Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

DAMPAK KONSELING FARMASIS TERHADAP LUARAN TERAPI PASIEN DIABETES MELITUS : TINJAUAN LITERATUR Oktamauri, Ariesa; Dharmayanti, Luky; Sulita, Herlin; Afriyani, Neti
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.21390

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat secara signifikan. Komorbiditas pada pasien DM meningkatkan risiko polifarmasi dan Masalah Terkait Obat (MTO). Intervensi farmasis berperan penting untuk mengoptimalkan luaran terapi. Tinjauan ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis intervensi farmasis terkini pada pasien DM serta mengevaluasi dampaknya terhadap berbagai luaran terapi. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data Sciencedirect, SAGE, dan Cochrane menggunakan pendekatan PICO. Artikel yang disertakan adalah riset original berbahasa inggris yang dipublikasikan antara tahun 2021–2025, dengan desain uji klinis acak atau kuantitatif prospektif. Sebanyak 10 artikel diikutsertakan dalam tinjauan ini. Jenis intervensi farmasis yang ditemukan meliputi konseling tatap muka, booklet, video edukatif, maupun pendekatan multifaktorial dan pendekatan kelompok, menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepatuhan pengobatan pasien, penurunan kadar HbA1c, glukosa darah puasa, serta perbaikan parameter lipid. Aspek psikososial seperti persepsi pasien dan kepuasan terhadap layanan juga menunjukkan peningkatan. Intervensi farmasis memberikan kontribusi signifikan terhadap pengelolaan DM secara klinis dan holistik. Penyesuaian intervensi berdasarkan kebutuhan individu serta integrasi media edukasi yang adaptif perlu dipertimbangkan dalam pengembangan strategi manajemen diabetes yang lebih efektif dan berbasis bukti.
Effect of Kupa Fruit Extract Concentration (Syzygium polycephalum) on Decreasing Blood Sugar Levels of Alloxan-Induced Male Mice (Mus musculus) Dharmayanti, Luky; Novia, Devi; Sella, Arinda Tri Pramay
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.5.1.93-100

Abstract

Kupa fruit is a rare fruit that has a blackish purple color which has antioxidant potential, in vitro research is supported by the high levels of antioxidants and vitamin C in kupa fruit so that it can reduce blood sugar levels. Syzygium polycephalum is a plant that contains flavonoids so it has pharmacological potential as an antidiabetic, because it contains flavonoid compounds which can be used as antidiabetic prevention. This research aims to find out how effective Kupa fruit extract is and determine the right dose to reduce minimum blood sugar levels in mice that have been induced by alloxan. The research used an alloxan-induced testing method. There were 30 mice grouped into 6 treatments including normal control group mice, negative group mice, positive control mice, kupa fruit extract at a dose of 500 mg/Kg BW, fruit extract at a dose of 750 mg/kg BW and fruit extract at a dose of 1000 mg/Kg BW. The inducer to increase blood sugar levels in mice was Aloxan monohydrate using a dose of 150 Mg/KgBW using the intraperitoneal route of administration. The extract was administered for 14 days, the blood sugar levels of H0, H7 and H14 were measured using a glucotest strip (Easy Touch GCU) by taking samples from mice whose blood was taken through the tail of the lateral vein. Analysis of Results Through the SPSS One Way Anova test, the test was continued with a confidence level of 95% (p<0.05) using Posct Hoc. The results of the research were that there was a change in effect, namely a decrease in blood sugar levels in mice treated with extract from kupa fruit and the most effective dose was a decrease in blood sugar levels in mice, namely a dose of 1000 Mg/KgBW, followed by a dose of kupa fruit extract of 750 Mg/KgBW and finally with a dose of 500 Mg/KgBB.
Overview of Prescription Administration Screening for Antihypertensive Drugs at Pharmacy X in Bengkulu City Lestari, Gina; Dharmayanti, Luky
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.5.1.55-58

