Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pemberian Bokashi Sekam Padi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Pada Tanah PMK Markus Sinaga; Dominggus Obed Nego
Publikasi Informasi Pertanian Vol 15, No 29 (2019): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v15i29.337

Abstract

Tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) diketahui memiliki kandungan bahan organik rendah. Supaya tanah ini dapat diusahakan untuk budidaya tanaman khususnya kacang panjang perlu ditambahkan bahan organik, dalam hal ini adalah bokashi sekam padi. Bokashi sekam padi selain mengandung bahan organik dalam bentuk C-Organik, juga mengandung unsur hara makro dan mikro. Oleh sebab itu melalui pemberian bokashi sekam padi pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang dapat meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemberian bokashi sekam padi terhadap pertumbuhan dan hasil kacang panjang pada tanah PMK. Dosis bokashi sekam padi mempengaruhi pertumbuhan dan hasil kacang panjang pada tanah PMK. Variabel pengamatan yaituberat basah berangkasan, jumlah polong, dan berat polong. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Perlakuan dalam percobaan ini adalah bokashi sekam padi yang terdiri dari lima taraf dan lima ulangan yaitu tanpa bokashi sekam padi (P0), 1 kg bokashi sekam padi per m2 (P1), 2 kg bokashi sekam padi per m2 (P2), 3 kg bokashi sekam padi per m2 (P3), dan 4 kg bokashi sekam padi per m2 (P4). Data hasil pengamatan dianalisa dengan uji F kemudian dilakukan dengan uji BNJ.Hasil penelitian diketahui bahwa pemberian bokashi sekam padi menghasilkan pertumbuhan dan hasil kacang panjang tertinggi pada tanah PMK, yang diketahui dari pengamatan berat polong dan berat berangkasan. Pemberian 3 kg bokashi sekam padi menghasilkan berat polong rata-rata 337,50 gram per tanaman, sedangkan pemberian 2 kg bokashi meningkatkan berat rata-rata berangkasan 85,00 gram per tanaman.
Pengaruh Pemberian Bokashi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Terung (Solanum melongena, L.) Pada Tanah PMK Markus Sinaga
Publikasi Informasi Pertanian Vol 15, No 28 (2019): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v15i28.288

Abstract

Kondisi tanah sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, maka penambahan bahan organic perlu dilakukan, diantaranya dengan menambahkan bokashi, agar mendukung usaha perbaikan kondisi tanah dan peningkatan hasil dan hasil tanaman terung pada tanah PMK. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Pengaruh bokashi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah PMK. (2) Dosis bokashi yang memberikan pengaruh pertumbuhan dan hasil yang terbaik tanaman terung pada tanah PMK. Ruang lingkup penelitian ini terdiri variable bebas dan variable terikat. Variabel bebas pada penelitian ini adalah bokashi. Variabel terikat meliputi, tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, dan berat buah. Penelitian dilaksanakan dengan metode eksperimen lapangan, dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari lima taraf perlakuan bokashi dan enam ulangan. Adapun perlakuan penelitian sebagai berikut: kontrol (a0), 1 kg (a1), 2 kg (a2), 3 kg (a3), 4 kg (a4). Data dianalisis dengan sidik ragam, kemudian dilanjutkan dengan uji BNJ pada tarafnyata 0.05 dan 0.01. Hasil penelitian diketahui bahwa pemberian bokashi berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah PMK. Pemberian 4 kg bokashi menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman terung tertinggi pada tanah PMK, yang ditandai dengan rerata tinggi tanaman 42.88 cm, jumlah cabang 5.63 cabang, dan rerata berat buah 227.36 gram per tanaman
PENINGKATAN PRODUKSI KACANG TANAH (Arachis hypogaea, L) MELALUI APLIKASI PUPUK ORGANIK PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Markus Sinaga; Heronimus Bastian
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 1 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i1.615

