Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : PEDAGO BIOLOGI

COLLABORATIVE LEARNING: PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM MEWUJUDKAN HAK-HAK BELAJAR SISWA Wiwi Wikanta
Pedago Biologi : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.034 KB) | DOI: 10.30651/jpb.v5i1.731

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya pembelajaran kolaboratif dalam membangun budaya belajar aktif siswa atau mahasiswa. Ada dua bahasan dalam artikel ini, yaitu: (1) pengertian dan prinsip-prinsip pembelajaran kolaboratif dan (2) penataan tempat duduk siswa. Pembahasan diambil dari beberapa literatur. Hasilnya menunjukkan bahwa budaya belajar yang diciptakan guru di kelas masih banyak yang mempraktikkan teknik mengajar “monolog”, sehingga hak-hak belajar siswa/mahasiswa tidak terpenuhi. Pembelajaran kolaboratif (collaborative learning) adalah suatu proses mengkonstruksi pengetahuan melalui interaksi dengan yang lain. Ada tiga unsur atau persyaratan dalam membangun pembelajaran kolaboratif, yaitu pembelajaran otentik (authentic learning), hubungan saling menyimak (listening relation) dan tugas untuk melompat (jumping task). Penataan tempat duduk mempengaruhi interaksi dan aktivitas siswa selama belajar. Kesimpulan berdasarkan prinsip-prinsip pembelajaran kolaboratif dan penetaan tempat duduk siswa dapat dipastikan bahwa hak-hak belajar semua siswa dapat dijamin, baik yang berkemampuan rendah maupun berkemampuan tinggi.
PENGARUH PENERAPAN MODEL MODEL LEARNING CYCLE 5E PADA MATERI INVERTEBRATA TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS X SMA MUHAMMADIYAH 7 SURABAYA Anggi Budi Abriliyani; Yuni Gayatri; Wiwi Wikanta
Pedago Biologi : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.381 KB) | DOI: 10.30651/jpb.v5i1.727

Abstract

Abstrak: This study aims to (1). determine the effect of learning model Learning Cycle 5E on the material Invertebrates of the science process skills of students (2) the effect of the model Learning Cycle 5E on the material invertebrates effect on cognitive learning outcomes of students (3) determine the ability of teachers to manage learning biology through learning model Learning Cycle 5E in improving skills and the cognitive learning process of students. This study is a quasi experimental research with the study design using the design of "The Non-Equivalent Control Group". The sample in this research is class X SMA Muhammadiyah 7 Surabaya. Data collected with the test and non-test (observation) using research instruments observation sheet teachers 'skills in the management of learning, observation sheet skill students' science process, pretest and posttest. Data were analyzed descriptively and quantitatively test statistic T. From these results it can be concluded that: (1) There is an effect Learning Cycle 5E learning model on Invertebrate material to the students' science process skills; (2) Model Learning Cycle 5E on Invertebrate material effect on cognitive learning outcomes of students. The average value of completeness in classical the experimental class amounted to 78.2%; (3) ability to understand biology teachers manage learning by using Learning Cycle 5E models in enhancing science process skills of students and student learning outcomes SMA Muhammadiyah 7 Surabaya in he very good category.
Efektivitas Ekstrak Daun Bidara (Ziziphus Mauritiana) Dalam Penyembuhan Luka Iris Pada Mencit Jantan (Mus Musculus) Legita Karliana; Wiwi Wikanta
PEDAGO BIOLOGI Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.185 KB) | DOI: 10.30651/jpb.v6i2.3922

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak daun Bidara (Ziziphus mauritiana) efektif dalam penyembuhan luka iris pada mencit jantan (mus musculus). Jenis penelitian adalah eksperimental, dengan desain RAL. Ada 3 perlakuan yang diberikan yaitu pemberian ekstrak daun bidara (P), pemberian betadine (K+) dan kontrol negatif tanpa pemberian ekstrak daun bidara dan betadine, dengan 9 replikasi. Kriteria penyembuhan luka adalah kemerahan (eritema), pertautan kedua tepi luka dan tanda-tanda inveksi. Hasil dari penelitian ini menunjukan nilai rata-rata kriteria penyembuhan luka yaitu pada perlakuan P (pemberian ekstrak daun bidara) memiliki skor sebesar 2,81, perlakuan K+ (peberian betadine) sebsar 2,83 dan perlakuan K- (tanpa pemberian ekstrak daun bidara dan betadine) sebesar 2,65. Perlakuan P dan K+ menunjukkan tidak adanya perbedaan atau keduanya sama efektif dalam penyembuhan luka iris, dengan nilai signifikan sebesar 0,407 dimana p > a (0,05), sedangkan perlakuan P dan K- serta K+ dan K- menunjukkan adanya perbedaan dengan nilai signifikan kedua perbandingan sebesara 0,000 dimana nilai p < a. Kesimpulan pada penelitian ini adalah Pemberian ekstrak daun bidara (ziziphuz mauritiana) efektif dalam penyembuhan luka iris.
PENGARUH EKSTRAK DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA) SEBAGAI PESTISIDA ALAMI TERHADAP AKTIVITAS KECOA (PERIPLANETA AMERICANA) DAN PEMBELAJARANNYA PADA MASYARAKAT Mira Fitriana Rohma; Wiwi Wikanta
Pedago Biologi : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jpb.v9i1.9338