Abstract

Prescription screening is an activity carried out by pharmacists in reviewing the completeness of prescriptions administratively, pharmaceutically and clinically before the drug is prepared. This activity is carried out to avoid medication errors in patients which can result in the patient not achieving drug therapy. The aim of this study was to determine the administration screening of antihypertensive prescriptions at one of the pharmacies in the city of Bengkulu. This research is descriptive observational in nature and data collection and retrieval was carried out using a retrospective method where data was taken on prescriptions in 2023. The number of antihypertensive prescriptions obtained was 97 pieces. The research results were obtained from patient data, namely (name 100%, age 35%, gender 71%, weight 0%, and address 1%) with an average of 41.4%. Meanwhile, the doctor's data information is (name 84%, SIP number 59%, address 81%, telephone number 22%, initials 43%, and date of prescription writing 82%) with an average of 57.8%. It can be concluded that the screening of antihypertensive prescription administration at one of the pharmacies in Bengkulu City is not complete. 
Pengabdian Masyarakat Sosialisasi Formulasi Sabun Padat Ekstrak Bawang Dayak (Eleutherine palmfolia (L).(Merr) dan Minyak Sereh (Cymbopogon Citratus) Sebagai Antiseptik Di Kota Bengkulu Dharmayanti, Luky; Jannah, Syauqul; Mulyani, Elly
Jurnal PADAMU NEGERI (Pengabdian pada Masyarakat Bidang Eksakta) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/padamunegeri.v6i1.1763

Abstract

Sabun padat yang mengandung ekstrak bawang Dayak (Eleutherine palmifolia) dan minyak serai (Cymbopogon citratus) adalah produk kebersihan yang memanfaatkan bahan alami. Bawang Dayak dan minyak serai berfungsi sebagai agen antiseptik alami yang efektif untuk membersihkan kulit dan menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Sabun padat ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang aman dan efektif untuk menjaga kebersihan kulit serta mencegah infeksi. Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi sabun padat yang memiliki sifat antiseptik dari ekstrak bawang Dayak dan minyak serai. Ekstrak bawang Dayak dipilih karena kandungan senyawa seperti alkaloid, flavonoid, dan saponin yang memiliki aktivitas antimikroba, sedangkan minyak serai dikenal dengan komponen sitralnya yang bersifat antibakteri dan antijamur. Proses pembuatan sabun dilakukan melalui metode saponifikasi dingin dengan penambahan ekstrak bawang Dayak dan minyak serai pada konsentrasi tertentu. Dalam pengujian ini, sabun padat yang mengandung ekstrak bawang Dayak dan minyak serai diuji secara organoleptik, stabilitas pH, dan aktivitas antiseptik terhadap beberapa jenis bakteri patogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun padat yang dihasilkan memiliki karakteristik yang baik dan menunjukkan potensi sebagai antiseptik. Diharapkan produk ini dapat diterima oleh masyarakat sebagai solusi alami untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kulit.
The Formulasi Jamu Instan Antidiabetes Dari Ekstrak Ethanol Biji Kebiul (Caesalphinia bonduc (L) Roxb) Nurwani, Nurwani Purnama Aji; Dharmayanti, Luky; Ningsy, Agustia
Jurnal Pharmacopoeia Vol 1 No 2 (2022): September 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.238 KB) | DOI: 10.33088/jp.v1i2.232

Abstract

Biji kebiul mengandung metabolit sekunder alkaloid, saponin, steroid, triterpenoid dan flavonoid yang secara tradisional dapat mengobati diabetes melitus. Ekstrak biji kebiul diformulasi dalam bentuk sediaan jamu instan yang diseduh dengan air matang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol biji kebiul dapat dibuat dalam bentuk sediaan serbuk jamu instan. Ekstrak biji kebiul sebagai zat aktif dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70 % kemudiaan dibuat dalam sediaan serbuk jamu instan dengan konsentrasi ekstrak yaitu 1 %, 1,5 %, dan 2 % selanjutnya dilakukan uji sifat fisik sedian serbuk jamu instan meliputi uji organoleptis, uji waktu alir, uji pH, uji sisa pelarut, uji hedonik. Hasil uji sifat fisik uji organoleptis semua formulasi sediaan berbentuk serbuk halus, berbau khas biji kebiul, berwarna kuning kehijauan. Hasil penelitian uji waktu alir yaitu F0-F3 dengan nilai (19,72-22,88 detik) dengan sudut diam F1, F2,(35,37˚) sedangkan F0, F3 (33,82˚). Hasil uji pH selama empat minggu menunjukan pH F0-F3 nilai yaitu 4,3-4,4. Hasil uji hedonik jamu instan biji kebiul formulasi F1 lebih suka. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak biji kebiul dapat dibuat dalam bentuk sediaan serbuk jamu instan dan dengan perbedaan konsentrasi mempengaruhi sifat fisik dari rasa.
Uji Total Bakteri Asam Laktat Pada Minuman Kefir Dengan Kombinasi Sari Buah Jeruk Gerga (Citrus Sp) Novia, Devi; Dharmayanti, Luky; Khoiriya, Ria
Jurnal Pharmacopoeia Vol 1 No 2 (2022): September 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.073 KB) | DOI: 10.33088/jp.v1i2.298