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan produksi kacang tanah melalui aplikasipupuk organik pada tanah PMK serta mengetahui dosis pupuk organik meningkatkan produksi kacangtanah pada tanah PMK.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah aplikasi pupuk organik, sedangkanvariabel terikat yaitu tinggi tanaman, jumlah polong, berat polong, dan berat biji.Penelitian ini menggunakanmetode percobaan di lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan dalam penelitianini pupuk organik (O) terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu tidak diberi pupuk organik (O0), 1 kg pupukorganik (O1), 1,5 kg pupuk organik (O2), 2 kg pupuk organik (O3), 2,5 kg pupuk organik (O4),masing-masing taraf diulang 4 kali. Data dianalisis menggunakan uji Fdan uji DMRT. Hasil penelitiandiketahui bahwa aplikasi pupuk organik dapat meningkatkan produksi kacang tanah pada tanah PMK,hal ini terlihat dari hasil pengamatan terhadap tinggi tanaman, jumlah polong, berat polong, dan beratbiji.Pemberian 2,5 kg pupuk organik menghasilkan produksi kacang tanah teringgi pada tanah PMK,tinggi tanaman rata-rata 44,33 cm, jumlah polong rata-rata 19,30 polong/ tanaman, berat polong ratarata37,40 g/ tanaman, dan berat biji rata-rata 30,80 g/ tanaman.
Strategy Formulation of Balek Angin Lake as an Ecotourism Attraction to Support Sintang Regency’s Sustainable Development Program Kamaludin Kamaludin; Antonius Antonius; Viktor Emanuel; Nikodimus Nikodimus; Markus Sinaga; Hendra Setiawan
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : Program Pascasarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to explore the strengths and challenges in formulating a strategy to support the development of the Balek Angin Lake area under the scheme of Sintang Lestari (Sintang sustainable development protocols). This research was carried out in May and June 2019, where field visits focused around the site of Balek Angin Lake located in Akcaya I and Jerora Satu Villages in Sintang subdistrict of Sintang Regency, West Kalimantan Province. This research used a descriptive-quantitative approach. The study uses questionnaires to 10 representative informants, in-depth interviews, and field observations in data collection. Data were analyzed descriptively and SWOT analyses were used to formulate the development strategy. The results of this study show some strengths supporting the development of the area as an ecotourism site, i.e. undisturbed ecosystems, well-protected fish both in quantity and species diversity, the existence of regulation protecting lakes issued by the head of local government (Sintang Regent), and the existence of local non-governmental organization whose concern in nature protection of Balek Angin lake and upstream of Jemelak River. The main challenge, however, includes the widening business area managed by local residents, such as sand mining, plantation and settlement, disposals from households leading into the lake, and the decrease of household income as the result of the decrease of the price of Sintang’s primary commodities. SWOT analyses result in 2.779 : 2.203, which means a horizontal integration strategy where collaboration among different stakeholders is needed. The strategy to develop Balek Angin Lake as an ecotourism site includes the enhancement of the ecosystem through protecting the upstream-downstream area, collaboration of local community and local government through the integration of local community, local NGO, local government, funding NGO, local academia and other environment-conscious stakeholders.Keywords: Ecotourism, Sintang, strategy.
PERANAN PUPUK KOMPOS KOTORAN KAMBING DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU Herlina Kurniawati; Markus Sinaga; Azmi Syahril
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 2 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i2.673

