Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

UJI ANTIPIRETIK INFUSA DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) TERHADAP MENCIT JANTAN (Mus muculus) YANG DIDEMAMKAN Engki Restulangi; Christianto Adhy Nugroho; Leo Eladisa Ganjari
Biospektrum Jurnal Biologi No. 03 Tahun 02 / Oktober 2020
Publisher : Program Studi Biologi - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (kampus Kota Madiun)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/bios.v2i02.888

Abstract

One of the health problems that often and usually appears is fever. Fever is heat regulation at a higher temperature level and is a common symptom that usually accompanies almost all infections. The study was conducted to determine the antipyretic effect of noni (Morindra citrifolia L.) leaf infusion against male mice (Mus muculus) by the artificial fever injection method using DPT vaccine. The test animals were male mice which were divided into 5 groups, each consisting of 4 mice. Group I as a positive control was given 0.5 ml of distilled water, group II as a negative control was given 65 mg / Kg BW of paracetamol, groups III, IV and V as a test group were given 2.5 ml / 100 g BW of noni leaf infusion with their respective concentrations 10%, 20% and 30% respectively. Observations were made on changes in temperature (ºC) of the test animals after being given the treatment. The data obtained were then tabulated in tables and graphs. The results showed that there was a decrease in temperature in the group of mice given noni leaf infusion. Thus it can be concluded that the noni leaf infusion has an antipyretic effect on male mice (Mus muculus).
PEMBUATAN NATA DE CORN BERDASARKAN VARIASI KECAMBAH KACANG-KACANGAN SEBAGAI SUMBER NITROGEN ORGANIK Rina Romatul Pebriana; Leo Eladisa Ganjari
Biospektrum Jurnal Biologi No. 01 Tahun I/Juli 2018
Publisher : Program Studi Biologi - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (kampus Kota Madiun)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/bios.v1i01.652

Abstract

Kandungan gizi pada jagung dapat digunakan sebagai media pertumbuhan bakteri Acetobacter xylinum untuk menghasilkan produk fermentasi nata de corn. Sumber nitrogen organik dari kecambah kacang-kacangan dapat digunakan sebagai alternatif pengganti ZA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji penggunaan jagung sebagai media fermentasi bakteri Acetobacter xylinum dan perbedaan kualitas nata de corn dari variasi kecambah kacangkacangan. Penelitian ini menggunakan jagung sebagai media pertumbuhan bakteri Acetobacter xylinum. Penelitian dilakukan dengan tiga perlakuan dan kontrol, yaitu (P1) penggunaan sumber nitrogen dari kecambah kacang hijau, (P2) penggunaan kecambah kacang tanah, (P3) penggunaan kecambah kedelai. Pengukuran kualitas nata de corn dilakukan melalui pengukuran ketebalan, berat basah, dan rendemen. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA pada tingkat signifikasi 5% ( = 0,05). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis sumber nitrogen organik yang paling baik adalah larutan kecambah kacang hijau. Hasil optimum produk nata de corn dengan penambahan larutan kecambah kacang hijau mempunyai ketebalan 5,90 mm, berat basah 733,33 g, dan rendemen 61,33 (%).
KEANEKARAGAMAN COLLEMBOLA PADA HABITAT BUATAN POLIBAG YANG DITANAMANI KROKOT GELANG (Portulaca oleracea L.) Leo Eladisa Ganjari
Biospektrum Jurnal Biologi No. 03 Tahun 02 / Oktober 2020
Publisher : Program Studi Biologi - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (kampus Kota Madiun)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/bios.v2i02.885

