Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pengaruh Bimbingan Konseling Terhadap Tingkat Resiliensi Anak Yang Berkonflik Dengan Hukum di LPKA Kelas I Palembang Lusi Hertina; Umar Anwar; Qisthina Aulia; Herry F. Butar Butar
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9491

Abstract

Anak yang berkonflik dengan hukum akan mengalami berbagai permasalahan ketika berada di LPKA, sehingga kemampuan yang harus dimiliki dalam situasi seperti ini ialah resiliensi. Maka dari itu diperlukan bimbingan konseling terhadap anak yang berkonflik dengan hukum agar bisa membantu mengurangi stres pada anak tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh bimbingan konseling terhadap tingkat resiliensi anak yang berkonflik dengan hukum di LPKA Kelas I Palembang. Metode penelitiannya menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode regresi linier sederhana dan sampel penelitian yaitu 45 anak yang berkonflik dengan hukum di LPKA Kelas I Palembang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Non Probability Sampling secara Sampling Jenuh Karena populasi relatif kecil yaitu sebanyak 45 populasi jadi seluruh Populasi dijadikan sampel dengan alat pengumpulan data kuesioner. Hasil korelasi pearson didapatkan nilai signifikansi (?) lebih besar dari 0,05 yang menandakan adanya hubungan positif signifikan antara Bimbingan Konseling dan Resiliensi, karena semakin semakin tinggi bimbingan konseling, maka semakin tinggi resiliensi anak yang berkonflik dengan hukum di LPKA Kelas I Palembang. Hasil uji ANOVAb menyatakan nilai signifikansi p sebesar 0,000 (<0,05) sehingga kedua variabel dalam penelitian berhubungan signifikan. Nilai R sebesar 0,843 dan R Square sebesar 0,710 menunjukkan variabel bimbingan konseling memberikan kontribusi dalam memengaruhi variabel resiliensi. Kesimpulan penelitian yaitu semakin tinggi bimbingan konseling yang dimiliki anak yang berkonflik dengan hukum, maka semakin tinggi pula resiliensi anak yng berkonflik dengan hukum tersebut.
Penerapan Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (POKMAS LIPAS) Dalam Proses Pembimbingan Klien Pemasyarakatan Balai Pemasyarakatan Kelas II Pangkal Pinang Nata Mulia Hammami; Umar Anwar
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.12832

Abstract

The Correctional System in order to form Penitentiary Assisted Citizens (WBP) to become whole human beings, aware of mistakes, improve themselves, and not repeat criminal acts, can be accepted again by the community, play an active role in development, and live normally as a good and responsible society need preparation for correctional inmates. The correctional center, hereinafter referred to as the father, is an institution or place that carries out the function of community guidance for clients. This study aims to describe the implementation of coaching carried out by many people involving the community. POKMAS LIPAS is a community group that collaborates with Correctional Centers which was formed because of community concern for the goals of the correctional system. In line with the aim of optimizing Lipas Pokmas, this can be done to support the process that Correctional Clients are still carrying out in preparing themselves to return to society as whole human beings. Keyword : Correctional System, Balai Pemasayarakatan, POKMAS LIPAS, Correctional Client
Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) Terhadap Asimilasi Narapidana Pada Bapas Kelas I Palembang Daniel Leonardo Surbakti; Umar Anwar
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.12678

Abstract

Setiap Narapidana memiliki hak untuk mendapatkan program pembinaan dalam menjalin hukuman. Pembinaan yang dilakukan diharapkan dapat mewujudkan tujuan dari Sistem Pemasyarakatan di Indonesia dengan pemulihan Kembali atau yang dikenal sebagai reintegrasi sosial dan salah satu program pembinaan yang dapat dimiliki oleh narapidana adalah asimilasi. Asimilasi merupakan proses pembinaan yang dilakukan Pemasyarakatan dengan membuat anak didik pemasyarakatan dan narapidana kembali membaur ke dalam kehidupan masyarakat, serta di dalam pelaksanaan asimilasi tidak dapat terlepas dari penelitian kemasyarakatan (Litmas). sebagai salah satu syarat dalam menjalankan asimilasi tentunya Litmas memegang peran penting terhadap bisa atau tidaknya narapidana dan anak didik pemasyarakatan melaksanakan asimilasi. Berdasarkan urain tersebut penelitian ini bertujuan menganalisis penelitian kemasyarakatan (Litmas) terhadap asimilasi narapidana pada Bapas Kelas I Palembang.
Pemberian Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Bagi Kualitas Psikologis Anak Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Jakarta Putri Laura Arzethy; Ali Muhammad; Umar Anwar
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 8 (2023): November (In Progress)
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10171310

