Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI BAWANG MERAH GORENG DENGAN APPROPRIATE TECHNOLOGY DI KABUPATEN PROBOLINGGO Wahyudi, Djoko; Haryono, Haryono; Noor, Muhammad Fathuddin; Abdillah, Hartawan; Sholehudin, Moch; Nurdianto, Dwi Riski; Maulidi, M Irfan
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v8i2.10184

Abstract

Bawang merah dari Desa Brumbungan Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, dikenal memiliki kualitas unggul dengan aroma dan rasa yang khas, menjadikannya bahan penting dalam masakan tradisional Indonesia. Kualitas bawang merah dari daerah ini didukung oleh teknik budidaya tradisional yang menjaga ukuran, warna, dan ketahanan penyimpanan yang baik. Karena keistimewaannya, bawang merah dari Brumbungan Lor memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi identitas lokal yang diakui.Untuk meningkatkan kualitas produk bawang merah goreng, terutama dalam hal mengurangi kadar minyak yang berlebih, telah dikembangkan alat peniris minyak. Alat ini bekerja dengan prinsip gaya sentrifugal, di mana bawang merah goreng ditempatkan dalam keranjang yang berputar dengan kecepatan tinggi, sehingga minyak dipisahkan dari produk secara efektif. Penggunaan alat ini menghasilkan bawang merah goreng yang lebih renyah, sehat, dan tahan lama, serta mengurangi limbah minyak yang tidak diinginkan. Pengujian alat peniris minyak menunjukkan efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas produk dan efisiensi produksi, menjadikannya sangat cocok untuk diadopsi oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang produksi makanan gorengan. Alat ini tidak hanya menghemat waktu dan tenaga, tetapi juga memastikan bahwa produk akhir lebih berkualitas, memenuhi standar kesehatan, dan memiliki daya saing yang lebih baik di pasar.
Analisis Pengaruh Variasi Sudu terhadap Kinerja Kincir Angin Poros Horizontal Noor, Muhammad Fathuddin; Dewi, Indah Noor Dwi Kusuma; Muhammad, Alief
TRANSMISI Vol 18, No 1 (2022): March 2022
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v18i1.7931

Abstract

Indonesia is one of the countries with abundant natural resources that have the potential to become renewable energy at this time, the development of renewable energy is the focus of research because Indonesia is in the middle of the equator which makes more air movement, dependence on fossil fuels can be solved by using wind-powered energy. This study aimed to determine the performance of a horizontal axis windmill with a diameter of 30 cm with variations of 3 blades and 4 blades at a height of 22 meters from the ground. The results of the horizontal axis windmill research that has been carried out in this study can be seen that the wind speed at the 3 blade variation produces the lowest wind speed of 2.0 m/s with a blade rotation of 14.9 rpm and a generator output of 1.12 volts. The highest wind speed is 3.7 m/s with a blade rotation of 28.9 rpm and a generator output of 3.84 volts, while in variation 4 the lowest wind speed is 2.8 m/s with a blade rotation of 29.2 rpm and the generator output is 2.5 volts, while the highest wind speed is 4.3 m/s with a blade rotation of 42.2 rpm and the generator output is 4.9 volts.
Pengaruh Suhu dan Waktu Pemurnian Etanol 30% Terhadap Perpindahan Panas pada Kondensor dan Sifat Etanol Hakiki, Nurul; Wahyudi, Djoko; Noor, Muhammad Fathuddin
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Teknik Mesin Cakram
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v8i1.49220