Abstract

Collembola atau serangga ekor pegas hidup terutama pada bagian permukaan tanah yang banyak terakumulasi bahan-bahan organik/serasah. Collembola berperan dalam meningkatkan kesuburan tanah. tanaman hias krokot gelang (Portulaca oleracea, L.) merupakan tanaman hias yang dapat dimanfaatkan sebagai obat. Polibag adalah habitat buatan manusia yang dimungkinkan tidak diketemukan Collembola. Tujuan penelitia ini untuk mengetahui Keanekaragaman Collembola Pada Habitat Buatan Polibag yang ditanamani krokot gelang (Portulaca Oleracea, L.). Penelitian dilakukan dengan menggunakan 15 polibag tanaman hias krokot gelang (Portulaca Oleracea, L.), pemisahan Collembola dari media tanam dengan menggunakan alat Belese Tulgren. Hasil penelitian keanekaragaman Collembola pada tanaman krokot ditemukan 4 jenis Collembola yaitu Pseudosinella sp, Friesea sp, Prosoitoma sp dan Sminthurus sp. Semua media tanam diketemukan Collembola.
KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN COLLEMBOLA DI SEKITAR RHIZOSFER TANAMAN PISANG YANG DIBERIKAN MULSA JERAMI PADI DAN PUPUK ANORGANIK Darea Silva Moningka; Leo Eladisa Ganjari; Christianto Adhy Nugroho
Biospektrum Jurnal Biologi Vol 1, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Program Studi Biologi - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (kampus Kota Madiun)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/bios.v1i2.1129

Abstract

Collembola adalah organisme yang berperan sebagai perombak bahan organik dalam tanah, membentuk struktur tanah menjadi lebih baik serta meningkatkan kesuburan tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman dan kemelimpahan Collembola di sekitar rhizosfer tanaman pisang yang diberikan mulsa jerami padi dan pupuk anorganik. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan bor tanah pada 3 titik sampling yaitu tanaman pisang yang diberikan mulsa jerami padi, tanaman pisang yang diberikan pupuk anorganik dan tanaman pisang yang tidak diperlakukan sebanyak 3 kali ulangan. Keanekaragaman Collembola yang ditemukan di sekitar rhizosfer tanaman pisang terdiri dari 8 spesies yaitu: Isotomorus sp, Isotoma sp, Harlomillsia sp, Folsomides sp, Oncopodura sp, Metisotoma sp, Proisotoma sp, dan Friesea sp. Indeks keanekaragaman Collembola pada tanaman pisang yang diberikan mulsa jerami padi sebesar 1,991, pada tanaman pisang yang diberikan pupuk anorganik sebesar 1,732 dan pada tanaman pisang yang tidak diperlakukan sebesar 1,564. Nilai kemelimpahan tertinggi pada tanaman pisang yang diberikan mulsa jerami padi dengan jumlah 119.422 individu/m3, pada tanaman pisang yang diberikan pupuk anorganik dengan jumlah 63.690 individu/m3 dan pada tanaman pisang yang tidak diperlakukan dengan jumlah 79.613 individu/m3. Collembola yang terdapat di sekitar rhizosfer tanaman pisang tergolong stabil
Rekayasa Lingkugan di Bidang Agroekosistem untuk Meningkatkan Hasil Produksi Ganjari, Leo Eladisa
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.245 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i6.640

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif hasil dari pengamatan, pemikiran dan penelusuran pustaka, data yang diperoleh selanjutnya diolah dengan metode triangulasi data, triangulasi merupakan metode sintesa data terhadap kebenarannya dengan menggunakan metode pengumpulan data yang lain atau berbagai paradigma triangulasi untuk mengkaji pengetahuan yang beritan dengan Agroekosistem sebagai kajian ekologi atau ekosistem di bidang pertanian. Manusia dengan pengetahuan dan teknologi melakukan rekayasa ekosistem lingkungan. Rekaya ekosistem berupa penambahan material dari luar ekosistem tersebut berupa pupuk. Rekayasa kedua berupa pengendalian biotik yang bersifat merugikan (hama) dan rekayasa ketiga berupa penghilangan proses ekosistem tanah (pertanian tanpa tanah) yaitu sistem hidroponik.
Kadar Kolesterol, HDL dan LDL Mencit Hiperkolesterol dengan Perlakuan Ekstrak Daun Andong Merah Nugroho, Christianto Adhy; Sumadji, Angga Rahabistara; Ganjari, Leo Eladisa
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 11 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.092 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i11.1137

