Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG BAHAYA MENGONSUMSI MINUMAN BERALKOHOL Ni Kadek Putri Dwi Cahyani; Ni Kadek Muliawati; Ni Ketut Ayu Mirayanti
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i2.1003

Abstract

Konsumsi minuman beralkohol pada remaja dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan fisik, mental, dan sosial. Data dari SKI (2023) menunjukkan 2,2% penduduk usia 10 tahun ke atas tercatat mengonsumsi minuman beralkohol dalam satu bulan terakhir dan kondisi ini menandakan meningkatnya perhatian terhadap perilaku berisiko pada remaja. Rendahnya pengetahuan dan sikap remaja mengenai bahaya alkohol menjadi salah satu faktor yang memengaruhi munculnya perilaku berisiko tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap remaja tentang bahaya mengonsumsi minuman beralkohol di SMP Negeri XY Kuta Utara. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 216 siswa, yang diambil menggunakan teknik Probabilty Proportionate Stratified Random Sampling, dan instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Berdasarkan tingkat pengetahuan didapatkan responden dengan pengetahuan baik sebanyak 177 orang (82%), cukup sebanyak 23 orang (10,6%), dan yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 16 orang (7,4%). Pada aspek sikap diperoleh responden dengan sikap positif terhadap bahaya mengonsumsi minuman beralkohol sebanyak 120 orang (55,6%), sedangkan 96 responden (44,4%) memiliki sikap negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki pengetahuan yang baik, namun peningkatan pengetahuan tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pembentukan sikap positif. Adanya proporsi sikap negatif yang masih tinggi mengindikasikan perlunya upaya edukasi yang lebih efektif dan berkesinambungan, tidak hanya berfokus pada pemberian informasi, tetapi juga pada pembentukan persepsi risiko dan kesadaran siswa. Keterlibatan sekolah, orang tua, serta lingkungan sekitar diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap secara bersamaan sehingga dapat menurunkan kecenderungan perilaku berisiko terkait konsumsi alkohol.
GAMBARAN PERILAKU IBU BALITA TENTANG PENCEGAHAN STUNTING Ni Made Anggy Marlina Prystadewi; Niken Ayu Merna Eka Sari; Ni Ketut Ayu Mirayanti
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i2.1019

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis akibat kekurangan gizi dan infeksi berulang pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan yang berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif anak. Perilaku ibu sebagai pengasuh utama berperan penting dalam upaya pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku ibu balita dalam pencegahan stunting di Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 127 ibu balita yang diambil melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik (92,9%), sikap positif (92,9%), dan tindakan pencegahan yang baik (96,9%). Temuan ini menunjukkan bahwa mayoritas ibu balita telah menerapkan perilaku pencegahan stunting secara optimal, yang didukung oleh akses informasi dan layanan kesehatan yang memadai di wilayah penelitian.
GAMBARAN DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA MELAYA Ni Putu Vina Ratnyani; Ni Ketut Ayu Mirayanti; Ni Made Nopita Wati
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.373

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem in toddlers that remains a major concern, especially in developing countries. This condition is caused by long-term malnutrition and impacts linear growth disorders, increased risk of illness, and impaired cognitive and motor development in children. Determinants of stunting include a history of low birth weight (LBW), a history of toddler nutritional intake, maternal nutritional intake during pregnancy, and family clean and healthy living behaviors (PHBS). This study aims to determine the determinants of stunting in toddlers in Melaya Village. This study used a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. Respondents numbered 85 toddlers selected using probability sampling techniques. Data were collected using a questionnaire and analyzed univariately. The results showed that most toddlers did not have a history of LBW (91.8%), the history of toddler nutritional intake was in the adequate category (69.4%), maternal nutritional intake during pregnancy was mostly in the ≤8 category (81.2%), and family PHBS was mostly in the good category (63.5%). These findings indicate that fulfilling nutrition from pregnancy to toddlerhood and the implementation of family PHBS play an important role in supporting toddler growth. The conclusion of the study shows that the determinants of stunting incidence in toddlers in Melaya Village are mostly in the sufficient to good category, so that it can be a basis for efforts to prevent stunting through improving nutrition and healthy family lifestyles.