Abstract

Kefir merupakan produk fermentasi susu yang melibatkan berbagai bakteri asam laktat seperti  Lactobacillus kefir, L.parakefir, L. kefiranofaciens dan L. kefirgranum. Peran dari bakteri asam laktat sebagai bakteri probiotik dapat memperbaiki proses pencernaan dan menghambat pertumbuhan bakteri patogen di usus. Jeruk merupakan minuman prebiotik yang membantu bakteri baik diusus. untuk mengetahui apakah kefir dengan kombinasi sari jeruk gerga (Citrus Sp) mengandung bakteri asam laktat dan mengetahui jumlah total bakteri asam laktat. Metode penelitian : metode yang digunakan adalah metode eksperimental. Hasil : hasil total bakteri dari F0 (tanpa penambahan sari jeruk gerga) yaitu sebesar 26,6x106 pada pengenceran 6 dan 24,8x107 pada pengenceran 7, F1 (dengan penambahan sari jeruk gerga 2%) sebesar 26,1x106 pada pengenceran 6 dan 29,3x107 pada pengenceran 7, F2 (dengan penambahan sari jeruk gerga 4%) 26,5x106 pada pengenceran 6 dan 32,1x107 pada pengenceran 7 dan pada F3 (dengan penambahan sari jeruk gerga 6%), 125,6x106 pada pengenceran 6  dan 167,1x107 pada pengenceran 7. hasil penelitian menunjukkan bahwa minuman kefir dengan kombinasi sari  jeruk gerga memiliki bakteri asam laktat, dilihat dari total BAL yang dihasilkan.
Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Buah Kupa (Syzygium polycephalum) Dengan Metode 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil dharmayanti, Luky; Jannah, Syauqul; Oktamauri, Ariesa
Jurnal Pharmacopoeia Vol 4 No 2 (2025): September 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jp.v4i2.1065

Abstract

Kupa fruit has a high anthocyanin content and is useful as an antioxidant. Phytochemical screening shows flavonoid compounds in the skin and fruit. Free radical damage to skin cells can be repaired using antioxidants, because antioxidants can kill and neutralize radicals in the body so that oxidative stress and cell damage can be avoided. The purpose of this study was to determine the value of antioxidant activity and antioxidant content of kupa fruit extract (Syzygium polycephalum). This study used kupa fruit extract (Syzygium polycephalum) This will be examined using the 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl technique to determine its antioxidant activity. A UV-Vis spectrophotometer was used to detect absorbance at λ 517 nm. The results are represented as IC50 (Inhibitory Concentration) values, which indicate the concentration of antioxidant substances that capture 50% of DPPH radicals. Kupa fruit extract has an extract yield of 40.11% and is positive for alkaloid, flavonoid, and tannin components, according to phytochemical screening results, the water content is 30.65% and the ash content is 1.13%. The results of the antioxidant activity test of kupa fruit extract show a relatively strong IC50 value of <100 µg/mL with an IC50 value of 99.74. Keywords: Kupa fruit (Syzygium polycephalum), antioxidant, DDPH, IC50
SKRINING RESEP SECARA ADMINISTRASI, FARMASETIK DAN KLINIS PADA PASIEN RAWAT JALAN APOTEK X DIKOTA BENGKULU TAHUN 2023 Lestari, Gina; Astuti, Ranny Puji; Dharmayanti, Luky
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.23235