Abstract

Tujuan penelitian : (1) Untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun pepaya (Carica papaya) sebagai pestisida alami terhadap aktivitas kecoa (Periplaneta americana). (2) Untuk membuat bentuk bahan pembelajaran pada masyarakat yang dapat digunakan dari penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah true eksperimen dan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil analisis uji kruskal wallis menunjukkan signifikasi (P) 0,001 < α (0,05), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya ada pengaruh signifikan dari pemberian ekstrak daun pepaya (Carica papaya) terhadap aktivitas kecoa (Periplaneta americana). Hasil analisis uji Mann Whitney menunjukkan bahwa tidak ada beda antar perlakuan dengan ekstrak daun pepaya (Carica papaya) pada konsentrasi P1(10%), P2 (25%0, P3(50%), P4 (75%). Kesimpulan penelitian : (1) Bahwa pemberian ekstrak daun pepaya (Carica papaya) berpengaruh terhadap aktivitas kecoa (Periplaneta americana). (2) Bentuk media informasi yang dapat dibuat dari penelitian ini adalah brosur sebagai media edukasi masyarakat.
Pengembangan Media Pembelajaran Aplligung (Alat Peraga Lambung Dari Limbah Kulit Jagung) Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Ma. Darussalam Al-Faisholiyah Sampang Nur Hasanah; Wiwi Wikanta
PEDAGO BIOLOGI Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.669 KB) | DOI: 10.30651/jpb.v6i1.3904

Abstract

ABSTRACT:The research objectives are: 1). Understanding the physical feasibility of Aplligung as a learning media on the topic of the human digestive system specifically on stomach. 2). Understanding the feasibility of student learning outcomes by using Aplligung as a medium of learning on the topic of the human digestive system specifically on stomach. 3). Understanding the student's response toward the Aplligung as a learning media on gastric human digestion system topic, Research development of 4-D models (Four D Models). The phase of preparation procedure of Aplligung are (1) Needs analysis,(2) Initial product development and revision,(3) Material validation, media feasibility and revision,(4) Limited test, and(5) The final product. Questionnaire is used as the research instrument to know the feasibility of Aplligung. Validation of Aplligung was conducted by biology a teacher, two materials and media experts, and the observer consists of two Biology students and two teachers and responded by 27 students of science grade XI at MA Darussalam Al-Faisholiyah through a limited test. The data of quality valueare obtained in the form of qualitative processed into quantitative data and each aspect of the assessment is analyzed, the final score is converted into qualitative product feasibility level with guidelines by ideal category. The result of the development of learning media Aplligung shows that the validation of the material is very feasibleby 82.29%. Media feasibility assessment is very feasible by 81.25%. The assessment of student response is excellent by 94%. Exhaustiveness of learning results very well by 81.40%. The conclusion of the developed product is very feasible to use. 
PENGEMBANGAN MODEL E-LEARNING BERBASIS SCHOOLOGY PEMBELAJARAN BIOLOGI MATERI SISTEM PENCERNAAN DALAM MELATIH KEMAMPUAN LITERASI VISUAL SISWA SMA DI ERA INDUSTRI 4.0 Firmansyah Firmansyah; Wiwi Wikanta
PEDAGO BIOLOGI Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jpb.v8i2.9334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui kelayakan Model E-learning Berbasis Schoology Pembelajaran Biologi Materi Sistem Pencernaan dalam Melatih Kemampuan Literasi Visual Siswa SMA di Era Industri 4.0. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Tehnik pengumpulan data menggunakan teknik validasi telaah dokumen meliputi (Silabus, RPP, Bahan ajar, LKS, dan Lembar tes). Teknik analisis data secara deskriptif dengan interpretasi hasil dikelompokkan ke dalam 5 kategori, yaitu: sangat kurang baik, kurang baik, cukup cukup baik, baik, dan sangat baik. Hasil penelitian diperoleh nilai validasi sebesar 89% berada pada kategori “Sangat Baik”. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Model E-learning Berbasis Schoology Pembelajaran Biologi Materi Sistem Pencernaan dalam Melatih Kemampuan Literasi Visual Siswa SMA di Era Industri 4.0 layak digunakan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PICTURE AND PICTURE PADA MATERI EKOSISTEM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI MAN 1 LAMONGAN Dwi Uswatun; Wiwi Wikanta
PEDAGO BIOLOGI Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jpb.v7i2.9309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa, motivasi belajar siswa, dan mendeskripsikan keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi dengan rancangan penelitian menggunakan desain “Nonequivalent control group desain”. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X MAN 1 Lamongan. Teknik pengumpulan data secara tes dan non tes (observasi). Data dianalisis secara deskrptif kuantitatif dan statistik uji-T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dengan nilai rata-rata 83,84% dengan kategori sangat baik dan motivasi belajar siswa dalam kategori tinggi dengan nilai rata-rata 78,4%. Analisis data statistik uji-T pada kemampuan berpikir kritis menunjukkan nilai signifikan 0.00. Hasil keterlaksanaan pembelajaran kooperatif tipe picture and picture dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa MAN 1 Lamongan pada kategori sangat baik.
Efektifitas Kompos Cair Sabut Kelapa dalam Mempercepat Pertumbuhan Biji Sawi Daging (Brassica juncea) Vanesha Yulia Ananta; Wiwi Wikanta
PEDAGO BIOLOGI Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.065 KB) | DOI: 10.30651/jpb.v7i1.3926