Abstract

Bioetanol merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang memiliki potensi besar sebagai pengganti bahan bakar fosil. Proses pemurnian bioetanol, khususnya dari kadar 30% menuju kadar yang lebih tinggi, membutuhkan teknologi pemisahan yang efisien, seperti kondensor. Salah satu parameter penting dalam proses ini adalah tingkat Suhu yang digunakan selama pemisahan. Metode yang digunakan meliputi eksperimen dengan variasi tingkat Suhu pada sistem kondensasi. Parameter utama yang dihasilkan pada penelitian ini adalah energi perpindahan panas konveksi pada kondensor dan karakteristik bioetanol yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat Suhu terhadap produksi bioetanol dalam proses pemurnian, khususnya pada penggunaan kondensor. Dengan memahami hubungan antara Suhu dan hasil produksi, diharapkan penelitian ini dapat memberikan rekomendasi operasional yang lebih efektif dan efisien untuk meningkatkan mutu bioetanol, mengurangi pemborosan energi, dan menekan biaya produksi. Variasi suhu dan waktu pemanasan sangat mempengaruhi hasil akhir karakteristik fisik etanol, sehingga diperlukan optimasi lebih lanjut terhadap parameter operasi pemurnian agar diperoleh etanol dengan kualitas yang sesuai standar nasional.  Nilai viskositas mendekati standar SNI sebesar 1,525 N•s/m². Beberapa pengujian menunjukkan nilai viskositas yang jauh lebih tinggi dari standar, yang mengindikasikan kemungkinan adanya pengotor atau senyawa lain yang belum terpisah sempurna dalam proses pemurnian. Nilai viskositas sangat rendah, yakni 0,474 N•s/m², yang bisa mengindikasikan kehilangan sebagian komponen etanol akibat kondisi proses yang kurang optimal. Seluruh hasil pengujian, densitas menunjukkan nilai yang jauh lebih tinggi dari standar SNI sebesar 0,789 g/cm³, dengan rentang antara 0,933 hingga 0,961 g/cm³. Sementara itu, hasil titik nyala (flash point) menunjukkan nilai mendekati atau bahkan lebih rendah dari standar SNI sebesar 12°C, yakni masing-masing 13°C dan 10,5°C.
PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI BAWANG MERAH GORENG DENGAN APPROPRIATE TECHNOLOGY DI KABUPATEN PROBOLINGGO Wahyudi, Djoko; Haryono, Haryono; Noor, Muhammad Fathuddin; Abdillah, Hartawan; Sholehudin, Moch; Nurdianto, Dwi Riski; Maulidi, M Irfan
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v8i2.10184

Abstract

Bawang merah dari Desa Brumbungan Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, dikenal memiliki kualitas unggul dengan aroma dan rasa yang khas, menjadikannya bahan penting dalam masakan tradisional Indonesia. Kualitas bawang merah dari daerah ini didukung oleh teknik budidaya tradisional yang menjaga ukuran, warna, dan ketahanan penyimpanan yang baik. Karena keistimewaannya, bawang merah dari Brumbungan Lor memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi identitas lokal yang diakui.Untuk meningkatkan kualitas produk bawang merah goreng, terutama dalam hal mengurangi kadar minyak yang berlebih, telah dikembangkan alat peniris minyak. Alat ini bekerja dengan prinsip gaya sentrifugal, di mana bawang merah goreng ditempatkan dalam keranjang yang berputar dengan kecepatan tinggi, sehingga minyak dipisahkan dari produk secara efektif. Penggunaan alat ini menghasilkan bawang merah goreng yang lebih renyah, sehat, dan tahan lama, serta mengurangi limbah minyak yang tidak diinginkan. Pengujian alat peniris minyak menunjukkan efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas produk dan efisiensi produksi, menjadikannya sangat cocok untuk diadopsi oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang produksi makanan gorengan. Alat ini tidak hanya menghemat waktu dan tenaga, tetapi juga memastikan bahwa produk akhir lebih berkualitas, memenuhi standar kesehatan, dan memiliki daya saing yang lebih baik di pasar.
Test the Effect of Adding a Cyclone on the Quality of Liquid Smoke Aldhiansyah, Olana; Noor, Muhammad Fathuddin; Dewi, Indah Noor Dwi Kusuma
ENERGY: JURNAL ILMIAH ILMU-ILMU TEKNIK Vol. 14 No. 2 (2024): ENERGY: JURNAL ILMIAH ILMU-ILMU TEKNIK
Publisher : Universitas Panca Marga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51747/energy.v14i2.p93-103

Abstract

Bintaro fruit is a drupa (seeded) fruit with lignocellulosic fiber resembling a coconut. The presence of cellulose content makes bintaro fruit potentially in the manufacture of bioethanol through a hydrolysis process that breaks down cellulose into glucose which is the raw material for bioethanol fermentation. Pyrolysis is a process of heating a substance in the absence of oxygen resulting in the decomposition of hardwood constituent components and producing substances in three forms, namely solid, liquid and gas. Pyrolysis has been used since ancient times to turn wood into charcoal on an industrial scale. This research is using experimental method. The experimental method is used to determine the effect of using a cyclone on the pyrolysis process. The final result is liquid smoke whose characteristics will be compared before and after the installation of the cyclone. The effect of pyrolysis temperature on liquid smoke can affect the resulting liquid smoke yield. Temperature and time can have an important effect on increasing the liquid smoke yield to conditions where gas production that is difficult to condense will lower the liquid obtained, so that further increases in temperature and time will reduce the liquid smoke yield. In the addition of cyclones to pyrolysis which aims to produce a clear liquid quality. In testing the addition of a cyclone to pyrolysis, it can produce clear liquid coming out of the condenser compared to a cyclone which produces a dark black color. It should be noted and tested first to find out the occurrence of leaks in the reactor tube and also pay attention to the raw material for Bintaro fruit so that it dries first before carrying out further research. It is necessary to check before conducting research on the temperature sensor cable so that it is safe not to be exposed to hot coals in order to get efficient results.