Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN COLLEMBOLA DI SEKITAR RHIZOSFER TANAMAN PISANG DI KOTA MADIUN Yanti, Plapiana; Eladisa Ganjari, Leo; Purwanto, Agus
Biospektrum Jurnal Biologi No. 03 Tahun 02 / Oktober 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Online Biospektrum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya peranan Collembola dalam rhizosfer berkorelasi lurus dengan ketersediaan nutrisi bagi tanah yang artinya juga berkorelasi lurus terhadap tingkat kesuburan tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan Collembola di sekitar rhizosfer tanaman pisang di kota Madiun. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 lokasi yaitu Kecamatan Taman, Kecamatan Kartoharjo dan Kecamatan Manguharjo. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan alat bor tanah sebanyak 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan collembola sebanyak 8 spesies. Indeks keanekaragaman collembola yang terdapat pada Kecamatan Taman yaitu 0,889, pada Kecamatan Kartoharjo. 0,887 dan pada Kecamatan Manguharjo 0,823. Nilai kemelimpahan tertinggi pada Kecamatan Taman sebesar 249.778 individu/m3, di Kecamatan Kartoharjo 161.891 individu/m3 dan pada Kecamatan Manguharjo sebesar 129.512 individu/m3. Collembola yang terdapat di sekitar rhizosfer tanaman pisang termasuk pada golongan assesori (jarang).
KAJIAN ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT YANG TUMBUH DIGUNAKAN DI MASYARAKAT DAYAK DI KAMPUNG ARA BAGET DAN BINGARO KABUPATEN LANDAK Ester, Ester; Purwaningsih, Endang; Eladisa Ganjari, Leo
Biospektrum Jurnal Biologi No. 03 Tahun 02 / Oktober 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Online Biospektrum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat suku Dayak masih mempertahankan adat dan tradisi dalam pengobatan dan memanfaatkan sumber daya alam, khususnya tumbuhan sebagai bahan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang tumbuh dan digunakan sebagai bahan obat oleh Masyarakat Dayak di Kampung Ara Baget dan Bingaro, Kabupaten Landak dan bagaimana penerapan etnobotani pada masyarakat Dayak di kampung Ara Baget dan Bingaro Kabupaten Landak dalam memanfaatkan tumbuhan obat yang tumbuh di kampungnya sebagai obat tradisional. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai September 2018 di Kampung Ara Baget dan Bingaro. Pengambilan data dilakukan dengan metode survei eksploratif dan wawancara kepada 50 responden, masing-masing 25 orang di Kampung Ara Baget dan 25 orang di Kampung Bingaro. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan antropologi medikal dan pendekatan etnobotani medikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kampung Ara Baget dan Bingaro terdapat 91 jenis termasuk dalam 86 marga dan 49 suku. Bagian tumbuhan yang digunakan sebagai obat adalah daun (55 jenis), buah (17 jenis), akar (7 jenis), batang (5 jenis), getah (5 jenis), seluruh bagian (4 jenis), rimpang (3 jenis), bunga (3 jenis), umbi (2 Jenis), dan biji (2 jenis). Cara pengolahan tumbuhan berkhasiat obat yaitu dengan cara direbus, diseduh, ditumbuk, diremas, digusuk, dibakar, disayur, dimakan langsung, diparut, diperas, dibuat kalung, dioles, diteteskan, dibuat ramuan, dan dipukul tiga kali di area lutut.
UJI ANTIPIRETIK INFUSA DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) TERHADAP MENCIT JANTAN (Mus muculus) YANG DIDEMAMKAN Restulangi, Engki; Adhy Nugroho, Christianto; Eladisa Ganjari, Leo