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian kompos organik cair sabut kelapa dalam mempercepat pertumbuhan biji sawi daging (Brassica juncea).  Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian Posttest-Only Control Group Design. Penelitian ini menggunakan tanaman sawi daging sebagai sampel dari 4 perlakuan yakni (K) tanpa pemberian kompos , (P1) pemberian kompos 100 ml, (P2) pemberian kompos 150 ml, (P3) pemberian kompos 200 ml. Data yang diambil dari penelitian ini Tinggi batang, Jumlah helaian daun dan Berat daun  dengan Rancangan Acak Lengkap 6  kali ulangan. Teknik analisis data dengan metode uji Anova dan Kruskal wallis α = 0,05. Hasil penelitian ini berdasarkan nilai persentase tinggi batang (K0= 1.45), (P1=1.68), (P2=1.7) (P3=2.01), jumlah helaian daun (K0= 6), (P1=6.3), (P2=6.6) (P3=7.3), dan berat daun K0= (0.76), (P1=0.77), (P2=0.80) (P3=0.91), hasil uji statistic Anova untuk tinggi batang dan helaian daun diterima pada α = 0,05 sedangkan untuk berat daun menggunakan uji statistic kruskal wallis. Kesimpulan Ada pengaruh berbagai volume kompos cair sabut kelapa dalam mempercepat pertumbuhan sawi daging (Brassica juncea) dengan perlakuan yang paling efektif pada pemberian kompos cair volume 200 ml (P3). 
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA Bahrul Dian Wulaningayu; Wiwi Wikanta
PEDAGO BIOLOGI Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jpb.v8i1.9319

Abstract

Sejauh ini kemampuan berpikir kreatif belum optimal dikembangkan di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan berpikir kreatif, motivasi belajar siswa, mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran, dan mendeskripsikan respon siswa model Kooperatif Tipe TAI (Team Assisted Individualization). Jenis penelitian adalah penelitian kuasi eksperimen, dengan rancangan penelitian menggunakan desain Non Equivalent Kontrol Group Design. Sampel penelitian adalah siswa kelas X SMA Muhammadiyah 10 Surabaya. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes tulis dan angket.  Data dianalisis secara deskriptif kuantitataif dan statistik uji-T. Hasil penelitian menununjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran kooperatif Tipe TAI (Team Assisted Individualization) terhadap kemampuan berpikir kreatif dengan nilai rata-rata 75,55% pada kelas eksperimen, 63,79% pada kelas kontrol, dan terhadap motivasi belajar siswa dalam kategori tinggi dengan nilai rata-rata 75,36%.  Keterlaksanaan pembelajaran kooperatif Tipe TAI dengan kategori baik sekali. Respon positif siswa terhadap Model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) rata-rata positif dan siswa dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif.
Identifikasi Keanekaragaman Jenis Ikan (Class Pisces) Di Kepulauan Kangean Sebagai Sumber Belajar Biologi Hadijah, Siti; Wikanta, Wiwi
PEDAGO BIOLOGI Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pbjppb.v12i1.19370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui keanekaragaman jenis ikan di kepulauan kangean; (2) Membuat bentuk bahan ajar sebagai sumber belajar  biologi dari hasil penelitian keanekaragaman jenis ikan di kepulauan kangean. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subyek pada penelitian ini adalah tokoh masyarakat atau nelayan pulau kangean yang memiliki pengetahuan  tentang ikan. Sedangkan obyek dari penelitian ini adalah keanekaragaman jenis ikan yang ada di pulau kangean. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dengan menentukan macam, jumlah dan indeks keanekaragaman jenis ikan. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah (1) terdapat 36 jenis ikan; (2) jumlah 1.072 ekor ikan; dan (3)  indeks keanekaragaman pada plot 1 yaitu pasar ikan desa arjasa memiliki tingkat keanekaragaman sedang sebesar (2,9224), indeks keanekaragaman pada plot 2 yaitu pasar ikan desa kangayan tingkat keanekaragamannya sedang sebesar (2,6363). Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata keanekaragaman jenis ikan secara keseluruhan 36 jenis yaitu (2,7793) yang termasuk kedalam kategori keanekaragaman sedang; Bahan ajar yang dibuat dari penelitian ini berupa buku pengayaan keanekaragaman jenis ikan (class pisces).