Abstract

Indonesia dianugerahi keanekaragaman hayati yang melimpah, salah satunya tanaman obat.  Andong merah merupakan salah satu tanaman obat yang banyak digunakan masyarakat Indonesia. Penelitian eksperimental laboratorium ini yang bertujuan untuk menentukan aktivitas ekstrak daun andong merah terhapap kadar kolesterol, Low Density Lipoprotein (LDL), dan High Density Lipoprotein (HDL) pada mencit hiperkolesterol. Penelitian menggunakan 4 kelompok hewan uji, yaitu: kelompok I hewan uji normal (tidak hiperkolesterol) dengan pakan standar, kelompok II hewan uji hiperkolesterol dengan pakan standar dan pakan tinggi lemak (PTL), kelompok III hewan uji hiperkolesterol yang diberi pakan standar, PTL, dan ekstrak daun andong merah (EDAM) 200 mg/kg BB, dan kelompok IV hewan uji hiperkolesterol yang diberi pakan standar, PTL, dan ekstrak daun andong merah (EDAM) 300 mg/kg BB. Induksi hiperkolesterol menggunakan pakan tinggi lemak yang terbuat dari kuning telur puyuh.  Parameter penelitian berupa kadar kolesterol, HDL, dan LDL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EDAM menurunkan kadar kolesterol dan LDL, serta meningkatkan HDL.
Pendampingan Pemanfaatan Sisa Bambu Menjadi Arang dengan Reaktor Pirolisis Ke Masyarakat Desa Mojopurno untuk Meningkatkan Kemandirian Energi Bersih Leo Eladisa Ganjari; Theresia Liris Windyaningrum; Chatarina Dian Indrawati; Petrus Setya Murdapa
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v4i1.17733

Abstract

Masyarakat pedesaan memilih kayu dan ranting sebagai bahan bakar kegiatan masak-memasak di dapur daripada menggunakan minyak atau bahan bakar lain. Namun karena asap yang ditimbulkan maka pemerintah menyediakan gas elpiji tabung sebagai pengganti bahan bakar kayu dan ranting tersebut. Biaya yang dikeluarkan menjadi bertambah karena gas tersebut harus dibeli, meskipun dengan harga subsidi. Sementara itu ketersediaan kayu, bambu dan ranting banyak tersedia di pedesaan. Cara yang dapat ditempuh ialah mengubah sampah kayu dan ranting menjadi arang. Acara ini diadakan untuk memperkenalkan teknologi reaktor pembuat arang dari bahan sisa-sisa kayu, bambu atau ranting-ranting dengan metode pirolisis. Reaktor dibuat dari drum bekas. Sudah banyak tercipta teknologi tepat guna yang terpublikasi di berbagai media sosial. Teknologi itu perlu diimplementasikan ke pihak yang membutuhkan. Di daerah Mojopurno banyak terdapat sisa-sisa kayu yang tidak terpakai yang umumnya dimanfaatkan secara sederhana sebagai kayu bakar di dapur. Panas yang diperoleh tidak maksimal. Banyak asap yang timbul berdampak tidak bagus bagi penghuni rumah, juga bagi bumi secara keseluruhan karena menambah emisi carbon. Dengan menjadikannya arang, maka pemanfaatan energi dapat maksimum, dan yang juga penting: nyaris tidak menimbulkan asap. Arang yang diperoleh dapat menjadi bahan bakar bersih di dapur, terutama bagi masyarakat di desa Mojopurno.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium cepa L.) DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI TERHADAP PERTUMBUHAN STEK PUCUK KAYU PUTIH (Melaleuca leucadendron L.) Mailinda Topa; Ch. Endang Purwaningsih; Leo Eladisa Ganjari
Biospektrum Jurnal Biologi Vol 1, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Biologi - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (kampus Kota Madiun)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/bios.v1i1.1167