Biospektrum Jurnal Biologi No. 03 Tahun 02 / Oktober 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Online Biospektrum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the health problems that often and usually appears is fever. Fever is heat regulation at a higher temperature level and is a common symptom that usually accompanies almost all infections. The study was conducted to determine the antipyretic effect of noni (Morindra citrifolia L.) leaf infusion against male mice (Mus muculus) by the artificial fever injection method using DPT vaccine. The test animals were male mice which were divided into 5 groups, each consisting of 4 mice. Group I as a positive control was given 0.5 ml of distilled water, group II as a negative control was given 65 mg / Kg BW of paracetamol, groups III, IV and V as a test group were given 2.5 ml / 100 g BW of noni leaf infusion with their respective concentrations 10%, 20% and 30% respectively. Observations were made on changes in temperature (ºC) of the test animals after being given the treatment. The data obtained were then tabulated in tables and graphs. The results showed that there was a decrease in temperature in the group of mice given noni leaf infusion. Thus it can be concluded that the noni leaf infusion has an antipyretic effect on male mice (Mus muculus).
Mesofauna pada Tanah di sekitar Tanaman Kunyit Mangga Eladisa Ganjari, Leo
Biospektrum Jurnal Biologi No. 01 Tahun 02 / April 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Online Biospektrum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Temu mangga adalah tanaman yang berkasiat obat, oleh karena tanaman ini banyak di budidaya oleh masarakat. Kualitas tanah budidaya sangat dipengaruhi oleh interaksi organism tanah dan lingkunganya. Salah satu kelompok organisme tesebut adalah mesofauna. Hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan 5 jenis mesofauna pada tanah disekitas tanaman temu mangga. Mesofauna tersebut yaitu 3 jenis collembola   (Friesea sp, Pseudosinella sp, dan Sminthurus sp), 1 jenis kutu/mite (Pneumolaelaps sp) dan 1 jenis isopoda (Armadillidium sp). Mesofauna tersebut hidup bersama pada tanah di sekitar tanaman temu mangga,  membentuk simbiosis ekologi
Keanekaragaman Acarina pada Media Budidaya Tanaman Krokot Gelang (Portulaca oleracea, L.) yang di Tanam dalam Polibag Eladisa Ganjari, Leo
Biospektrum Jurnal Biologi No. 02 Tahun 02 / Oktober 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Online Biospektrum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acarina adalah hewan yang hidup bebas atau sebagai parasit organisme lain. Hewan ini sebagian hidup berasosiasi sebagai hama atau predator hama pada tanaman. Acarina hidup terutama pada bagian permukaan tanah yang banyak terakumulasi bahan-bahan organik/serasah. Acarina  berperan dalam meningkatkan kesuburan tanah. Tanaman hias krokot gelang   (Portulaca oleracea, L.) merupakan tanaman hias yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman hias, obat atau bahan pangan. Polibag adalah habitat buatan manusia yang dimungkinkan sebagai tempat hidup Acarina. Tujuan penelitia ini untuk mengetahui Keanekaragaman Acarina pada polibag yang ditanamani krokot gelang (Portulaca Oleracea, L.).  Penelitian dilakukan dengan menggunakan 15 polibag tanaman hias krokot gelang   (Portulaca Oleracea, L.), pemisahan Acarina dari media tanam dengan menggunakan alat Belese Tulgren. Hasil penelitian keanekaragaman Acarina pada tanaman krokot ditemukan 3 jenis Acarina yaitu Conchogneta traegardhi, Neoseiulus sp dan Pneumolaelaps  sp. Budidaya krokot di media tanam dalam polybag dapat digunakan sebagai upaya konservasi ex situ Acarina.   
UJI RESPON MORFOLOGIS TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) VARIETAS IR64, CIHERANG DAN PANDAN WANGI MENGGUNAKAN POLYETHYLENE GLICOL 6000 ANGGA RAHABISTARA SUMADJI; LEO ELADISA GANJARI
JURNAL ILMIAH AGRINECA Vol. 17 No. 1 (2017): JURNAL AGRINECA
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/afp.v17i1.547

