang baru tersebut, hubungan pilihan latar interior yang ditampilkan dengan presentasi diri secara digital. Mahasiswa diambil sebagai sampel untuk penelitian ini dengan pengambilan data dengan kuesioner dan foto latar interior video conference. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis dengan survei dan metode visual dengan menggunakan autofotografi.
Redecoration and Room Makeover Tendencies Yasmin Zainul Mochtar; Prasetyo Wahyudie; Susy Budi Astuti; Lea Kristina Anggraeni; Anggra Ayu Rucitra; Onna Anieqo Tanadda
Jurnal Desain Interior Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v7i2.15466

Abstract

This research was conducted by using the result of a practical examination for Home Décor enrichment class in Interior Design Department 100 undergtaduate tudents consisting of interior design students and non-interior design students were each assigned to redecorate or makeover one specific room or spot within their home. The students were asked to provide the before and after pictures of the room that they had redecorated. A quantitative study method is used in this research. The result pictures from the assignment are then observed one by one and put in a digital questionnaire and deducted as data. The aim of this study is to observe the tendencies of redecorating and room makeover, to see how much of these redecorating and makeover tendencies would affect the end result of the redecorated room. The research shows that an optimum redecoration and makeover results from a combination of change in both interior elements (interior form and interior filler), reorganizing positions of interior filler and also adding or removing items from the room.
Desain Modul Terapi Sensori Integrasi dan Elemen Estetis Interior dengan Media Puzle Bertekstur Lea Kristina Anggraeni; Susy Budi Astuti; Prasetyo Wahyudie; Onna Anieqo Tanadda; Yasmin Zainul Mochtar
Jurnal Desain Interior Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v7i2.15453

Abstract

Sensori integrasi (SI) dipahami sebagai proses mengenal, mengubah, dan membedakan sensasi dari sistem sensori untuk menghasilkan suatu respons berupa “perilaku adaptif bertujuan”. Kemampuan respon adaptif seorang anak, merupakan dasar berkembangnya keterampilan yang lebih komplek. Sensori integrasi dapat mengoptimalkan proses tumbuh kembang anak, khususnya bagi anak dengan gangguan kemampuan terkait sensori perabaan, motorik kasar, motorik halus, kepekaan sendi dan keseimbangan. Semakin sering berlatih, semakin optimal hasilnya. Dengan demikian, semakin banyak orangtua dapat melatih sensori integrasi anak di rumah, semakin besar peluang teratasinya gangguan tersebut. Aktifitas meningkatkan kemampuan sensori integrasi pada anak dapat dilakukan sambil bermain dengan alat permainan yang dapat dimodifikasi sendiri. Seringkali alat-alat terapi tersebut memerlukan ruang penyimpanan tersendiri agar ruangan tetap rapi dan bersih. Penelitian menggunakan metode eksperimen, dengan membuat dan mengujikan modul kepada dua anak berusia 4 tahun, untuk melihat ketercapaian pemenuhan kebutuhan terapi dan komposisi elemen estetis interior. Hasil penelitian berupa modul puzzle bertekstur dengan alternatif komposisi penggunaan modul untuk berbagai kegiatan bermain untuk mengoptimalkan sensori integrasi, serta penyimpanan modul yang sekaligus dapat menjadi elemen estetis interior. Sebagai elemen estetis interior, keberadaan modul terapi dapat menyatu dengan ruangan, memberikan nuansa yang berbeda dan estetis, serta mengurangi kebutuhan sarana penyimpanan.