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is one of the basics in recognizing and understanding how to maintain the health of each individual. The Juvenile Detention Center (LPKA) at Jakarta Class II as an institution for Children in conflict with the law (ABH) certainly does not escape providing education on the importance of PHBS during its detention period. However, based on the results of field observations through the implementation of a gradual questionnaire taking a population of 26 assisted children, it was found that assisted children experienced limitations in sanitation and hygiene facilities and infrastructure, which affected their clean living behavior while in Juvie. The method used by the Cadets in implementing this service practicum is the Community Development Method in assisting The Juvenile Detention Center at Jakarta Class II which aims to achieve increased implementation of Clean and Healthy Living Behavior by using collaboration and socialization or counseling techniques, namely the Cadets together with The Juvenile Detention Center at Jakarta Class II collaborates together to carry out activities using socialization or counseling techniques to increase the awareness and motivation of target children in implementing Clean and Healthy Living Behavior despite limitations. At the end of the practicum, there was an increase in awareness and personal hygiene activities by the target children in implementing Clean and Healthy Living Behavior while at The Juvenile Detention Center.
Hubungan Psychological Well-Being dengan Pengasuhan Wali Pemasyarakatan dan Criminal Thinking Anak Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Palembang Nata Mulia Hammami; Umar Anwar
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 5 No. 1 (2024): (JUNI 2024) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v5i1.7818

Abstract

Permasalahan dalam hal kesejahteraan psikologis anak sangatlah beragam. Termasuk anak yang berada di dalam Lembaga Pembinaan Khusus Anak. Anak yang menjalankan masa pidana di LPKA akan memengaruhi proses kesejahteraan psikologis. Tujuan utama dalam penelitian ini yaitu melihat bagaimana hubungan psychological well-being dengan pengasuhan wali pemasyarakatan dan criminal thinking 60 anak yang berada di LPKA Kelas I Palembang. Psychological well being menurut Ryff  didefinisikan sebagai kondisi individu yang mencakup lebih dari sekadar bebas dari masalah atau tekanan mental. Criminal thinking atau pemikiran kriminal merupakan sebuah pemikiran serta proses yang mendorong seseorang untuk inisiasi dan pemeliharaan kebiasaan suatu tindakan yang melanggar hukum. pengasuhan menurut diartikan  sebagai pola interaksi untuk memengaruhi tindakan dan karakter anak yang bervariasi. Terdapat hubungan antara psichological well-being anak dengan criminal thinking  dengan nilai signifikasi korelasi product moment  0,01. Sedangkan tidak terdapat hubungan antara psychological well-being dengan pengasuhan yang diberikan wali pemasyarakatan dengan nilai signifikasi 0,64. Korelasi yang terjalin antara psychological well-being dengan criminal thinking yaitu korelasi positif. Artinya semakin baik psychological well-being anak maka semakin besar pola pemikiran kriminal anak tersebut.
Legal Protection For Key Witnesses In Handling Police Murder Cases In The Police Institution Of The Republic Of Indonesia (Case Study Of The Murder Of Brigadier Nofriansyah Joshua Hutabarat) Umar Anwar; Muhammad Nur Islami; Markus Marselinus Soge; Budi Priyatmono
卷 6 编号 1 (2023): Journal of Correctional Issues (JCI)
Publisher : Polteknik Ilmu Pemasyarakatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jci.v6i1.365

Abstract

The emergence of the murder case of Brigadier Nofriansyah Joshua Hutabarat or Brigadier J exposed the mafia in the National Police Agency whose name was Inspector General Ferdy Sambo as the main perpetrator. This condition stems from the key witness Bar Richard Eliezer Pudihang Lumiu or Bharada E who uncovered all these cases and other names. This became a big problem for Bharada E because of the threat to his security as a key witness in the murder incident. It is important to carry out this research in order to determine the legal protection of key witnesses in uncovering the case of Brigadier J's murder. The research method used is a case study and normative juridical. The result of the analysis is that legal protection for key witnesses must be carried out by the state. The Witness and CVictim Protection Agency (LPSK) provides special protection to key witnesses in maintaining the security of themselves, their families and those who are close to key witnesses. The conclusion is the key that must be protected in dismantling and maintaining the safety of himself and his family.
Hubungan Psychological Well-Being dengan Pengasuhan Wali Pemasyarakatan dan Criminal Thinking Anak Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Palembang Nata Mulia Hammami; Umar Anwar
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 5 No. 1 (2024): (JUNI 2024) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v5i1.7818

