Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

STUDI DESKRIPTIF: TINGKAT PENGETAHUAN APOTEKER TERHADAP ANTIPSIKOTIKA noor cahaya; Anna Khumaira Sari; Mahdjati Fitria; Rahmi Rahmi; Rahmaniah Rahmaniah
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 5 No 1 (2021): September 2021
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan terkait obat merupakan salah satu yang wajib dimiliki oleh seorang apoteker dalam memberikan pelayanan kefarmasian secara optimal. Pengetahuan terkait antipsikotika menjadi penting karena dalam penggunaannya banyak ditemukan permasalahan. Penelitian bertujuan untuk menilai pengetahuan apoteker di Kalimantan Selatan terkait antipsikotika. Penelitian menggunakan metode observasional deskriptif dengan rancangan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan berupa teknik convenience sampling. Sampel penelitian adalah Apoteker di Kalimantan Selatan yang bersedia menjadi responden penelitian melalui persetujuan yang dilakukan pada lembar informed consent yang dikirim dalam bentuk google form dan mengembalikan lembar kuesioner yang telah diisi dengan lengkap. Jumlah responden sejumlah 110 orang. Pengambilan dan pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk google form yang dibagikan melalui what’s app grup Apoteker Kalimantan Selatan. Hasil penelitian menunjukkan 34% (n=37) apoteker berada pada tingkat pengetahuan baik dan 66% (n=73) pada tingkat pengetahuan kurang baik.
Studi Penggunaan Antipsikotik dan Efek Samping pada Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Kalimantan Selatan Mawar Dwi Yulianty; Noor Cahaya; Valentina Meta Srikartika
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 3, No 2 (2017): J Sains Farm Klin 3(2), Mei 2017
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.623 KB) | DOI: 10.29208/jsfk.2017.3.2.108

Abstract

Based on RISKESDAS 2013, schizophrenia prevalence in South Kalimantan is 1.4 per one thousand population. The main therapy for schizophrenia is anti-psychotic medication. A variety of side effects arise from the use of antipsychotic drugs including extrapyramidal syndrome and metabolic syndrome. The aim of the study was to evaluate the prescription pattern and side effects of antipsychotic drugs in patients with schizophrenia at Sambang Lihum Psychiatric Hospital, South Kalimantan, Indonesia. The type of this study was non-experimental observation with prospective data collection. Population in this study was all of the schizophrenia inpatients in February 2016 who met the inclusion criteria. The data were collected from 59 patients. The results showed that anti-psychotics combination therapy was the most widely used medications (90.6%), in which the combination of haloperidol-clozapine was the most frequent one (26.04%). The side effects commonly observed were extrapyramidal syndrome (98.3%); orthostatic hypotension (86,4%); anticholinergic effect (76.3%); sedation (44.1%); nausea / vomiting (27.1%); diarrhea (27.1%); insomnia (16.9%); loss of appetite (10.2%); red-itchy rashes (6.8%); anorexia (5.1%); frequent urination (5.1%); decreased consciousness (1.7%), shortness of breath and cough (1.7%); impairment of Hb (1.7%); increase in AST (1.7%); increase in ALT (1.7%); and foaming from nose (1.7%).
Hubungan Persepsi Terhadap Iklan Obat Laksatif di Televisi dengan Perilaku Swamedikasi Masyarakat di Kelurahan Sungai Besar Kecamatan Banjarbaru Selatan Noor Cahaya; Sriyatul Adawiyah; Difa Intannia
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 01 Juli 2017
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.048 KB)