Abstract

Rice (Oryza sativa L.) is a very important food crop because to date rice is still used as staple food for most of the world population, especially Asia. The impact of natural disasters in the form of long droughts and fertile rice fields that turned the function into industrial and residential areas caused rice production to decline every year. The rice seed requires a large amount of water to be absorbed before germination can occur, which is about two or three times its dry weight. To improve the resistance of rice plants to the stress of drought, it is necessary research that can produce rice plants that are resistant to drought stress. This research examined consistency of morphological response of rice to dryness in germination phase by treatment of Polyethylene Glycol (PEG) solution as osmotic solution. This research was conducted by factorial experiment in Completely Randomized Design (RAL) consisting of 2 factors with 3 replications. The first treatment factor is the variety of rice varieties consisting of 3 varieties of IR64, Ciherang and Pandan Wangi varieties. The second treatment factor was the level of germination solution with PEG 6000, the treatment consisted of 4 levels of solution ie PEG 6000 with 0 g / l water, 10 g / l water, 15 g / l water and 20 g / l water. The results showed that Ciherang varieties of PEG 15 g / l and 20 g / l had good germination and root penetration is best compared with other varieties. The number of root penetrating layers of Ciherang and Pandan Wangi varieties has the largest number of roots compared to IR64 varieties. For plant height, rice plants have an average height ranging from 81.4 - 107, 4 cm with the number of tillers 5-6.
Keanekaragaman Acarina pada Media Budidaya Tanaman Krokot Gelang (Portulaca oleracea, L.) yang di Tanam dalam Polibag Leo Eladisa Ganjari
Biospektrum Jurnal Biologi Vol 2, No 02 (2021): No. 02 Tahun 02 / Oktober 2021
Publisher : Program Studi Biologi - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (kampus Kota Madiun)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/bios.v2i02.1058

Abstract

Acarina adalah hewan yang hidup bebas atau sebagai parasit organisme lain. Hewan ini sebagian hidup berasosiasi sebagai hama atau predator hama pada tanaman. Acarina hidup terutama pada bagian permukaan tanah yang banyak terakumulasi bahan-bahan organik/serasah. Acarina  berperan dalam meningkatkan kesuburan tanah. Tanaman hias krokot gelang   (Portulaca oleracea, L.) merupakan tanaman hias yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman hias, obat atau bahan pangan. Polibag adalah habitat buatan manusia yang dimungkinkan sebagai tempat hidup Acarina. Tujuan penelitia ini untuk mengetahui Keanekaragaman Acarina pada polibag yang ditanamani krokot gelang (Portulaca Oleracea, L.).  Penelitian dilakukan dengan menggunakan 15 polibag tanaman hias krokot gelang   (Portulaca Oleracea, L.), pemisahan Acarina dari media tanam dengan menggunakan alat Belese Tulgren. Hasil penelitian keanekaragaman Acarina pada tanaman krokot ditemukan 3 jenis Acarina yaitu Conchogneta traegardhi, Neoseiulus sp dan Pneumolaelaps  sp. Budidaya krokot di media tanam dalam polybag dapat digunakan sebagai upaya konservasi ex situ Acarina.   
KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN COLLEMBOLA DI SEKITAR RHIZOSFER TANAMAN PISANG DI KOTA MADIUN Plapiana Yanti; Leo Eladisa Ganjari; Agus Purwanto
Biospektrum Jurnal Biologi No. 03 Tahun 02 / Oktober 2020
Publisher : Program Studi Biologi - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (kampus Kota Madiun)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/bios.v2i02.886