Abstract

Eucalyptus plants can be propagated vegetatively by shoot cuttings. One of the natural growth regulators that can be used to stimulate the growth of Eucalyptus shoot cuttings was shallot extract (EBM), which contains the hormone auxin which functions to stimulate plant growth. This study aims to determine the effect of EBM with various different concentrations on the growth of Eucalyptus shoot cuttings (Melaleuca leucadendron L.). Completely Randomized Design (CRD) was used in this experiment, with five treatments, with four replicates for each treatment. The concentrations used in the treatment were as follows: K- Eucalyptus shoot cuttings without EBM or NAA., K+ Positive control, Eucalyptus shoot cuttings with NAA hormone., K1 Eucalyptus shoot cuttings with 50% EBM concentration. K2 Eucalyptus shoot cuttings with EBM concentration of 60%. K3 Eucalyptus shoot cuttings with EBM concentration of 70%. Parameters observed included the number of roots, root length, root fresh weight, and number of leaves. The results of this experiment showed that the concentration of 70% EBM gave the best results on the growth of shoot cuttings of Eucalyptus (Melaleuca leucadendron L.), in number of roots (7,250 pieces), root length (13,625 cm), root fresh weight (0,560 g), and number of leaves (19.00), compared to 60% and 50% EBM, as well as the negative control.Concentration 70% EBM gave almost the same growth results as the positive control (with NAA hormone). Keywords: shallot extract (EBM), shoot cuttings, Eucalyptus
KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN COLLEMBOLA DI SEKITAR RIZOSFER TANAMAN BUNGA MAWAR, MELATI, DAN KEMBANG KERTAS DI TAMAN NGROWO BENING MADIUN Pebianti Geovani; Leo Eladisa Ganjari; Christianto Adhy Nugroho
Biospektrum Jurnal Biologi Vol 1, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Biologi - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (kampus Kota Madiun)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/bios.v1i1.1168

Abstract

Collembola is an organism that is beneficial to the soil because it supports plant life in the soil, plays an important role as a modifier of soil organic matter and improves soil physical properties. The purpose of this study was to determine the diversity and abundance of Collembola around the rhizosphere of Rosa hybrida, Jasminum sambac, and Zinnia elegans plants in Taman Ngrowo Bening Madiun. Soil sampling was carried out 3 times in repetition, soil sampling using a soil drill at 3 locations, namely around the rhizosphere of Rosa hybrida plants, rhizosphere of Jasminum sambac plants, and rhizosphere of Zinnia elegans plants. The results of the study found a diversity of 6 species of Collembola including Lobella sp, Hypogastrura sp, Isotomurus sp, Heteromurus sp, Orchesella sp, and Pseudosinella sp. The highest abundance value was found around the rhizosphere of Jasminum sambac plants, namely 36 individuals. Around the rhizosphere of Rosa hybrida plants there are 19 individuals and around the rhizosphere of Zinnia elegans plants there are 33 individuals with a total abundance of 88 individuals. The Collembola diversity index around the rhizosphere of Rosa hybrida was H'= 0.68063, in the rhizosphere of Jasminum sambac H'= 1.24794, and in the rhizosphere of Zinnia elegans H'= 0.66161. Keywords: Collembola, Rosa hybrida, Jasminum sambac, Zinnia elegans
Community Development di Kawasan Wisata Budaya Desa Gunungsari, Kabupaten Madiun Priska Meilasari; Rr. Arielia Yustisiana; Leo Eladisa Ganjari
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v2i1.9237

Abstract

Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) merupakan kelompok masyarakat yang peduli pada keberlangsungan pariwisata di suatu daerah. Saat ini, pokdarwis Desa Gunungsari sedang mengembangkan pariwisata di pasar Pundensari. Community Development yang dilaksanakan dalam Program Kemandirian Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengembangkan masyarakat melalui pengolahan maggot BSF sebagai kuliner ekstrem dan inovasi penutup kepala tradisonal yng disebut “udeng” sebagai souvenir dengan motif batik “eco-print” serta penambahan sarana edukasi di lokasi wisata berupa English Kids Corner. Hasil PKM secara kesuluruhan dapat terlaksana dengan baik.Pelatihan memaksimalkan pengolahan maggot menjadi kuliner ekstrem “maggot goreng garing”, telah terlasana dengan lancar, selanjutnya diharapkan kuliner ekstrem baru khas Gunungsari ini mampu menarik animo pengunjung. Pelatihan batik eco-print telah dilaksanakan, dan mendapat apresiasi perserta. Selanjutnya warga desa mampu mengembangkan batik eco-print sebagai usaha buah tangan khas desa Gunungsari yang layak untuk dijual dan bisa menarik khalayak. Pembuatan fasilitas dan pendampingan English Kids Corner sebagai tambahan fasilitas bagi pengunjung dari kalangan anak-anak telah terwujud dengan baik. Fasilitas edukasi ini diberi nama “Pondok Sinau lan Dolanan Basa Inggris” dalam satu kawasan wisata.