Abstract

Obat laksatif merupakan obat yang digunakan untuk melancarkan buang air besar pada kondisi sembelit. Informasi mengenai obat ini sering didapatkan melalui iklan di televisi yang akan berpengaruh pada perilaku swamedikasi (pengobatan sendiri). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara persepsi terhadap iklan obat laksatif dengan perilaku swamedikasi menggunakan obat laksatif. Metode penelitian adalah survei analitik dengan teknik quota sampling berdasarkan kriteria inklusi: penduduk Kelurahan Sungai Besar dan berusia ≥ 17 tahun, bersedia menjadi responden, pernah melihat iklan laksatif di televisi, dan menggunakan obat laksatif secara swamedikasi. Sampel penelitian sebanyak 62 responden. Hasil penelitian menunjukkan, persepsi responden terhadap iklan obat dalam pengobatan sendiri diperoleh sebesar 77,4% terpengaruh dan 22,6% tidak terpengaruh. Perilaku swamedikasi yang dilakukan oleh responden diperoleh sebesar 37,1% rasional dan 62,9% tidak rasional. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat hubungan antara persepsi terhadap iklan obat dengan perilaku swamedikasi (P value = 0,000).
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Kajajahi (Leucosyke capitellata Wedd.) Terhadap Efek Pembekuan Darah Dan Penurunan Agregasi Platelet Pada Darah Manusia Sehat Secara In Vitro Annisa Shalehah; Noor Cahaya; Fadlilaturrahmah Fadlilaturrahmah
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 02 Desember 2015
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tanaman kajajahi (Leucosyke capitellata Wedd.) dimanfaatkan oleh masyarakat Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan sebagai tanaman obat. Berdasarkan penelitian sebelumnya, diketahui bahwa tanaman kajajahi mengandung beberapa senyawa kimia seperti tanin, saponin, dan flavonoid. Senyawa flavonid terbukti memiliki aktivitas sebagai antioksidan yang juga berperan dalam menghambat pelekatan, agregasi, dan sekresi platelet. Tujuan penelitian ini membuktikan pengaruh ekstrak kajajahi terhadap efek pembekuan darah dan penurunan agregasi platelet. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan sampel darah manusia sehat yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok kontrol positif (darah dengan EDTA), kelompok ekstrak kajajahi (0,1%) dan kontrol negatif (darah tanpa EDTA) dengan replikasi sebanyak 3 kali. Analisis data secara kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa gambaran mikroskopik sel darah dan data kuantitatif berupa jumlah penurunan agregasi platelet yang dilakukan dengan cara menghitung selisih serapan plasma sebelum dan sesudah penambahan ADP. Data hasil penurunan jumlah platelet dianalisis secara statistik dengan uji t berpasangan dengan taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian dari uji efek pembekuan darah, terlihat pada kelompok kontrol negatif sel darah menggumpal, saling berikatan satu dengan lain dan tidak terpisah; kelompok kontrol positif terlihat sel darah tidak saling berikatan atau terpisah satu sama lain dan pada kelompok ekstrak terlihat sebagian besar tidak saling berikatan, terpisah satu dengan yang lain. Uji penurunan agregasi platelet pada kelompok kontrol negatif menunjukkan peningkatan agregasi platelet, kelompok kontrol positif dan kelompok ekstrak menunjukkan penurunan agregasi platelet. Dengan demikian, didapatkan kesimpulan bahwa ekstrak etanol daun kajajahi 0,1% berpengaruh terhadap penurunan agregasi platelet (p value 0,086) dan memberikan efek pembekuan darah. Kata kunci: agregasi platelet, Leucosyke capitellata Wedd., pembekuan darah. ABSTRACT Kajajahi (Leucosyke capitellata Wedd.), an Indonesian medicine plant, is often used in society as traditional medicine. One of kajajahi’s benefits that haven’t much been explored is antiplatelet activity. Previous research results have shown that kajajahi extract contain flavonoid compound and is effective as an antioxidants. Flavonoid is an antioxidant compound which can inhibit the adhering, aggregation, and secretion of platelets because it obstructs the metabolism of arachidonat acid by cyclooxygenase. The purpose of this research is to identify the effect of platelet’s anti-aggregation of ethanolic extract from kajajahi leaves. The testing of microscopically blood clotting effect showed that ethanol extract of kajajahi leaves could prevent blood cell from coagulating. The testing of plasma absorbance reduction before and after the addition of ADP showed comparison toward negative control to positive control with significance of 0.007 (0.05). There is a significant difference on the comparison of negative control to extract and positive control to negative control. Key words: blood clotting, Leucosyke capitellata Wedd., platelet aggregation.
Incidence of Orthostatic Hypotension in Schizophrenic Patients Using Antipsychotics at Sambang Lihum Mental Health Hospital, South Kalimantan Noor Cahaya; Sandra Putri Wijaya; Khoerul Anwar
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 3 (2021): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v4i3.1959

Abstract

Schizophrenia is a psychiatric disorder that requires antipsychotics therapy. Antipsychotics cause many side effects, including orthostatic hypotension. The study aimed to describe the incidence of orthostatic hypotensive side effects experiences by schizophrenia patients at the Sambang Lihum Mental Health Hospital, South Kalimantan. This research was observational description research with data sampling by medical records. This research was conducted to 300 medical records of patients period January-December 2018 which received antipsychotics medication and data analyzed by univariate analysis. The results showed the number of patients who experienced orthostatic hypotension was 98 patients (32.67%) and no experienced were 202 patients (67.33%). Incidence of orthostatic hypotension in haloperidol 54.35% (N=46); trifluoperazine 100% (N=1); clozapine 84.62% (N=13); olanzapine 100% (N=1); haloperidol-chlorpromazine 27.27% (N=11); haloperidol-haloperidol 42.86% (N=7); clozapine-risperidone 16.67% (N=6); haloperidol-clozapine 15.05% (N=93); haloperidol-olanzapine 50% (N=2); haloperidol-risperidone 31.82% (N=22); trifluoperazine-olanzapine 100% (N=1); trifluoperazine-clozapine 22.22% (N=9); trifluoperazine-risperidone 5.56% (N=18); chlorpromazine-haloperidol-haloperidol 33.3% (N=3); chlorpromazine-haloperidol-trifluoperazine 100% (N=3); haloperidol-trifluoperazine-chlorpromazine 100% (N=1); chlorpromazine-haloperidol-clozapine 42.86% (N=7); chlorpromazine-trifluoperazine-clozapine 100% (N=1); chlorpromazine-trifluoperazine-olanzapine 100% (N=1); chlorpromazine-trifluoperazine-risperidone 50% (N=2); trifluoperazine-haloperidol-risperidone 100% (N=4); haloperidol-trifluoperazine-risperidone 100% (N=1); trifluoperazine-haloperidol-clozapine 40% (N=5); haloperidol-haloperidol-clozapine 80% (N=5); clozapine-risperidone-trifluoperazine 100% (N=4); risperidone-clozapine-haloperidol 20% (N=10). The conclusion from this study was the percentage of orthostatic hypotension on schizophrenia patients at the Sambang Lihum Mental Health Hospital was 32.67% (N=98).
ANALISIS PREVALENSI PARKINSONISME PADA PASIEN SKIZOFRENIA YANG MENDAPAT OBAT ANTIPSIKOTIK GENERASI PERTAMA: ANALYSIS OF PREVALENCE OF PARKINSONISM IN SCHIZOPHRENIC PATIENTS RECEIVING FIRST-GENERATION ANTIPSYCHOTIC DRUG Okta Muthia Sari; Noor Cahaya; Khoerul Anwar; Sandra Putri Wijaya
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i1.271