Abstract

Pentingnya peranan Collembola dalam rhizosfer berkorelasi lurus dengan ketersediaan nutrisi bagi tanah yang artinya juga berkorelasi lurus terhadap tingkat kesuburan tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan Collembola di sekitar rhizosfer tanaman pisang di kota Madiun. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 lokasi yaitu Kecamatan Taman, Kecamatan Kartoharjo dan Kecamatan Manguharjo. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan alat bor tanah sebanyak 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan collembola sebanyak 8 spesies. Indeks keanekaragaman collembola yang terdapat pada Kecamatan Taman yaitu 0,889, pada Kecamatan Kartoharjo. 0,887 dan pada Kecamatan Manguharjo 0,823. Nilai kemelimpahan tertinggi pada Kecamatan Taman sebesar 249.778 individu/m3, di Kecamatan Kartoharjo 161.891 individu/m3 dan pada Kecamatan Manguharjo sebesar 129.512 individu/m3. Collembola yang terdapat di sekitar rhizosfer tanaman pisang termasuk pada golongan assesori (jarang).
Mesofauna pada Tanah di sekitar Tanaman Kunyit Mangga Leo Eladisa Ganjari
Biospektrum Jurnal Biologi No. 01 Tahun 02 / April 2021
Publisher : Program Studi Biologi - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (kampus Kota Madiun)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/bios.v1i02.982

Abstract

Temu mangga adalah tanaman yang berkasiat obat, oleh karena tanaman ini banyak di budidaya oleh masarakat. Kualitas tanah budidaya sangat dipengaruhi oleh interaksi organism tanah dan lingkunganya. Salah satu kelompok organisme tesebut adalah mesofauna. Hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan 5 jenis mesofauna pada tanah disekitas tanaman temu mangga. Mesofauna tersebut yaitu 3 jenis collembola   (Friesea sp, Pseudosinella sp, dan Sminthurus sp), 1 jenis kutu/mite (Pneumolaelaps sp) dan 1 jenis isopoda (Armadillidium sp). Mesofauna tersebut hidup bersama pada tanah di sekitar tanaman temu mangga,  membentuk simbiosis ekologi
KAJIAN ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT YANG TUMBUH DIGUNAKAN DI MASYARAKAT DAYAK DI KAMPUNG ARA BAGET DAN BINGARO KABUPATEN LANDAK Ester Ester; Endang Purwaningsih; Leo Eladisa Ganjari
Biospektrum Jurnal Biologi No. 03 Tahun 02 / Oktober 2020
Publisher : Program Studi Biologi - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (kampus Kota Madiun)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/bios.v2i02.887

Abstract

Masyarakat suku Dayak masih mempertahankan adat dan tradisi dalam pengobatan dan memanfaatkan sumber daya alam, khususnya tumbuhan sebagai bahan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang tumbuh dan digunakan sebagai bahan obat oleh Masyarakat Dayak di Kampung Ara Baget dan Bingaro, Kabupaten Landak dan bagaimana penerapan etnobotani pada masyarakat Dayak di kampung Ara Baget dan Bingaro Kabupaten Landak dalam memanfaatkan tumbuhan obat yang tumbuh di kampungnya sebagai obat tradisional. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai September 2018 di Kampung Ara Baget dan Bingaro. Pengambilan data dilakukan dengan metode survei eksploratif dan wawancara kepada 50 responden, masing-masing 25 orang di Kampung Ara Baget dan 25 orang di Kampung Bingaro. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan antropologi medikal dan pendekatan etnobotani medikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kampung Ara Baget dan Bingaro terdapat 91 jenis termasuk dalam 86 marga dan 49 suku. Bagian tumbuhan yang digunakan sebagai obat adalah daun (55 jenis), buah (17 jenis), akar (7 jenis), batang (5 jenis), getah (5 jenis), seluruh bagian (4 jenis), rimpang (3 jenis), bunga (3 jenis), umbi (2 Jenis), dan biji (2 jenis). Cara pengolahan tumbuhan berkhasiat obat yaitu dengan cara direbus, diseduh, ditumbuk, diremas, digusuk, dibakar, disayur, dimakan langsung, diparut, diperas, dibuat kalung, dioles, diteteskan, dibuat ramuan, dan dipukul tiga kali di area lutut.