Abstract

Meningkatkan produksi kacang hijau dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara. Penambahankompos kotoran kambing berfungsi untuk meningkatkan aktivitas mikroba tanah,memperbaiki sifatfisik dan kimia tanah, dan meningkatkan ketersediaan hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh pemberianpupuk kompos kotoran kambing terhadap pertumbuhan dan hasil kacanghijau,serta dosis pupuk kompos kotoran kambing yang memberikan pertumbuhandan hasil terbaik kacanghijau. Penelitian ini menggunakanmetode eksperimen lapangan dengan pola dasarRancangan AcakKelompok (RAK) berupa 5 ulangan dan 5 taraf perlakuan yaitu, N0=tanpa pemberian pupuk komposkotoran kambing, N1=0,5 kg pupuk kompos kotoran kambing/m2, N2= 1 kg pupuk komposkotorankambing m2, N3= 1,5 kg pupuk kompos kotoran kambing/m2, N4= 2 kg pupukkompos kotorankambing/m2. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman(cm), jumlah polong, dan berat biji (gr).Data dianalisis dengan analisis sidikragam dan dilanjutkan dengan uji BNJ pada selangkepercayaan95% dan 99%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupukkompos kotoran kambingberpengaruh tidak nyata pada parameter tinggi tanaman,namun berpengaruh nyata pada jumlah polongdan berat biji. Pemberian dengan dosis 2 kg/m2 menghasilkan pertumbuhan danhasil terbaik kacanghijau. Dengan rata-rata jumlah polong 10,83 danrata-rata berat biji 8,43.
PENINGKATAN PRODUKSI BAYAM HIJAU DENGAN PEMBERIAN POC HYDRILLA PADA SISTEM HIDROPONIK Markus Sinaga; Florensius Kria; Eni Hndayani
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 2 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i2.675

Abstract

Produksi tanaman bayam di Kabupaten Sintang pada Tahun 2021 masih rendah hanya 2,18ton/ha sedangkan tingkat potensial produksinya dapat mencapai 20 ton/hektar. Salah satu carameningkatkan produksi tanaman ini dengan memberikan POC dari tumbuhan air hydrilla (Hydrillaverticillata L.f. Royle) pada sistem hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhdan dosis terbaik dari pemberian POC hydrilla terhadap produksi bayam hijau pada sistem hidroponik.Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 tarafperlakuan dan dilakukan 4 kali pengulangan. Taraf perlakuan yang di uji pada penelitian ini yaituKonsentrasi 0% (P0), Konsentrasi 5% (P1), Konsentrasi 10% (P2), Konsentrasi 15% (P3), Konsentrasi20% (P4), dan Konsentrasi 25% (P5). Parameter pertumbuhan yang diukur pada penelitian ini meliputitinggi tanaman, diameter batang dan berat segar. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian POChydrilla berpengaruh nyata terhadap peningkatan produksi tanaman bayam hijau pada sistem hidroponik.Perlakuan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bayam hijau adalah pemberianPOC hydrilla konsentrasi 20% dengan rerata tinggi tanaman 11,65 cm, rerata diameter batang 2,81mm dan rerata berat segar 4,38 gram.
PEMBERIAN PUPUK ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN SERTA HASIL TANAMAN GAMBAS (Luffa acutangula, L Roxb) PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Markus Sinaga; Alexander Alexander; Nikodemus Husein
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.777

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian pupuk organik untuk meningkatkanpertumbuhan serta hasil tanaman gambas(Luffa acutangula, L Roxb) pada tanah ultisol, serta mengetahuidosis pemberian pupuk organik yang meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman gambas tertinggi.Penelitian ini menggunakan metode percobaan lapangan dan menggunakan Rancangan Acak Kelompok(RAK). Taraf perlakuan pupuk organik terdiri dari tanpa pupuk organik (S0), 1 kg/m2 (S1), 2 kg/m2(S2), 3 kg/m2 (S3), dan 4 kg/m2 (S4). Data dianalisis dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan ujiDuncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian diketahui bahwa pemberian pupukorganikmampu meningkatkan pertumbuhan serta hasil tanaman gambas pada tanah ultisol, hal ini diketahuidari hasil pengamatan terhadap jumlah buah, berat buah, dan berat berangkasan. Pemberian 4 kgpupuk organik mengasilkan pertumbuhan dan hasil teringgi tanaman gambas pada tanah ultisol, rataratajumlah buah 2,35/ tanaman, berat buah rata-rata 536,60 g/ tanaman, dan rata-rata beratberangkasan 1,30 kg/ m2.
UJI PERTUMBUHAN ENAM VARIETAS TANAMAN TERUNG (Solanum melongena, L.) PADA TANAH PMK Sinaga, Markus; Mangardi, Mangardi; Husein, Nikodemus
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19 No 2 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i2.916