Abstract

Antipsikotik generasi pertama secara luas diresepkan untuk pengobatan skizofrenia, efek terapeutiknya juga dikaitkan dengan efek samping movement disorders seperti parkinsonisme. Tujuan dari penelitian ini untuk menilai prevalensi parkinsonisme pada pasien skizofrenia yang menjalani pengobatan antipsikotik generasi pertama dan untuk menganalisis antipsikotik mana yang terkait dengan prevalensi parkinsonisme. Ini adalah studi potong lintang berbasis rumah sakit yang dilakukan di rawat inap Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum, Kalimantan Selatan, Indonesia. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif selama periode tahun 2018. Sebanyak 71 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Sebanyak 33 (46,5%) pasien yang menerima antipsikotik generasi pertama mengalami parkinsonisme. Karakteristik pasien dalam penelitian ini mayoritas jenis kelamin laki-laki (76,1%) dan berumur 20-45 tahun (84,5%). Haloperidol antipsikotik generasi pertama yang paling banyak digunakan (56.3%) diikuti oleh kombinasi klorpromazin-haloperidol (35.2%). Prevalensi parkinsonisme sebesar 46,5% pada pasien skizofrenia yang mendapat antipsikotik generasi pertama. Berdasarkan analisis, tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan umur dengan parkinsonisme. Penggunaan haloperidol dibandingkan dengan klorpromazin-haloperidol menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan prevalensi parkinson (p <0.05). Kesimpulan dari penelitian ini, karakteristik pasien skizofrenia dalam penelitian mayoritas laki-laki dan berumur 20-45 tahun. Haloperidol merupakan antipsikotik generasi pertama yang paling banyak digunakan sebesar 56.3%. Prevalensi parkinsonisme pada pasien skizofrenia yang mendapat antipsikosis generasi pertama adalah 46,5%. Tidak ada hubungan yang signifikan antara parkinsonisme dan jenis kelamin atau umur pasien dalam penelitian ini Penggunaan haloperidol dikaitkan dengan prevalensi parkinsonisme dibandingkan dengan antipsikotik generasi pertama kombinasi klorpromazin dan haloperidol pada pasien skizofrenia.
Analisis Trend Peresepan Golongan Antipsikotika Tipikal dan Atipikal di Tiga Puskesmas di Kota Banjarmasin Periode 2019-2021: Trend Analysis of Prescribing Typical and Atypical Antipsychotics at Three Health Centers in Banjarmasin City for the 2019-2021 Period Nur Annisa Meilina; Noor Cahaya; Aditya Maulana Perdana Putra
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i4.1269

Abstract

Antipsychotics are the first-line treatment option for schizophrenia, with the goal of reducing symptoms and preventing relapse. The study aimed to identify and analyze changes in the pattern of use of antipsychotics in prescribing schizophrenia patients based on the category of drug name, class, and dosage form from 2019 to 2021 at 3 primary health care centers in Banjarmasin. The study was designed as a descriptive study, with data collected retrospectively and using a purposive sampling technique based on inclusion and exclusion criteria. A total of 154 samples were analyzed. The results showed a change in the frequency of use of antipsychotics based on the category of drug names, i.e., haloperidol, chlorpromazine, trifluperazine, clozapine, and risperidone; data on the use of the typical antipsychotic group continued to increase compared to the atypical group; and there was no change in the form of prescribing antipsychotics in tablet form. As a result, it was concluded that there is a shift in the use of antipsychotics through prescribing in schizophrenia patients, as evidenced by a change in the percentage of use of both drug items and antipsychotic groups at the 3 primary care health centers from 2019 to 2021.