Abstract

Skrining resep secara administrasi, farmasetik dan  klinik merupakan  Penelaahan resep memegang peranan penting dalam proses peresepan karena dapat berkontribusi dalam menurunkan risiko medication error.  Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui persentase kelengkapan resep pada pasien rawat jalan  pada  apotek X Kota Bengkulu Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang data bersifat retrospektif, pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan kriteria inklusi semua resep yang masuk di apotek X baik dari dalam apotek maupun dari luar apotek pada tahun 2023 dan kriteria eksklusi resep yang sudah rusak atau robek, resep yang tidak terbaca dan resep yang tidak memiliki kop resep/hanya lembaran kertas biasa. Hasil penelitian menunjukkan kelengkapan resep secara administrasi 71,28% (meliputi kelengkapan nama pasien, alamat pasien, umur pasien, berat badan, jenis kelamin, nama dokter, alat dokter, SIP dokter, nomor telepon dokter dan paraf dokter), kelengkapan aspek farmasetik sebesar 72,75% (yang meliputi nama obat, bentuk sediaan obat, kekuatan obat, jumlah obat dan ketercampuran obat) dan aspek farmasi klinis 61,90% (meliputi aspek ketepatan indikasi dan dosis, aturan pakai, polifarmasi, reaksi obat dan kontraindikasi dan interaksi obat).
Drug Related Problems (Drps) Penggunaan Obat Anti Asma Pada Pasien Pediatri Di Klinik ‘X’ KHAIRANI, NADILA; Yanuarto, Tri; Dharmayanti, Luky
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Vol. 5 No. 02 (2025): Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
Publisher : Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asthma is a chronic non-communicable disease, with a high prevalence among children in Indonesia, yet adequate treatment is still low. Unoptimally managed asthma can lead to relapses and reduce patients' quality of life. A crucial aspect of therapy is managing Drug-Related Problems (DRPs) in pediatric patients, who have different physiological characteristics than adults. This study aimed to determine the incidence and categories of DRPs based on the Cipolle classification: requiring additional medication, medication without indication, too high a dose, and too low a dose. This study used a descriptive, observational method with a retrospective approach, utilizing secondary data in the form of medical records of pediatric patients diagnosed with asthma from January to December 2024. Sampling was carried out using purposive sampling with a sample size of 101 patients with inclusion criteria. Data analysis was conducted descriptively to obtain the frequency and percentage of DRPs. The incidence of DRPs in pediatric patients with asthma was quite significant, with the most common DRPs being the need for additional medication, followed by too low a dose, then medication without an indication, and finally, too high a dose. Patient characteristics showed a predominance of male gender (60%), and the largest age group was 3–5 years (29.09%). The most common comorbidities were rhinitis (38.98%) and acute respiratory infections (ARI) (28.81%).
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa (Mill) Urb) DENGAN ETANOL 96% TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes dharmayanti, luky
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v13i1.934

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit yang umum dialami remaja hingga dewasa, dengan salah satu penyebab utamanya adalah infeksi bakteri Propionibacterium acnes. Terapi yang banyak digunakan saat ini adalah antibiotik topikal, namun pemakaian jangka panjang dapat menimbulkan resistensi. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengobatan berbahan alam yang aman dan memiliki aktivitas antibakteri. Umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) diketahui mengandung senyawa flavonoid dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri alami. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan menggunakan ekstrak etanol umbi bawang dayak pada konsentrasi 4%, 8%, dan 12%. Uji efektivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi kertas cakram terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak pada semua konsentrasi mampu membentuk zona hambat. Peningkatandaya hambat terlihat seiring bertambahnya konsentrasi, dengan konsentrasi 12% menunjukkan aktivitas paling tinggi. Kesimpulannya, ekstrak umbi bawang dayak memiliki potensi sebagai sumber antibakteri alami yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk pencegahan maupun pengobatan jerawat. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi mekanisme kerja, efektivitas pada konsentrasi lain, serta keamanan penggunaannya.