Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PERANAN PEMBERIAN SOLID TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LABU AIR (Lagenaria sicararia) nining; Sinaga, Markus; Zega, Zenius
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 1 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i1.1107

Abstract

Solid sawit adalah limbah dari  hasil pengolahan kelapa sawit . Menggunakan solid sawit pada proses budidaya tanaman labu air  merupakan salah satu upaya pemanfaatan limbah pengolahan kelapa sawit dan juga merupakan  upaya menaikkan produksi tanaman labu air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan solid sawit terhadap tanaman labu air dan mengetahui dosis solid sawit yang memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi pada tanaman labu air. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari  5 ulangan, perlakuan dalam penelitian ini adalah pemberian solid sawit yang terdiri dari  5 taraf perlakuan yaitu S0 = 0 solid sawit, S1= 0,75 kg/m2 solid sawit, S2 = 1,5 kg/m2 solid sawit, S3 = 2,25 kg/m2 solid sawit, dan S4 = 3 kg/m2 solid sawit  Parameter yang diamati adalah berat basah berangkasan tanaman (gram), jumlah buah tanaman (buah), berat buah tanaman (gram) dan panjang buah tanaman (cm). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman labu air, dan pemberian  solid sawit  3 kg/m2  berpengaruh nyata terhadap berat basah berangkasan dengan rerata 915.15 gram , jumlah buah dengan rerata 2,27 buah, berat buah dengan rerata 1792,80 gram dan  panjang buah dengan rerata 73,33 cm.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL GAMBAS (Luffa acutangula) PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING DENGAN PEMBERIAN SOLID Sinaga, Markus; Sari, Natalia Purnama; Dalek, Petronius
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 1 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i1.1120

Abstract

Produksi gambas (Luffa acutangula) di Kabupaten Sintang masih tergolong rendah dibanding dengan potensi optimalnya yang mencapai 38-51 ton/ha. Rendahnya produksi ini salah satu penyebabnya adalah tanah yang kurang subur karena sebagian besar  lahan pertanian didominasi tanah PMK. Upaya untuk meningkatkan produksi gambas pada tanah PMK diantaranya menggunakan bahan organik seperti solid. Solid mengandung unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman gambas pada tanah PMK dengan pemberian solid. Penelitian dilakukan dengan metode percobaan lapangan, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Perlakuan pada penelitian ini Solid yang terdiri dari lima taraf dosis yaitu: 0 kg m-1, 0,75 kg m-1, 1,5 kg m-1, 2,25 kg m-1, dan 3 kg m-1. Masing-masing taraf diulang lima kali. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F, kemudian dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian diketahui bahwa pemberian solid 3 kg m-1 menghasilkan berat berangkasan, jumlah buah, dan berat buah tertinggi.
PENINGKATAN PRODUKSI KANGKUNG (Ipomoea reptans Poir) MELALUI PEMBERIAN PUPUK KANDANG KOTORAN AYAM Yulianingsih, Ratri; Sinaga, Markus; Naftali, Naftali
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 1 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i1.1121

Abstract

Produksi tanaman kangkung di Kabupaten Sintang masih rendah, yaitu 2,06 ton/ha.  Rendahnya produksi kangkung disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kurangnya nutrisi tanaman. Penambahan nutrisi tanaman dapat dilakukan dengan pemberian pupuk kandang kotoran ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan produksi kangkung melalui pemberian pupuk kandang kotoran ayam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah pemberian pupuk kandang kotoran ayam dengan lima taraf dosis, yaitu: A0 = 0 kg/petak percobaan; A1 = 1,25 kg/petak percobaan; A2 = 2,5 kg/petak percobaan; A3 = 3,75 kg/petak percobaan; A4 = 5 kg/petak percobaan. Data dianalisis dengan menggunakan Analisis Sidik Ragam dan Uji BNJ pada tingkat kepercayaan 95% dan 99%. Hasil pengamatan  dan analisis data menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang kotoran ayam berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat. Pemberian pupuk kandang kotoran ayam dengan dosis 5 kg memberikan rata-rata hasil tertinggi, ditunjukkan dengan jumlah nilai rerata tertinggi tinggi tanaman pada perlakuan K4 23,76 cm dan berat segar tanaman 16,76 gram.