Abstract

Produksi terung di Kabupaten Sintang masih rendah hanya 0,66 ton/Ha, penyebabnya karena beberapa faktor diantaranya adalah tanah yang kurang subur karena didominasi oleh tanah Podsolik Merah Kuning. Upaya meningkatkan produksi tanaman dapat dilakukan dengan beberapa langkah salah satunya adalah pemilihan varietas yang sesuai dengan kondisi lingkungan tumbuh terutama tanah dan iklim. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil enam varietas terung pada tanah Podsolik Merah Kuning. Penelitian ini menggunakan metode percobaan lapangan dan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktor tunggal dengan empat ulangan. Perlakuan penelitian terdiri dari Varietas Terung Mustang (V1), Milano (V2), Bungo (V3), Lezata (V4), Turangga (V5) dan Raos (V6). Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F, jika menunjukkan ada pengaruh nyata pada selang kepercayaan 0,05 kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam varietas tanaman terung dengan pertumbuhan dan hasil tertinggi adalah Lezata, rata-rata pertambahan tinggi tanaman 44,04 cm,  persentase bunga menjadi buah (5,76%), jumlah buah (2,47 buah), dan berat buah tertinggi 20,71 g.
PENGARUH JENIS DAN DOSIS BIOCHAR TERHADAP PENCUCIAN DAN SERAPAN NITROGEN PADA TANAMAN CABAI (Capsicum annuum L.) Mangardi, Mangardi; Sinaga, Markus
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19 No 2 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i2.925

Abstract

Nitrogen merupakan unsur hara essensial yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Nitrogen bersifat mobile di dalam tanah, mudah bergerak mengikuti aliran air dan keluar dari zona perakaran. Kondisi demikian mengakibatkan pemupukan nitrogen menjadi tidak efisien karena banyak tidak diserap oleh akar tanaman. Salah satu penyebap kehilangan hara nitrogen adalah pencucian akibat curah hujan maupun pengairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan dosis biochar terhadap pencucian dan serapan nitrogen pada tanaman cabai. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca Universitas Kapuas, Sintang, Indonesia, dilaksanakan dari April-Juli 2023. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu jenis biochar dan dosis biochar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA, apabila ada pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa biochar tempurung kelapa mampu mengurangi volume air tercuci dibandingkan biochar sekam padi. Pemberian biochar dengan berbagai dosis secara nyata mampu meningkatkan jumlah daun, meningkatkan berat kering tanaman, mengurangi volume air tercuci, mengurangi kadar nitrat tercuci, meningkatkan kadar nitrat dalam daun serta meningkatkan serapan nitrogen. Secara keseluruhan terlihat bahwa biochar tempurung kelapa memiliki daya untuk mengurangi pencucian nitrat dan meningkatkan daya serap nitrogen yang relatif lebih tinggi dari biochar sekam padi.
PERANAN KOMPOS SEKAM PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG KUCAI (Allium schoenoprasum L) Sukasih, Nining Sri; Kurniawati, Herlina; Sinaga, Markus; Saputra, Korin
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19 No 2 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i2.936

Abstract

Sekam padi m erupakan limbah pengolahan padi. Pembuatan kompos berbahan sekam padi merupakan salah satu Upaya pemanfaatan limbah pengolahan padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan kompos sekam padi terhadap tanaman bawang kucai dan mengetahui dosis kompos sekam padi yang memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi pada tanaman bawang kucai. Penelitian ini  menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 5 taraf perlakuan dengan 5 ulangan. Dosis kompos sekam padi terdiri dari , 0 kg kompos sekam, 1 kg kompos sekam pad, 2 kg kompos sekam padi, 3 kg kompos sekam padi dan 4 kg kompos sekam padi. Parameter yang diamati  tinggi tanaman dan berat segar tanaman . Hasil penelitian menunjukan bahwa parameter tinggi tanaman dan berat segar tanaman bawang kucai berperanan nyata pada pemberian dosis kompos sekam padi sebanyak 4 kg dengan rerata tertinggi yaitu tinggi tanaman 39,40 cm, jumlah umbi 2,50 dan berat segar tanaman 31,60 gr.