Abstract

Permasalahan dalam hal kesejahteraan psikologis anak sangatlah beragam. Termasuk anak yang berada di dalam Lembaga Pembinaan Khusus Anak. Anak yang menjalankan masa pidana di LPKA akan memengaruhi proses kesejahteraan psikologis. Tujuan utama dalam penelitian ini yaitu melihat bagaimana hubungan psychological well-being dengan pengasuhan wali pemasyarakatan dan criminal thinking 60 anak yang berada di LPKA Kelas I Palembang. Psychological well being menurut Ryff  didefinisikan sebagai kondisi individu yang mencakup lebih dari sekadar bebas dari masalah atau tekanan mental. Criminal thinking atau pemikiran kriminal merupakan sebuah pemikiran serta proses yang mendorong seseorang untuk inisiasi dan pemeliharaan kebiasaan suatu tindakan yang melanggar hukum. pengasuhan menurut diartikan  sebagai pola interaksi untuk memengaruhi tindakan dan karakter anak yang bervariasi. Terdapat hubungan antara psichological well-being anak dengan criminal thinking  dengan nilai signifikasi korelasi product moment  0,01. Sedangkan tidak terdapat hubungan antara psychological well-being dengan pengasuhan yang diberikan wali pemasyarakatan dengan nilai signifikasi 0,64. Korelasi yang terjalin antara psychological well-being dengan criminal thinking yaitu korelasi positif. Artinya semakin baik psychological well-being anak maka semakin besar pola pemikiran kriminal anak tersebut.
Penerapan Model Risk-Need-Responsivity (RNR) sebagai Sistem Perlakuan Narapidana Tindak Pidana Narkotika di Lembaga Pemasyarakaran Narkotika Kelas IIA Jakarta Rahel Dellavany Sinambela; Umar Anwar
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.7422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penerapan Model Risk-Need-Responsivity (RNR) sebagai sistem perlakuan narapidana tindak pidana narkotika di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta. Model RNR yang berbasis pada tiga prinsip utama yaitu risiko, kebutuhan, dan responsivitas dianggap efektif dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko serta kebutuhan narapidana, juga menyesuaikan intervensi yang diberikan sehingga dapat mengurangi tingkat residivisme. Meskipun prinsip-prinsip RNR telah diterapkan, pelaksanaan di lapas masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya, kelebihan kapasitas, dan kurangnya pelatihan bagi petugas pemasyarakatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan petugas lapas, psikolog, dan narapidana, serta analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun asesmen risiko dan kebutuhan serta bentuk intervensi telah dilakukan, banyak narapidana yang tidak mendapatkan program rehabilitasi yang sesuai dengan hasil asesmen mereka. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta meningkatkan pelatihan bagi petugas, mendiversifikasi program rehabilitasi, dan memastikan alokasi anggaran yang memadai untuk mendukung penerapan model RNR. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan penerapan model RNR dapat berjalan lebih efektif, berkontribusi pada reintegrasi sosial narapidana, dan mengurangi tingkat residivisme di kalangan pengguna narkotika
Upaya Pemulihan Fungsi Sosial bagi Narapidana Usia Lanjut di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Karangasem Ayu Made Diah Pramesti; Umar Anwar
Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE) Vol 4, No 1 (2022): Januari
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ijsse.v4i1.7850

Abstract

Penitentiary is a judicial institution that functions to foster and improve convicts so that they are aware of the mistakes they have made. It also refers to the restoration of the social function of elderly prisoners, which consists of 3 things, namely: optimizing mental and spiritual programs, implementing recreational programs and providing support through pre-release programs. The purpose of this study was to determine the implementation of the restoration of the social function of the elderly inmates in the Class IIB Karangasem Penitentiary with the elderly factor experiencing physical decline and limitations in order to achieve the goal of correctional. This research was conducted by qualitative method (case study design). Data collected using literature study, interview, observation and documentation and alalyzing by interactive model. The results of the research are that the implementation of the restoration of the social function of elderly prisoners in the Class IIB Karangasem prison has not been carried out optimally that: mental and spiritual programs only utilize religious activities, recreational programs for prisoners are carried out only for entertainment, not balancing with sports, and pre-release programs that lack knowledge. elderly inmates about the program. Barriers to the implementation of the restoration of the social function of elderly prisoners such as lack of awareness, lack of interest in reading books, and lack of socialization from correctional officers in Karangasem Prison.
Bimbingan Kewirausahaan bagi Industri Roti Rumahan Klien Balai Pemasyarakatan Kelas II Metro Desta Ayu Valentin; Umar Anwar
Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE) Vol 4, No 1 (2022): Januari
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ijsse.v4i1.7848

Abstract

Correctional centers have the function and task of carrying out some of the main tasks of the Director General of Corrections in providing guidance to correctional clients in their area. The guidance provided by the Correctional Center can be in the form of work skills, one of which is entrepreneurship. One of the clients at the Class II Metro Correctional Center has a home-based bakery industry that has an impact on the client's income and future. Therefore, this study aims to determine the form of mentoring as well as the entrepreneurial process and results of the client's home bakery industry and also to find out what factors influence the home bakery production process and whether the motivation of the correctional client can affect the success of the home bakery industry production. The method in this study uses qualitative research methods with descriptive data analysis techniques in the form of case study approaches and literature studies. Data collection techniques used in this study were interviews, observation, and literature study. The results of this study indicate that the form of guidance carried out by Fathers can be in the form of personal or group guidance, namely with entrepreneurship training which will later produce a product in the form of home-made bread and the factors that influence the production process of home-made bread belonging to the correctional client including: equipment , raw materials and labor as well as the motivation of these correctional clients can affect the success of the home bakery industry production.